2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rasulullah SAW sebagai manusia termulia dan pemimpin para Nabi dan Rasul
haruslah kiranya bersopan santun kepada rasul dengan adab yang baik dan
mulia. Kata Addaba tidak ditemukan dalam kitab Mu’jam. Sedangkaan kata
Rasul, dalam al-Quran ada 116 kata Rasul dalam 111 ayat ayat yang berkaitan
tentang adab kepada Nabi Muhammad yang ada kata Rasul di dalamnya hanya 4
ayat. Maka dalam penelitian ini peneliti akan menjelaskan bagaimana Adab
panggilan kepada Rasulullah dalam al-Quran surah An-Nur: 63. Hasil dari
penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan
pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur
ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah AlMujadalah ayat 12. Dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis
bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain
tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti
dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan
menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir
Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa diterapkan kepada
ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah
dan kepada orangtua dengan panggilan ayah/bunda.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah “Adab Panggilan Kepada Rasulullah SAW Dalam Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Ummi Sakinah, Nirm: S1.VI.19.19.526. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya penyimpangan adab kepada Rasulullah SAW, mulai dari non muslim yang mengatakan Rasulullah tidak obahnya bagaikan anjing, Nabi bodoh yang tidak pandai membaca yang pasti pengikutnya lebih bodoh, ada juga dari komika muslim yang menganggap remeh nama Rasulullah SAW, bahkan dari ulama ada juga mengatakan tidak pantasnya kata sayyid (pemimpin) di sandarkan kepada Rasul. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), deskriptif dengan pendekatan metode tafsir tahlili. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi ayat-ayat tentang adab kepada Rasul dalam Al-Quran dan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka tentang Adab kepada Rasul dalam Tafsir Al-Azhar dan apa kegunaan mempelajari adab kepada Rasul untuk zaman sekarang. Kerna penulis menganggap adab itu sangat penting untuk diketahui meskipun terhadap hal-hal yang dianggap kecil, baik dalam berbicara, perbuatan, tingkah laku, dan berbedanya keadaan tempat dan waktu akan berbeda juga adab yang seharusnya diperbuat ketika itu. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisa terhadap objek penelitian dari data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah Al-Mujadalah ayat 12. Dan dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa di terapkan kepada ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah dan kepada orangtua dengan panggilan umak/ayah yang biasa penulis ucapkan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini adalah “Adab Panggilan Kepada Rasulullah SAW Dalam Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Ummi Sakinah, Nirm: S1.VI.19.19.526. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya penyimpangan adab kepada Rasulullah SAW, mulai dari non muslim yang mengatakan Rasulullah tidak obahnya bagaikan anjing, Nabi bodoh yang tidak pandai membaca yang pasti pengikutnya lebih bodoh, ada juga dari komika muslim yang menganggap remeh nama Rasulullah SAW, bahkan dari ulama ada juga mengatakan tidak pantasnya kata sayyid (pemimpin) di sandarkan kepada Rasul. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), deskriptif dengan pendekatan metode tafsir tahlili. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi ayat-ayat tentang adab kepada Rasul dalam Al-Quran dan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka tentang Adab kepada Rasul dalam Tafsir Al-Azhar dan apa kegunaan mempelajari adab kepada Rasul untuk zaman sekarang. Kerna penulis menganggap adab itu sangat penting untuk diketahui meskipun terhadap hal-hal yang dianggap kecil, baik dalam berbicara, perbuatan, tingkah laku, dan berbedanya keadaan tempat dan waktu akan berbeda juga adab yang seharusnya diperbuat ketika itu. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisa terhadap objek penelitian dari data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah Al-Mujadalah ayat 12. Dan dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa di terapkan kepada ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah dan kepada orangtua dengan panggilan umak/ayah yang biasa penulis ucapkan.