Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Palestina.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penafsiran Lafadz Muqaddas Dalam Al-Qur’an

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman, terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik dari sisi dunia Islam maupun Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al- Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al- Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan al-Azhar. Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16. Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al- Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail