Makna Jihad Berdasarkan Ayat Makiyyah dan Madaniyyah
Fenomena penyerangan yang mengatas namakan jihad masih sering kita dengar belakangan ini. Sasarannya pun kian berkembang dari yang semula hanya memerangi non-muslim, kini juga berperang dengan kaum muslim yang berbeda paham dengan mereka. Mereka berkeyakinan bahwa hal itu merupakan syariat islam yang wajib dijalankan. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak ayat-ayat yang membicarakan tentang jihad yang secara eksplisit memang menunjukkan perintah untuk berperang. Dari sini timbul permasalahan,apakah memang ayat tersebut memerintahkan untuk terus berperang?. Bagaimana dengan kenyataan bahwa Rasulullah baru berperang ketika beliau pada periode Madinah?. Peperangan itu pun kebanyakan dilakukan untuk melawan kaum kafir Makkah, bukan penduduk non muslim di Madinah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka(libraryresearch), dan metode tafsir yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu’iy) yaitu dengan memilih satu istilah yang terdapat pada ayat-ayat al-Qur’an, menghimpunnya, menafsirkannya dan menyimpulkan penjelasan-penjelasan dari tema pembahasan yang terkait. Guna mengungkap permasalahan ini, penulis menggunakan analisis dokumen tafsir maudhu’iy, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikan kemudian dianalisa. Hasil dalam penelitian ini, Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa seluruh ayat –ayat jihad yang terdapat pada ayat Makkiyyah, seluruhnya tidak ada yang bermakna perang. karena peperangan baru dilakukan Rasulullah pada periode Madinah. Dari sini dapat dipahami bahwa ternyata makna jihad berdasarkan ayat-ayat makiyyah dan madaniyyah tidak harus perang. Ia dapat berbentuk bersungguh-sungguh, kuat, kemampuan, paksaan, ujian atau cobaan, pemberantasan kebodohan, pengentasan kemiskinan, dan pembenahan sistem hukum. Terdapat perbedaan makna antara ayat jihad berdasarkan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah. Ayat-ayat jihad Makiyyah pada umumnya menyeru untuk bersabar terhadap tindakan-tindakan musuh, disamping terus berdakwah secara lisan ditengah tengah umat manusia. Memang tidak ada pilihan lain bagi mereka selain pilihan itu. Sedangkan ayat-ayat jihad Madaniyyah, sesuai dengan kondisi umat Islam pada waktu itu, menyeru kaum mukminin untuk menghadapi musuh secara berhadapan langsung dan mewajibkan mereka untuk memerangi orang-orang kafir.