Profil penulis
B
707 karya publik ditemukan.
Tafsir 'Ilmi : Samudra dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Manfaat Benda-Benda Langit dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Gunung dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Eksistensi Kehidupan di Alam Semesta dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Air dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Balaghah tasrif al-qawl fi al-Qur'an al-Karim
Mutiara Nahjul Balaghah
Ali bin Abi Thalib r.a. memiliki kedudukan khusus di sisi Rasulullah Saw. dengan kekerabatannya yang amat dekat. Sejak dia masih seorang bocah, Rasulullah meletakkan Ali di pangkuannya, mendekapkannya ke dada beliau, memeluknya di pembaringan beliau, menyentuhkannya dengan tubuh beliau, dan menciumkannya harum aroma beliau. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkan ke mulut Ali. Begitulah gambaran kedekatan dirinya dengan Rasulullah Saw. sejak dia masih anak-anak. Sejak usianya yang amat dini, dia berada di bawah asuhan seorang manusia pilihan: Muhammad Saw. Maka tak heran jika dia yang paling banyak menerima pancaran sinar ilmu dan hikmah. Sehingga Nabi Saw. bersabda, "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Maka siapa saja ingin mendapat ilmu, hendaknya dia melewati pintunya." Berkat pancaran ilmunya itulah, tak seorang pun ahli bahasa Arab berani mengingkari ucapan-ucapan Ali r.a. Bahkan ulama besar memuji ucapan-ucapan Ali r.a. sebagai yang paling mulia, paling fasih, paling padat isinya, paling tinggi mutunya, dan paling meliputi makna-makna agung setelah firman Allah Swt. dan sabda Nabi-Nya Saw. Tak heran jika pada suatu kesempatan Khalifah Umar bin Khaththab mengatakan, "Kalau bukan karena Ali, sungguh telah binasa Umar." [Mizan, Noura Books, Agama, Religi, Islam, Khalifah, Indonesia,]
Balaghah
Balaghah adalah salah satu bidang kajian bahasa Arab yang menyatu dengan kompleksitas kehidupan masyarakat Arab sejak sebelum Islam, disempurnakan dan diangkat ke level tertingginya oleh Al-Qur'an, dan menjadi fokus kajian yang terkodifikasi menjadi ilmu. Balaghah hadir di abad 2 Hijriyah dan mencapai puncaknya di abad ke-5 Hijriyah. Keindahan uslub Al-Qur'an dan praktik keseharian masyarakat Arab yang cinta dan bangga pada bahasanya telah menyampaikan sastra Arab pada supremasinya. Sulit untuk memadankan ‘balaghah’ dengan fan dan ilmu apa dalam bahasa Indonesia. Ia merupakan ilmu tersendiri. Bahkan balaghah, jika pun harus dikaji dalam konteks bahasa Indonesia, memiliki tiga unsur; stilistika, pragmatik, dan retorika. Jika dirinci, ilmu balaghah memiliki dua bidang yaitu al-fahm dan al-ifhâm. Al-fahm adalah kemampuan pembaca untuk memahami nilai-nilai sastrawi sebuah ungkapan. Sementara al-ifhâm adalah kemampuan penutur untuk membuat faham siapapun pendengar, pembaca, dan penikmat satu tuturan dan ungkapan. Dalam al-fahm, stilistika dan pragmatik yang sepadan dengan balaghah. Dalam al-ifhâm, retorikalah yang sepadan dengan balaghah. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik balaghah begitu menghampar. Mengungkap maksud secara oral maupun tulisan pasti memiliki tujuan. Cara menyampaikan bahasa untuk tujuan tertentu bisa dilakukan dengan aneka cara. Buku ini hadir untuk mendekatkan bahasa komunikasi sehari-hari kita dengan balaghah. Bahwa kita ber-balaghah dalam praktik berbahasa sehari-hari, bisa disadari atau tidak, yang jelas ada.