Profil penulis
E
651 karya publik ditemukan.
Jami'uddurus Al 'Arobiyah
Teknik Mengajar secara Sistematis
Pedagogik
Tajwid Lengkap Asy- Syafii
Al-Qur'an Terjemah dan Tajwid Warna As-Samad
Ulumul qur'an
Ulumul Qur'an
Buku yang ada di tangan pembaca ini terdiri atas materi- materi dasar yang sangat elementer dalam kajian ‘Ulûm al-Qur’ân (Ilmu-ilmu Al-Qur’an). Meskipun kandungan buku ini sangat ringkas, tetapi ulasan-ulasan yang disajikan mempunyai nilai yang sangat signifikan. Informasi-informasi yang termuat di dalamnya dapat dijadikan panduan atau pointerpointer untuk didiskusikan lebih lanjut dalam perkuliahan. Tujuan utama dari penulisan buku ini yakni membantu dan memudahkan para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Ulumul Qur'an
Studi Ulumul Qur'an
Buku ini di ditulis secara ilmiah, juga disusun menyesuaikan kurikulum mata kuliah ulumul Qur’an dengan beberapa pengembangan analis terkait pembahasan pada setiap bab. Perlu diketahui bahwa lahirnya buku ini, pada hakekatnya, sebagai salah satu usaha sungguh-sungguh dalam merekonstruksi arah pemahaman dan pengkajian al-Qur’an secara utuh. Diharapkan dengan terbitnya buku ini, selain mendukung keberadaan ilmu tafsir dalam sistem keilmuan, juga dapat memperluas wawasan keilmuan sehingga memudahkan bagi setiap orang melaksanakan tugas kemanusiaannya, mengkaji dan meneliti al-Qur’an dalam menghadapi era baru di abad ke-21 ini, untuk menjadikan abad ini sebagai abad Qur’ani, serta dapat menjadi bahan referensi dalam peningkatan kualitas SDM, terutama dalam kajian sumber (al-Qur’an dan hadis) yang mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat madani.
PENERAPAN ILMU TAJWID PADA BACAAN AL QUR`AN LANSIA DI SEKOLAH ASHABUL QUR`ANPAYAKUMBUH
Kemampuan membaca Alquran remaja masjid amaliyah Muaro Kelurahan ikua koto dibalai kecamatan Payakumbuh Utara
Skripsi ini berjudul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara”, yang ditulis oleh Yanti Elita, NIRM S.1.VI.19.19.532., Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang skripsi ini banyak remaja yang menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang tajwid, tidak terbiasa membaca Al-Qur'an sejak dini, atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penelitian tentang kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja masjid, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang sangat cocok untuk meneliti kemampuan membaca Al-Qur'an pada remaja di masjid karena fokusnya adalah pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, pengalaman, persepsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja di masjid. Hasil Penelitian yang penulis temukan adalah berapa remaja sudah membaca dan menerapkan Mahharijul Qur’an dengan baik dan benar. Dan ada beberapa remaja yang tidak tepat dan kurang tepat yang disebabkan karena kebiasaan membaca dari dulu, tergesa-gesa dalam membaca, kesulitan dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Qur’an. Dari total 15 orang sampling, 7 orang dalam kategori bacaan tepat, 4 orang dengan kategori kurang tepat dan 4 orang dalam kategori tidak tepat. Kategori tepat, bacaan dan makharijulnya sudah tepat, kurang tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapannya hampir sama, dan kategori tidak tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapan serta penulisannya hampir sama. Bacaan remaja masjid yang kategori tepat merupakan Siswa menengah atas dan mahasiswa juga berprofesi sebagai Guru Ngaji. Sedangkan remaja masjid kategori kurang tepat dan tidak tepat merupakan siswa menengah pertama (SMP) dan ada sebagai siswa menengah atas (SMA). Kesimpulan yang Penulis berikan adalah Tingkat kemampuan membaca AlQur’an remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara sebagian berada pada kategori “tepat”. Sebagian lagi pembacaan dan penerapan makharijul hurufnya berada pada kategorti kurang tepat dan tidak tepat yang mana tertukar antara huruf yang hampir sama pengucapannya dan hampir sama penulisannya serta Factor hambatan yang menjadi penyebab remaja masjid berada pada kategori kurang tepat dan tidak tepat adalah terbiasa melafalkan Surat Al Fatihah yang makharijul hurufnya belum sempurna dari kecil, tergesa-gesa dalam membaca dan satu orang sulit dalam pengucapan huruf hijaiyah. Saran yang penulis berikan adalah mengharapkan Masjid Amaliyah Muaro dapat menyelenggarakan program pelatihan tahsin dan tajwid secara rutin bagi remaja masjid, dengan pendampingan ustadz atau guru ngaji yang kompeten, remaja masjid hendaknya terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui latihan rutin, mengikuti pengajian, dan memperdalam ilmu tajwid baik secara mandiri maupun berkelompok serta orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan masjid.
Kemampuan membaca Alquran remaja masjid amaliyah Muaro Kelurahan ikua koto dibalai kecamatan Payakumbuh Utara
Skripsi ini berjudul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara”, yang ditulis oleh Yanti Elita, NIRM S.1.VI.19.19.532., Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang skripsi ini banyak remaja yang menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang tajwid, tidak terbiasa membaca Al-Qur'an sejak dini, atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penelitian tentang kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja masjid, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang sangat cocok untuk meneliti kemampuan membaca Al-Qur'an pada remaja di masjid karena fokusnya adalah pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, pengalaman, persepsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja di masjid. Hasil Penelitian yang penulis temukan adalah berapa remaja sudah membaca dan menerapkan Mahharijul Qur’an dengan baik dan benar. Dan ada beberapa remaja yang tidak tepat dan kurang tepat yang disebabkan karena kebiasaan membaca dari dulu, tergesa-gesa dalam membaca, kesulitan dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Qur’an. Dari total 15 orang sampling, 7 orang dalam kategori bacaan tepat, 4 orang dengan kategori kurang tepat dan 4 orang dalam kategori tidak tepat. Kategori tepat, bacaan dan makharijulnya sudah tepat, kurang tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapannya hampir sama, dan kategori tidak tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapan serta penulisannya hampir sama. Bacaan remaja masjid yang kategori tepat merupakan Siswa menengah atas dan mahasiswa juga berprofesi sebagai Guru Ngaji. Sedangkan remaja masjid kategori kurang tepat dan tidak tepat merupakan siswa menengah pertama (SMP) dan ada sebagai siswa menengah atas (SMA). Kesimpulan yang Penulis berikan adalah Tingkat kemampuan membaca AlQur’an remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara sebagian berada pada kategori “tepat”. Sebagian lagi pembacaan dan penerapan makharijul hurufnya berada pada kategorti kurang tepat dan tidak tepat yang mana tertukar antara huruf yang hampir sama pengucapannya dan hampir sama penulisannya serta Factor hambatan yang menjadi penyebab remaja masjid berada pada kategori kurang tepat dan tidak tepat adalah terbiasa melafalkan Surat Al Fatihah yang makharijul hurufnya belum sempurna dari kecil, tergesa-gesa dalam membaca dan satu orang sulit dalam pengucapan huruf hijaiyah. Saran yang penulis berikan adalah mengharapkan Masjid Amaliyah Muaro dapat menyelenggarakan program pelatihan tahsin dan tajwid secara rutin bagi remaja masjid, dengan pendampingan ustadz atau guru ngaji yang kompeten, remaja masjid hendaknya terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui latihan rutin, mengikuti pengajian, dan memperdalam ilmu tajwid baik secara mandiri maupun berkelompok serta orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan masjid.
PENERAPAN ILMU TAJWID PADA BACAAN AL QUR`AN LANSIA DI SEKOLAH ASHABUL QUR`ANPAYAKUMBUH
Penafsiran Ayat Kursi Sebagai Media Pengobatan dan Jimat
Abstrak Penelitian ini membahas penafsiran Ayat Kursi sebagai media pengobatan dan jimat dalam perspektif karya ‘Alaufaq yang dinisbatkan kepada Imam al-Ghazali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana Ayat Kursi dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam tradisi pengobatan spiritual serta penggunaan jimat (tamīmah) di kalangan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis teks-teks dalam ‘Alaufaq, karya-karya tasawuf, serta literatur tafsir dan ulumul Qur’an terkait fungsi ayat-ayat al-Qur’an sebagai sarana perlindungan dan penyembuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi sufistik, termasuk dalam ‘Alaufaq, Ayat Kursi tidak hanya dipahami sebagai ayat yang berisi konsep ketuhanan dan kekuasaan absolut Allah, tetapi juga dianggap memiliki nilai-nilai protektif dan terapeutik. Penafsiran tersebut berakar pada keyakinan akan keberkahan (barakah) kalam Ilahi serta praktik wirid, ruqyah, dan amalan-amalan tertentu yang diyakini dapat menghadirkan ketenangan, perlindungan, dan penyembuhan bagi individu. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan sudut pandang antara ulama fikih, hadis, dan tasawuf mengenai legitimasi penggunaan ayat sebagai jimat fisik, sehingga membuka ruang diskusi kritis tentang batasan-batasan penggunaan Ayat Kursi dalam konteks pengobatan dan penjagaan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Imam al-Ghazali dalam ‘Alaufaq menempatkan Ayat Kursi sebagai sarana spiritual yang menggabungkan aspek teologis, psikologis, dan simbolik, sehingga menjadikannya bagian dari praktik keagamaan dan kultural yang hidup di masyarakat Muslim hingga saat ini.
Penafsiran Ayat Kursi Sebagai Media Pengobatan dan Jimat
Abstrak Penelitian ini membahas penafsiran Ayat Kursi sebagai media pengobatan dan jimat dalam perspektif karya ‘Alaufaq yang dinisbatkan kepada Imam al-Ghazali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana Ayat Kursi dipahami, dimaknai, dan dipraktikkan dalam tradisi pengobatan spiritual serta penggunaan jimat (tamīmah) di kalangan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis teks-teks dalam ‘Alaufaq, karya-karya tasawuf, serta literatur tafsir dan ulumul Qur’an terkait fungsi ayat-ayat al-Qur’an sebagai sarana perlindungan dan penyembuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi sufistik, termasuk dalam ‘Alaufaq, Ayat Kursi tidak hanya dipahami sebagai ayat yang berisi konsep ketuhanan dan kekuasaan absolut Allah, tetapi juga dianggap memiliki nilai-nilai protektif dan terapeutik. Penafsiran tersebut berakar pada keyakinan akan keberkahan (barakah) kalam Ilahi serta praktik wirid, ruqyah, dan amalan-amalan tertentu yang diyakini dapat menghadirkan ketenangan, perlindungan, dan penyembuhan bagi individu. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan sudut pandang antara ulama fikih, hadis, dan tasawuf mengenai legitimasi penggunaan ayat sebagai jimat fisik, sehingga membuka ruang diskusi kritis tentang batasan-batasan penggunaan Ayat Kursi dalam konteks pengobatan dan penjagaan diri. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Imam al-Ghazali dalam ‘Alaufaq menempatkan Ayat Kursi sebagai sarana spiritual yang menggabungkan aspek teologis, psikologis, dan simbolik, sehingga menjadikannya bagian dari praktik keagamaan dan kultural yang hidup di masyarakat Muslim hingga saat ini.
العربية على إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه (Domino) تأثير وسائط بطاقة الدومينو
فيليانا يولاندا، ٢٠٢٥. موضوع الدراسة هو "تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه". تبين لاحقًا وجود مشاكل تتعلق بقدرات الطالبات على الحفظ. لا تزال الطالبات تجدن صعوبة في حفظ المفردات لأن معظمهن من مدارس ابتدائية حكومية لا تُدرّس اللغة العربية. لا تزال المعلمة تستخدم أساليب التدريس التقليدية دون استخدام وسائط تعليم لزيادة اهتمام الطالبات وحماسهن. هدفت هذه الدراسة لمعرفة تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، ولبيان مدى إتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الداخلية الإسلامية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية. استخدمت الباحثة منهجًا كميًا من نوع البحث التجريبي. تصميم هذا البحث هو ما قبل التجريبي للمجموعة الواحدة الاختبار القبلي والبعدي (Pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest). وشملت أدوات جمع البيانات المقابلات والاستبيانات والاختبارات. دُرست نتائج بحث الباحثة حول تطبيق وسائط تعليم بطاقة الدومينو العربية في تحسين إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، من خلال إجراء 3 جلسات بحثية. في هذا البحث، استُخدم فصل دراسي واحد فقط، وهو الصف السابع (د) كعينة بحثية تضم 13 طالبات. كانت المواد المستخدمة في هذا البحث هي مادة "المهنة". أُجري البحث في ثلاث جلسات في الفصل التجريبي. في الجلسة الأولى في الفصل التجريبي، أجرى الباحثة اختبارًا قبليًا، ثم قام بتدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في الجلستين الثانية والثالثة، واصل الباحثة تدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في نهاية الجلسة الثالثة، أجرى الباحثة اختبارًا بعديًا للطالبات. أما بالنسبة لإتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية، تُظهر البيانات أن أقل درجة في الاختبار القبلي كانت 10، وبعد استخدام وسائط بطاقات الدومينو العربية، ارتفعت أقل درجة إلى 85 في الاختبار البعدي. كانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 98، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 100. بناءً على نتائج التحليل الوصفي لاختبار ويلكوكسون (Uji Wilcoxon)، تم الحصول على متوسط قيمة الرتبة الإيجابية = 7.00 والرتبة السلبية = 0.00. هذا يعني أن هناك زيادة في قيمة إتقان المفردات بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. بناءً على نتائج حساب اختبار N-Gain Score، يبلغ متوسط قيمةN-Gain Score 0,81. هذا يعني أن حجم التأثير ذو دلالة إحصائية، أي ضمن الفئة "عالية" عند النظر إليه من خلال تقسيم القيم وفقًا لميلتزر. وتبلغ النسبة المئوية لقيمة N-Gain Score 81,3% ، مما يعني أن استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية فعال في تحسين إتقان مفردات طالبات الصف السابع (د) مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه.
Ta'sīr wasā'it bițāqat al-dūmīnū (Domino) al-'arabīyah 'alā itqān al-mufradāt al-'arabīyah fī madrasat Jāhāyā Islām al-Islāmīyah al-dākhilīyah Bāyākumbūh
فيليانا يولاندا، ٢٠٢٥. موضوع الدراسة هو "تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه". تبين لاحقًا وجود مشاكل تتعلق بقدرات الطالبات على الحفظ. لا تزال الطالبات تجدن صعوبة في حفظ المفردات لأن معظمهن من مدارس ابتدائية حكومية لا تُدرّس اللغة العربية. لا تزال المعلمة تستخدم أساليب التدريس التقليدية دون استخدام وسائط تعليم لزيادة اهتمام الطالبات وحماسهن. هدفت هذه الدراسة لمعرفة تأثير وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية على طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، ولبيان مدى إتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الداخلية الإسلامية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية. استخدمت الباحثة منهجًا كميًا من نوع البحث التجريبي. تصميم هذا البحث هو ما قبل التجريبي للمجموعة الواحدة الاختبار القبلي والبعدي (Pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest). وشملت أدوات جمع البيانات المقابلات والاستبيانات والاختبارات. دُرست نتائج بحث الباحثة حول تطبيق وسائط تعليم بطاقة الدومينو العربية في تحسين إتقان المفردات العربية في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه، من خلال إجراء 3 جلسات بحثية. في هذا البحث، استُخدم فصل دراسي واحد فقط، وهو الصف السابع (د) كعينة بحثية تضم 13 طالبات. كانت المواد المستخدمة في هذا البحث هي مادة "المهنة". أُجري البحث في ثلاث جلسات في الفصل التجريبي. في الجلسة الأولى في الفصل التجريبي، أجرى الباحثة اختبارًا قبليًا، ثم قام بتدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في الجلستين الثانية والثالثة، واصل الباحثة تدريس مادة "المهنة" باستخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. في نهاية الجلسة الثالثة، أجرى الباحثة اختبارًا بعديًا للطالبات. أما بالنسبة لإتقان مفردات اللغة العربية لدى طالبات الصف السابع في مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو (Domino) العربية، تُظهر البيانات أن أقل درجة في الاختبار القبلي كانت 10، وبعد استخدام وسائط بطاقات الدومينو العربية، ارتفعت أقل درجة إلى 85 في الاختبار البعدي. كانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 98، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 100. بناءً على نتائج التحليل الوصفي لاختبار ويلكوكسون (Uji Wilcoxon)، تم الحصول على متوسط قيمة الرتبة الإيجابية = 7.00 والرتبة السلبية = 0.00. هذا يعني أن هناك زيادة في قيمة إتقان المفردات بعد استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية. بناءً على نتائج حساب اختبار N-Gain Score، يبلغ متوسط قيمةN-Gain Score 0,81. هذا يعني أن حجم التأثير ذو دلالة إحصائية، أي ضمن الفئة "عالية" عند النظر إليه من خلال تقسيم القيم وفقًا لميلتزر. وتبلغ النسبة المئوية لقيمة N-Gain Score 81,3% ، مما يعني أن استخدام وسائط بطاقة الدومينو العربية فعال في تحسين إتقان مفردات طالبات الصف السابع (د) مدرسة جاهايا إسلام الإسلامية الداخلية باياكمبوه.
Tradisi mambayar nazar di desa Bonan dolok kecamatan siabu kabupaten mandailing natal
ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.
Tradisi mambayar nazar di desa Bonan dolok kecamatan siabu kabupaten mandailing natal
ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.