Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.134 item publik

Publikasi

Halaman 23 dari 107

Khatam Al Qur'an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru Kec. Muaratais Kab. Tapanuli Selatan

Yuni Sartika Harahap
2024 · Book · Open Access

Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan dalam pelaksanaan Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru, karena dari bayaknya ulama yang ada di Tapanuli Selatan hanya Syekh Muhammad Baqi yang di lakukan Haulnya tiap tahunnya, dan biasanya Haul dilakukan di pesantren-pesantren tapi Haul Syekh Muhammad Baqi dilakukan masyarakat di Desa Basilam Baru kecamatan Muaratais kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur’an. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah Sejarah Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi ini dilakukan pada tahun 1992 M. Dimana ini dari inisiatif keluarga yang melihat dari tempat belajar Syekh Muhammad Baqi di langkat yang juga mengadakan Haul setiap tahunnya. Dalam pelaksanaan Khatam Al-Qur’an ada beberapa tahapan yaitu:pertama persiapan, Kedua, Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an pertama istighfar bersamasama sebanyak tiga kali dan lanjut membaca Tawassul dan dilanjut membaca Al-Qur’an sesuai juz yang telah dibagi, kemudian tahlil dan takhtim, Ketiga, Penutup (doa)Pembacaan doa dan makan bersama. Dasar pelaksanaan Haul yaitu Surah Al-Hasyar ayat 10, dari penjelasan kitab tafsir menghormati umat muslim yang sudah meninggal yaitu dengan cara mendoakan orang tersebut. Sedangkan menurut pemahaman ketua pelaksana Hasrul Sofyan surah Al-Hasyar ayat 10 adalah mengadakan acara Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi dalam rangka menghormati dan memberikan hadiah sebagai atas jasanya dalam membuka Desa Basilam Baru, mendirikan pesantren dan guru besar tarekat Naqsabandiyah.

Adab Panggilan kepada Rasulullah SAW dalam tafsir Al-Azhar

Ummi Sakinah
2024 · Book · Open Access

Rasulullah SAW sebagai manusia termulia dan pemimpin para Nabi dan Rasul haruslah kiranya bersopan santun kepada rasul dengan adab yang baik dan mulia. Kata Addaba tidak ditemukan dalam kitab Mu’jam. Sedangkaan kata Rasul, dalam al-Quran ada 116 kata Rasul dalam 111 ayat ayat yang berkaitan tentang adab kepada Nabi Muhammad yang ada kata Rasul di dalamnya hanya 4 ayat. Maka dalam penelitian ini peneliti akan menjelaskan bagaimana Adab panggilan kepada Rasulullah dalam al-Quran surah An-Nur: 63. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah AlMujadalah ayat 12. Dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa diterapkan kepada ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah dan kepada orangtua dengan panggilan ayah/bunda.

عملية تعليم الخط في معهد المنار الثانوى باتوهمبار ليما بولوه كوتا

Fitri Mardhatillah
2024 · Book · Open Access

اللغة ىي أداة التواصل األكثر أمهية يف التفاعل مع أي شخص يف ىذا العامل، فقد مت إنشاء العديد من اللغات، كل ذلك لتسهيل التواصل مع اآلخرين. كما تعد اللغة أداة التواصل الرئيسية واإلبداعية والسريعة اليت يستخدمها اإلنسان لنقل أفكاره وأفكاره ومشاعره. ال ديكن فصل اللغة عن حياة اإلنسان، ألن البشر ىم من يستخدمون اللغة أبنفسهم للتفاعل. فاللغة دليل على عظمة هللا ٔ سبحانو وتعاىل كما يف سورة الروم: ٕٕ ابللغة العربية، يتم استخدام كلمة )الكتابة أو اخلط( يف اخلط، واليت تشَت إىل الكتابة اجلميلة )الكتابة اجلميلة أو اخلاط اجلميل(. يطلق على األشخاص اخلرباء يف ىذا اجملال اسم اخلاطاط )Calligrapher). اخلط مبعٌت "فن اخلط" صحيح ألن القدرة على الكتابة بشكل جيد ىي ٕ يف الواقع القدرة على استخدام القلم للكتابة. يتمتع اخلط أبعلى وضع وىو تعبَت شليز للغاية عن روح اإلسالم. لذلك، يشار إىل اخلط يف كثَت من األحيان ابسم "فن الفن اإلسالمي". ىذا التأىيل صحيح ألن اخلط يعكس عمق معٌت الفن، والذي يتم احلصول عليو بشكل أساسي من قيم ومفاىيم اإلديان. خالل األتراك العثمانيُت، صرح خبَت اخلط الشهَت ايقوت ادلستعثمي أن رتال اخلط كان لديو فارق أعمق، وىو رتال ٖ ادلشاعر. لذلك، يقدم ايقوت احلدود التالية: اخلط ىندسة روحانية وان ظهرت آبلة جسمانية. ُمها يف احلضارة الغربية، ُ يف بداية العهد العباسي، كان خطنان الثناين اشتهر ذكر ومها الضحاك بن عجيان وإسحاق بن زتاد. عاش الضحاك يف عهد أبو العباس الصفة، اخلليفة العباسي األول ) ٚ٘ٗ-ٚ٘ٓ م(، بينما اشتهر إسحاق يف العهد ادلنصور )ٚٚ٘-ٚٗ٘م( وادلهدي، َّ اخلليفة الثالثة ) ٚٛٙ-ٚٚ٘ احة، الر َ ن ِ م ٍ َة ون ُ ر ُ م( يربز إسحاق إلصلازاتو يف تقدمي مستوى أكثر م ٗ وإضفاء اجلمال على كتابة السولس و السلوسُت وتعميم استعماذلا

عملية تعليم المحفوظات في مدرسة موتيارا هاتي الإعدادية باياكمبوه

Helmi Hariri
2024 · Book · Open Access

ا "األقوال احلكيمة" ابللغة العربية، ويتضمن حفظ وفهم مجل ذات معىن من مصادر ً تعليم احملفوظات يعين حرفي إسالمية كالسيكية خمتلفة. لقد كان حمفوظات، ابحلكمة الواردة يف مجلة القصرية، منذ فرتة طويلة ركيزة مهمة يف الرتبية اإلسالمية، حيث يقدم التوجيه األخالقي واحلكمة احلياتية للطالب. يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ًض ابايكمبوه، ال يعمل تعليم احملفوظات كوسيلة لغرس القيم النبي ا بشكل مبتكر ُستخدم أي لة فحسب، بل ي حلمي حريري لزايدة اهتمام الطالب ابللغة العربية. أما هدف البحث هو حتليل عملية ختطيط وتنفيذ وتقومي تعليم احملفوظات للصف الثامن يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ابايكمبوه. طريقة البحث املستخدمة هي وصفية نوعية، مع تقنيات مجع البياانت من خالل املقابالت واملالحظة ودراسات التوثيق. أظهرت نتائج البحث أن ختطيط ا، حيث مل يستخدم املعلم خطة ً تعليم احملفوظات يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ابايكمبوه مل يكن مثالي تنفيذ التعلم (RPP (كدليل يف عملية التعليم والتعلم. ومع ذلك، استمر املعلم يف تقدمي تعليم مفيد ابستخدام كتب احملفوظات من كلية املعلمني اإلسالمية كونتور. تضمن تنفيذ التعليم ثالث مراحل رئيسية: تقدمي احملفوظات وشرحها وحفظها. مت إجراء التقييم من خالل االمتحاانت الشفوية والتحريرية، حيث بلغ متوسط .ً درجات االمتحان الشفوي 83.76 واالمتحان التحريري 83.27 لثالثة وثالثني طالبا

Solusi Al-Qur'an Terhadap Strawberry Generation (Studi Tafsir Maudhu'i)

Salsabil Febrihana
2024 · Book · Open Access

Strawberry generation adalah Generasi yang terkenal dengan sifat putus asanya, mudah menyerah dan tidak sabaran. Sifat ini dilarang oleh allah dalam al-Qur’an, sehingga diperlukan solusi untuk masalah strawberry generation ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasi dan menafsirkan ayat-ayat alQur’an yang menjadi solusi terhadap strawberry generation. Penelitian inimenggunakan metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh al-Farmawi, bersifat kualitatif deskriptif. Adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan enam kitab tafsir yakni tafsir Al-Munir, Al-Misbah, Kemenag, An-Nur, Al-Azhar dan Al-Qurthubi. Data sekunder yakni jurnal ilmiah dan artikel, serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini memiliki dua pembahasan. Pembahasan pertama mengenai klasifikasi ayat yang terdapat dalam QS.Taha: 130, QS.Ali-Imran : 146, QS.Yusuf: 87, QS.AzZumar: 53, QS. Al-An’am: 44, QS. Al-Baqarah: 112. Pembahasan kedua, mengenai penafsiran ayat yang dibagi menjadi tiga tema. Pertama, sabar. Dengan sabar, maka timbullah ridho dalam hati menerima segala yang telah ditakdirkan oleh Allah dalam hidup ini. Kedua, mengingat rahmat Allah, sehingga muncul rasa syukur, tidak mudah mengeluh serta tidak mudah berputus asa. Ketiga, tunduk dan patuh kepada Allah serta berbuat baik membuktikan penghambaan dan bukti bahwa manusia itu lemah dan bergantung kepada Allah. Ketiga solusi ini harus diiringi dengan usaha yang maksimal.

Pembacaan Shalawat Badar serta Dzikir Pagi dan Petang di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlisin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur'an)

Jamaluddin Pohan
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini adalah pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an yang mempunyai keunikan dalam pelaksanannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui dasar dan manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang dilakukan secara rutin pada waktu setelah shalat ashar, maghrib, dan shubuh. Pelaksanaannya dipimpin oleh santri yang dipilih oleh ustadzustadzah pengasuh santri dan diikuti oleh seluruh santri. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

Keluarga Ideal Prespektif Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik Ayat-Ayat Terkait Nabi Ibrahim dan Keluarganya)

Fatya Rahma Firdaus
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup berpasangpasangan, membutuhkan keluarga yang ideal. Menciptakannya bukan hal yang mudah, banyak faktor yang menjadi penghambat. Peneliti mengungkapkan bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya yang terdapat di dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Abd Hayy al-Farmawi, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al- Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi, tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi AshShiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumbersumber lainnya. Penelitian menemukan terdapat 63 ayat terkait kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Ismail putranya ditemukan 12 ayat. Ya’qub cucu Nabi Ibrahim sebanyak 16 ayat. Ayat yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 ayat berkaitan dengan bentuk keluarga ideal. Pertama sikap mempercayai dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kedua sikap menerima kekurangan keluarga dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga dalam Q.S Ibrahim ayat 37 dan Q.S ash-Shaffat ayat 102, keempat sikap saling menghargai dalam Q.S ashShaffat ayat 102, kelima sikap saling mencintai dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55.

Pengaruh Festival AL-Qur'an di PAUD AL-Huffazh Kota Payakumbuh (Kajian Living Qur'an)

Sri Dea Puspita
2024 · Book · Open Access

Saat ini program tahfidz Al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negri maupun swasta, baik formal maupun non formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolahsekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh, yang mana mereka memiliki program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Selain itu program ini juga menumbuhkan semangat belajar bagi para santri, mu’allimah dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar, serta orang tua para santri jadi ikut rajin dalam muroja’ah hafalan bersama anak-anaknya dirumah.

تأثير وسيلة الصور على تنمية مه‍ارة القراءة بمدرسة موتيارا ه‍اتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه

Ilham Akbar
2024 · Book · Open Access

Kesulitan belajar yang dialami dalam proses pembelajaran adalah suatu kewajaran yang dialami oleh peserta didik. Kesulitan belajar datang dari beberapa faktor tertentu. Termasuk kesulitan belajar dalam belajar bahasa arab. Faktor kesulitan belajar bahasa arab beraal dari faktor internal dan faktor eksternal. Pertama faktor internal yang berasal dari diri peserta didik tersebut meliputi daya ingat yang kurang, terganggunya alat-alat indra, kebiasaan belajar serta kurang konsentrasi dalam belajar. Kedua faktor eksternal yang berasal dari luar diri peserta didik tersebut meliputi faktor keluarga, sekolah dan lingkungan

Penafsiran La'nat dalam QS Al Baqarah Ayat 161 (Studi Komparatif Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Al Qurtubhi)

Dede Pebriani
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan hubungan baik dengan orang lain, namun sering terjadi konflik di masyarakat. Salah satunya adalah kecenderungan melaknat orang yang tidak disukai atau sedang berkonflik, tanpa memandang siapa yang dila’nat. Dalam Islam, melaknat mukmin adalah dosa besar, namun banyak orang salah paham dan menganggap la’nat sebagai makian atau ungkapan marah. Kemudian penulis ingin menganalisa kedua Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi karena dua tafsir tersebut berpengaruh yang menawarkan perspektif berbeda tentang ayat ini. Ath-Thabari menggunakan pendekatan historis dan analitis, sedangkan Al-Qurthubi menggunakan pendekatan fiqhiyah dan menyertakan banyak pendapat ulama. Penelitian ini mengeksplorasi makna la’nat dan implikasinya melalui kedua tafsir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap penafsiran la’nat dalam kitab tafsir AthThabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptifanalitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mengacu pada Tafsir AthThabari dan Tafsir Al-Qurthubi sebagai sumber utama. Analisis dilakukan dengan membandingkan interpretasi kedua tafsir tersebut terhadap ayat yang diteliti, serta mempertimbangkan konteks historis dan metodologis masing-masing mufasir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran la’nat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 161 kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi saling melengkapi satu sama lain, Menurut Imam Ath-Thabari, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan hukuman Allah yang berbentuk dijauhkan dari rahmat Allah, Menurut Imam Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan bentuk hukuman yang berupa kutukan dalam konsekuensi yang sangat berat dan pedih. Dan la’nat dari Malaikat dan manusia adalah sebagai bentuk do’a ataupun perkataan. Analisa penulis mengemukakan bahwa bentuk dari la’nat allah itu adalah hukuman dan bentuk dari do’a karena merasa benci. Sementara perbedaan anatara kedua mufasir tersebut yaitu imam Ath-Thabari menjelaskan la’nat bentuk hukuman yang allah jauhkan dari rahmat dan keberkahannya, Sedangkan Imam AlQurthubi menafsirkan lanat bentuk kutukan dari Allah dalam perbuatan yang sangat buruk yang dilakukan oleh manusia. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang studi Al-Qur'an dan membantu umat Islam dalam memahami pesan-pesan Allah secara lebih mendalam.

تعليم اللغة العربية بكتاب العربية بين يديك المجلد الأول في مدرسة القرآن الزمرية المتوسطة ليما بولوه كوتا

Wilga Yulianti Putri
2024 · Book · Open Access

ك مشكلة يف مهارة اللغة العربية لدى طالب الصف الثامن يف مدرسة القرآن الزمرية املتوسطة ليما بولوه كوات. أهنم قد درسوا كتاب العربية بني يديك اجمللد األول، إال أهنم ال يزالون غري قادرين على التحدث ابللغة ا للقواعد الصحيحة. يثري هذا األمر ا ً العربية وفق هتمام ألننا نعلم أن كتاب العربية بني يديك اجمللد األول يعترب للمبتدئني، وأن لغته يتضمن العديد من التعابري اليومية. ً مصدر تعلم جيد، خاصة استخدمت الباحثة املدخل الكيفي مبنهج دارسة احلالة. استخدمت الباحثة طريقة مجع البياانت من املالحظة واملقابلة والواثئق. مث حتليل البياانت ابستخدام نظرية التحليلية مايليس وهيبريمان بطريقة تكثيف البياانت، عرضها واالستنتاج منها. واستخدمت الباحثة فحص صحة البياانت بطريقة التثليث. نتائج هذا البحث دلّت على أن ختطيط تعليم اللغة العربية بكتاب العربية بني يديك اجمللد األول يف مدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات مكتمل. يقومون إبعداد خطة الدرس )RPP )يف بداية الفصل الدراسي. وتنفيذ تعليم اللغة العربية بكتاب العربية بني يديك اجمللد األول يف مدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات تتم من خالل ثالث مراحلة، بدءت من املرحلة األوىل واألساسي، وحىت املرحلة اخلامتة، وتشمل تعزيز فهم الطالب من خالل التقييم وتقدمي ملخص للمادة اليت متت دراستها يف ذلك اليوم. مث يف مرحلة تقييم تعليم اللغة العربية بكتاب العربية بني يديك اجمللد األول، يتم استخدام طريقة االختبار الكتايب يف هناية الفصل الدراسي الثاين. كانت نتائج اختبار مجيع طالب الصف الثامن يف مدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات كالتايل: حصل 9 طالب على درجة ،011 و4 طالب حصلوا على درجات أقل من معيار احلد األدىن لإلتقان. ومع ذلك، فإن طالب الصف الثامن ًقا للقواعد الصحيحة اليت درسوها يف كتاب العربية بني يديك ال يعتادون أو ال يطبقون الكالم ابللغة العربية وف اجمللد األول. لذلك، ال يزالون يتكلمون ابللغة العربية ابستخدام لغة املعهد )فوندوك( اليت ال تناسب مع القواعد اليت درسوها يف كتاب العربية بني يديك اجمللد األول.

Penafsiran Halim dalam Al-Quran

Rusfa Azizi
2024 · Book · Open Access

Nama Allah diterangkan dalam surat Al-A’raf ayat 180 yang berbunyi dan milik Allah asmaul husna, namun penelitian penulis menemukan nama Allah tersebut juga ditujukan kepada makhluknya. Bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ḥalîm dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan enam kitab tafsir yakni tafsir Al-Azhar, Al-Maraghi, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Ibnu Katsir, AlManar. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ḥalîm serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz م ل ح dalam Al-Qur’an sebanyak 20 ayat dalam 16 surat. Lafadz yang bermakna penyantun ialah Ḥalîm yang terdapat 15 ayat dalam 12 surat, dengan derivasi Ḥalîmun, Ḥalîman, Ḥalîmin. Sifat Ḥalîm tersebut tidak berdiri sendiri melainkan juga disandingkan dengan sifat Ghafur, ghaniy,‘Alim, Awwah, Rasyid dan Syakur. Ḥalîm berarti sifat menangguhkan atau tidak menyegerakan hukuman bagi manusia yang berbuat dosa serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat dan akan memaafkannya jika memohon ampunan. Setelah melewati setiap langkah dalam penelitian penulis mendapatkan kesimpulan bahwa bagi manusia sikap penyantun bermakna sabar dan tidak tergesa-gesa melakukan sesuatu, sedangkan penyantun bagi Allah ialah menangguhkan hukuman dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi orang yang mau bertaubat.

ستخدام إلقاء المفردات اليومية في تعليم الإنشاء الكتابي في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه

Rosalina
2024 · Book · Open Access

كان تعليم اإلنشاء يف معهد مالزمة اضتفاظ ابايكمبوه ساعد هبا عملية إلقاء اظتفردات اليومية ألن صعوابت ومشكالت تعليم اإلنشاء ىي قلة إتقان اظتفردات لدى الطالبات. واألىداف من ىذا البحث ىي: ظتعرفة ختطيط و لبيان عملية وإلظهار تقومي إلقاء اظتفردات اليومية يف تعليم اإلنشاء الكتايب يف معهد مالزمة اضتفاظ ابايكمبوه. يستخدم ىذا البحث ببحث النوعي، أما طريقة صتمع بياانتو ىي اظتقابلة، واظتالحظة والواثئق. وأما مصادر البياانت ىذا البحث ىو رئيس اظتعهد واظتدرسة والطالب. أما 3 نتائج البحث، يف ختطيط إلقاء اظتفردات اليومية إختارت اظتشرفة إلقاء اظتفردات ما ستعطي وتقدمت أوال قبلها إىل أستاذة من قسم اللغة يف الكتابة أواظتثال من رتلة اظتفيدة. حىت تكون اظتفردات اظتقدمة متوافقة مع اضتاجة ومناسبة يف إدارهتا. مصادر اظتفردات اليت سيتم توفَتىا ىي قامو س دروس اللغة العربية ألفو أبو خزيفة أزتد بن كادايت. أما عملية إلقاء اظتفردات اليومية تعطي اظتشرفة إلقاء اظتفردات مفردتُت ورتلتُت كل اظتفردات. وصنعت الطالبات رتلتُت األخرى من اظتفردات. وكانت الطالبات تنقسم إىل فرقة الصغَتة أينما بينهن اظتشرفة إلقاء اظتفردات. ًب عملية إلقاء اظتفردات أربعة أايم يف األسبوع يعٍت يوم اإلثنُت حىت يوم األربعاء ويف يوم السبت. وأما تقومي إلقاء اظتفردات اليومية يف تعليم اإلنشاء الكتايب يف معهد مالزمة اضتفاظ ابايكمبوه يعٍت على شكل أسئلة تدريب، تتم عملية التعلم وابلطبع اضتضور والنشاط يف طرح األسئلة عندما التعلم يف الفصل واإلجابة على األسئلة وكذلك تقييم النتائج أثناء االمتحان. كانت يف نتيجة ستسة وتسعون طالبة واحدة، يف نتيجة أربعة وتسعون طالبة واحدة، إثنان وتسعون طالبة واحدة، واحد وتسعون طالبة واحدة، ثالثة وذتانون طالبتان، إثنان وذتانون طالبتان، ذتانون طالبة واحدة، يف نتيجة تسعة وسبعون طالبة واحدة، ويف نتيجة ذتانية وسبعون ىناك أربعة طالبات، ستسة وسبعون طالبتان، وأما يف نتيجة أربعة وستسون طالبة واحدة.

Kriteria Istri Shalihah dalam Qur’an Surat An Nisa (Studi Kitab Tafsir Nazarat fii Kitabillah)

Eziza
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan melalui media sosial tentang fenomena-fenomena yang terjadi khususnya pada perempuan yang melakukan yang dilarang syariat. Di dalam al-qur‟an juga ada surah yang artinya perempuan (An-Nisa‟), di dalam dunia penafsiran peran perempuan juga ikut andil salah satunya yaitu Zainab al-Ghazali. Berasal dari keluarga mulia, dari pendidikannya Zainab belajar langsung dengan ulama besar di al-azhar, juga seorang aktifis akan tetapi kesibukan Zainab tidak melalaikan tugas nya sebagai seorang istri. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode tafsir maudhu‟i Muhammad al-Ghazali.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penafsiran zainab al-ghazali dalam menafsirkan ayat-ayat tentang kriteria istri shalihah.Sumber data utama dalam penelitian adalah kitab tafsir nazarat fi kitabillah. Hasil penelitian ini ditemukan dalam Qs. Surah An-Nisa‟ yang terdiri dari 176 ayat, terbagi menjadi 15 pembahasan di antara pembahasan tersebut salah satunya adalah kriteria istri shalihah. Pertama yaitu istri yang ikhlas memberikan sebagian mahar kepada suami. Kedua, istri yang taat kepada Allah dan taat kepada suami. Ketiga, istri yang mempertahankan keutuhan rumah tangganya karena mendapatkan perlakuan buruk, yaitu bersikap tidak acuh terhadap istri. Keempat, istri yang mampu meringankan beban suami dalam keadaan susah karena memiliki istri lebih dari satu, disebabkan pada dasarnya suami tidak akan mampu untuk betulbetul bisa adil dalam hal tersebut

Tradisi Mengampuang Menjelang Resepsi Pernikahan di Desa kuntu Darussalam Kec Kampar Kiri Kab Kampar Provinsi Riau

Imam Muhlisin
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini tentang al-Qur’an yang hidup dikehidupan sehari-hari Spesifikasinya ayat al-Qur’an yang termuat dalam sebuah tradisi yang dalam tradisi tersebut terdapat nilai al-Qur’an tercermin dari hidup saling membantu dan tolong-menolong. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an sebagai teks yang harus difahami dengan menggunakan beberapa disiplin keilmuan, akan tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan metode living Qur’an. Pendekatan ini berusaha mengkaji bentuk interaksi kelompok muslim terhadap al-Qur’an pada aspek penerapan teks al- Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan living Qur’an. Hal ini dikarenakan penelitian ini menekankan aspek nilai-nilai al-Qur’an di masyarakat. Hasil dilapangan menunjukkan, yakni; Penjamuan, pembukaan perundingan acara tradisi mengampuang, mengumumkan undangan pesta pernikahan anak dari si tuan rumah dan bantuan pengumpulan dana uang sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi dan juga dapat menerapkan sifat tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an. hal demikian didasari oleh pemahaman masyarakat terhadap surah al-Maidah ayat 2, yakni wata’awanu alal birri wa takwa, wala ta’awanu alal iṡmi wal ‘udwan. Oleh sebab itu masyarakat telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dikehidupan sehari-hari atau disebut dengan living Qur’an.

إستخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه

Aida Rahmi Syafitri
2024 · Book · Open Access

أيدا رحمي شفتري، ،2110291 استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة لطالب فصل الثالث في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه )الدراسة الوصفية(. كلية التربية لمعهد العالى اإلسالمى دار القرآن باياكمبوه. يتناول هذا البحث أهمية األساليب الجيدة في التعلم، ألن األساليب الجيدة والمناسبة أن تحقق نتائج تعليمية جيدة. درس تعليم المطالعة هو أحد أشكال تعلم اللغة العربية العديدة، والتي تحتوي على العديد من القصص الحكيمة. وباستخدام طريقة القصة، ليجعل هذه الدراسة دراسة مريدة، والغرض منه هو نقل الشعور بالحماس للتعلم لدى األطفال. الغرض في هذا البحث هي : لمعرفة تخطيط و لبيان تنفيذ و إلظهار تقويم استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه. المدخل المستخدام في هذا البحث هو المدخل الكيفي، و أسلوب جمع البيانات لهذا البحث وهي بطريقة المقابلة والمالحظة والوثائق، الذي كلها للرد مشكالت البحث عن استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه. وأما مصادر البيانات في هذا البحث هما المعلمة و الطالبات. وبناء على نتائج البحث، أن تخطيط هو لم تكن هناك الخطط الدراسية من المعلم. ولكن هنا المعلم في هذا التعليم لديه كتاب تعليمي للتعلم. وأما تنفيذ الخطوات بطريقة القصة هي : ينقسم المعلم الطالب إلى مجموعات حسب عدد العناوين التي ًضا بتوفير العديد من سيدرسونها في الفصل الدراسي الواحد، قام الطالب المسؤول أي األدوات/الوسائط التي يشعر أنها قادرة على مساعدة أصدقائه على فهم العنوان الذي سيقدمون، بعد ذلك يبدأ الطالب بالبحث عن المفردات من العنوان ومحتوياته مع أصل المفردات التي أعطاها المعلم، بعد ببيت، في النهاية يقوم الطالب المسؤول بتوجيه خمسة ً ا ذلك يبدأ الطالب بشرح القصة بيت السؤال ألصدقائه كنوع من التفاهم من األصدقاء المستمعين، بعد ذلك يحكي المعلم القصة مرة ينقل المعلم الحكمة التي ً ا أخرى للطالب حسب الطريق الذي نقله الطالب إلى أصدقائه، وأخير يمكن أخذها من عنوان الدرس في ذلك اليوم. و أن التقويم هو هناك ثالثة أشكال لتقييم استخدام طريقة القصة في تعليم المطالعة، وهي : تقييم األسبوعي، والتقييم الشهري، والتقييم نهاية الفصل الدراسي.

PENAFSIRAN QS. AL-MA'ARIJ AYAT 19 ( STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL-MUNIR)

MILA ROZA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai macam penyebutan manusia dalam Al-Qur'an yaitu Basyar, Al-Ins, An-Nas, Bani Adam dan Al-Insan. Namun, penulis menemukan hal menarik dalam penyebutan manusia yang terdapat dalam Al-Qur'an, terutama dalam Qs. Al-Ma'arij ayat 19 yaitu menyebutkan tentang sifat atau karakter manusia terutama yang berkaitan dengan Al-Insan. Kemudian penulis ingin menganalisis dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili serta analisis penulis dari kedua mufassir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Hamka bahwa manusia selalu berkeluh kesah dalam keadaan apapun. Sedangkan Wahbah Az-Zuhaili bahwa manusia itu sangat berkeluh kesah yang disebabkan oleh munculnya situasi atau kondisi yang berakibat keluh kesah itu muncul. Analisis penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia diciptakan dari sifat keluh kesah. Kedua mufassir ini memiliki perbedaan penafsiran, akan tetapi guru kedua mufassir ini sama-sama Mahmud Syaltut. Namun, kedua mufassir ini mempunyai corak yang berbeda dalam menulis kitab tafsir yaitu Hamka memakai corak Adabi al-Ijtima'i sedangkan Wahbah Az-Zuhaili memakai corak fiqih

Karakter Pemuda Ideal Perspektif al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik )

NADHIRA AYU SAFIRA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Karakter Pemuda Ideal Perspektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)” yang ditulis oleh Nadhira Ayu Safira, NIRM: S1. VI. 19. 19. 491. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi dimana lebih banyak umur produktif (15-64 tahun) dibanding usia non produktif artinya masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak pemuda saat ini, suatu momentum untuk perbaikan Indonesia ke depan. Kemajuan teknologi dan informasi dan pengaruh globalisasi membuat informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat tanpa ada batasan waktu dan tempat. Selain membawa dampak positif kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif pada pemuda yaitu terjadinya kemerosotan moral. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yaitu untuk mengetahui klasifikasi ayat tentang karakter pemuda ideal dan menjelaskan penafsiran ayat tentang karakter pemuda ideal perspektif Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), yaitu dengan cara mengadakan studi secara teliti literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas. Adapun pendekatan yang digunakan adalah menggunakan metode tafsir tematik, yaitu mengkaji ayat-ayat yang terhimpun, kemudian menyimpulkan dan menyusun kesimpulan tersebut kedalam kerangka pembahasan sehingga tampak dari segala aspek, dan menilainya dengan kriteria pengetahuan yang benar. Dalam penyajiaanya, penulis menggunakan metode deskriptif analitis untuk mendapatkan gambaran utuh. Hasil penelitian kata fata dengan berbagai bentuk ada sepuluh yang tersebut dalam Al-Qur’an. Tapi yang masuk pembahasan Karakter Pemuda Ideal Perspektif Al-Qur’an hanya ada lima ayat. Yaitu فِتْيَةٌ Q.S. al-Kahfi [18]: 13, الْفِتْيَةُ Q.S. al-Kahfi [18]: 10, فَتٰىهَا Q.S. Yusuf [12]: 30, لِفَتٰىهُ Q.S al-Kahfi [18]: 60, فَتًى Q.S. al-‘Anbiya [21]: 60. Karakter pemuda ideal dalam Al-Qur’an yaitu: 1) Tauhid kepada Allah (Q.S. al-Kahfi [18]: 10 &13) 2) Keteguhan hati (Q.S. Yusuf [12]: 30), 3) Tawadhu’ (Q.S al-Kahfi [18]: 60), 4) Punya tujuan dan mewujudkannya (Q.S al-Kahfi [18]: 60), 5) Pemberani (Q.S. al-‘Anbiya [21]: 6o

Penerapan Ilmu Tajwid Para Penghafal Al-quran SMA Putra Cahaya Islam Payakumbuh

SARASWATI SUPARNO PUTRI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi dengan judul " Penerapan Ilmu Tajwid Para Penghafal Al-Qur’an SMA Putra Pesantren Cahaya Islam Payakumbuh ", ditulis oleh Saraswati Suparno Putri NIRM.SI.VI.10.20.191. Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh para santri di SMA putra Pesantren Cahaya Islam yang menghafal Al-Qur'an dengan metode yang sudah baik, namun seringkali terjadi ketidaktepatan dalam penerapan ilmu tajwidnya saat menyetorkan hafalannya, terutama dalam aspek makharijul huruf, hukum nun sukun dan tanwin, serta bacaan mad. Hal ini dapat mengurangi kualitas bacaan Al-Qur'an dan berpotensi mengubah maknanya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Populasi penelitian adalah seluruh orang yang terlibat baik para Pembina/guru maupun santri SMA putra kelas XI dan XII Pesantren Cahaya Islam Payakumbuh itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana penerapan ilmu tajwid oleh para penghafal Al-Qur'an di SMA putra Pesantren Cahaya Islam, dengan fokus pada bidang Makhorijul Huruf, Nun Sukun Tanwin, dan Mad. untuk menjadikan santri yang memiliki hafalan yang bagus dan mutqin serta saat menyetorkan hafalannya serta penerapan hukum tajwidnya benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses penerapan ilmu tajwid dilaksanakan dalam lima tahapan, meliputi talqin, tanya jawab hukum tajwid, menghafal ayat beserta artinya, setoran hafalan, dan penulisan ayat yang telah dihafalkan. Kegiatan tahfidz di pesantren ini didasarkan pada surah Al-Muzzammil ayat 4, yang memerintahkan untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil. Pesantren mewajibkan santri menghafal 3 baris Al-Qur'an setiap hari, dengan penyesuaian berdasarkan kemampuan individu santri. Evaluasi penguasaan ilmu tajwid santri kelas XI dan XII menunjukkan bahwa sebagian besar santri sudah bagus dalam menguasai, memahami, dan mengaplikasikan ilmu tajwid dalam hafalan mereka, khususnya dalam Makhorijul Huruf, Nun Sukun Tanwin, dan Mad. Namun masih terdapat sebagian kecil santri yang memerlukan perhatian khusus dalam penguasaan teori dan praktik dalam ilmu tajwid.