BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Cara Allah dalam menyampaikan al-Qur’an kepada manusia menggunakan Uslub (gaya bahasa) yang
beraneka ragam, ada yang disampaikan melalui kisah-kisah, melalui qasam (sumpah),
ketauhidan,hukum-hukum dan perumpamaan-perumpamaan (amtsal). Kata kafir ( kufr ) yang
bermakna menutupi. Malam disebut sebagai kafir karena menutupi segala objek dengan kegelapan,
dan petani disebut juga sebagai kafir karena menutupi benih ditanah. Adapun tujuan penulis
mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui
penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Dalam penelitian ini menggunakan
metode studi kepustakaan ( Library research ) dengan pendekatan kualitatif, adapun Sumber data
primer penelitian ini adalah al-Qur’an, data sekunder penelitian ini adalah kitab-kitab tafsir, skripsi,
dan jurnal. Dari hasil penafsiran terhadap amtsal orang-orang kafir dikelompokkan menjadi enam
golongan Kesimpulan penelitian ini amtsal kafir, dalam al-qur’an pertama, orang-orang kafir yang
mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli,
dan seperti domba, kedua, Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka
memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang
hancur, ketiga, orang-orang kafir yang menyekutukan Allah berhala mereka Allah perumpamakan
seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang
yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat
pun tidak akan sanggup, keempat, perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di
dunia Allah perumpamakan harta yang mereka infakkan itu seperti ladang yang hancur yang tidak
bisa dipanen, kelima, perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan
seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur, dan yang keenam Perumpamaan
orang kafir Allah perumpamakan seprti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: “AMTSAL ORANG KAFIR DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tafsir Mudhu’i )” yang ditulis oleh, Ahd Yani, Nirm S1. VI. 19.20. 003, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
Tujuan Allah menciptakan Manusia ke dunia ialah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah adz-Zariyat ayat 56: “tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku “. Manusia itu ada berbagai macam jenisnya, ada orang-orang yang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir, yang yang dijelaskan Allah melalui bentuk perumpamaan atau Amtsal. Adapun yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini ialah, bagaimana penafsiran ayat-ayat Amtsal orang kafir dalam al-Qur’an. penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terdiri dari 15 ayat, yaitu: QS. al-Baqarah: 26 dan 171, Ali Imran: 117, al-A’raf: 176, Hud: 24, ar-Ra’du: 14, an-Nahl: 75 dan 76, al-Hajj: 31 dan 73, al-‘Ankabut: 41, ar-Rum: 28, Yasin: 78, al-Hasyr: 15, dan at-Tahrim: 10. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab yang berupa Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka, Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qurthubi Karya Imam al-Qurthubi, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an Karya Sayyid Qutub, kitab al-Amtsal Fi al-Qur’an al-Karim Karya Ibnu Qayyim al-Jauzy, skripsi, dan jurnal.
Dari Hasil penelitian bahwa Amtsal orang-orang kafir dalam al-Qur’an di kelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, penggembala domba yang meneriaki dombannya. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur. Selanjutnya orang yang menyekutukan Allah diumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup. Dan perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan seperti seorang petani yang ladangnya ditimpa angina yang kencang sehingga ladangnya hancur dan tidak bisa dipanen. Kemudian perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur. Dan yang terakhir Perumpamaan orang kafir seperti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dibawah naungan dua orang hamba yang saleh.