2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Cyberbulliying Menurut Al-Qur’an” yang disusun oleh Siti Hajar Br Tarigan, NIRM S1.VI.19.19.516. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul cyberbullying menurut Al-Qur’an ini karena yang pertama, cyberbulliying merupakan kemungkaran yang timbul dengan menggunakan media yang baru belakangan ini, walaupun kemungkaran tersebut baru, namun, Al-Qur’an tetap menjadi pedomannya, kedua, masalah ini sangat cocok untuk dipahami pada kondisi saat ini, secara fenomenal tidak sedikit di antara masyarakat Indonesia terkhususnya lingkup kaum pelajar yang tanpa disadari menjadi pelaku dan korban tindakan cyberbullying. Maka, dengan ini penting bagi penulis untuk meneliti secara mendalam bagaimana penafsiran ayat- ayat tentang cyberbullying di dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cyberbulliying secara mendalam dan dilihat dari segi penafsiran para mufasir tentang cyberbulliying di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library reasearch) dan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, seperti tafsir Al-Maraghi, Al-Misbah, Al-Azhar, Al-Qurthubi, At-Thabari dan tafsir Al-Munir yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan. Dan metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu’i. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para mufasir memahami kata sakhira, lamiza dan istahza’a dengan arti mengejek, mengolok- olok, menyebut kekurangan orang lain dengan tujuan menertawakan sikorban, menyebut aib orang lain, meniru perbuatan atau perkataan orang yang diolok- olok, mencela sebagian yang lain dengan perkataan atau isyarat tangan, mata atau semisalnya, maka, pendapat mufasir di dalam ayat yang digunakan oleh penulis masih umum, karena pada saat mufasir menafsirkan ayat-ayat tersebut, belum ada media yang digunakan sekarang atau sering disebut dunia maya. Jadi, penulis menyimpulkan bahwa mencela, mengolok-olok dan mengejek dengan menggunakan media sosial, seperti: Facebook, WhatsApp, Instagram dan media sosial lainnya, sama hukumnya tidak diperbolehkan dalam agama Islam. Karena dampak dan potensi terjadinya mencela atau mengolok-olok itu lebih besar di media sosial daripada secara langsung (tatap muka). Dan dapat disimpulkan bahwa cyberbulliying juga terdapat di dalam Al-Qur’an dalam bentuk kata sakhira, lamiza, dan istahza’a
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah : “Tradsisi Pembacaan Yasin 41 di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang di tulis oleh Yuni Lestari Hasibuan, NIRM S1.VI.19.19.534. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang fenomena living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresepsi kehadiran al-Qur’an seperti yang terjadi di desa Sipangko yaitu pengamalan Yasin 41. Dinamakan Yasin 41 dikarenakan dalam pembacaan Yasin ini di baca sebanyak 41 kali dengan jumlah orang yang membaca berjumlah 41 orang, jika kurang dari 41 orang misalnya hanya ada 21 orang, maka setiap orang membaca 2 kali sampai bilangannya genap 41. Pembacaan Yasin 41 ini diselenggarakan ataupun dilaksanakan ketika memiliki hajat atau sedang menghadapi sasuatu yang genting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko dan bagaimana cara pelaksanaan Yasin 41 ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Metode analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan proses reduksi data dan penyajian data (Display). Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko ini, dibawakan oleh Syekh Muhammad Baqi lalu di ajarkan kepada masyarakat desa Sipangko. Syekh Muhammad Baqi berguru kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqasabandy. Pengamalan pembacaan Yasin 41 ini memiliki dasar rujukan dari Syekh Ahmad Ad-Dairobi seorang ulama fiqih terkemuka dari Mesir. Proses pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini; pertama adalah persiapan dimana terlebih dahulu orang yang memiliki hajat tersebut harus mengumpulkan anggota pembacaan Yasin 41 ini sebanyak 41 orang, kalau kurang dari 41 boleh saja karna yang wajib itu adalah jumlah bacaan surah yasinnya. Kedua, proses pelaksanan yang dimana dimulai dengan membaca istiqfar sebanyak 3 kali yang dipandu oleh seorang imam yang telah ditunjuk dan diikuti oleh jama’ah, seorang imam yang di tunjuk mestilah orang yang paham betul tentang pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini. Ketiga adalah pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini juga di pandu oleh imam.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini adalah : “Tradsisi Pembacaan Yasin 41 di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang di tulis oleh Yuni Lestari Hasibuan, NIRM S1.VI.19.19.534. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang fenomena living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresepsi kehadiran al-Qur’an seperti yang terjadi di desa Sipangko yaitu pengamalan Yasin 41. Dinamakan Yasin 41 dikarenakan dalam pembacaan Yasin ini di baca sebanyak 41 kali dengan jumlah orang yang membaca berjumlah 41 orang, jika kurang dari 41 orang misalnya hanya ada 21 orang, maka setiap orang membaca 2 kali sampai bilangannya genap 41. Pembacaan Yasin 41 ini diselenggarakan ataupun dilaksanakan ketika memiliki hajat atau sedang menghadapi sasuatu yang genting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko dan bagaimana cara pelaksanaan Yasin 41 ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Metode analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan proses reduksi data dan penyajian data (Display). Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko ini, dibawakan oleh Syekh Muhammad Baqi lalu di ajarkan kepada masyarakat desa Sipangko. Syekh Muhammad Baqi berguru kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqasabandy. Pengamalan pembacaan Yasin 41 ini memiliki dasar rujukan dari Syekh Ahmad Ad-Dairobi seorang ulama fiqih terkemuka dari Mesir. Proses pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini; pertama adalah persiapan dimana terlebih dahulu orang yang memiliki hajat tersebut harus mengumpulkan anggota pembacaan Yasin 41 ini sebanyak 41 orang, kalau kurang dari 41 boleh saja karna yang wajib itu adalah jumlah bacaan surah yasinnya. Kedua, proses pelaksanan yang dimana dimulai dengan membaca istiqfar sebanyak 3 kali yang dipandu oleh seorang imam yang telah ditunjuk dan diikuti oleh jama’ah, seorang imam yang di tunjuk mestilah orang yang paham betul tentang pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini. Ketiga adalah pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini juga di pandu oleh imam.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Cyberbulliying Menurut Al-Qur’an” yang disusun oleh Siti Hajar Br Tarigan, NIRM S1.VI.19.19.516. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul cyberbullying menurut Al-Qur’an ini karena yang pertama, cyberbulliying merupakan kemungkaran yang timbul dengan menggunakan media yang baru belakangan ini, walaupun kemungkaran tersebut baru, namun, Al-Qur’an tetap menjadi pedomannya, kedua, masalah ini sangat cocok untuk dipahami pada kondisi saat ini, secara fenomenal tidak sedikit di antara masyarakat Indonesia terkhususnya lingkup kaum pelajar yang tanpa disadari menjadi pelaku dan korban tindakan cyberbullying. Maka, dengan ini penting bagi penulis untuk meneliti secara mendalam bagaimana penafsiran ayat- ayat tentang cyberbullying di dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cyberbulliying secara mendalam dan dilihat dari segi penafsiran para mufasir tentang cyberbulliying di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library reasearch) dan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, seperti tafsir Al-Maraghi, Al-Misbah, Al-Azhar, Al-Qurthubi, At-Thabari dan tafsir Al-Munir yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan. Dan metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu’i. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para mufasir memahami kata sakhira, lamiza dan istahza’a dengan arti mengejek, mengolok- olok, menyebut kekurangan orang lain dengan tujuan menertawakan sikorban, menyebut aib orang lain, meniru perbuatan atau perkataan orang yang diolok- olok, mencela sebagian yang lain dengan perkataan atau isyarat tangan, mata atau semisalnya, maka, pendapat mufasir di dalam ayat yang digunakan oleh penulis masih umum, karena pada saat mufasir menafsirkan ayat-ayat tersebut, belum ada media yang digunakan sekarang atau sering disebut dunia maya. Jadi, penulis menyimpulkan bahwa mencela, mengolok-olok dan mengejek dengan menggunakan media sosial, seperti: Facebook, WhatsApp, Instagram dan media sosial lainnya, sama hukumnya tidak diperbolehkan dalam agama Islam. Karena dampak dan potensi terjadinya mencela atau mengolok-olok itu lebih besar di media sosial daripada secara langsung (tatap muka). Dan dapat disimpulkan bahwa cyberbulliying juga terdapat di dalam Al-Qur’an dalam bentuk kata sakhira, lamiza, dan istahza’a
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan