Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

B

707 karya publik ditemukan.

2026: 722025: 192024: 692023: 702022: 4202021: 57

تطبيق منهج السمعية الشفهية في تحسين مهارة الكلام في معهد جاهايا إسلام بمنطقةلما بولوه

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

تجريد حول حتى هاسيبوان، ٢٠٢٦. عنوان هذا البحث: "تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تحسين مهارة الكلام في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا". تستند هذه الدراسة إلى عدم بلوغ مهارة الكلام لدى طلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا المستوى الأمثل، على الرغم من امتلاكهم المهارات الأساسية في اللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى وصف تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تدريس اللغة العربية، بما يشمل التخطيط، والتنفيذ، والتقييم، بهدف تحسين مهارات الكلام لدى الطلاب. تستخدم هذه الدراسة منهجًا نوعيًا وصفيًا. وموضوع البحث هو مدرس اللغة العربية وطلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا. وتم جمع البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلات، والتوثيق. وتحليل البيانات باستخدام نموذج مايلز وهوبرمان الذي يشمل اختزال البيانات، وعرضها، واستخلاص الاستنتاجات. وتم اختبار صحة البيانات من خلال التثليث بين المصادر والتثليث بين التقنيات. أظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة السمعية الشفوية قد مرّ وفقًا لمراحل التعلم المخطط لها، حيث يبدأ المعلم الدرس بنشاط الاستماع، يليه التقليد، والتكرار، وتدريبات الحوار، وممارسة التحدث بشكل تدريجي. ويتم التقييم من خلال الاختبارات الشفوية، وممارسة المحادثة، ومراقبة قدرات الطلاب. وقد أحدث تطبيق هذه المنهجية تأثيرًا إيجابيًا على تحسين مهارة الكلام، وهو ما يتجلى في تحسن طلاقة الكلام، ودقة النطق، وإتقان المفردات، فضلًا عن ثقة الطلاب بأنفسهم في التواصل باللغة العربية. وبذلك، يمكن أن تعد منهجية السمعية الشفوية أحد البدائل الفعالة في تحسين مهارة الكلام باللغة العربية لدى الطلاب.

تطبيق الطريقة السمعية الشفوية في تحسين مهارة الكلام في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تجريد حول حتى هاسيبوان، ٢٠٢٦. عنوان هذا البحث: "تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تحسين مهارة الكلام في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا". تستند هذه الدراسة إلى عدم بلوغ مهارة الكلام لدى طلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا المستوى الأمثل، على الرغم من امتلاكهم المهارات الأساسية في اللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى وصف تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تدريس اللغة العربية، بما يشمل التخطيط، والتنفيذ، والتقييم، بهدف تحسين مهارات الكلام لدى الطلاب. تستخدم هذه الدراسة منهجًا نوعيًا وصفيًا. وموضوع البحث هو مدرس اللغة العربية وطلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا. وتم جمع البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلات، والتوثيق. وتحليل البيانات باستخدام نموذج مايلز وهوبرمان الذي يشمل اختزال البيانات، وعرضها، واستخلاص الاستنتاجات. وتم اختبار صحة البيانات من خلال التثليث بين المصادر والتثليث بين التقنيات. أظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة السمعية الشفوية قد مرّ وفقًا لمراحل التعلم المخطط لها، حيث يبدأ المعلم الدرس بنشاط الاستماع، يليه التقليد، والتكرار، وتدريبات الحوار، وممارسة التحدث بشكل تدريجي. ويتم التقييم من خلال الاختبارات الشفوية، وممارسة المحادثة، ومراقبة قدرات الطلاب. وقد أحدث تطبيق هذه المنهجية تأثيرًا إيجابيًا على تحسين مهارة الكلام، وهو ما يتجلى في تحسن طلاقة الكلام، ودقة النطق، وإتقان المفردات، فضلًا عن ثقة الطلاب بأنفسهم في التواصل باللغة العربية. وبذلك، يمكن أن تعد منهجية السمعية الشفوية أحد البدائل الفعالة في تحسين مهارة الكلام باللغة العربية لدى الطلاب.

Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “ Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an” yang ditulis oleh Abdul Hamid, NIM. 2219029, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Usulluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur`an (IDAQU) Payakumbuh. Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu Allah Swt yang keasliannya dijaga melalui proses hafalan dan kodifikasi. Namun, dalam sejarah perkembangan akademik Barat,kodifikasi Al-Qur'an sering kali dikaji oleh sarjana orientalis melalui pendekatan historis-kritis yang melahirkan perdebatan teologis dan historis. Salah satu tokoh sentral orientalis dalam kajian ini adalah Theodor Nöldeke melalui karya monumentalnya The History of the Qur'an. Beberapa asumsi Nöldeke dinilai kontroversial dan menuai kritik dari sarjana Muslim karena meragukan validitas riwayat tradisional Islam serta mengabaikan otoritas transmisi riwayat, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi ilmiah secara objektif dan berimbang guna memahami dinamika pemikirannya dalam khazanah dialog akademik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Peneliti melakukan telaah kritis terhadap teks dan struktur gagasan tokoh dengan menguji pola argumentasi secara logis dan metodologis. Sumber data penelitian ini dibagi menjadi dua kategori. Sumber primer bertumpu pada karya asli Theodor Nöldeke, yaitu buku The History of the Qur'an edisi revisi. Sumber sekunder mencakup literatur pendukung berupa buku buku ‘Ulum al-Qur’an, skripsi, tesis, disertasi, serta jurnal ilmiah yang mengkaji pemikiran orientalis maupun karya sarjana Muslim yang memberikan kritik. Hasil penelitian di bagi ke dalam dua bagian: 1. Pemikiran Theodor Nöldeke pada bagian asumsinya mengatakan kalau dia meragukan mutu penghafAl-Qur`an hal ini berdasarkan data korban L. Caeni, Theodor Nöldeke berargumen kalau korban dari perang Yamamah itu merupakan mualaf baru bukan para penghafAl-Qur`an (huffaz), Theodor Nöldeke juga meragukan mengenai waktu dalam proses pengumpulan Al-Qur`an pada masa Abu Bakar yang dinilai terlalu singkat lebih kurang 15 bulan untuk proyek yang sebesar itu dan juga Theodor Nöldeke mengganggap bahwa Al-Qur`an yang sudah terkumpul,kemudian Umar Bin Khattab menyerahkanya kepada Hafsah Binti Umar merupakan koleksi Pribadi bukan milik negara. 2. Metode yang digunakan oleh Theodor Nöldeke dalam mengkaji/meneliti sebuah teks Al-Qur`an menggunakan Metode Filologi/ Kritik Historis-Tekstual ala barat yang akan dibahas dalam penelitian ini asumsi dasar Theodor Nöldeke dan tanggapanya. Rekonstruksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Theodor Nöldeke tidak langsung percaya dengan adanya apa yang sudah tertulis dalam sebuah teks (skeptisisme metodologis) sehingga dia akan menganalisis gaya bahasa dari teks tersebut, mencari keterkaitan antara teks yang satu dengan teks yang lain, ulama muslim berbeda pendapat mengenai hal tersebus salah satunya menurut Imam Jalaluddin As Suyuti mengatakan kalau apa yang sudah tertulis dalam Al-Qur`an itu memang itu datang dari Allah SWT hal ini di dasarkan pada hadis yang Shahih,Mutawatir.

REKONSTRUKSI PEMIKIRAN THEODOR NÖLDEKE TENTANG KODIFIKASI AL-QUR`AN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “ Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an” yang ditulis oleh Abdul Hamid, NIM. 2219029, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Usulluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur`an (IDAQU) Payakumbuh. Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu Allah Swt yang keasliannya dijaga melalui proses hafalan dan kodifikasi. Namun, dalam sejarah perkembangan akademik Barat,kodifikasi Al-Qur'an sering kali dikaji oleh sarjana orientalis melalui pendekatan historis-kritis yang melahirkan perdebatan teologis dan historis. Salah satu tokoh sentral orientalis dalam kajian ini adalah Theodor Nöldeke melalui karya monumentalnya The History of the Qur'an. Beberapa asumsi Nöldeke dinilai kontroversial dan menuai kritik dari sarjana Muslim karena meragukan validitas riwayat tradisional Islam serta mengabaikan otoritas transmisi riwayat, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi ilmiah secara objektif dan berimbang guna memahami dinamika pemikirannya dalam khazanah dialog akademik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Peneliti melakukan telaah kritis terhadap teks dan struktur gagasan tokoh dengan menguji pola argumentasi secara logis dan metodologis. Sumber data penelitian ini dibagi menjadi dua kategori. Sumber primer bertumpu pada karya asli Theodor Nöldeke, yaitu buku The History of the Qur'an edisi revisi. Sumber sekunder mencakup literatur pendukung berupa buku buku ‘Ulum al-Qur’an, skripsi, tesis, disertasi, serta jurnal ilmiah yang mengkaji pemikiran orientalis maupun karya sarjana Muslim yang memberikan kritik. Hasil penelitian di bagi ke dalam dua bagian: 1. Pemikiran Theodor Nöldeke pada bagian asumsinya mengatakan kalau dia meragukan mutu penghafAl-Qur`an hal ini berdasarkan data korban L. Caeni, Theodor Nöldeke berargumen kalau korban dari perang Yamamah itu merupakan mualaf baru bukan para penghafAl-Qur`an (huffaz), Theodor Nöldeke juga meragukan mengenai waktu dalam proses pengumpulan Al-Qur`an pada masa Abu Bakar yang dinilai terlalu singkat lebih kurang 15 bulan untuk proyek yang sebesar itu dan juga Theodor Nöldeke mengganggap bahwa Al-Qur`an yang sudah terkumpul,kemudian Umar Bin Khattab menyerahkanya kepada Hafsah Binti Umar merupakan koleksi Pribadi bukan milik negara. 2. Metode yang digunakan oleh Theodor Nöldeke dalam mengkaji/meneliti sebuah teks Al-Qur`an menggunakan Metode Filologi/ Kritik Historis-Tekstual ala barat yang akan dibahas dalam penelitian ini asumsi dasar Theodor Nöldeke dan tanggapanya. Rekonstruksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Theodor Nöldeke tidak langsung percaya dengan adanya apa yang sudah tertulis dalam sebuah teks (skeptisisme metodologis) sehingga dia akan menganalisis gaya bahasa dari teks tersebut, mencari keterkaitan antara teks yang satu dengan teks yang lain, ulama muslim berbeda pendapat mengenai hal tersebus salah satunya menurut Imam Jalaluddin As Suyuti mengatakan kalau apa yang sudah tertulis dalam Al-Qur`an itu memang itu datang dari Allah SWT hal ini di dasarkan pada hadis yang Shahih,Mutawatir.