Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tafsir Maudhu’i
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Makna Mimpi Dalam Al-Quran Surah Yusuf

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Makna Mimpi dalam Quran Surah Yusuf yang ditulis oleh Nurul Halima, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, NIRM.S1.VI.19.20.183, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Pemilihan judul ini didasari oleh signifikansi fenomena mimpi dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Yusuf, yang menyajikan narasi paling luas sekaligus kaya akan nuansa linguistik dan implikasi teologis terkait mimpi. Meskipun narasi ini telah banyak dikaji, masih terdapat celah dalam eksplorasi mendalam terhadap presisi linguistik dan implikasi teologis dari setiap makna mimpi yang digunakan Al-Qur'an. Kurangnya penekanan pada nuansa bahasa dan konteks tafsir dapat berpotensi menyederhanakan makna atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman tentang hakikat mimpi dalam pandangan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini diajukan untuk mengisi kekosongan tersebut, dengan fokus pada analisis deskriptif-analitis terhadap makna dari ru'yā dan ahlam, serta frasa-frasa terkait lainnya. Pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan ini diharapkan mampu mengungkap keindahan mukjizat Al-Qur'an melalui ketepatan bahasanya, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan akurat mengenai pemaknaan mimpi sebagaimana disampaikan dalam wahyu ilahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad al-Ghazali . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna mimpi dalam surah Yusuf. Dengan mengklasifikasikan ayat yang satu tema dalam satu surah. Sumber data utama dalam penelitian adalah kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudhu'i li Suwar al-Qur'an al-Karim. Penelitian ini menemukan bahwa ada 10 tema yang terdapat dalam Surah Yusuf, di antaranya yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah tema tentang mimpi. Ada tiga poin pembahasan tentang mimpi: pertama, analisis terfokus pada mimpi awal Nabi Yusuf tentang sebelas bintang, matahari, dan bulan yang bersujud kepadanya yang diinterpretasikan sebagai wahyu kenabian dan isyarat kemuliaan masa depan, disertai peringatan dari Nabi Ya'qub akan potensi fitnah dari saudara-saudaranya. Kedua, mimpi dua tahanan di penjara yang ditafsirkan oleh Yusuf, menunjukkan kemampuannya dalam menakwilkan mimpi dan menjelaskan salah satu di antara tahanan itu ada yang selamat dan tidak dan juga bagian ini mengulas mimpi Raja Mesir tentang tujuh sapi gemuk dan kurus serta bulir gandum, yang penafsirannya memerintahkan untuk memanen dan menyimpan sebelum datangnya masa panceklik. Ketiga, puncak dari pembahasan ini adalah terwujudnya mimpi Nabi Yusuf di kemudian hari, di mana ayah dan saudara-saudaranya datang kepadanya di Mesir dan bersujud, menggenapi nubuat yang terkandung dalam mimpinya. Realisasi mimpi ini tidak hanya menandai pencapaian kedudukan dan kekuasaan Yusuf, tetapi juga menjadi bukti nyata janji dan takdir ilahi. Keseluruhan penafsiran mimpi ini mengukuhkan peran sentral mimpi dalam Surah Yusuf dan hikmah di baliknya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Menafsirkan Kata Ghalazh Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam AlQur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, AlAzhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi ZhilalilQur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz ظ ل غ disebutkan dalam AlQur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail