Profil penulis
E
588 karya publik ditemukan.
Tafsir 'Ilmi : Jasad Renik dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Hewan dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Fenomena Kejiwaan Manusia dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Cahaya dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Psikolinguistik Kajian Teori
Tafsir 'Ilmi : Seksualitas dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Samudra dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Manfaat Benda-Benda Langit dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Gunung dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Eksistensi Kehidupan di Alam Semesta dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Air dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Dasar-Dasar Kurikulum Bahasa
ILMU BALAGHAH
Membongkar Kedok Kemunafikan Tafsir Tematik Ayat-Ayat Nifaq
Cara belajar bahasa Arab
Nahjul Balaghah Jilid 2
Nahjul Balaghah Jilid 2 memuat surat-surat Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abu Thalib Kw. selama ia menjabat sebagai khalifah. Bagian besar darinya ditujukan kepada musuh bebuyutannya, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, seorang Gubernur Suriah, yang menuduhnya sebagai inisiator terbunuhnya Utsman bin Affan Ra., padahal itu hanya dalih untuk mengkudeta. Ada pula surat yang ditujukan kepada putra-putranya dan orang-orang terkasihnya, dan ini mengandung pelajaran moral, spiritual, dan syariat yang—karna keindahannya—kemilau. Adapun surat-surat yang ditujukan kepada para pejabat pemerintahannya memuat gagasan-gagasan urgen mengenai imamah dan Konstitusi Politik Islam.
Balaghah
Balaghah adalah salah satu bidang kajian bahasa Arab yang menyatu dengan kompleksitas kehidupan masyarakat Arab sejak sebelum Islam, disempurnakan dan diangkat ke level tertingginya oleh Al-Qur'an, dan menjadi fokus kajian yang terkodifikasi menjadi ilmu. Balaghah hadir di abad 2 Hijriyah dan mencapai puncaknya di abad ke-5 Hijriyah. Keindahan uslub Al-Qur'an dan praktik keseharian masyarakat Arab yang cinta dan bangga pada bahasanya telah menyampaikan sastra Arab pada supremasinya. Sulit untuk memadankan ‘balaghah’ dengan fan dan ilmu apa dalam bahasa Indonesia. Ia merupakan ilmu tersendiri. Bahkan balaghah, jika pun harus dikaji dalam konteks bahasa Indonesia, memiliki tiga unsur; stilistika, pragmatik, dan retorika. Jika dirinci, ilmu balaghah memiliki dua bidang yaitu al-fahm dan al-ifhâm. Al-fahm adalah kemampuan pembaca untuk memahami nilai-nilai sastrawi sebuah ungkapan. Sementara al-ifhâm adalah kemampuan penutur untuk membuat faham siapapun pendengar, pembaca, dan penikmat satu tuturan dan ungkapan. Dalam al-fahm, stilistika dan pragmatik yang sepadan dengan balaghah. Dalam al-ifhâm, retorikalah yang sepadan dengan balaghah. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik balaghah begitu menghampar. Mengungkap maksud secara oral maupun tulisan pasti memiliki tujuan. Cara menyampaikan bahasa untuk tujuan tertentu bisa dilakukan dengan aneka cara. Buku ini hadir untuk mendekatkan bahasa komunikasi sehari-hari kita dengan balaghah. Bahwa kita ber-balaghah dalam praktik berbahasa sehari-hari, bisa disadari atau tidak, yang jelas ada.
Nahjul Balaghah Jilid 1
Hampir tidak ada suatu kitab yang menghimpun kata-kata Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abu Thalib Kw. seterkenal kitab Nahjul Balaghah (Jalan Kefasihan). Penyusunnya adalah seorang Ahlul Bait Nabi Muhammad Saw., Syarif Radhi, dan pensyarahnya adalah seorang alim yang terkenal sebagai tokoh pendiri modernisme Islam, pembaru Mesir, dan Mufti Mesir, Syaikh Muhammad Abduh. Kitab ini dinamakan Nahjul Balaghah dengan maksud untuk menunjukkan betapa tingginya kualitas, mutu, kekayaan, dan kefasihan kata-kata ayahanda Sayyidina Hasan bin Ali Ra. dan Sayyidina Husain bin Ali Ra. itu dari sisi sastra Arab. Nahjul Balaghah Jilid 1 berisi petuah-petuah Amirul Mukminin Kw. ketika ia diangkat sebagai khalifah hingga wafatnya. Petuah-petuah ini secara garis besar adalah statemen-statemen politiknya, baik ketika kekuasaannya dirongrong oleh pembela Utsman bin Affan Ra. maupun diberontak oleh pihak Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Di samping itu, ada juga petuah-petuah non-politis, seperti tentang akhlak, tauhid, pandangan-pandangan mengenai Ahlul Bait, dan wejangan-wejangan seputar sufisme. Dari semua petuah itu, jika kita ikuti secara teliti, maka memang benar jika Amirul Mukminin Kw. disebut sebagai Babul ‘Ilm.