Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

52 hasil
Subjek: Qur'an
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tahsin Al-Qur'an Guru-Guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Tahsin Qur’an Guru-guru TPQ Di Kenagarian Situjuah Batua” ditulis oleh Ferdi Winaldo NIRM: S1.VI.19.20.158, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya guru TPQ yang belum memahami tajwid dalam membaca al-Qur’an. Secara umum guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua masih menggunakan tajwid yang dipelajari ketika masih belajar di TPQ atau surau dahulu. Padahal guru TPQ tersebut akan menjadi tauladan bagi santri dan santriwan di TPQ Kenagarian Situjuah Batua. Kurangnya pemahaman ilmu tajwid sebagian guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua, membuat penulis ingin meneliti lebih jauh bacaan guru-guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis memilih guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua sebagai sampel dengan teknik penentuan sampelnya ialah Simple Random Sampling. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui kemampuan bacaan guru-guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua dalam hal makharijul huruf, mad wal qashr, serta ghunnah dan bilaghunnah. Kemampuan yang dimiliki oleh guru TPQ nantinya akan diajarkan kepada generasi yang akan datang sebagai pewaris al-Qur’an. Oleh karena itu sudah semestinya seorang guru TPQ menguasai ilmu tajwid dengan baik dan benar. Hasil penelitian ini dibagi kepada dua poin. Poin pertama, dalam hal penguasaan bacaan yang dibagi kepada tiga bidang yaitu, bidang makharijul huruf, secara umum hampir sama yaitu kesalahan dalam pengucapan huruf Dal. Bidang mad wal qasr dalam praktek ditemukan banyak kesalahan dalam mad far’iy seperti mad wajib muttasil, mad lazim mukhaffaf harfi dan mad ‘iwadh. Bidang ghunnah dan bilaghunnah, secara umum masih banyak kesalahan dalam melafaskan bacaan ikhfa dan nun musyaddadah, hanya sebagian kecil yang sudah menguasai baik secara teori maupun praktek. Selanjutnya poin kedua yaitu terdapat dua faktor yang mempengaruhi bacaan al-Qur’an para guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua, yaitu faktor positif seperti kegigihan dalam belajar tahsin al-Qur’an serta faktor usia yang belum lanjut. Dan faktor negatif seperti kurangnya pengetahuan tentang ilmu tajwid serta faktor usia yang sudah lanjut.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konsep Pariwisata Dalam Al-Qur'an

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Konsep Pariwisata dalam Al-Qur’an”, yang disusun oleh saudara Muhandi, NIM 2219025, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya sektor pariwisata sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam perspektif Islam, aktivitas pariwisata tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengambil pelajaran (ibrah), memperkuat keimanan, mengenal kebesaran Allah Swt., serta merenungkan sejarah kehidupan umat terdahulu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif mengenai konsep pariwisata dalam Al-Qur'an berdasarkan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pariwisata dalam Al-Qur'an melalui penafsiran lima kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Qurthubi, terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan aktivitas perjalanan, pengamatan alam, serta pengambilan pelajaran dari peninggalan umat terdahulu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder, sedangkan analisis data menggunakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima mufasir memiliki kesamaan pandangan bahwa perintah melakukan perjalanan di muka bumi dalam ayat-ayat tersebut bukan sekadar bertujuan untuk rekreasi, tetapi lebih kepada upaya memperoleh pengetahuan, mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu, mengamati tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, serta memperkuat keimanan kepada-Nya. Perbedaan penafsiran terletak pada penekanan masing-masing mufasir. Tafsir Al-Misbah lebih menonjolkan relevansi perjalanan dengan pengembangan wawasan dan pembentukan karakter. Tafsir Al-Azhar menekankan nilai pendidikan, pembangunan peradaban, dan kesadaran sosial. Tafsir Al-Munir mengaitkan perjalanan dengan fungsi dakwah, tadabbur, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Qurthubi lebih menekankan aspek riwayat, pelajaran dari kehancuran umat terdahulu, serta hikmah yang dapat diambil sebagai bentuk penguatan akidah. Dengan demikian, konsep pariwisata dalam Al-Qur'an merupakan aktivitas yang mengandung dimensi edukatif, spiritual, historis, dan sosial, sehingga mampu mendorong manusia untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT serta mengambil hikmah dari perjalanan yang dilakukan

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pemahaman Yahya Waloni Terhadap Ayat Al-Qur'an ( Analisis Konten )

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penerapan Ilmu Tajwid Dalam Peningkatan Hafalan Santri Madrasah Hubbul Quran Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madrasah Tahfizh Hubbul Qur`an Payakumbuh memiliki metode setoran ba`id, qorib dan jadid. Hafalan ba`id adalah hafalan lama yang wajib disetorkan setiap hari kepada ustadz/ustadzahnya, sementara hafalan qorib adalah hafalan yang dekat. Setelah hafalan jadid dan qorib betul-betul mutqin, dibolehkan hafalan Jadid atau hafalan baru. Khusus bagi yang sudah hafizh 30 Juz ada program muraja’ah 2 Juz sekali duduk sampai 30 Juz sekali duduk nantinya. Namun yang menjadi tantangan bagi santri adalah mempertahankan penerapan ilmu tajwid yang telah mereka pelajari di Madrasah Hubbul Qur`an, butuh sebuah metode atau cara untuk membantu dalam proses mempelajari tajwid ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, lalu merekam bacaan santri di pondok dengan sampel sebanyak 15 Santri. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan ilmu tajwid di Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh dimulai dari proses talqin bacaan bagi santri berikutnya dikoreksi ketika muraja`ah sehingga menjadikan hafalan berkualitas. Adapun tentang kualitas hafalan santri-santri Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Namun sebagian kecil masih terdapat kesalahan pengucapan pada makhraj huruf dzal, ha tipis, zai, qaf, kaf, jim dan ra. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada mad jaiz munfasil. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, 90 % santri sudah menguasai tentang ilmu tajwid ini. Hubungan tajwid sangat erat dengan kualitas hafalan santri, di mana jika santri menghafal al-Qur’an dengan tajwid yang betul maka hafalan yang dihasilkan adalah hafalan yang berkualitas.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi mambayar nazar di desa Bonan dolok kecamatan siabu kabupaten mandailing natal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Konstruksi Amalan Empat Surat di PONPES Daarul Ulum Putri (Pekanbaru)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik living Qur’an/Al-Qur’an in everyday life di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru, yaitu pelaksanaan amalan empat surat (Yasin, al-Mulk, as-Sajadah dan Ad-Dukhan) pada malam jum’at. Amalan ini tidak hanya dibaca pada malan jum’at saja akan tetapi dipraktekkan dalam shalat malam dan juga dipelajari maknanya melalui pembelajaran tafsir. Bila dibandingkan dengan beberapa pondok pesantren lain yang ada di Indonesia, amalan seperti ini hanya dibaca saja atau hanya praktik shalat malam saja, yang bisa di sebut denga shalat hifdzi. Karna amalan ini berbeda dengan amalan pondok pesantren lainnya, hal ini yang mendorong penulis untuk meneliti amalan empat surat di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konstruksi terhadap penafsiran amalan empat surat di pondok pesantren putri Daarul Ulum Pekanbaru. Karena keterbatasan waktu dalam penelitian dan banyaknya keutamaan yang terdapat dalam surah Al-Mulk, penulis menfokuskan kajian pada penafsiran hanya surah Al-Mulk saja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pelaksanaan, pola penafsiran surah al-Mulk dalam amalan empat surat dan pemahaman ustad dan santri terhadap surah al-Mulk dalam amalan empat surat sesuai dengan kitab tafsir yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi yaitu penelitian lapangan (field reseach), penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang mendeskripsikan karakteristik kultural, dengan pendekatan living Qur’an. Penelitian ini juga menggunakan teori sosial petter berger dan Thomas Lukman: proses eksternalisasi, Objektifitas dan eksternalisasi. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama tata cara amalan empat surat yaitu terbagi menjadi 3 tahapan: 1) tahapan persiapan: berbenah sebelum amalan, 2) tahap pembukaan: yang pembacaan do’a, 3) proses pelaksaanan: praktek pembacaan 4 surah dan proses shalat empat surat, yaitu; pada rakaat pertama membaca surah yaasin, rakaat kedua yaitu membaca surah ad-Dukhan, rakaat ketiga surah surah as-Sajadah dan terakhir yaitu surah al-Mulk, yang dilakukan dengan 2x salam. Kedua pola penafsiran, Pola penafsiran di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru terbagi menjadi 3 aspek, 1) metode penafsiran, 2) corak penafsiran dan 3) sumber penafsiran. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menjelaskan tafsir oleh ustadz yang mengajar adalah metode tahlili, sumber penafsirannya adalah tafsir bil al-Matsur,dan coraknya adalah sufi. Terakhir pemahaman santri dan ustadz, menurut santri mereka memahami amalan tersebut sesuai dengan fadhilah yang terdapat dalam kitab fadhilah amal, dan apa yang mereka pelajari dalam kitab tafsir, sedangkan menurut ustadz yang mengajar sesuai penafsiran surah al-Mulk yang merupakan bagian dari 4 surah adalah “surah Al-Mulk merupakan surah munjiyat yaitu surah yang menjaga pembacanya dari azab kubur. Oleh karena itu siapa saja yang membacanya insya Allah akan dijaga dan dijauhkan dari azab kubur. Dan siapa saja membacanya akan bertambah kepahamannya terhadap agama”.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur'an)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur’an)”, ditulis oleh M. ARIF NIRM. S1.VI.19.21.003, mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam konteks Living Qur'an, adanya keunikan dalam pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di desa tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dasar dan praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan dan pengaruh yang dirasakan oleh pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu dan korelasinya terhadap penafsiran dalam kitab Tafsir Surah Yasin karya Ibnu Katsir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Panipahan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa sejarah baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950 oleh Sayyidi Syekh Abdul Majid Faqih Al-Kholidi Naqsyabandi, ketika belajar langsung dengan gurunya Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi yang merupakan orang yang pertama kali mengajarkan amalan ini terkhusus di daerah Sumatera Utara dan Riau. Amalan ini pertama kali dilakukan oleh Syekh Ahmad ad-Dairobi yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya firman Allah S.W.T semata, akan tetapi Al-Qur’an juga bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan untuk memenuhi berbagai hajat dan kebutuhan manusia. Praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu ini adalah dengan membaca surah Yasin sebanyak 41 kali secara bersama-sama. Imam (pemandu) memulai amalan ini dengan membaca istighfar sebanyak 3 kali, kemudian bertawasul atau istilah di Desa Panipahan membaca Ummul Fatihah dengan membaca beberapa bacaan tertentu dan menghadiahkan bacaan tersebut kepada ruh-ruh orang yang sudah meninggal, kemudian dilanjutkan membaca surah Yasin secara bersama-sama dan ditutup dengan pembacaan do’a. Pengaruh yang dirasakan pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu ini adalah segala hajat yang diminta dikabulakan dan dipermudah oleh Allah S.W.T, dan hal ini sesuai juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Kastir dalam kitab Tafsir Surah Yasin, bahwa apabila surah Yasin ini dibacakan pada suatu perkara yang sulit, niscaya Allah S.W.T akan mudahkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur'an Q.s An-Naml:20 (Tafsir Tahlili)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tahlili Q.s An-Nmal:20)” yang ditulis oleh Ranti Permata Sari NIRM.S1.VI.19.21.007, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh istilah Ghosting yang menjadi tranding di masyarakat dan sering dikaitkan dengan masalah percintaan. Dilihat lebih dalam lagi, ternyata istilah ghosting tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pemutusan/hilang tiba-tiba dalam hubungan percintaan saja, melainkan menyangkut segala bentuk hubungan sosial. Dan dilihat dari kisahnya Nabi Sulaiman, beliau pernah dighosting oleh salah satu prajuritnya. Oleh karena itu, penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana ghosting dalam Al-Qur’an. Karena ha ini lah perlu untuk ditelusuri penafsiran ulama mengenai Ghosting dan menganalisa penafsiran tentang ghosting dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi dan Tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ghosting terdapat 1.061 ayat dalam Al-Qur’an, dengan kata ghosting hilang, putus, lenyap dan tiada. Kata hilang terdapat 17 lafadz 787 ayat dalam Al-Qur’an, kata putus terdapat 6 lafadz 241 ayat dalam Al-Qur’an, kata lenyap terdapat 7 lafadz 11 ayat dalam Al-Qur’an, kata tiada terdapat 5 lafadz 10 ayat dalam Al-Qur’an. Sedangkan ayat yang membahas ghosting Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-hud terdapat dalam Q.S An-Naml:20, membahas tentang bahwasannya Burung Hud-hud pernah menghilang beberapa saat tanpa memberi kabar dan pengetahuan Nabi Sulaiman. Q.S maryam:59 tentang mengabaikan sholat, Q.S Al-baqarah:266 dan Q.S Al-Hadid:20 kebun yang ditiup angin lalu menghilang, Q.S Al-An’am:76 matahari yang dilihat ibrahim tiba-tiba menghilang, Q.S Al-Isra’:67 ketika kamu ketimpa musibah lalu yang biasa kamu sembah akan hilang kecuali allah, Q.S Al-An’am:94 putusnya hubungan pada hari pemberi syafaat, Q.S Thoha:78 fir’aun ditenggelamkan oleh ombak, Q.S Muhamad 22-23 memutuskan hubungan kekeluargaan, Q.S Arro’du 25 memutuskan perjanjian, Q.S Al-baqarah:166 pada hari kiamat hubungan sesama manusia terputus.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

PENAFSIRAN QS. AL-MA'ARIJ AYAT 19 ( STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL-MUNIR)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai macam penyebutan manusia dalam Al-Qur'an yaitu Basyar, Al-Ins, An-Nas, Bani Adam dan Al-Insan. Namun, penulis menemukan hal menarik dalam penyebutan manusia yang terdapat dalam Al-Qur'an, terutama dalam Qs. Al-Ma'arij ayat 19 yaitu menyebutkan tentang sifat atau karakter manusia terutama yang berkaitan dengan Al-Insan. Kemudian penulis ingin menganalisis dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili serta analisis penulis dari kedua mufassir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Hamka bahwa manusia selalu berkeluh kesah dalam keadaan apapun. Sedangkan Wahbah Az-Zuhaili bahwa manusia itu sangat berkeluh kesah yang disebabkan oleh munculnya situasi atau kondisi yang berakibat keluh kesah itu muncul. Analisis penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia diciptakan dari sifat keluh kesah. Kedua mufassir ini memiliki perbedaan penafsiran, akan tetapi guru kedua mufassir ini sama-sama Mahmud Syaltut. Namun, kedua mufassir ini mempunyai corak yang berbeda dalam menulis kitab tafsir yaitu Hamka memakai corak Adabi al-Ijtima'i sedangkan Wahbah Az-Zuhaili memakai corak fiqih

3 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Karakter Pemuda Ideal Perspektif al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik )

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Karakter Pemuda Ideal Perspektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)” yang ditulis oleh Nadhira Ayu Safira, NIRM: S1. VI. 19. 19. 491. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi dimana lebih banyak umur produktif (15-64 tahun) dibanding usia non produktif artinya masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak pemuda saat ini, suatu momentum untuk perbaikan Indonesia ke depan. Kemajuan teknologi dan informasi dan pengaruh globalisasi membuat informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat tanpa ada batasan waktu dan tempat. Selain membawa dampak positif kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif pada pemuda yaitu terjadinya kemerosotan moral. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yaitu untuk mengetahui klasifikasi ayat tentang karakter pemuda ideal dan menjelaskan penafsiran ayat tentang karakter pemuda ideal perspektif Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), yaitu dengan cara mengadakan studi secara teliti literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas. Adapun pendekatan yang digunakan adalah menggunakan metode tafsir tematik, yaitu mengkaji ayat-ayat yang terhimpun, kemudian menyimpulkan dan menyusun kesimpulan tersebut kedalam kerangka pembahasan sehingga tampak dari segala aspek, dan menilainya dengan kriteria pengetahuan yang benar. Dalam penyajiaanya, penulis menggunakan metode deskriptif analitis untuk mendapatkan gambaran utuh. Hasil penelitian kata fata dengan berbagai bentuk ada sepuluh yang tersebut dalam Al-Qur’an. Tapi yang masuk pembahasan Karakter Pemuda Ideal Perspektif Al-Qur’an hanya ada lima ayat. Yaitu فِتْيَةٌ Q.S. al-Kahfi [18]: 13, الْفِتْيَةُ Q.S. al-Kahfi [18]: 10, فَتٰىهَا Q.S. Yusuf [12]: 30, لِفَتٰىهُ Q.S al-Kahfi [18]: 60, فَتًى Q.S. al-‘Anbiya [21]: 60. Karakter pemuda ideal dalam Al-Qur’an yaitu: 1) Tauhid kepada Allah (Q.S. al-Kahfi [18]: 10 &13) 2) Keteguhan hati (Q.S. Yusuf [12]: 30), 3) Tawadhu’ (Q.S al-Kahfi [18]: 60), 4) Punya tujuan dan mewujudkannya (Q.S al-Kahfi [18]: 60), 5) Pemberani (Q.S. al-‘Anbiya [21]: 6o

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Amtsal dalam Al Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu: “AMTSAL ORANG KAFIR DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tafsir Mudhu’i )” yang ditulis oleh, Ahd Yani, Nirm S1. VI. 19.20. 003, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Tujuan Allah menciptakan Manusia ke dunia ialah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah adz-Zariyat ayat 56: “tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku “. Manusia itu ada berbagai macam jenisnya, ada orang-orang yang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir, yang yang dijelaskan Allah melalui bentuk perumpamaan atau Amtsal. Adapun yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini ialah, bagaimana penafsiran ayat-ayat Amtsal orang kafir dalam al-Qur’an. penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terdiri dari 15 ayat, yaitu: QS. al-Baqarah: 26 dan 171, Ali Imran: 117, al-A’raf: 176, Hud: 24, ar-Ra’du: 14, an-Nahl: 75 dan 76, al-Hajj: 31 dan 73, al-‘Ankabut: 41, ar-Rum: 28, Yasin: 78, al-Hasyr: 15, dan at-Tahrim: 10. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab yang berupa Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka, Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qurthubi Karya Imam al-Qurthubi, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an Karya Sayyid Qutub, kitab al-Amtsal Fi al-Qur’an al-Karim Karya Ibnu Qayyim al-Jauzy, skripsi, dan jurnal. Dari Hasil penelitian bahwa Amtsal orang-orang kafir dalam al-Qur’an di kelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, penggembala domba yang meneriaki dombannya. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur. Selanjutnya orang yang menyekutukan Allah diumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup. Dan perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan seperti seorang petani yang ladangnya ditimpa angina yang kencang sehingga ladangnya hancur dan tidak bisa dipanen. Kemudian perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur. Dan yang terakhir Perumpamaan orang kafir seperti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dibawah naungan dua orang hamba yang saleh.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hedonisme Dalam Al-Qur'an Surah Al Isra' (Studi Tafsir Al Azhar)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

vii ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “HEDONISME DALAM Al- QUR’AN Q.S AL-ISRA (Studi Tafsir Al-Azhar)”. yang ditulis oleh Rezki Prasetya Nirm S1.VI.19.20.046, Mahasiswa STAI Darul Qur‟an Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena hedonisme dalam perspektif Al-Qur‟an, khususnya melalui analisis Tafsir Al-Azhar terhadap QS. Al-Isra ayat 27. Hedonisme sebagai pandangan hidup yang menekankan pencarian kebahagiaan dan kepuasan pribadi sebagai tujuan utama, semakin marak dalam masyarakat modern, khususnya di kalangan remaja. Gaya hidup ini sering kali menyebabkan perilaku impulsif, konsumtif, dan egois yang berpotensi merusak moral individu serta harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menelaah interpretasi QS. Al-Isra ayat 27 dalam Tafsir Al-Azhar. Ayat ini menekankan pentingnya menghindari perilaku boros dan tidak bertanggung jawab dalam penggunaan harta, karena pemborosan dianggap sebagai perilaku yang dekat dengan setan yang ingkar kepada Tuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme bertentangan dengan ajaran Al-Qur‟an yang mengajarkan keseimbangan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan budaya hedonisme, serta memberikan panduan untuk membentuk masyarakat yang lebih beradab dan bermoral.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan di Desa kuntu Darussalam kec Kampar kiri kab Kampar provinsi Riau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “TRADISI MENGAMPUANG MENJELANG RESEPSI PERNIKAHAN DI DESA KUNTU DARUSSALAM, KEC KAMPAR KIRI, KAB KAMPAR, PROVINSI RIAU (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Imam Muhlisin, NIRM SI.VI.19.20.165, Mahasiswa STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Diantara tradisi sebelum pernikahan adalah mengampuang, yaitu tradisi pengumpulan dana oleh isi kampung atau kerabat terdekat, tradisi mengampuang di desa Kuntu berbeda dari desa lainnya, di desa ini pengumpulan dana dilakuan secara sistematis dan struktur yaitu dengan pencatatan oleh pihak keluarga. Hal ini merupakan satu diantara poin-poin hidup saling tolong-menolong yang diamalkan masyarakat berlandaskan ajaran Islam al-Qur’an dan hadis atau disebut juga dengan living Qur’an-hadis, nilai-nilai al-Qur’an yang hidup menjadi amalan atau tradisi di tengah masyarakat. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan di Desa Kuntu Darussalam, Kec. Kampar Kiri, Kab. Kampar, Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan living Qur'an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Sumber data primer dalam penulisan skripsi ini adalah Mamak Kampung, Ninik Mamak luar, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Mayarakat yang mengikuti tradisi mengampuang, sedangkan data sekunder adalah data langsung dari proses acara tradisi mengampuang, seperti foto kegiatan, vidio, dan data-data lainnya sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini adalah Tahap pertama, dimulai dengan berkumpulnya para sumondo, tunganai tonga umah, tunganai nan ompek dan mamak kampung nan gadang dirumah ahli bait. Tahap kedua memanggil isi kampung yaitu; ghang sumando, anak pancagh, onggang badodon, kawan sakubelan, pipik batoboh, tali sabondo ayugh, balirik tulang bubuong, perantaraan zat dan sifat, untuk dapat menghadiri acara tradisi mengampuang. Tahap ketiga pelaksanaan tradisi mengampuang itu sendiri, yakni; makan-makan, meminta izin membukanya acara dan menyampaikan hajat, menghimbau atau mengumumkan undangan pesta pernikahan si ahli bait untuk sama-sama dapat hadir di acara tersebut, dan meminta bantuan sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi. Selain itu, juga dapat menerapkan sifat tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an dan hadis. Masyarakat sangat antusias dalam membantu antar sesama saudara untuk saling meringankan beban saudara yang lain. Oleh sebab itu masyarakat telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dan hadis di kehidupan sehari-hari atau disebut dengan living Qur’an-hadis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah Dalam Bacaan Al-Qur'an ( Studi Pada Santriwati Ashhabul Qur'an Payakumbuh)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah Dalam Bacaan Al-Qur’an (Studi Pada Santriwati Sekolah Ash-Habul Qur’an Payakumbuh)” yang ditulis oleh Zikra Sucita, NIRM SI.VI.19.18.078. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Alasan penulis memilih judul ini adalah: Langkah awal untuk membaca Al-Qur’an adalah dengan mengetahui huruf hijaiyyah serta mampu fasih dalam pengucapannya. Dalam ilmu tajwid pengucapan fasih ini bisa didapati dengan mengetahui makharijul huruf dan shifatul huruf. Kitab tajwid dasar yang memuat materi ini dengan jelas adalah matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matan ini sanadnya tersambung kepada Imam Ibnul Jazari sebagai penulis matan dan dapat menjadi sandaran ketika membaca Al-Qur’an agar terlepas dari keraguan terhadap suatu hukum tajwid. Menurut penelusuran penulis kepada lembaga-lembaga Al-Qur’an yang ada di Payakumbuh, penulis mendapati sekolah AshHabul Qur’an Payakumbuh satu-satunya sekolah yang menerapkan matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah sebagai bahan ajarnya. Uniknya lagi sekolah ini merupakan lembaga yang menjadi wadah bagi mereka yang ingin belajar Al-Qur’an dari segala usia mulai anak-anak hingga lansia. Sehingga penulis merasa perlu untuk meneliti bagaimana Implementasi matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati AshHabul Qur’an Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi Matan Al-Muqoddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati Ash-Habul Qur’an Payakumbuh dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualutatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penulis mendapati hasil bahwa di sekolah AshHabul Qur’an santriwati yang mampu menerapkan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’annya adalah yang sudah hafal matan tersebut, sedangkan yang lain belum mampu. Dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa (1) motivasi diri dan orang sekitar, (2) niat dan mengetahui tujuan mempelajari matan, (3) ketertarikan terhadap ilmu, (4) kehadiran dan masa belajar. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah (1) faktor usia, (2) latar belakang pendidikan (3) kurang motivasi dan minat (4) kesibukan dan waktu luang.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pembacaan Surat Al-Mulk Menjelang Tidur di SMP Insan Cendekia Harau (Kajian Living Qur’an)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Pembacaan Surat Al-Mulk Menjelang Tidur Di SMP Insan Cendekia Harau (Kajian Living Quran)” yang disusun oleh Sasu Sumpena NIRM S1.VI.19.19.513, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan pembiasaan pengamalan al-Qur’an dalam keseharian siswa di SMP Insan Cendekia Harau bila dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di bawah naungan ICBS dan sekolah berasrama lainnya, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di sekolah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan dasar pemilihan pembacaan Surat Al-Mulk sebagai kegiatan siswa sebelum tidur. Selanjutnya, untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan membaca Surat Al-Mulk oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau, serta untuk mengetahui manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membaca Surat Al-Mulk menjelang tidur. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan fungsional. Penelitian dilakukan di SMP Insan Cendekia Harau. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sejarah dan dasar pembacaan Surat Al-Mulk menjelang tidur diprakarsai oleh Ustad Tolan, S.Pd selaku kepala sekolah berdasarkan landasan al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. serta adanya waktu kebersamaan antara siswa dengan pembina asrama pada pukul 21.30 hingga pukul 22.00 WIB. Berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan di asrama Jogja 1 kampus SMP Insan Cendekia Harau, dalam pelaksanaannya, kegiatan pembacaan Surat Al-Mulk dilaksanakan setiap hari saat menjelang tidur, yang diikuti oleh seluruh siswa. Proses pelaksanaannya; Pertama, siswa membiasakan untuk membersihkan anggota wajah dan badannya terlebih dahulu, seperti menggosok gigi, mencuci wajahnya, dilanjutkan dengan berwudhu’. Kedua, siswa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. Ketiga, siswa membaca Surat Al-Mulk bersama-sama, cara membacanya ada yang melihat mushaf al-Qur’an dan ada juga tanpa melihat mushaf al-Qur’an. Manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membiasakan membaca Surat Al-Mulk ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat terhadap diri sendiri; seperti meningkatkan interaksi siswa dengan al-Qur’an, mereka mengetahui fadhilah membaca Surat Al-Mulk, menjadikan hati siswa menjadi lebih tenang, mendapatkan kenyamanan dalam tidur, siswa mampu mengontrol emosinya dengan lebih baik, mengharapkan keridhaan dari Allah dan dijauhkan dari siksa kubur; dan manfaat terhadap lingkungan sekitar; seperti interaksi siswa dengan siswa lainnya lebih terjaga, lebih mudah untuk diarahkan, dan adab dengan lingkungan menjadi lebih baik.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail