Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: maudhu'i
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konsep Pariwisata Dalam Al-Qur'an

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Konsep Pariwisata dalam Al-Qur’an”, yang disusun oleh saudara Muhandi, NIM 2219025, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya sektor pariwisata sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam perspektif Islam, aktivitas pariwisata tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengambil pelajaran (ibrah), memperkuat keimanan, mengenal kebesaran Allah Swt., serta merenungkan sejarah kehidupan umat terdahulu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif mengenai konsep pariwisata dalam Al-Qur'an berdasarkan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pariwisata dalam Al-Qur'an melalui penafsiran lima kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Qurthubi, terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan aktivitas perjalanan, pengamatan alam, serta pengambilan pelajaran dari peninggalan umat terdahulu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder, sedangkan analisis data menggunakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima mufasir memiliki kesamaan pandangan bahwa perintah melakukan perjalanan di muka bumi dalam ayat-ayat tersebut bukan sekadar bertujuan untuk rekreasi, tetapi lebih kepada upaya memperoleh pengetahuan, mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu, mengamati tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, serta memperkuat keimanan kepada-Nya. Perbedaan penafsiran terletak pada penekanan masing-masing mufasir. Tafsir Al-Misbah lebih menonjolkan relevansi perjalanan dengan pengembangan wawasan dan pembentukan karakter. Tafsir Al-Azhar menekankan nilai pendidikan, pembangunan peradaban, dan kesadaran sosial. Tafsir Al-Munir mengaitkan perjalanan dengan fungsi dakwah, tadabbur, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Qurthubi lebih menekankan aspek riwayat, pelajaran dari kehancuran umat terdahulu, serta hikmah yang dapat diambil sebagai bentuk penguatan akidah. Dengan demikian, konsep pariwisata dalam Al-Qur'an merupakan aktivitas yang mengandung dimensi edukatif, spiritual, historis, dan sosial, sehingga mampu mendorong manusia untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT serta mengambil hikmah dari perjalanan yang dilakukan

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail