Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Penulis: M.A
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

WAWASAN QIRA’AT AL-QUR’AN (Mengenali Ragam Bacaan, Bentuk Tulisan, Tanda Baca, Hingga Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam)

2026•Koleksi Perpustakaan

Judul : WAWASAN QIRA’AT AL-QUR’AN (Mengenali Ragam Bacaan, Bentuk Tulisan, Tanda Baca, Hingga Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam) Penulis : Dr. H. Sopyan Hadi Musa, S.Pd.I., M.Ag. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 171 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-353-9 SINOPSIS Pada awalnya, bacaan Al-Qur’an yang diajarkan Rasulullah adalah bacaan yang sesuai dengan dialek Quraisy, yaitu suku yang mendiami kota Makkah dan sekitarnya di mana Rasulullah pertama menyampaikan Al-Qur’an dan dakwahnya. Namun Rasulullah sangat memahami bahwa bangsa Arab bukanlah terdiri dari satu suku Quraisy saja, melainkan masih ada puluhan suku lagi yang terpencar di sekitar semenanjung Arab. Masing-masing suku memiliki dialek yang berbeda, baik perbedaan yang tajam maupun ringan. Perbedaan yang ada meliputi beberapa hal antara lain terkait fenomena imâlah, takhfîf hamzah, dan idghâm. Hal inilah yang menjadi salah satu sebab terjadinya ragam qiraat Al-Qur’an. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam membaca Al-Qur’an, Rasulullah SAW meminta kepada malaikat Jibril agar menambahkan versi bacaan Al-Qur’an (qiraat Al-Qur’an) sehingga Al-Qur’an dapat dibaca dengan beberapa versi bacaan tidak hanya dengan satu versi bacaan saja. Rasulullah menyadari bahwa kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah maupun Jazirah Arab ada banyak, masing-masing memiliki dialek (lahjah) yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Apabila Al-Qur’an hanya bisa dibaca dengan satu versi cara baca saja menurut dari satu kabilah, yaitu Quraisy maka kabilah lain belum tentu dapat dengan mudah mengikuti cara bacanya. Padahal Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk yang diturunkan bagi seluruh umat manusia di muka bumi baik Arab maupun bukan Arab. Dalam buku ini penulis mencoba menggambar sejarah Qiraat Al-Qur’an Nabi yang diajarkan kepada sejumlah sahabat dan keterkaitannya dengan dialek kebahasaan masyarakat dari kabilah-kabilah Arab, sampai pada penulisan Al-Qur’an dalam mushaf yang dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Ulumul Qur'an

2025•Koleksi Perpustakaan

Buku yang ada di tangan pembaca ini terdiri atas materi- materi dasar yang sangat elementer dalam kajian ‘Ulûm al-Qur’ân (Ilmu-ilmu Al-Qur’an). Meskipun kandungan buku ini sangat ringkas, tetapi ulasan-ulasan yang disajikan mempunyai nilai yang sangat signifikan. Informasi-informasi yang termuat di dalamnya dapat dijadikan panduan atau pointerpointer untuk didiskusikan lebih lanjut dalam perkuliahan. Tujuan utama dari penulisan buku ini yakni membantu dan memudahkan para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Ulumul Qur'an

2025•Koleksi Perpustakaan

Buku ini di ditulis secara ilmiah, juga disusun menyesuaikan kurikulum mata kuliah ulumul Qur’an dengan beberapa pengembangan analis terkait pembahasan pada setiap bab. Perlu diketahui bahwa lahirnya buku ini, pada hakekatnya, sebagai salah satu usaha sungguh-sungguh dalam merekonstruksi arah pemahaman dan pengkajian al-Qur’an secara utuh. Diharapkan dengan terbitnya buku ini, selain mendukung keberadaan ilmu tafsir dalam sistem keilmuan, juga dapat memperluas wawasan keilmuan sehingga memudahkan bagi setiap orang melaksanakan tugas kemanusiaannya, mengkaji dan meneliti al-Qur’an dalam menghadapi era baru di abad ke-21 ini, untuk menjadikan abad ini sebagai abad Qur’ani, serta dapat menjadi bahan referensi dalam peningkatan kualitas SDM, terutama dalam kajian sumber (al-Qur’an dan hadis) yang mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat madani.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Ulumul Qur’an: Sebuah Pengantar

2025•Koleksi Perpustakaan

Untuk dapat memahami Al-Qur’an dengan benar diperlukan penafsiran yang tidak hanya mengandalkan bahasa Arab secara baik dan benar, akan tetapi juga diperlukan pengetahuan yang komprehensif tentang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan penafsiran Al-Qur’an itu sendiri dan kaidah-kaidah dari ilmu-ilmu tersebut seperti yang ditulis dalam buku ini. Buku yang sekarang ada di hadapan Anda ini adalah buku Ulumul Qur’an: Sebuah Pengantar Edisi Revisi yang memang disusun sesuai dengan silabus mata kuliah Studi al-Qur’an di PTKAI, baik Negeri maupun Swasta. Penulisannya dilakukan dalam rangka membantu mahasiswa dan masyarakat pada umumnya dalam mendapatkan literatur Ulumul Qur’an. Buku ini juga dimaksudkan untuk membantu para pembaca dalam mempelajari dan memahami hal-hal yang terpenting dalam Al-Qur’an yang diturunkan Allah Swt. Selamat membaca.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ULUMUL QUR'AN

2025•Koleksi Perpustakaan

Buku ini sangat tepat untuk menjadi rujukan penting bagi para peminat dan penelaah Alquran. Ia menjadi pengantar sebelum seseorang mendalami dan menelaah Alquran lebih jauh. Ingat bahwa ahl al-quran adalah orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Alquran sepanjang hayat dikandung badannya. Baginya, berkomunikasi dengan Alquran merupakan keniscayaan, sekaligus kebutuhan diri. Berilmulah dengan ilmu Alquran niscaya dunia ini akan terbebas dari kegelapan cahaya iman. Ingatlah bahwa “orang yang melakukan dan menerima sesuatu tanpa ilmu bukanlah manusia”

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGANTAR ULUMUL QUR’AN

2025•Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an merupakan sumber hukum Islam yang pertama dalam memberi petunjuk kepada kehidupan umat manusia. Segala peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan manusia telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Selagi umat manusia terutama umat Islam berpegang teguh kepada Al-Qur’an niscaya mereka akan selamat. Namun, untuk memahami Al-Qur’an tidaklah mudah, dibutuhkan berbagai disiplin ilmu untuk memahamiya. Ilmu-ilmu tersebut disebut dengan Ulumul Qur’an. Berdasarkan hal di atas penulis menyusun buku “ PENGANTAR ULUMUL QUR’AN” ini untuk memenuhi hal tersebut. Buku ini berisi berbagai materi yang diperlukan dalam memahami Al-Qur’an, diantaranya; Al-Qur’an dan Wahyu, Nuzul Al-Qur’an, Muhkam dan Mutasyabih, Makki dan Madani, Asbabun Nuzul, Qiraat Al-Qur’an, Terjemah, Tafsir, dan Takwil, Serta berbagai pembahasan lainnya yang berkaitan dengan Ulumul Qur’an.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Ulumul Qur`an

2025•Koleksi Perpustakaan

Ulumul Qur`an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka pintu awal dari kedalaman kandungan al-Qur`an. Karenanya, umat Islam secara umum, ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam dengan al-Qur`an, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari Ulumul Qur`an. Untuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran Ulumul Qur`an pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan alQur`an. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti pembahasan Ulumul Qur`an. Buku ini yang menjadi salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut diambil dari sebuah kitab Ulumul Qur`an yang terkenal, yaitu Mabāḥiṡ fī ‘Ulūm al-Qur`ān karya Syeikh Manna’ al-Qatthan. Tidak hanya sekadar sebagai terjemahan, buku ini juga sebagai rujukan utama dalam mata kuliah Ulumul Qur`an. Isinya juga penyusun ambil dari referensi Ulumul Qur`an lainnya sebagai bahan tambahan para mahasiwa dalam mendukung sumber bacaannya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pemahaman Praktis Ulumul Qur'an

2025•Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan yang hakiki. Manusia wajib mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an. Ketika manusia jauh dari petunjuk hidupnya, maka sesungguhnya mereka telah “membinatangkan” dirinya. Telah tampak di hadapan mata kita, seseorang yang tidak berpedoman pada Al-Qur’an, maka perilakunya tidak jauh beda dengan binatang. Jangan bersedih jika engkau tidak dihargai, tetapi bersedihlah jika tidak berharga lagi. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu susah. Namun, kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Semua manusia itu baik, jika kita bisa melihat kebaikan dan keunikannya. Sebaliknya, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, jika kita tidak bisa melihat keduanya. Hidup tanpa rencana tak ubahnya melangkah tanpa arah. Ibaratnya perjalanan tanpa tujuan. Tujuan akhir manusia adalah surga, maka ikutilah petunjuk Al-Qur’an Al-Karim.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur'an)

2025•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur’an)”, ditulis oleh M. ARIF NIRM. S1.VI.19.21.003, mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam konteks Living Qur'an, adanya keunikan dalam pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di desa tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dasar dan praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan dan pengaruh yang dirasakan oleh pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu dan korelasinya terhadap penafsiran dalam kitab Tafsir Surah Yasin karya Ibnu Katsir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Panipahan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa sejarah baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950 oleh Sayyidi Syekh Abdul Majid Faqih Al-Kholidi Naqsyabandi, ketika belajar langsung dengan gurunya Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi yang merupakan orang yang pertama kali mengajarkan amalan ini terkhusus di daerah Sumatera Utara dan Riau. Amalan ini pertama kali dilakukan oleh Syekh Ahmad ad-Dairobi yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya firman Allah S.W.T semata, akan tetapi Al-Qur’an juga bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan untuk memenuhi berbagai hajat dan kebutuhan manusia. Praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu ini adalah dengan membaca surah Yasin sebanyak 41 kali secara bersama-sama. Imam (pemandu) memulai amalan ini dengan membaca istighfar sebanyak 3 kali, kemudian bertawasul atau istilah di Desa Panipahan membaca Ummul Fatihah dengan membaca beberapa bacaan tertentu dan menghadiahkan bacaan tersebut kepada ruh-ruh orang yang sudah meninggal, kemudian dilanjutkan membaca surah Yasin secara bersama-sama dan ditutup dengan pembacaan do’a. Pengaruh yang dirasakan pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu ini adalah segala hajat yang diminta dikabulakan dan dipermudah oleh Allah S.W.T, dan hal ini sesuai juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Kastir dalam kitab Tafsir Surah Yasin, bahwa apabila surah Yasin ini dibacakan pada suatu perkara yang sulit, niscaya Allah S.W.T akan mudahkan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur'an)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur’an)”, ditulis oleh M. ARIF NIRM. S1.VI.19.21.003, mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam konteks Living Qur'an, adanya keunikan dalam pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di desa tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dasar dan praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan dan pengaruh yang dirasakan oleh pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu dan korelasinya terhadap penafsiran dalam kitab Tafsir Surah Yasin karya Ibnu Katsir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Panipahan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa sejarah baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950 oleh Sayyidi Syekh Abdul Majid Faqih Al-Kholidi Naqsyabandi, ketika belajar langsung dengan gurunya Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi yang merupakan orang yang pertama kali mengajarkan amalan ini terkhusus di daerah Sumatera Utara dan Riau. Amalan ini pertama kali dilakukan oleh Syekh Ahmad ad-Dairobi yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya firman Allah S.W.T semata, akan tetapi Al-Qur’an juga bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan untuk memenuhi berbagai hajat dan kebutuhan manusia. Praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu ini adalah dengan membaca surah Yasin sebanyak 41 kali secara bersama-sama. Imam (pemandu) memulai amalan ini dengan membaca istighfar sebanyak 3 kali, kemudian bertawasul atau istilah di Desa Panipahan membaca Ummul Fatihah dengan membaca beberapa bacaan tertentu dan menghadiahkan bacaan tersebut kepada ruh-ruh orang yang sudah meninggal, kemudian dilanjutkan membaca surah Yasin secara bersama-sama dan ditutup dengan pembacaan do’a. Pengaruh yang dirasakan pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu ini adalah segala hajat yang diminta dikabulakan dan dipermudah oleh Allah S.W.T, dan hal ini sesuai juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Kastir dalam kitab Tafsir Surah Yasin, bahwa apabila surah Yasin ini dibacakan pada suatu perkara yang sulit, niscaya Allah S.W.T akan mudahkan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Bahasa

2021•Koleksi Perpustakaan

Tujuan pendidikan bukan sekadar memastikan bahwa peserta didik menguasai pengetahuan yang diberikan di ruang kelas namun juga memastikan bagaimana mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik sejauh mana ia dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh, maka dibutuhkan sebuah penilaian atau asesmen. Adapun asesmen autentik adalah asesmen yang bertujuan untuk itu. Buku ini membahas megenai asesmen autentik. Cakupan utama pembahasan di buku ini meliputi kajian bentuk-bentuk utama dari asesmen autentik yaitu asesmen portofolio, asesmen kinerja, asesmen projek, dan asesmen diri. Menggunakan seting dan contoh-contoh asesmen dalam pembelajaran Bahasa Inggris, buku ini menawarkan pengembangan dan pendalaman wawasan asesmen autentik beserta implementasinya dengan mengambil bentuk-bentuk asesmen non-tes dengan menggunakan rubrik, lembar observasi, ceklis, dan deskripsi. Berbagai instrumen yang ada dalam buku ini sangat fleksibel untuk diadaptasi k edalam bidang studi selain Bahasa Inggris. Jadi, melalui buku ini, pembaca dapat mengetahui mulai dari pengertian, tujuan, jenis, kelebihan hingga bagaimana melakukan asesmen autentik. Buku ini dapat dibaca oleh para mahasiswa-mahasiswi utamanya dari Fakultas Ilmu Pendidikan. Di samping itu, dapat dibaca pula oleh para pengajar Fakultas Ilmu Pendidikan atau para guru dan calon guru atau mereka yang berminat mengetahui tentang asesmen autentik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metode Pengajaran Alquran dan Seni Baca Alquran dengan Ilmu Tajwid

2021•Koleksi Perpustakaan

Akhirnya selesailah penyusunan buku “metode pengajaran Al-Qur’an dan Seni baca Al-Qur’an dengan ilmu Tajwid.” Dengan harapan semoga buku yang sederhana ini betul-betul dapat membantu kaum muslimin terutama pada anak-anak generasi yang ingin membaca Al-Qur’an sebaik-baiknya, khusus kepada siswa atau peserta didik yang sementara ini sedang berjuang mempelajari ilmu pendidikan agama Islam, metode pengajaran Al-Qur’an dan seni baca Al-Qur’an dengan tajwid menjadi kebutuhan tidak saja dari kalangan mahasiswa pendidikan agama Islam tetapi juga para guru pendidik agama Islam yang memperhatikan Ilmu tajwid. Sehingga Insya Allah dengan terbitnya buku ini dapat mempermudah dalam memahami dan mempraktekkan ilmu Tajwid tersebut. Mudah-mudahan kehadiran buku ini dapat menambah literatur di kalangan mahasiswa pendidikan agama Islam dan generasi muslim serta para memperhatikan bacaan Al-Qur’an dengan tajwid. Penulis manyadari dalam penyusunan buku ini, masih banyak terdapat kekurangan kelemahan yang tidak sengaja kiranya para pembaca yang membantu, memberikan saran-saran pada penulis sehingga Isnya Allah penulis akan memperbaiki dan menyempurnakan edisi berikutnya. Terima kasih.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Dasar-dasar Ilmu Tajwid

2021•Koleksi Perpustakaan

Tajwid merupakan ilmu yang sangat penting. Mengapa? Sebab, berbagai kaidah dan hukum bacaan al-Qur’an, seperti hukum nun mati, tanwin, mim mati, qalqalah, tafkhim, tarqiq, idgham, mad, makharijul huruf, shifatul huruf, waqaf, washal, ibtida’, imalah, isymam, saktah, tashil, naql, badal, shilah, dan lain sebagainya dikaji di dalam ilmu tajwid. Meskipun ilmu tajwid penting, toh, sebagian umat Islam masih sering menyepelekannya. Tak ayal, begitu banyak dari mereka yang tidak benar-benar mahir dan fasih saat membaca kitab suci al-Qur’an. Bahkan, di antara mereka barang kali masih ada yang kesulitan untuk sekadar membedakan panjang- pendeknya bacaan mad, dan sebagainya. Semua ini tentu sangat memprihatinkan, bukan? Nah, berkaitan dengan persoalan tersebut, inilah buku yang sangat cocok bagi Anda untuk mengkaji ilmu tajwid secara mendalam. Ditulis dengan bahasa yang gamblang dan jelas, buku ini dapat membantu Anda, keluarga, ustadz, dan guru ngaji al-Qur’an dalam mempersiapkan generasi Qur’ani di era milenial seperti sekarang ini sehingga mampu membaca al-Qur’an secara baik dan benar. Selamat membaca!

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Metodologi Tafsir

2021•Koleksi Perpustakaan

Sejarah penafsiran dan metodologi tafsir al-Qur’an telah melewati berbagai fase yang panjang, rumit dan kompleks. Awalnya, penafsiran merupakan usaha menemukan maksud yang sesuai dengan teks, namun pada tahap selanjutnya proyeksi penafsiran terkontaminasi dengan usaha menundukkan al-Qur’an demi kepentingan kelompok keagamaan dan individu. Dalam beberapa penelitian, produk-produk penafsiran al-Qur’an dari generasi ke generasi memiliki corak dan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah adanya perbedaan situasi sosio-historis di mana seorang mufasir hidup. Bahkan situasi politik yang terjadi ketika mufasir melakukan kerja penafsiran juga sangat kental mewarnai produk-produk penafsirannya. Di samping cakupan makna yang dikan-dung oleh al-Qur’an memang sangat luas, perbedaan dan corak penafsiran itu juga disebabkan perbedaan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing mufasir.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail