Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Adi

75 karya publik ditemukan.

2026: 82025: 22024: 202023: 82022: 302021: 7

WAWASAN QIRA’AT AL-QUR’AN (Mengenali Ragam Bacaan, Bentuk Tulisan, Tanda Baca, Hingga Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul : WAWASAN QIRA’AT AL-QUR’AN (Mengenali Ragam Bacaan, Bentuk Tulisan, Tanda Baca, Hingga Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam) Penulis : Dr. H. Sopyan Hadi Musa, S.Pd.I., M.Ag. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 171 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-353-9 SINOPSIS Pada awalnya, bacaan Al-Qur’an yang diajarkan Rasulullah adalah bacaan yang sesuai dengan dialek Quraisy, yaitu suku yang mendiami kota Makkah dan sekitarnya di mana Rasulullah pertama menyampaikan Al-Qur’an dan dakwahnya. Namun Rasulullah sangat memahami bahwa bangsa Arab bukanlah terdiri dari satu suku Quraisy saja, melainkan masih ada puluhan suku lagi yang terpencar di sekitar semenanjung Arab. Masing-masing suku memiliki dialek yang berbeda, baik perbedaan yang tajam maupun ringan. Perbedaan yang ada meliputi beberapa hal antara lain terkait fenomena imâlah, takhfîf hamzah, dan idghâm. Hal inilah yang menjadi salah satu sebab terjadinya ragam qiraat Al-Qur’an. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam membaca Al-Qur’an, Rasulullah SAW meminta kepada malaikat Jibril agar menambahkan versi bacaan Al-Qur’an (qiraat Al-Qur’an) sehingga Al-Qur’an dapat dibaca dengan beberapa versi bacaan tidak hanya dengan satu versi bacaan saja. Rasulullah menyadari bahwa kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah maupun Jazirah Arab ada banyak, masing-masing memiliki dialek (lahjah) yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Apabila Al-Qur’an hanya bisa dibaca dengan satu versi cara baca saja menurut dari satu kabilah, yaitu Quraisy maka kabilah lain belum tentu dapat dengan mudah mengikuti cara bacanya. Padahal Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk yang diturunkan bagi seluruh umat manusia di muka bumi baik Arab maupun bukan Arab. Dalam buku ini penulis mencoba menggambar sejarah Qiraat Al-Qur’an Nabi yang diajarkan kepada sejumlah sahabat dan keterkaitannya dengan dialek kebahasaan masyarakat dari kabilah-kabilah Arab, sampai pada penulisan Al-Qur’an dalam mushaf yang dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani.

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .

Adab Membaca Al Qur'an (Studi Kasus Jama'ah Kelompok Yasin Jorong Pulutan Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa pembaca Al-qur’an memang betul-betul heterogen. Tidak mengenal batas usia, jenis kelamin,disiplin ilmu,. Tetapi yang menjadi persoalan dari kesekian pembaca tersebut terutama kaum muslimim sudahkah mereka memahami dan mengamalkan bagaimana adab-adab yang harus dilaksanakan ketika akan dan sedang berinteraksi dengan Al-qur’an. hal ini menjadi suatu tuntutan kembali untuk membahasnya. Apalagi dengan melihat realitas saat ini, dimana pembaca Al-qur’an mengalami pergeseran sekaligus kemajuan dikarenakan mengikuti perkembangan zaman.Sejumlah ulama terkemuka telah menulis kitab-kitab yang berhubungan dengan adab atau etika, salah satunya yaitu kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an karya Imam An-Nawawi Al-Hafidz AlFaqih Al-Muhaddits.

اسلوب القصة و اثارها لمهارة الكلام في تعليم اللغة العربية للطلاب فصل الثامن في المعهد الحديث الكوثر محمدية باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ان يف ادلردرسة حمم سارى المك ليما بولوه كوات، أن ىناك صعوابت يف التحردث ابللغة العربية، سواء يف تعلم اللغة العربية أو يف األنشطة اليومية، بل كانت ىناك العردد من العقبات مثل نقص ادلعرفة ابدلفردات العربية، وعردم القردرة على التحردث ابللغة العربية بطالقة. أما بنسبة ألغراض البحث اليت ارادهتا ميسي كرنيادي PAAl Muqaffa: Jurnal Pendidikan dan Sastra Arab Juli 2024 | Vol. 1 No. 1 ة دل ّ الباحثة وىي كاآلتية: لبيان أتثري أسلوب القص هارة الكالم يف تعليم اللّغة العربية، دلعرفة أتثري أسلوب ة يف زايدة مفردات العربية. ّ القص إن منهجية البحث ادلستخردمة ىي ادلنهج التجرييب و استخردمت الباحثة يف ىذا البحث ابدلردخل الكمي. جيري ىذا البحث ابستخردام اجملموعتني، اجملموع التجريبية و اجملموع الضابطة.ربليل البياانت يستخردم spss مع صيغة test-t. وأما نتيجة البحث بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0،0،0 > 0 0، ،0 مث HO مرفوض و HA مقبول، بظهور أن بيات البحث Sig (-2Tailed(.: 0 000، > 0 0، 0 ، مث HO، مقبول. و بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0 بني ً معنوايً 0،0،0 < 0 0، 0 ، مث HO مرفوض و HA مقبول، ومن ىنا ميكن استنتاج أن ىناك تغريا متوسط نتائج التعلم.

Penafsiran Surah al Qur'an yang di baca dalam Tradisi Tolak Bala Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN SURAH AL-QUR’AN YANG DIBACA DALAM TRADISI TOLAK BALA DI DESA PINTU PADANG JULU KEC. SIABU KAB. MANDAILING NATAL (Kajian Tafsir Maudhu’i)” yang ditulis oleh Aditiya Putra, Nirm S1.VI.19.20.136, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya keluhan masyarakat terhadap bala yang menimpa masyarakat khususnya hama-hama pada tanaman padi. Dimana bala ini bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu adalah suatu hal yang membuat ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menimbulkan banyak kerusakan dan hal lainnya. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu ada amal-amalan yang menurut mereka baik untuk di amalkan serta bermanfaat dalam kelangsungan hidup, seperti halnya mereka mengadakan pembacaan surah-surah tertentu untuk menolak bala dan menjauhkan desa Pintu Padang Julu dari segala bahaya dan malapetaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan menganalisis keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran surah-surah Al￾Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan analisa keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dengan menggunakan metode maudhu’i. Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah enam tafsir diantaranya: kitab tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, Ibnu Katsier, dan Fii Dzilalil Qur’an. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Muhammad Al￾Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah dalam kepercayaan masyarakat desa Pintu Padang Julu tradisi tolak bala ini mereka yakini akan dapat menjauhkan bencana dan juga musibah yang ada pada masyarakat tersebut. Semoga penelitian yang penulis lakukan ini bermamfaat dan berguna untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik untuk lebih mendalami tentang Penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Karena penulis merasa belum terlalu mendalam dalam mengupas tentang masalah penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal didalam skripsi penulis ini. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Penafsiran Surah al Qur'an yang di baca dalam Tradisi Tolak Bala Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN SURAH AL-QUR’AN YANG DIBACA DALAM TRADISI TOLAK BALA DI DESA PINTU PADANG JULU KEC. SIABU KAB. MANDAILING NATAL (Kajian Tafsir Maudhu’i)” yang ditulis oleh Aditiya Putra, Nirm S1.VI.19.20.136, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya keluhan masyarakat terhadap bala yang menimpa masyarakat khususnya hama-hama pada tanaman padi. Dimana bala ini bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu adalah suatu hal yang membuat ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menimbulkan banyak kerusakan dan hal lainnya. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu ada amal-amalan yang menurut mereka baik untuk di amalkan serta bermanfaat dalam kelangsungan hidup, seperti halnya mereka mengadakan pembacaan surah-surah tertentu untuk menolak bala dan menjauhkan desa Pintu Padang Julu dari segala bahaya dan malapetaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan menganalisis keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran surah-surah Al￾Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan analisa keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dengan menggunakan metode maudhu’i. Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah enam tafsir diantaranya: kitab tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, Ibnu Katsier, dan Fii Dzilalil Qur’an. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Muhammad Al￾Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah dalam kepercayaan masyarakat desa Pintu Padang Julu tradisi tolak bala ini mereka yakini akan dapat menjauhkan bencana dan juga musibah yang ada pada masyarakat tersebut. Semoga penelitian yang penulis lakukan ini bermamfaat dan berguna untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik untuk lebih mendalami tentang Penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Karena penulis merasa belum terlalu mendalam dalam mengupas tentang masalah penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal didalam skripsi penulis ini. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa