Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Amalan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konstruksi Amalan Empat Surat di PONPES Daarul Ulum Putri (Pekanbaru)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik living Qur’an/Al-Qur’an in everyday life di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru, yaitu pelaksanaan amalan empat surat (Yasin, al-Mulk, as-Sajadah dan Ad-Dukhan) pada malam jum’at. Amalan ini tidak hanya dibaca pada malan jum’at saja akan tetapi dipraktekkan dalam shalat malam dan juga dipelajari maknanya melalui pembelajaran tafsir. Bila dibandingkan dengan beberapa pondok pesantren lain yang ada di Indonesia, amalan seperti ini hanya dibaca saja atau hanya praktik shalat malam saja, yang bisa di sebut denga shalat hifdzi. Karna amalan ini berbeda dengan amalan pondok pesantren lainnya, hal ini yang mendorong penulis untuk meneliti amalan empat surat di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konstruksi terhadap penafsiran amalan empat surat di pondok pesantren putri Daarul Ulum Pekanbaru. Karena keterbatasan waktu dalam penelitian dan banyaknya keutamaan yang terdapat dalam surah Al-Mulk, penulis menfokuskan kajian pada penafsiran hanya surah Al-Mulk saja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pelaksanaan, pola penafsiran surah al-Mulk dalam amalan empat surat dan pemahaman ustad dan santri terhadap surah al-Mulk dalam amalan empat surat sesuai dengan kitab tafsir yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi yaitu penelitian lapangan (field reseach), penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang mendeskripsikan karakteristik kultural, dengan pendekatan living Qur’an. Penelitian ini juga menggunakan teori sosial petter berger dan Thomas Lukman: proses eksternalisasi, Objektifitas dan eksternalisasi. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama tata cara amalan empat surat yaitu terbagi menjadi 3 tahapan: 1) tahapan persiapan: berbenah sebelum amalan, 2) tahap pembukaan: yang pembacaan do’a, 3) proses pelaksaanan: praktek pembacaan 4 surah dan proses shalat empat surat, yaitu; pada rakaat pertama membaca surah yaasin, rakaat kedua yaitu membaca surah ad-Dukhan, rakaat ketiga surah surah as-Sajadah dan terakhir yaitu surah al-Mulk, yang dilakukan dengan 2x salam. Kedua pola penafsiran, Pola penafsiran di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru terbagi menjadi 3 aspek, 1) metode penafsiran, 2) corak penafsiran dan 3) sumber penafsiran. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menjelaskan tafsir oleh ustadz yang mengajar adalah metode tahlili, sumber penafsirannya adalah tafsir bil al-Matsur,dan coraknya adalah sufi. Terakhir pemahaman santri dan ustadz, menurut santri mereka memahami amalan tersebut sesuai dengan fadhilah yang terdapat dalam kitab fadhilah amal, dan apa yang mereka pelajari dalam kitab tafsir, sedangkan menurut ustadz yang mengajar sesuai penafsiran surah al-Mulk yang merupakan bagian dari 4 surah adalah “surah Al-Mulk merupakan surah munjiyat yaitu surah yang menjaga pembacanya dari azab kubur. Oleh karena itu siapa saja yang membacanya insya Allah akan dijaga dan dijauhkan dari azab kubur. Dan siapa saja membacanya akan bertambah kepahamannya terhadap agama”.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur'an)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur’an)”, ditulis oleh M. ARIF NIRM. S1.VI.19.21.003, mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam konteks Living Qur'an, adanya keunikan dalam pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di desa tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dasar dan praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan dan pengaruh yang dirasakan oleh pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu dan korelasinya terhadap penafsiran dalam kitab Tafsir Surah Yasin karya Ibnu Katsir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Panipahan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa sejarah baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950 oleh Sayyidi Syekh Abdul Majid Faqih Al-Kholidi Naqsyabandi, ketika belajar langsung dengan gurunya Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi yang merupakan orang yang pertama kali mengajarkan amalan ini terkhusus di daerah Sumatera Utara dan Riau. Amalan ini pertama kali dilakukan oleh Syekh Ahmad ad-Dairobi yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya firman Allah S.W.T semata, akan tetapi Al-Qur’an juga bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan untuk memenuhi berbagai hajat dan kebutuhan manusia. Praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu ini adalah dengan membaca surah Yasin sebanyak 41 kali secara bersama-sama. Imam (pemandu) memulai amalan ini dengan membaca istighfar sebanyak 3 kali, kemudian bertawasul atau istilah di Desa Panipahan membaca Ummul Fatihah dengan membaca beberapa bacaan tertentu dan menghadiahkan bacaan tersebut kepada ruh-ruh orang yang sudah meninggal, kemudian dilanjutkan membaca surah Yasin secara bersama-sama dan ditutup dengan pembacaan do’a. Pengaruh yang dirasakan pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu ini adalah segala hajat yang diminta dikabulakan dan dipermudah oleh Allah S.W.T, dan hal ini sesuai juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Kastir dalam kitab Tafsir Surah Yasin, bahwa apabila surah Yasin ini dibacakan pada suatu perkara yang sulit, niscaya Allah S.W.T akan mudahkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail