Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: SEPTIAN ARYA DWIPRATAMA RIDWAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data” yang ditulis oleh Septian Arya Dwi Pratama Ridwan, NIRM.S1.VI.19.21.033, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. QS. Al-Māidah ayat 2 memuat prinsip ta‘āwun ‘alā al-birr wa al-taqwā sebagai landasan kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan, serta larangan wa lā ta‘āwanū ‘alā al-itsmi wa al-‘udwān sebagai batas agar kolaborasi tidak mengarah pada dosa dan permusuhan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi kuat dengan praktik sosial-budaya masyarakat Minangkabau, khususnya tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, yang dikenal sebagai bentuk gotong royong mempersiapkan hajatan secara kolektif dan sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi ayat-ayat tolong-menolong dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Māidah ayat 2, pada tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) versi Baqir Shadr, yang diawali dari pengamatan realitas (min al-wāqi‘ ilā al-naṣ) lalu kembali mengaplikasikan nilai-nilai ayat pada konteks lokal (min al-naṣ ilā al-wāqi‘). Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala jorong, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Data sekunder berasal dari literatur tafsir, kajian kontekstualisasi, dan referensi budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari seluruh ayat yang membahas tolong-menolong, hanya QS. Al-Māidah ayat 2 dipilih secara khusus untuk dianalisis mendalam karena merupakan satu-satunya ayat yang menggunakan lafaz ta‘āwun secara eksplisit. Penafsiran para mufassir menegaskan bahwa ayat ini memuat panduan kerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan serta larangan berkolaborasi dalam keburukan. (2) Tradisi Bagorak mencerminkan nilai-nilai ta‘āwun seperti kebersamaan, gotong royong, saling membantu tanpa pamrih, dan resiprositas sosial, yang sejalan dengan prinsip al-birr wa al-taqwā. Namun, potensi pelanggaran al-itsm wa al-‘udwān dapat muncul jika terdapat paksaan atau ketidaksetaraan kontribusi. Kontekstualisasi QS. Al-Māidah ayat 2 pada tradisi Bagorak menegaskan relevansi ajaran Qur’ani secara normatif maupun aplikatif dalam memperkuat solidaritas dan ukhuwah di tengah masyarakat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data

2025•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data” yang ditulis oleh Septian Arya Dwi Pratama Ridwan, NIRM.S1.VI.19.21.033, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. QS. Al-Māidah ayat 2 memuat prinsip ta‘āwun ‘alā al-birr wa al-taqwā sebagai landasan kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan, serta larangan wa lā ta‘āwanū ‘alā al-itsmi wa al-‘udwān sebagai batas agar kolaborasi tidak mengarah pada dosa dan permusuhan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi kuat dengan praktik sosial-budaya masyarakat Minangkabau, khususnya tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, yang dikenal sebagai bentuk gotong royong mempersiapkan hajatan secara kolektif dan sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi ayat-ayat tolong-menolong dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Māidah ayat 2, pada tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) versi Baqir Shadr, yang diawali dari pengamatan realitas (min al-wāqi‘ ilā al-naṣ) lalu kembali mengaplikasikan nilai-nilai ayat pada konteks lokal (min al-naṣ ilā al-wāqi‘). Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala jorong, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Data sekunder berasal dari literatur tafsir, kajian kontekstualisasi, dan referensi budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari seluruh ayat yang membahas tolong-menolong, hanya QS. Al-Māidah ayat 2 dipilih secara khusus untuk dianalisis mendalam karena merupakan satu-satunya ayat yang menggunakan lafaz ta‘āwun secara eksplisit. Penafsiran para mufassir menegaskan bahwa ayat ini memuat panduan kerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan serta larangan berkolaborasi dalam keburukan. (2) Tradisi Bagorak mencerminkan nilai-nilai ta‘āwun seperti kebersamaan, gotong royong, saling membantu tanpa pamrih, dan resiprositas sosial, yang sejalan dengan prinsip al-birr wa al-taqwā. Namun, potensi pelanggaran al-itsm wa al-‘udwān dapat muncul jika terdapat paksaan atau ketidaksetaraan kontribusi. Kontekstualisasi QS. Al-Māidah ayat 2 pada tradisi Bagorak menegaskan relevansi ajaran Qur’ani secara normatif maupun aplikatif dalam memperkuat solidaritas dan ukhuwah di tengah masyarakat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail