ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji penafsiran kata shayyib dalam QS. Al-Baqarah ayat 19 menurut Zaghloul Al-Najjar dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kata shayyib merupakan istilah yang unik dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan beragam oleh para mufasir, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan tafsir ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penafsiran Zaghloul Al-Najjar terhadap kata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir tahlili, dan pendekatan ilmiah. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab tafsir karya Zaghloul Al-Najjar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shayyib ditafsirkan sebagai hujan badai yang disertai kegelapan, petir, dan kilat, yang berkaitan dengan fenomena cuaca ekstrem di atmosfer. Melalui tafsir ilmi, Zaghloul Al-Najjar menghubungkan makna linguistik ayat dengan temuan sains modern, sehingga shayyib tidak hanya dipahami sebagai hujan, tetapi juga sebagai gambaran kekuatan alam yang besar. Fenomena tersebut menjadi perumpamaan bagi kondisi orang-orang munafik yang dipenuhi ketakutan, keraguan, dan kebingungan terhadap petunjuk Allah. Penafsiran ini menunjukkan keselarasan antara pesan Al-Qur’an dan fakta ilmiah serta memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.
BookOpen AccessPDF tersedia
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji penafsiran kata shayyib dalam QS. Al-Baqarah ayat 19 menurut Zaghloul Al-Najjar dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kata shayyib merupakan istilah yang unik dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan beragam oleh para mufasir, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan tafsir ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penafsiran Zaghloul Al-Najjar terhadap kata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir tahlili, dan pendekatan ilmiah. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab tafsir karya Zaghloul Al-Najjar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shayyib ditafsirkan sebagai hujan badai yang disertai kegelapan, petir, dan kilat, yang berkaitan dengan fenomena cuaca ekstrem di atmosfer. Melalui tafsir ilmi, Zaghloul Al-Najjar menghubungkan makna linguistik ayat dengan temuan sains modern, sehingga shayyib tidak hanya dipahami sebagai hujan, tetapi juga sebagai gambaran kekuatan alam yang besar. Fenomena tersebut menjadi perumpamaan bagi kondisi orang-orang munafik yang dipenuhi ketakutan, keraguan, dan kebingungan terhadap petunjuk Allah. Penafsiran ini menunjukkan keselarasan antara pesan Al-Qur’an dan fakta ilmiah serta memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Buku "Analisis Model Penamaan Badan Usaha Berbahasa Asing Di Wilayah Surakarta: Kajian Sosiolinguistik" ini merupakan hasil penelitian dengan kajian sosiolinguistik. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk; 1) Mengidentifikasi bentuk penggunaan bahasa asing dalam penamaan badan usaha di wilayah Surakarta, 2) Mengungkap berbagai faktor yang melatarbelakangi pemakaian bahasa asing dalam penamaan badan usaha di Surakarta, 3) Mendeskripsikan dampak positif dan negatif dari adanya fenomena penggunaan bahasa asing terhadap bahasa Indonesia. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini ialah sudut pandang sosiolinguistik, sikap bahasa, pola urutan kata, dan morfologi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas; (1) sumber kebahasaan, dan (2) sumber bukan kebahasaan. Dan analisis datanya menggunakan metode agih dengan pola teknik dasar dan lanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
عائشة، ،2023 أتثي طريقةرالغناءرلتحسنيرإتقانرمفرداتراللغةرالعربيةرف مدرسةررإنسانر ّ جندكيار ة انوي ّ الث هارو، قسم ال رتبية اللغة العربية للمعهد العال دار القرآن ابايكمبوه. تدريس اللغة العربية هو عملية حتويل املعرفة، واملوقف العقلي، والسلوك خلرباء اللغة العربية واليت من املتوقع أن تتم بشكل احرتايف. و أهداف ألغراض حمددة. وتتحقق أهداف اللغة العربية بشكل فعال إذا كانت هناك رؤية أساسية ورسالة وتوجيه من الواضح تنفيذ االسرتاتيجيات والنهج واألساليب الصحيحة والصحيحة حىت يتم احلصول على اإلنتاج ممتعة جلميع الطالب واملعلمني واملؤسسات التعليمية. كانت إنسان جندكيا هارو إحدى املدارس وجدت هذه الباحثة مشكالت منها، أقل رغبة الطالب يف تعليم اللغة العربية واليوجد طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف املدرسة وانقصة وسائل ًض التعليم لدى ال ا ال ينفصل عن حالة طالب ويشعر الطالبة ابمللل وحيبون دروس اللغة العربية وهذا أي أساليب التعلم لتحسني حفظ إتقان املفردات لدى الطالبة. وأهداف هذا البحث ملعرفة على استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف تعليم اللغة العربية لفصل التاسع يف مدرسة ة هارو ّ انوي ّ إنسان جندكيا الث . وأما منهج البحث الذي تستخدم الباحثة يف هذه الدراسة فهو املنهج التجرييب. وبناء على نتائج البحث، وخلص إل أن غرض لتحسني إتقان املفردات يف هذه املدرسة حىت يتمكن الطالب من تذكر إتقان املفردات بسرعة وعدم نسياهنا بسرعة. داللة 0.043 )> 0.05(، مث يتم رفض الفرضية الصفرية )HO). لذا االستنتاج هو أن هناك ا يف الدرجات يف العالج ابلغناء وبدون استخدام طريقة الغناء تزداد مفردات األطفال ابستخدام ً اكبري ً اختالف طريقة الغناء. أن نتيجة مستو الداللة (tailed2-(.Sig Asymp 0،000 وهي أقل من 0،05 فيدل علي أن استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان مفردات اللغة العربية.
BookOpen AccessPDF tersedia
2023•Koleksi Perpustakaan
عائشة، ،2023 أتثي طريقةرالغناءرلتحسنيرإتقانرمفرداتراللغةرالعربيةرف مدرسةررإنسانر
ّ جندكيار ة
انوي
ّ
الث هارو، قسم ال رتبية اللغة العربية للمعهد العال دار القرآن ابايكمبوه.
تدريس اللغة العربية هو عملية حتويل املعرفة، واملوقف العقلي، والسلوك خلرباء اللغة العربية واليت
من املتوقع أن تتم بشكل احرتايف. و أهداف ألغراض حمددة. وتتحقق أهداف اللغة العربية بشكل فعال
إذا كانت هناك رؤية أساسية ورسالة وتوجيه من الواضح تنفيذ االسرتاتيجيات والنهج واألساليب الصحيحة
والصحيحة حىت يتم احلصول على اإلنتاج ممتعة جلميع الطالب واملعلمني واملؤسسات التعليمية.
كانت إنسان جندكيا هارو إحدى املدارس وجدت هذه الباحثة مشكالت منها، أقل رغبة
الطالب يف تعليم اللغة العربية واليوجد طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف املدرسة وانقصة وسائل
ًض التعليم لدى ال ا ال ينفصل عن حالة
طالب ويشعر الطالبة ابمللل وحيبون دروس اللغة العربية وهذا أي
أساليب التعلم لتحسني حفظ إتقان املفردات لدى الطالبة.
وأهداف هذا البحث ملعرفة على استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف تعليم اللغة
العربية لفصل التاسع يف مدرسة ة هارو
ّ
انوي
ّ
إنسان جندكيا الث . وأما منهج البحث الذي تستخدم الباحثة
يف هذه الدراسة فهو املنهج التجرييب. وبناء على نتائج البحث، وخلص إل أن غرض لتحسني إتقان
املفردات يف هذه املدرسة حىت يتمكن الطالب من تذكر إتقان املفردات بسرعة وعدم نسياهنا بسرعة.
داللة 0.043 )> 0.05(، مث يتم رفض الفرضية الصفرية )HO). لذا االستنتاج هو أن هناك
ا يف الدرجات يف العالج ابلغناء وبدون استخدام طريقة الغناء تزداد مفردات األطفال ابستخدام
ً
اكبري
ً
اختالف
طريقة الغناء. أن نتيجة مستو الداللة (tailed2-(.Sig Asymp 0،000 وهي أقل من 0،05
فيدل علي أن استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان مفردات اللغة العربية.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.
BookOpen AccessPDF tersedia
2023•Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.