FAKHRURROZI ERLANGGA
2025 · Thesis · Open Access
Abstrak
Penelitian ini membahas penafsiran Ayat Kursi sebagai media pengobatan dan jimat dalam perspektif karya ‘Alaufaq yang dinisbatkan kepada Imam al-Ghazali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana Ayat Kursi dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam tradisi pengobatan spiritual serta penggunaan jimat (tamīmah) di kalangan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis teks-teks dalam ‘Alaufaq, karya-karya tasawuf, serta literatur tafsir dan ulumul Qur’an terkait fungsi ayat-ayat al-Qur’an sebagai sarana perlindungan dan penyembuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi sufistik, termasuk dalam ‘Alaufaq, Ayat Kursi tidak hanya dipahami sebagai ayat yang berisi konsep ketuhanan dan kekuasaan absolut Allah, tetapi juga dianggap memiliki nilai-nilai protektif dan terapeutik. Penafsiran tersebut berakar pada keyakinan akan keberkahan (barakah) kalam Ilahi serta praktik wirid, ruqyah, dan amalan-amalan tertentu yang diyakini dapat menghadirkan ketenangan, perlindungan, dan penyembuhan bagi individu. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan sudut pandang antara ulama fikih, hadis, dan tasawuf mengenai legitimasi penggunaan ayat sebagai jimat fisik, sehingga membuka ruang diskusi kritis tentang batasan-batasan penggunaan Ayat Kursi dalam konteks pengobatan dan penjagaan diri.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Imam al-Ghazali dalam ‘Alaufaq menempatkan Ayat Kursi sebagai sarana spiritual yang menggabungkan aspek teologis, psikologis, dan simbolik, sehingga menjadikannya bagian dari praktik keagamaan dan kultural yang hidup di masyarakat Muslim hingga saat ini.
MUHAMMAD ABDUL ARIF
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas
di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid
al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih
luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan
terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman,
terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik
dari sisi dunia Islam maupun Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada
dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al-
Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk
menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan
(library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al-
Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan
al-Azhar.
Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz
muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak
Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s
menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran
Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an
terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa
yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16.
Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al-
Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat
teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna
kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan
Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.
FAUZIAH
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul “Unsur-Unsur Kebudayaan Minangkabau Dalam Kitab Tafsir Al-Azhar” yang ditulis oleh Fauziah NIRM.S1.VI.10.20.156, Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami interaksi antara teks suci al-Qur‟an dan kebudayaan lokal, khususnya dalam konteks unsur-unsur kebudayaan Minangkabau sebagaimana ditafsirkan dalam kitab Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana unsur-unsur kebudayaan Minangkabau dalam surah an-Nisa‟ yang terdapat dalam kitab tafsir al-Azhar. Penelitian ini dibatasi pada klasifikasi isi kandungan ayat yang berkaitan dengan unsur-unsur kebudayaan dalam surah anNisa‟, penafsiran serta analisis terhadap penafsiran tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad al-Ghazali yakni satu surah yang memiliki ayat dengan tema yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang unsur-unsur kebudayaan Minangkabau yang terdapat pada surah an-Nisa‟ dalam kitab tafsir al-Azhar. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer yaitu tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan sumber data sekunder yaitu bukubuku pendukung, jurnal, artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa dari 176 ayat yang ada dalam surah anNisa‟, Buya Hamka hanya memasukkan unsur-unsur kebudayaan Minangkabau pada 6 ayat saja yakni ayat 1, 3, 19, 21, 23, dan 24. Adapun unsur-unsur kebudayaan tersebut yaitu sistem kemasyarakatan,yang mana pada ayat 1 unsurunsur kebudayaan sosial kemasyarakatan yang di maksud adalah sistem kekerabatan yang mana Buya Hamka menuliskan bahwa jika seseorang berpegian jauah (merantau) apabila bertemu dengan orang yang satu daerah maka hal yang akan ditanyakan adalah suku. Pada ayat 3 unsur-unsur sosial kemasyarakatan yang di maksud adalah kekerabatan, yang mana kebudayaan Minangkabau menganut sistem kekerabatan menurut garis keturunan ibu (matrelinial) bukan ayah (patrilineal). Pada ayat 19 menggunakan unsur-unsur kebudayaan kesenian dengan menuliskan ungkapan tradisonal di Minangkabau yaitu orang pamenan mato, obat jerih pelerai demam sedingin tempat di kepala yaitu melihat istri yang taat hatipun senang, melihat yang memenuhi harapan, kesusahan ayah terobati itulah kekayaan yang sejati. Pada ayat 21 dalam menjelaskan tentang penceraian, Buya Hamka memasukkan unsur-unsur kebudayaan kesenian dengan menggunakan pantun taliban Minangkabau yang dipantunkan oleh seorang istri yang diceraikan suami, hanya karna si suami ingin mencari yang baru. Pada ayat 23 unsur-unsur kebudayaan yang digunakan adalah bahasa yang mana disana menggunakan bahasa lokal yaitu kemenakan. Pada ayat 23 unsur-unsur kebudayaan yang digunakan yaitu system religi yang mana dalam penafsirannya Buya Hamka meneuliskan salah satu ulama yang berasal dari Minangkabau yaitu Sayid Abdul Hamid al-Khatib (sahabat Buya Hamka) yang nana ayahnya Syaikh Ahmad Khatib (ulama Minangkabau yang masyhur di Mekkah
ALPIN AULIANSYAH JAMBAK
2025 · Thesis · Open Access
Judul skripsi ini adalah “Qarin Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Alvin Auliansyah, Nirm: S1.VI.19.20.369. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Institut Darul Qur’an Payakumbuh.
Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya maraknya di media sosial tiktok, yaitu cek khodam live. Bahkan banyak yang menyumbang agar si penyiar mau menyebutkan khodam apa yang ia punya, hanya dengan menyebutkan nama, si penyiar akan mengatakan khodam seperti apa yang ada dalam tubuh pemirsanya. Ada yang khodam Nyi Roro Kidul, Harimau Putih, Kris Merah, Elang Petir, Nyi Blorong dan ada juga yang kosong khodamnya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), menggunakan analisis deskriptif, yang merupakan sebuah metode yang mengambil bahan kajian dari berbagai sumber, dengan pendekatan metode tafsir maudhu’i. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka karna hanya Hamka yang penulis temukan bahwa qarin ada yang makhluk kasar dan halus. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan.
Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan bahwa ada 8 ayat yang mengisaratkan tentang keberadaannya jin qarin, surat An-Nisa’ ayat 38, surat As-Shaffat ayat 51, surat Fusshilat ayat 25, surat Az-Zukhruf ayat 36,38,53, surat Qaf ayat 23 dan 27. Dari semua ayat yang mengisaratkan tentang jin qarin hanya surat An-Nisa saja yang kategori Madaniyah yang lainnya masuk kategori Makkiyah.
Penafsiran Hamka menjelaskan bahwa jin qarin itu bukan hanya makhluk halus yaitu jin, setan dan malaikat yang membisikkan kebaikan dan kejahatan , namun ada juga dari makhluk kasar yaitu manusia yang perannya sama seperti qarin dari gologan makhluk halus. Karna qarin yang mengajak kepada kejahatan juga ada dari manusia, yang bisa jadi qarin itu adalah sahabat karib selama bergaul di dunia maka harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai teman karib hanya memuji perbuatan tanpa ada menasihati kelakuan buruk yang akhirnya membawa kepada kemaksitan, kesyirikan namun selalu merasa bahwa yang dilakukan selama ini adalah suatu kebenaran. Adapun peran qarin dalam kehidupan manusia ada empat macam, pertama sebagai penggiring manusia masuk ke neraka, ke dua sebagai saksi atas apa yang manusia kerjakan selama hidup di dunia, ke tiga menyeru manusia untuk melakukan keburukan, dan yang ke empat menyeru manusia untuk melakukan kebaikan.
HAMIDAH AL KASRI
2025 · Thesis · Open Access
تجريد أجرت الباحثة حميدة الكسري، طالبة في قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية، المعهد العالي الإسلامي دار القرآن بباياكمبوه، في السنة الدراسية 2025/1446، بحثًا بعنوان "تأثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في الصف السابع بمعهد الحاج مسكين كبوباتون تانه داتر". جاءت هذه الدراسة استجابةً للمشكلات التي لاحظتها الباحثة في ضعف مهارات المحادثة لدى الطالبات، وعدم فعالية الوسائل التعليمية المستخدمة في تحسين قدرة الطالبات على التعبير الشفهي باللغة العربية. ومن هنا، رغبت الباحثة في استخدام كتاب "العربية بين يديك" كبديل للكتب التقليدية، نظرًا لما يحتويه من حوارات واقعية، ومفردات مناسبة، وصور توضيحية تُسهم في جذب اهتمام الطالبات. اعتمدت الباحثة على المنهج الكمي التجريبي من نوع Pretest-Posttest Control Group Design، حيث استخدمت أدوات متنوعة لجمع البيانات مثل الاختبارات القبلية والبعدية، والملاحظة الصفية، والمقابلات، والاستبيانات. وتم اختيار طالبات الصف السابع في معهد الحاج مسكين كعينة بحثية، حيث بلغ عددهن 25 طالبة. أما نتائج الباحثة، فقد أظهرت وجود فرق ملحوظ في متوسط نتائج الاختبار القبلي والبعدي بعد استخدام الكتاب، حيث ارتفع المتوسط من 77.20 في الاختبار القبلي إلى 83.44 في الاختبار البعدي، مما يدل على أن تعليم المحادثة باستخدام كتاب "العربية بين يديك" له تأثير إيجابي وفعّال في ترقية مهارة الكلام لدى الطالبات في الصف السابع. وبذلك، توصلت الباحثة إلى أن استخدام هذا الكتاب يُعدّ وسيلة تعليمية ناجحة لتحسين مهارات المحادثة باللغة العربية في بيئة التعليم الإسلامي.
SITI ALMA RAHMADANI
2025 · Thesis · Open Access
تم العثور على مشكلات تتعلق بعملية التعلم، حيث لا يزال إتقان مهارة القراءة باللغة العربية لدى طالبات الصف السابع منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، وهي لغة غير مألوفة بالنسبة لغالبيتهن، بالإضافة إلى الصعوبات التي تواجههن في قراءة النصوص العربية بسبب عدم تعودهن عليها. يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في إتقان مهارة القراءة العربية لدى طالبات معهد ابن القيم باياكمبوه، كما يهدف إلى تبيان كيفية استخدام هذه الوسائل لتحسين وتطوير مهارة القراءة العربية وتعزيز فهم النصوص لدى الطالبات. في هذا البحث، استخدمت الباحثة المنهج الكمي التجريبي من نوع "ما قبل التصميم التجريبي" (Pre-Experimental Design)، وهو تصميم "المجموعة الواحدة مع قياس قبلي وبعدي" (One Group Pretest-Posttest Design). وتُعدُّ التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي تمر بها الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث، وهذه الخطوات والمراحل هي: أولًا: جمع البيانات المتعلقة بمشكلة البحث، وهي تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية على إتقان مهارة القراءة العربية، وذلك من خلال مقابلة الباحثة للمعلمة المسؤولة عن تدريس اللغة العربية، والتحدث معها حول تعليم مهارة القراءة في الفصل، بالإضافة إلى استخدام الاستبيان. ثانيًا: فيما يتعلق ببيانات قدرة الطالبات على مهارة القراءة، فقد استخدمت الباحثة الاختبار القبلي والبعدي. ثالثًا: فيما يتعلق ببيانات المدرسة، فقد استخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. وأخيرًا، فيما يتعلق بتأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في تحسين مهارة القراءة ورفع مستوى إتقان الطالبات لها، فقد استخدمت الباحثة الاستبيان أيضًا. تظهر النتائج التي توصل إليها هذا البحث ما يلي: أولا هناك فرق واضح بين نتائج التعلم قبل استخدام الوسيلة السمعية البصرية وبعدها، حيث بلغ متوسط الاختبار القبلي 57، ثم ارتفع بعد تطبيق المعالجة من قِبل الباحثة لتقييم مدى إتقان الطالبات لمهارة القراءة وفقًا للنظرية المستخدمة، إلى متوسط بلغ 70 في الاختبار البعدي. ثانيا وبحسب جدول الفترات (Interval)، فإن فئة الأسئلة ذات المستوى المرتفع جدًا تتراوح درجاتها بين 70 وما فوق، بينما تتراوح درجات الفئة المنخفضة بين 57، والفئة المنخفضة جدًا تتراوح درجاتها بين 63 و78. وقد بلغ عدد الإجابات الصحيحة من أصل 13 سؤالًا (موزعة على 10 أسئلة في الفئة العالية جدًا، وسؤالين في الفئة العليا، وسؤال واحد في الفئة المتوسطة). ثالثا وفي ضوء هذه النتائج، يمكن الاستنتاج أن استخدام الوسائل السمعية البصرية في تدريس مهارة القراءة العربية قد أثر بشكل إيجابي في تحسين مستوى المهارة لدى نفس الطالبات.
MUHAMMAD ARIF
2025 · Thesis · Open Access
MUHAMMAD ZAMAN
2025 · Thesis · Open Access
محمد زمان، 2025, في هذا الموضوع " تأثير إستخدام الوسيلة السمعية والبصرية على مهارة الكلام في معهد بني باياكمبوه" ( دراسة تجربية) ثم وجدت المشكلة تتعلق بمهارة الكلام لدى الطلاب، مثل صعوب كلام العربية في الصف الرابع التي لا تزال ضعيف جدا. هذا بسبب أن بعض المعلمين لا يستخدمون وسيلة متنوعة لزيادة اهتمام وحماس الطلاب، ولا يفهمون مهارة الكلام جيدا في تعليم مهارة الكلام. لذلك تم اختيار هذا الموضوع. هدف هذا البحث هو لإظهار استخدام وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام. لمعرفة فعالية وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام. لبيان تأثير وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام في معهد بني باياكمبوه. وفي هذا البحث استعمل البحث بمنهج الكمي البحث التجريبى، وهو بحث تجربي في المدرسة، و تصميم البحث هو Semi-Quasy Exsperimental Design، بنوع One Group Pretest-Posttest Design و أدوات جمع البيانات هي الملاحظة، المقابلة، الاختبار، الوثائق. من نتيجة البحث السابقة، أخذ الباحث الخلاصة ان هناك فرق بين نتيجة التلاميذ باستعمال وسيلة السمعية والبصرية و نتيجة التلاميذ بغير استعمال وسيلة السمعية والبصرية على تعليم مهارة الكلام في معهد بني باياكمبوه. من نتيجة البحث أخذ الباحث الخلاصة كما يلى: كيفية استخدام وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام في معهد بني باياكمبوه هي إجراء البحث في ستة جلسات. ثلاثة جلسات في الصف التجريبي وثلاثة جلسات في الصف الضابط. في كل جلسة من الصف التجريبي، قام الباحث بالتدريس باستخدام الوسيلة السمعية والبصرية مع مادة عن التجول. أما في الصف الضابط، إستخدم البحث الوسيلة التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام الوسيلة السمعية والبصرية. من نتائج البحث التي أجراها الباحث حول كيفية فعالية وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام لدى الطلاب. البيانات التي تم شرحها سابقا، تظهر أن الأدنى درجة في الاختبار القبلي كانت 45، وبعد استخدام وسيلة السمعية والبصرية ارتفعت الأدنى درجة إلى 65 في الاختبار البعدي. لأعلى درجة في الاختبار القبلي كانت 60، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 85. اختبار طبيعية في الاختبار القبلي نتائج Sig للفصل التجريبي 0.174 و الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل الضابط 0.056. اختبار طبيعية في الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل التجريبي 0.075 و نتائج Sig للفصل الضابط 0.055. نتائج اختبار تجانس الاختبار القبلي درجات 0,781. نتائج اختبار تجانس الاختبار البعدى درجات 0,210. اختبار T أو متوسط الفرق بيانات البحث sig (2-Tailed)0,001. ثم Ho مرفوض و Ha مقبول, هناك فعالية وسيلة السمعية والبصرية على تنمية مهارة الكلام لدى الطلاب من الطلاب الذين لايستخدمون وسيلة السمعية والبصرية.
IMAD BASIL ARRIBBI
2025 · Thesis · Open Access
عماد بسيل الربي، 2025، تحليل تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القرآن باياكمبوه. الدافع وراء هذا البحث هو أهمية دور اللغة العربية كلغة دينية وعالمية غنية بالقيم التاريخية والروحية. اللغة العربية هي إحدى المواد التي يتم تدريسها في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه على الرغم من أنها ليست مدرجة ضمن المواد التخصصية كما هو الحال في المدرسة. ومع ذلك فقد تمكنت هذه المدرسة من تحقيق إنجازات استثنائية في مجال اللغة العربية، وخاصة في أولمبياد اللغة العربية بدءًا من مستوى المدينة إلى المستوى الوطني. تهدف هذه الدراسة إلى: أولاً، وصف التخطيط لتعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه. ثانيًا: شرح تطبيق تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه في باياكومبوه. ثالثًا: الكشف عن وتقويم تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه. يستخدم هذا البحث المنهج الوصفي الكيفي بنوع دراسة الحالة. مع تقنيات جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. وفي تحليل البيانات، استخدام الباحث في تحليل البيانات نظرية مايلز وهيبرمن من خلال اختزال البيانات، وعرض البيانات، واستخلاص النتائج. وللتحقق من صحة البيانات، استخدام الباحث نظرية التثليث ومناقشة الأقران. أظهرت النتائج أن عملية تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه تتكون من: أولًا: أن المدرسة تتوفر فيها جميع مقومات التعليم، والمعلم الذين يتمتعون بالكفاءة، والطلاب المتنوعون، والأهداف التي تتماشى مع القيم الدينية، والمادة الرئيسة من المركز، والمادة الإضافية التي يعدها المعلم، والأساليب المرنة، والمرافق الملائمة لدعم التعليم، والتقويم المستمر التكويني والختامي من المعرفي والوجداني والحركي النفسي للطلاب. ثانيًا، في مرحلة التخطيط، يخطط المعلم في مرحلة التخطيط من خلال مراعاة عدة عناصر، بما في ذلك القدرات المتنوعة للطلاب، والمنهج المستخدم كمرجع. يقوم المعلم دائمًا بالوفاء بالالتزامات الإدارية من خلال استكمال أدوات التعليم مثل الوحدات التعليمية. ثالثًا، في تنفيذ تعليم اللغة العربية هناك 3 أنشطة رئيسية، تشمل الأنشطة الافتتاحية تهيئة الطلاب نفسيًا وبدنيًا للمشاركة في التعليم. وتشمل الأنشطة الأساسية عرض المواد من قبل المعلم، وإدارة الصف، والتقويم التكويني. الأنشطة الختامية، وتشمل التأمل في التعليم، وتلخيص المادة التي تم تعليمها، ولا يعطي المعلم واجبات منزلية مراعاة لوقت تعليم الطالب. رابعًا: في التقويم، يقوم المعلم بنوعين من التقويم، وهما التكويني والتلخيصي، وهما يتعلقان بمهارات الطلاب المعرفية والوجدانية والنفسية الحركية. وتشير النتائج التي توصلت إليها هذه الدراسة إلى أنه من خلال عملية تعليم اللغة العربية هذه، يمكنهم الفوز بالبطولات على مستوى المدينة إلى الأولمبياد على المستوى الوطني.
VELIANA YOLANDA
2025 · Thesis · Open Access
فيليانا يولاندا، ٢٠٢٥. موضوع الدراسة هو "تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه". تبين لاحقًا وجود مشاكل تتعلق بقدرات الطالبات على الحفظ. لا تزال الطالبات تجدن صعوبة في حفظ المفردات لأن معظمهن من مدارس ابتدائية حكومية لا تُدرّس اللغة العربية. لا تزال المعلمة تستخدم أساليب التدريس التقليدية دون استخدام وسائط تعليم لزيادة اهتمام الطالبات وحماسهن. هدفت هذه الدراسة لمعرفة تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، ولبيان مدى إتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الداخلية الإسلامية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية. استخدمت الباحثة منهجًا كميًا من نوع البحث التجريبي. تصميم هذا البحث هو ما قبل التجريبي للمجموعة الواحدة الاختبار القبلي والبعدي (Pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest). وشملت أدوات جمع البيانات المقابلات والاستبيانات والاختبارات. دُرست نتائج بحث الباحثة حول تطبيق وسائط تعليم بطاقة الدومينو العربية في تحسين إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، من خلال إجراء 3 جلسات بحثية. في هذا البحث، استُخدم فصل دراسي واحد فقط، وهو الصف السابع (د) كعينة بحثية تضم 13 طالبات. كانت المواد المستخدمة في هذا البحث هي مادة "المهنة". أُجري البحث في ثلاث جلسات في الفصل التجريبي. في الجلسة الأولى في الفصل التجريبي، أجرى الباحثة اختبارًا قبليًا، ثم قام بتدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في الجلستين الثانية والثالثة، واصل الباحثة تدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في نهاية الجلسة الثالثة، أجرى الباحثة اختبارًا بعديًا للطالبات. أما بالنسبة لإتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية، تُظهر البيانات أن أقل درجة في الاختبار القبلي كانت 10، وبعد استخدام وسائط بطاقات الدومينو العربية، ارتفعت أقل درجة إلى 85 في الاختبار البعدي. كانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 98، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 100. بناءً على نتائج التحليل الوصفي لاختبار ويلكوكسون (Uji Wilcoxon)، تم الحصول على متوسط قيمة الرتبة الإيجابية = 7.00 والرتبة السلبية = 0.00. هذا يعني أن هناك زيادة في قيمة إتقان المفردات بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. بناءً على نتائج حساب اختبار N-Gain Score، يبلغ متوسط قيمةN-Gain Score 0,81. هذا يعني أن حجم التأثير ذو دلالة إحصائية، أي ضمن الفئة "عالية" عند النظر إليه من خلال تقسيم القيم وفقًا لميلتزر. وتبلغ النسبة المئوية لقيمة N-Gain Score 81,3% ، مما يعني أن استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية فعال في تحسين إتقان مفردات طالبات الصف السابع (د) مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه.
IRDANINGSIH
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul “Penafsiran Qs. Al-Ahqaf: 15 Perspektif Tafsir Ilmi Zaghlul An-Najar Ditinjau dari Ilmu Kebidanan”, yang ditulis oleh Irdaningsih NIRM. S1.VI.19.21.037, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami keterkaitan antara ayat-ayat Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern, khususnya dalam bidang kebidanan. QS. Al-Ahqaf: 15 memuat isyarat ilmiah tentang proses kehamilan dan persalinan yang dijalani seorang ibu dengan penuh kesulitan, sebagaimana termaktub dalam bagian ayat “ḥamaltahu ummuhu kurhan wa waḍa‘at-hu kurhan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran QS. Al- Ahqaf: 15 menurut tafsir ilmi Dr. Zaghlul an-Najjar dan bagaimana relevansinya dengan ilmu kebidanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran ayat tersebut dalam perspektif tafsir ilmi serta menganalisis kesesuaian makna ayat dengan realitas medis berdasarkan ilmu kebidanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan kepustakaan (library research). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tahlili. Sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab Al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm karya Dr. Zaghlul an-Najjar, sedangkan sumber sekundernya berupa literatur kebidanan dan kitab-kitab tafsir lainnya. Hasil penelitian terdapat dua pembahasan. Pertama, penafsiran QS. Al-Ahqaf: 15 menunjukkan bahwa tafsir ilmi terhadap QS. Al-Ahqaf: 15 tentang Proses Persalinan yang digambarkan sebagai “kurhan” (kesusahan/derita), secara ilmu kebidanan”kurhan” adalah his, yaitu kontraksi uterus yang menimbulkan rasa nyeri persalinan, perubahan hormonal, resiko trauma fisik (misalnya perdarahan, robekan perineum) dan stres emosional dan mental. Kedua, analisis melalui ilmu kebidanan, penafsiran Dr. Najjar atas QS. Al-Ahqaf: 15 terbukti memiliki relevansi tinggi dan kuat dengan prinsip-prinsip dasar ilmu kebidanan. penderitaan ibu secara tekstual dalam ayat sangat sesuai dengan realitas medis mengenai tahapan persalinan, nyeri, tekanan hormonal, dan pemulihan pascapartus. Hal ini memperlihatkan bahwa tafsir ilmi mampu menjembatani antara kebenaran wahyu dan ilmu kebidanan secara harmonis.
GITRA YONO
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul “Penafsiran Sholat Wustha Dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 (Studi Komparatif Tafsir Al-Qurtubi dan Al-Mishbah)”, yang ditulis oleh Gitra Yono NIRM S1.VI.19.20.160, Mahasiswa Institut Darul Quran Payakumbuh. Latar belakang dari penelitian ini adalah lafadz shalat Wustha menjadi salah satu istilah yang diperdebatkan banyak ulama karena shalat wustha tidak dijelaskan secara gamblang dalam hukum Islam sehingga menimbulkan beberapa perbedaan para ulama dalam mengartikan pengertian shalat wustha. Dalam Al-Quran kata shalat wustha disebutkan sekali dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 dan tidak ada penjelasan secara rinci mengenai apa itu shalat wustha ataupun kapan waktu yang paling tepat untuk dilaksanakan. Salah satu jalan yang bisa diambil dalam menentukan pengertian shalat wustha adalah ijtihad ulama dengan berbagai sumber hukum agama Islam sebagai pertimbangan seperti Al-Quran dan Hadits dan lain sebagainya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penfasiran Al-Qurtubi dan M. Quraish Shihab dalam memaknai sholat wustha dalam surah al-baqarah ayat 238. kemudian menganalisis perbedaan penafsiran antara kedua mufassir. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis-deskriptif. Data penelitian ini diambil dari beberapa sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer pada penelitian ini adalah kitab tafsir Al-Qurtubi atau dikenal juga “Al-jami` li ahkam al-quran” karya Imam Al-Qurtubi dan kitab tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan, dan keserasian Al-Quran karya M. Quraish Shihab. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa jurnal, artikel, buku, skripsi yang berkaitan dengan tema penelitian. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganailisis data adalah metode muqaran, yaitu membandingkan antara penafsiran mufasir yang satu dengan yang lainnya. Hasil dari penelitian ini bahwa kedua mufasir berbeda dalam menafsirkan kata Sholat Wustha. Imam Al-Qurtubi berpendapat bahwa yang dimaksud Sholat Wustha ialah Sholat Ashar berdasarkan hadis dari Ali Bin Abi Thalib yang diriwiyatkan oleh muslim yang dinilai paling shahih. Berbeda dengan Al-Qurtubi, M. Quraish Shihab berpandangan bahwa Sholat wustha merujuk pada sholat maghrib. dikarenakan menurut M. Quraish Shihab jika dilihat dari jumlah rakaat yaitu tiga rakaat dan waktu permulaan ibadah salat wajib dalam sehari yang diawali dari salat Zuhur, juga melihat dari segi periwayatan hadits yang mengindikasikan shalat Maghrib dan segi sosial-budaya masyarakat Indonesia yang cenderung memuliakan ibadah shalat Maghrib serta sebagai shalat yang paling utama untuk dilaksanakan bagi umat Islam.
MUHAMMAD ROBITOH ASYA'ARI
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi yang berjudul: “Implementasi Sikap Toleransi Beragama Masyarakat Muslim Terhadap Non Muslim Di Desa Rokan Timur.” Di susun Oleh: Muhammad Robitoh Asya’ari, NIRM: S1.VI.19.19.488. Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh (IDAQU). Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena kerukunan umat beragama di Desa Rokan Timur, yang mana sejak berdirinya desa ini masyarakat telah mengimplementasikan sikap toleransi antar umat Muslim terhadap Non Muslim di desa tersebut, hal ini terbukti dengan tidak adanya kericuhan antara umat Muslim dan Non Muslim serta ditemukannya tempat pemakaman khusus untuk umat Non Muslim di Desa Rokan Timur, pada hal masyarakat Desa Rokan Timur bermayoritas beragama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi sikap toleransi beragama umat Muslim terhadap Non Muslim di masyarakat Desa Rokan Timur. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif (lapangan) yaitu mengumpulkan data-data melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya dengan melihat bagaimana implementasi sikap toleransi beragama umat Muslim terhadap Non Muslim. Sehingga ditemukan titik permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Adapun cara implentasi sikap toleransi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Rokan Timur Kecamatan Rokan IV Koto dengan sikap tenggang rasa yang masuk di dalamnya sikap menghormati, menghargai terhadap Non Muslim. Hal tersebut dilakukan agar terciptanya kenyamanan, kerukunan, dan kedamaian di antara masyarakat Muslim dan Non Muslim. Tidak hanya sikap tenggang rasa yang dilakukan masyarakat Muslim terhadapa Non Muslim, masyarakat Muslim juga menerapkan sikap saling menjaga. Implementasi sikap saling menjaga yang dilakukan masyarakat Muslim terhadap Non Muslim di Desa Rokan Timur Kecamatan Rokan IV Koto dengan sikap tidak saling mengusik satu sama lain, baik itu urusan agama maupun urusan pribadi. Adapun implementasi sikap umat Muslim terhadap Non Muslim yang lain adalah sikap kasih sayang. Implementasi sikap tidak memaksakan agama Islam terhadap Non Islam yang menjadikan masyarakat Desa Rokan Timur Kecamatan IV Koto hidup berdampingan dengan aman dan nyaman. Dalam perihal bersosial dan sikap gotong royong yang tinggi menjadikan masyarakat Muslim dan Non Muslim hidup berdampingan dengan harmonis.
RAFIQAH
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini mengangkat judul "Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati (Studi Living Qur’an)". Fokus utama dari penelitian ini adalah menggali bagaimana pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 18, diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan yang dikenal dengan nama “Jum’at Berkah”. Kegiatan ini mencerminkan praktik keberagamaan yang tidak hanya ritualistik, tetapi juga berdimensi sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di Masjid Istighfar Tanah Mati. Dalam menganalisis makna Surah At-Taubah ayat 18, digunakan metode tafsir tahlili dengan merujuk pada enam kitab tafsir utama, yaitu: Tafsir al-Munir, Tafsir al-Tabari, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Qurtubi. Keenam tafsir ini memberikan perspektif linguistik, historis, dan kontekstual dalam memahami ayat yang berkaitan dengan pemakmuran masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta pemakmuran masjid sebagaimana dimaksud dalam Surah At-Taubah ayat 18. Kegiatan tersebut menjadi medium aktualisasi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihidupkan dalam realitas sosial umat Islam.
SYAFRIL
2025 · Thesis · Open Access
Ayat yang menjadi landasan kegiatan bakaua adalah surah ghafir ayat 60, pada penafsiran ayat ini dijelaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berdo'a kepada Allah secara ikhlas tanpa diiringi kesyirikan, berdo'a memiliki syarat-syarat, adab-adab, waktu mustajab, tempat-tempat do'a mudah dikabulkan. Dari pemaparan tersebut tidak ada ditemukan bahwa berdo'a harus dilakukan di suatu tempat tertentu tanpa boleh diubah tempatnya, seperti yang dipraktekkan pada tradisi bakaua. Jika dilihat dari tempat-tempat mistajab do'a, tempat dilaksakannya tradisi bakaua juga tidak termasuk kedalamnya.
DEDI IKMAL ARITONANG
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.
MUHAMMAD ROIHAN LUBIS
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skripsi ini berjudul judul "Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 148 (Studi Kasus MTQ Satu Syawal di Desa Muara Potan Kecamatan Kota Nopan Kabupaten Mandailing Natal)". ditulis oleh Muhammad Roihan Lubis NIRM. SI.VI.19.20.174, Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pengaruh MTQ terhadap bacaan Al-Qur'an anak-anak di Desa Muara Potan, sebelum adanya pelaksanaan MTQ di Desa Muara Potan tersebut ketertarikan anak-anak terhadap membaca AL-Qur'an tidak begitu kuat, hanya sebagian saja dari mereka yang mempunyai minat dan ketertarikan untuk belajar membaca Al-Qur'an, dikarenakan pada waktu itu belum adanya media bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang Al-Qur'an, dan juga rasa ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan prestasi dalam bidang MTQ tersebut. Tapi setelah adanya MTQ ini minat dan ketertarikan anak-anak untuk belajar dalam bidang AL-Qur'an khususnya belajar membaca AL-Qur'an meningkat dikarenakan adanya rasa persaingan ingin mencapai prestasi dalam perlombaan MTQ yang di adakan di Desa Muara Potan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melalui metode Studi kasus. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, panitia pelaksana kegiatan, serta masyarakat desa Muara Potan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pencetus kegiatan MTQ di desa Muara Potan bapak Akhir Lubis, pelaksanaan MTQ di desa Muara Potan untuk meningkatkan minat dan bakat anak-anak terhadap Al-Qur'an dan menjadikan MTQ sebagai rutinitas masyarakat dan anak-anak disetiap satu syawal. Kedua, dasar hukum kegiatan MTQ di desa Muara Potan di ambil dari surah Al-baqarah ayat 148. Ketiga, pengaruh dari pelaksanaan MTQ ini meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an anak-anak terkhusus bagi peserta yang mengikuti kegiatan MTQ ini dan menjadi nilai keagamaan di desa Muara Potan. Keempat, kasus yang ditemukan dalam kegiatan ini kurangnya minat dan bakat anak-anak terhadap Al-Qur'an, pengumpulan dana, tidak terkontrolnya peserta dalam pelaksanaan kegiatan MTQ.
ROBIATUL ADAWIYAH
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tahlili)”, ditulis oleh Robiatul Adawiyah NIRM. S1.VI.19.21.052, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Tata krama merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial, terutama dalam hal bertutur kata yang menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Dalam perspektif Islam, bertutur kata bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi harus dilakukan dengan adab, kesopanan, dan penghormatan terhadap lawan bicara. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memberikan arahan mengenai pentingnya etika dalam berbicara, salah satunya terdapat dalam Q.S. Luqman ayat 19, melalui kalimat وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ yang berarti “dan lunakkanlah suaramu.” Maka hal inilah yang mendorong penulis untuk meliti ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui bagaimana konsep واغضض من صوتك dalam bertutur kata . Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, melalui kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama yang diakui keilmuanya. Sumber data primer di antaranya tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Al-Misbah Qurais Shihab, tafsir Al Maraghi dan tafsir An-Nur, tafsir Fi Dzilalil Qur’an, tafsir Al-Baghawi. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Penelitian ini menemukan bahwa perintah untuk melunakkan atau merendahkan suara dalam Surah Luqman ayat 19 merupakan bagian dari pembinaan akhlak dan etika sosial dalam Islam. Melunakkan suara tidak berarti berbicara terlalu pelan hingga tak terdengar, melainkan menghindari nada yang keras, tinggi, atau membentak tanpa keperluan yang mendesak, terutama di tempat umum. Konsep melunakkan suara dalam bertutur kata mengajarkan umat Islam untuk berkomunikasi dengan sopan, tenang, tidak berlebihan, dan menghormati lawan bicara, sebagai wujud dari kesempurnaan akhlak.
AMIRA ZURFA
2025 · Thesis · Open Access
أميرة زرفا، 2025، كفاءة التربوية لمعلِّم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية, لجامعة دارالقرآن باياكمبوه. وهذا بالتأكيد لا ينفصل عن الكفاءة التي يمتلكها معلم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه في تحسين إمكانات الطلاب. وبناءً على ذلك، اهتمت البحثة بإجراء بحث بعنوان كفاءة التربوية لمعلِّم اللغة العربية في مدرسةروضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه. أهمية البحثة هي وجود إنجازات الطلاب في أولمبياد اللغة العربية (OBA)، مما دفع الباحث إلى دراسة الأسباب الكامنة وراء حدوث ذلك من جانب المعلمن. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد الكفاءة التربوية لمعلم اللغة العربية، والعوامل التي تدفع الطلاب إلى تحقيق الإنجازات في أولمبياد اللغة العربية (OBA)، بالإضافة إلى العوائق والدعم الذي يواجهه المعلمون. تم استخدام طريقة الدراسة النوعية من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق. أظهرت نتائج البحثة أن معلم مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه قد استوفوا معايير الكفاءة التربوية وفقًا للقرار الوزاري رقم 16 لعام 2007. يتمتع المعلمون بتواصل دافئ وقرب عاطفي مع الطلاب. على الرغم من وجود عوائق، يسعى المعلمون إلى إيجاد حلول والاستفادة من العوامل الداعمة لتحسين جودة التعليم.
KARINA DWI KURNIA MAHARANI
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul “Figur Ayah Sebagai Pendidik Perspektif Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 33 (Kajian Tafsir Tahlili)”, yang ditulis oleh Karina Dwi Kurnia Maharani NIRM. S1.VI.19.21.015, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang Figur Ayah Sebagai Pendidik Perspektif Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 33 (Kajian Tafsir Tahlili)”, penulis ingin menggali dan membahas apakah yang dimaksud figur ayah sebagai pendidik perspektif Al-Qur’an surat Luqman ayat 33. Maka hal inilah yang mendorong penulis untuk meliti ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran Al-Qur’an Surah Luqman Ayat 33 tentang figur ayah sebagai pendidik Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui analisis figur ayah sebagai pendidik perspektif Al-Qur’an Surat Luqman ayat 33 tentang figur ayah berdasarkan Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Melalui kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama yang diakui keilmuanya. Sumber data primer diantaranya Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, Tafsir Al-Misbah Qurais Shihab, Tafsir Al Maraghi dan Tafsir Ibnu Katsir. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Penelitian ini menemukan bahwa QS. Luqman ayat 33 mengandung peringatan keras kepada manusia agar bertakwa kepada Allah dan tidak terpedaya oleh kehidupan dunia serta tipu daya setan. Ayat ini menegaskan bahwa pada hari kiamat, tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain, bahkan antara ayah dan anak. Meskipun ayat ini tidak secara eksplisit menyebutkan peran ayah dalam pendidikan, namun secara implisit menunjukkan pentingnya tanggung jawab ayah dalam menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kesadaran akan kehidupan akhirat, dan pembinaan akhlak anak sejak dini. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa figur ayah sebagai pendidik dalam perspektif QS. Luqman ayat 33 adalah sosok yang tidak hanya memberikan nafkah lahiriah, tetapi juga wajib menjadi pembimbing spiritual bagi anak-anaknya. Ayah harus menjadi teladan dalam ketakwaan, mampu membentengi keluarganya dari godaan dunia dan setan, serta mempersiapkan anak-anak agar memiliki bekal amal saleh untuk keselamatan di akhirat. Dengan demikian, peran ayah sangat vital dalam membentuk generasi yang tangguh secara spiritual dan bertanggung jawab secara pribadi di hadapan Allah.