Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: Elfina
DaftarKartu
BookOpen AccessPDF tersedia

Menafsirkan Kata Ghalazh Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam AlQur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, AlAzhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi ZhilalilQur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz ظ ل غ disebutkan dalam AlQur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Menafsirkan ayat Ghalazh Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu’i)”

2024•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "MENAFSIRKAN AYAT GHALAZH DALAM AL-QUR’AN." yang ditulis oleh Elfina, Nirm S1.VI.19.20.151, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam Al-Qur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi Zhilalil-Qur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz غ ل ظ disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Menafsirkan ayat Ghalazh Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu’i)”

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "MENAFSIRKAN AYAT GHALAZH DALAM AL-QUR’AN." yang ditulis oleh Elfina, Nirm S1.VI.19.20.151, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam Al-Qur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi Zhilalil-Qur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz غ ل ظ disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail