BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomenal yang tidak sedikit masyarakat
Indonesia khususnya kaum remaja bahkan mahasiswa dan Orangtua yang menjadai
korban dan pelaku tindakan bunuh diri sebab kurangnya iman dalam hati. Didalam AlQur‟an surah An-Nisa ayat 103, surah Ar-Ra‟du ayat 28, surah Al-Hajj ayat 35, surah
Al-Anfal ayat 2, surah Az-Zumar ayat 23, Penelitian ini menggunakan metode
kepustakaan (library research) dan metode kualitatif, dan dikumpulkan melalui data
primer berupa kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Azhar, Tafsir Fi-Dzilalil Qur‟an, Tafsir
Al-Qusyairi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Mafatihul Ghaib, Tafsir Al-Kasysyaf, yang
berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan, dan
metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu‟i. Adapun cara mendapatkan
ketenangan hati dalam ayat tersebut ada tiga poin yaitu pertama dengan sholat, karena
inti daripada sholat untuk mangingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Kedua
berdzikir, karena dengan berdzikir dapat mendatangkan ketenangan, dan dapat
memberikan cahaya kepada hati yang gelap dan dapat membuka tabir yang menghalangi
seseorang untuk dekat dengan Allah, akan terhindar dari dari segala macam noda dalam
hati, dengan dzikir seseorang akan merasa tentram karena dekat dengan Allah. Ketiga
membaca Al-Qur‟an, sabar, dan manginfakkan sebagaian rezekiya, karena dengan
membaca Al-Qur‟an seseorang akan merasakan ketenangan dan getaran dalam hati
yang membuat seseorang takut dengan kekuasaan Allah, karena Al-Qur‟an adalah cara
seorang hamba dapat berintraksi langsung dengan Allah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
v
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “ Ketenangan Hati Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik)”
yang disusun oleh Khaidar Harahap, NIRM S1.VI.19.20.167. Jurusan Ilmu Al-
Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA)
Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketenangan hati sangat cocok difahami untuk
sekarang ini, secara fenomenal tidak sedikit masyarakat Indonesia khususnya kaum
remaja bahkan mahasiswa dan Orangtua yang menjadi korban dan pelaku tindakan
bunuh diri sebab tidak adanya iman dalam hati mereka dan ketenangan hati tersebut,
dengan ini penting bagi penulis untuk meneliti scara mendalam bagaimana panafsiran
ayat-ayat tentang tata cara mencapai ketenangan hati didalam Al-Qur’an, tujuan
penelitian ini mengetahui scara mendalam dan dilihat dari segi panafsiran para
mufassir tentang ayat-ayat tata cara mencapai ketenangan hati dalam Al-Qur’an .
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan metode
kualitatif, dan dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir
Al-Azhar, Tafsir Fi-Dzilalil Qur’an, Tafsir Al-Qusyairi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir
Mafatihul Ghaib, Tafsir Al-Kasysyaf, yang berhubungan dengan tema, dan data
sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan, dan metode penafsiran yang
digunakan adalah metode maudhu’i.
Hasil penelitian ini ditemukan didalam kitab Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-
Qur’an Al Karim kata ketenangan hati dalam bahasa Arab ada 4 kata, yaitu
muthmainna, sakinah, waqara, qolb, fuad. Kata muthmainna dan turunannya didalam
Al-Qur’an sebanyak 10 kali penyebutan dalam 10 ayat dan 10 surah, kata sakinah dan
turunannya ada 5 ayat dalam 4 surah, kata waqara dan turunanya dalam 1 ayat dan 1
surah, kata Qolb sebanyak 19 ayat dalam 15 surah, kata fuad ditemukan 3 ayat
dalam 3 surah. Namun yang sesuai dengan penelitian ini adalah di temukan dari kata
muthmainna dan Qolbi. Yang terdapat pada surah Ar-Ra’du ayat 28, An-Nisa ayat
103, Al-Anfal ayat 2, Az-zumar ayat 23 dan Al-Hajj ayat 35. Adapun cara
mendapatkan ketenangan hati dalam ayat tersebut ada tiga poin yaitu pertama dengan
sholat, karena inti daripada sholat untuk mangingat Allah ketika berdiri, duduk dan
berbaring. Kedua berdzikir, karena dengan berdzikir dapat mendatangkan
ketenangan, dan dapat memberikan cahaya kepada hati yang gelap dan dapat
membuka tabir yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah, akan
terhindar dari dari segala macam noda dalam hati, dengan dzikir seseorang akan
merasa tentram karena dekat dengan Allah. Ketiga membaca Al-Qur’an, sabar, dan
manginfakkan sebagaian rezekiya, karena dengan membaca Al-Qur’an seseorang
akan merasakan ketenangan dan getaran dalam hati yang membuat seseorang takut
dengan kekuasaan Allah, karena Al-Qur’an adalah cara seorang hamba dapat
berintraksi langsung dengan Allah.
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
v
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “ Ketenangan Hati Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik)”
yang disusun oleh Khaidar Harahap, NIRM S1.VI.19.20.167. Jurusan Ilmu Al-
Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA)
Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketenangan hati sangat cocok difahami untuk
sekarang ini, secara fenomenal tidak sedikit masyarakat Indonesia khususnya kaum
remaja bahkan mahasiswa dan Orangtua yang menjadi korban dan pelaku tindakan
bunuh diri sebab tidak adanya iman dalam hati mereka dan ketenangan hati tersebut,
dengan ini penting bagi penulis untuk meneliti scara mendalam bagaimana panafsiran
ayat-ayat tentang tata cara mencapai ketenangan hati didalam Al-Qur’an, tujuan
penelitian ini mengetahui scara mendalam dan dilihat dari segi panafsiran para
mufassir tentang ayat-ayat tata cara mencapai ketenangan hati dalam Al-Qur’an .
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan metode
kualitatif, dan dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir
Al-Azhar, Tafsir Fi-Dzilalil Qur’an, Tafsir Al-Qusyairi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir
Mafatihul Ghaib, Tafsir Al-Kasysyaf, yang berhubungan dengan tema, dan data
sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan, dan metode penafsiran yang
digunakan adalah metode maudhu’i.
Hasil penelitian ini ditemukan didalam kitab Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-
Qur’an Al Karim kata ketenangan hati dalam bahasa Arab ada 4 kata, yaitu
muthmainna, sakinah, waqara, qolb, fuad. Kata muthmainna dan turunannya didalam
Al-Qur’an sebanyak 10 kali penyebutan dalam 10 ayat dan 10 surah, kata sakinah dan
turunannya ada 5 ayat dalam 4 surah, kata waqara dan turunanya dalam 1 ayat dan 1
surah, kata Qolb sebanyak 19 ayat dalam 15 surah, kata fuad ditemukan 3 ayat
dalam 3 surah. Namun yang sesuai dengan penelitian ini adalah di temukan dari kata
muthmainna dan Qolbi. Yang terdapat pada surah Ar-Ra’du ayat 28, An-Nisa ayat
103, Al-Anfal ayat 2, Az-zumar ayat 23 dan Al-Hajj ayat 35. Adapun cara
mendapatkan ketenangan hati dalam ayat tersebut ada tiga poin yaitu pertama dengan
sholat, karena inti daripada sholat untuk mangingat Allah ketika berdiri, duduk dan
berbaring. Kedua berdzikir, karena dengan berdzikir dapat mendatangkan
ketenangan, dan dapat memberikan cahaya kepada hati yang gelap dan dapat
membuka tabir yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah, akan
terhindar dari dari segala macam noda dalam hati, dengan dzikir seseorang akan
merasa tentram karena dekat dengan Allah. Ketiga membaca Al-Qur’an, sabar, dan
manginfakkan sebagaian rezekiya, karena dengan membaca Al-Qur’an seseorang
akan merasakan ketenangan dan getaran dalam hati yang membuat seseorang takut
dengan kekuasaan Allah, karena Al-Qur’an adalah cara seorang hamba dapat
berintraksi langsung dengan Allah.