Profil penulis
B
707 karya publik ditemukan.
Metode Asy-Syafi'i
Ilmu Tajwid Al-Quran & Muqaddam
Ilmu tajwid lengkap
Panduan Lengkap Belajar Ilmu Tajwid
Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk membaca Al Quran serta untuk mengetahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya. Misalnya Tarqiq, Tafhim, dan selain keduanya. Pada pengertian ilmu tajwid itu dijelaskan, bahwa ruang lingkup tajwid berkenaan dengan melafalkan huruf-huruf hijaiyah dan bagimana tata cara melafalkan huruf-huruf tersebut sebaik-baiknya. Apakah ia dibaca panjang, tebal, tipis, berhenti terang, berdengung, dan sebagainya. Jika huruf tersebut dilafalkan sebagaimana tata caranya, maka fungsi tajwid sebagai ilmu memperbaiki tata cara membaca Al-Qur’an terpenuhi dan menyelamatkan pembaca dari perbuatan yang diharamkan. Buku ini selain menjelaskan hukum bacaan nu mati dan tanwin, hukum bacaan mim mati, ataupun mad, maupun macam-macam idgham, buku ini juga mengulas secara rinci penjelasan dari konsep dasar ilmu tajwid, fadhilah dan keutamaan mempelajarinya, sumber pengambilan ilmu tajwid, serta permasalahan yang dibahas didalamnya.
Pedoman lagu-lagu Tilawatil Qur'an
Pedoman Dauroh Al Quran
Pelajaran ilmu tajwid
Thalatha rasa'il fi i`jaz al-Qur'an
Studi Metodologi Tafsir
Sejarah penafsiran dan metodologi tafsir al-Qur’an telah melewati berbagai fase yang panjang, rumit dan kompleks. Awalnya, penafsiran merupakan usaha menemukan maksud yang sesuai dengan teks, namun pada tahap selanjutnya proyeksi penafsiran terkontaminasi dengan usaha menundukkan al-Qur’an demi kepentingan kelompok keagamaan dan individu. Dalam beberapa penelitian, produk-produk penafsiran al-Qur’an dari generasi ke generasi memiliki corak dan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah adanya perbedaan situasi sosio-historis di mana seorang mufasir hidup. Bahkan situasi politik yang terjadi ketika mufasir melakukan kerja penafsiran juga sangat kental mewarnai produk-produk penafsirannya. Di samping cakupan makna yang dikan-dung oleh al-Qur’an memang sangat luas, perbedaan dan corak penafsiran itu juga disebabkan perbedaan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing mufasir.
al-Bayan fi i`jaz-il-Qur'an
Mawsu'at al-naba' fi i'jaz al-qur'an al-'ilmi
I`jaz al-Qur'an fi dirasah kashifah li-khasa'is al-balaghah al-`Arabiyah
Al-I'jaz al-IImi fi al-islam/al-qur'an al-karim
Metodologi Studi AlQuran
"Semua umat beragama yang mendasarkan diri pada kitab suci sangat rentan terhadap kecenderungan untuk menempatkan teks dalam kedudukan yang begitu tinggi, hingga mengalahkan kenyataan hidup manusia yang terus berubah. ""Rezim teks"" akan selalu menjadi bayangbayang yang terus menghantui masyarakat pengagung kitab suci. Wujud modern dari kecenderungan itu adalah fundamentalisme dengan pemahaman agama yang bersifat literalis-skripturalistik dan bibliolatrik. Karena supremasi teks yang berlebihan, dimensi manusia (ghayab al-insan) hilang dari modus keberagamaan, dengan akibat pengasingan manusia dari pengalaman spiritualnya sendiri. Dalam konteks seperti itu, diperlukan pandangan yang lebih seimbang tentang teks wahyu yang hidup dalam konteks yang nyata, di mana masyarakat terlibat aktif dalam pemaknaan teks itu. Diperlukan metodologi yang menempatkan pengalaman manusia dan wahyu sebagai dua hal yang saling mengandaikan, tidak bisa dipisahkan, dan diperlakukan sebagai sesuatu yang memiliki status epistemologis yang sama dalam tindakan penafsiran. Buku ini adalah upaya untuk mencapai itu, yang tak pelak akan mendinamisasi cara kita memahami pesan kitab suci."