BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk
sosial membutuhkan hubungan baik dengan orang lain, namun sering terjadi
konflik di masyarakat. Salah satunya adalah kecenderungan melaknat orang yang
tidak disukai atau sedang berkonflik, tanpa memandang siapa yang dila’nat.
Dalam Islam, melaknat mukmin adalah dosa besar, namun banyak orang salah
paham dan menganggap la’nat sebagai makian atau ungkapan marah. Kemudian
penulis ingin menganalisa kedua Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi
karena dua tafsir tersebut berpengaruh yang menawarkan perspektif berbeda
tentang ayat ini. Ath-Thabari menggunakan pendekatan historis dan analitis,
sedangkan Al-Qurthubi menggunakan pendekatan fiqhiyah dan menyertakan
banyak pendapat ulama. Penelitian ini mengeksplorasi makna la’nat dan
implikasinya melalui kedua tafsir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menjelaskan dan mengungkap penafsiran la’nat dalam kitab tafsir AthThabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptifanalitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mengacu pada Tafsir AthThabari dan Tafsir Al-Qurthubi sebagai sumber utama. Analisis dilakukan
dengan membandingkan interpretasi kedua tafsir tersebut terhadap ayat yang
diteliti, serta mempertimbangkan konteks historis dan metodologis masing-masing
mufasir.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran
la’nat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 161 kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir
Al-Qurthubi saling melengkapi satu sama lain, Menurut Imam Ath-Thabari,
menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan hukuman Allah yang
berbentuk dijauhkan dari rahmat Allah, Menurut Imam Al-Qurthubi, menjelaskan
bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan bentuk hukuman yang berupa
kutukan dalam konsekuensi yang sangat berat dan pedih. Dan la’nat dari
Malaikat dan manusia adalah sebagai bentuk do’a ataupun perkataan. Analisa
penulis mengemukakan bahwa bentuk dari la’nat allah itu adalah hukuman dan
bentuk dari do’a karena merasa benci. Sementara perbedaan anatara kedua
mufasir tersebut yaitu imam Ath-Thabari menjelaskan la’nat bentuk hukuman
yang allah jauhkan dari rahmat dan keberkahannya, Sedangkan Imam AlQurthubi menafsirkan lanat bentuk kutukan dari Allah dalam perbuatan yang
sangat buruk yang dilakukan oleh manusia. Studi ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam bidang studi Al-Qur'an dan membantu umat Islam
dalam memahami pesan-pesan Allah secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN LA’NAT DALAM Q.S AL-BAQARAH AYAT 141 (STUDI MUQARAN TAFSIR ATH-THABARI DAN TAFSIR AL-QURTHUBI)”. yang ditulis oleh Dede Febriani, Nirm S1.VI.19.20.148, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan hubungan baik dengan orang lain, namun sering terjadi konflik di masyarakat. Salah satunya adalah kecenderungan melaknat orang yang tidak disukai atau sedang berkonflik, tanpa memandang siapa yang dila’nat. Dalam Islam, melaknat mukmin adalah dosa besar, namun banyak orang salah paham dan menganggap la’nat sebagai makian atau ungkapan marah. Kemudian penulis ingin menganalisa kedua Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi karena dua tafsir tersebut berpengaruh yang menawarkan perspektif berbeda tentang ayat ini. Ath-Thabari menggunakan pendekatan historis dan analitis, sedangkan Al-Qurthubi menggunakan pendekatan fiqhiyah dan menyertakan banyak pendapat ulama. Penelitian ini mengeksplorasi makna la’nat dan implikasinya melalui kedua tafsir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap penafsiran la’nat dalam kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mengacu pada Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi sebagai sumber utama. Analisis dilakukan dengan membandingkan interpretasi kedua tafsir tersebut terhadap ayat yang diteliti, serta mempertimbangkan konteks historis dan metodologis masing-masing mufasir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran la’nat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 161 kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Ath-Thabari saling melengkapi satu sama lain, Menurut Imam Ath-Thabari, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari allah merupakan hukuman allah yang berbentuk dijauhkan dari rahmat allah, Menurut Imam Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari allah merupakan bentuk hukuman yang berupa kutukan dalam konsekuensi yang sangat berat dan pedih. Dan la’nat dari Malaikat dan manusia adalah sebagai bentuk do’a ataupun perkataan. Analisa penulis mengemukakan bahwa bentuk dari la’nat allah itu adalah hukuman dan bentuk dari doa karena merasa benci. Sementara perbedaan anatara kedua mufassir tersebut yaitu imam Ath-Thabari menjelaskan la’nat bentuk hukuman yang allah jauhkan dari rahmat dan keberkahannya, Sedangkan Imam Al-Qurthubi menafsirkan lanat bentuk kutukan dari allah dalam perbuatan yang sangat buruk yangdilakukan oleh manusia. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang studi Al-Qur'an dan membantu umat Islam dalam memahami pesan-pesan Allah secara lebih mendalam.