Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.347 karya publik ditemukan.

2026: 1552025: 742024: 1542023: 1442022: 6732021: 147

Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Hamka dalam kitab tafsir Al-Azhar

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena angka pernikahan yang semakin menurun di Indonesia dan sekitar 400.000 kasus perceraian terjadi setiap tahunnya. Ini menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Abdul Hayy AlFarmawi. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu kitab tafsir AlAzhar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui klasifikasi ayat tentang kriteria memilih pasangan hidup serta penafsirannya menurut Hamka dalam kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan lafadz “zawaja”, terdapat 13 ayat diantaranya Az-zukhruf:12, Az-zumar:6, An-nahl:72, Ar-ruum:21, Faatiir:11, Asy-syura:11, An-naba’:8, An-nisa:1, Az-zariyat:49, An-najm:45, Al:qiyamah:39, Yaa-siin:36 dan Albaqarah:221. Dari penafsiran ayat tersebut terdapat 4 kriteria memilih pasangan hidup;pertama seiman. Ditegaskan larangan menikahi laki-laki musyrik atau perempuan musyrik, kecuali kemudian mereka beriman. Namun pada ayat lain (Qs. Al-Maidah:5) dijelaskan laki-laki beriman boleh menikahi perempuan musyrik (ahlul kitab) yaitu Yahudi dan Nasrani, orang yang beragama lain seperti Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain tidak bisa digolongkan ke dalam Ahli Kitab. Maka dari itu menikahi Ahli Kitab sudah tidak relevan lagi dizaman sekarang. Kedua bertaqwa, Ketiga sesama manusia., keempat, berpasangan. Allah menciptakan semuanya berpasangan (manusia, tanaman, hewan, alam dan lain-lain). Allah menciptakan manusia berpasangan laki-laki dan perempuan agar berkembangnya manusia dimuka bumi.

Penerapan Tajwid Guru TPQ di Kanagarian Mungo

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui pemahaman tajwid guru TPQ di Kenegarian Mungo dalam hal teori maupun praktek makharijul huruf dan hukum Nun Mati dan Tanwin. karena kemampun itu nanti akan di ajarkan kepada generasi yang akan datang sebagai generasi pewaris al-Qur’an. dan sudah semestinya seorang guru TPQ itu menguasai tajwid dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis memilih sampel sebagian Guru TPQ di Kenagarian Mungo, dengan teknik penentuan sampelnya adalah Simple Random Sampling Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa Penerapan Tajwid guru TPQ di Kenagarian Mungo dari 40 orang guru, ada beberapa orang guru yang masih kurang baik secara praktek dan teori, terutama bidang makharijul huruf, Hukum Nun Sukun dan Tanwin terdapat banyak kesalahan, seperti pengucapan huruf syin dan lain sebagainya, diantaranya ada 11 orang guru yang sudah paham dengan teori dan praktek, 25 orang guru yang masih kuran paham tentang teori dan praktek dan 4 orang guru tidak paham sama sekali tentang teori dan praktek. Saran-saran, hendaknya kepada guru TPQ agar lebih meningkatkan kualitas pemahaman dan penguasaannya dibidang ilmu tajwid dan memperbaiki bacaannya, kemudian pengurus TPQ harus memperhatikan dan lebih seksama dalam memilih seorang guru yang berkwalitas, Pemerintah Kabupaten 50 Kota dan Kementerian Agama serta lembaga-lembaga yang terkait hendaknya selalu bekerja sama dalam pembinaan guru TPQ ini dan mengadakan pelatihan guru-guru TPQ.

Makna Hijrah Menurut Hanan Attaki di Media Youtube

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an mulai dari zaman Nabi sampai sekarang. Saat ini, kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz yang mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan kajian di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual yaitu mengumpulkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan online. Hasil dari penelitian ini, pertama identifikasi video kajian Hanan Attaki terbagi dua yaitu, tentang spirit Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki, dalam Q.S At Taubah: 100, mengikuti peran 1 Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang yang menolong orang yang hijrah. Dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9 dan Al Ankabut ayat 2-3 tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah: 214 tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik, harta, dan perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu metode yang digunakan yaitu maudhu’i, corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan)

اسلوب القصة و اثارها لمهارة الكلام في تعليم اللغة العربية للطلاب فصل الثامن في المعهد الحديث الكوثر محمدية باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ان يف ادلردرسة حمم سارى المك ليما بولوه كوات، أن ىناك صعوابت يف التحردث ابللغة العربية، سواء يف تعلم اللغة العربية أو يف األنشطة اليومية، بل كانت ىناك العردد من العقبات مثل نقص ادلعرفة ابدلفردات العربية، وعردم القردرة على التحردث ابللغة العربية بطالقة. أما بنسبة ألغراض البحث اليت ارادهتا ميسي كرنيادي PAAl Muqaffa: Jurnal Pendidikan dan Sastra Arab Juli 2024 | Vol. 1 No. 1 ة دل ّ الباحثة وىي كاآلتية: لبيان أتثري أسلوب القص هارة الكالم يف تعليم اللّغة العربية، دلعرفة أتثري أسلوب ة يف زايدة مفردات العربية. ّ القص إن منهجية البحث ادلستخردمة ىي ادلنهج التجرييب و استخردمت الباحثة يف ىذا البحث ابدلردخل الكمي. جيري ىذا البحث ابستخردام اجملموعتني، اجملموع التجريبية و اجملموع الضابطة.ربليل البياانت يستخردم spss مع صيغة test-t. وأما نتيجة البحث بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0،0،0 > 0 0، ،0 مث HO مرفوض و HA مقبول، بظهور أن بيات البحث Sig (-2Tailed(.: 0 000، > 0 0، 0 ، مث HO، مقبول. و بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0 بني ً معنوايً 0،0،0 < 0 0، 0 ، مث HO مرفوض و HA مقبول، ومن ىنا ميكن استنتاج أن ىناك تغريا متوسط نتائج التعلم.

تأثير طريقة الاستجابة الجسدية الكاملة لترقية رقبة التلاميذ على تعليم المفردات في مدرسة الكوثر محمدية الثانوية باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

اذلدف ى ا البحث لبيان استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات و دلعرفة أثرىا يف الصف الثامن يف مدرسة الكوثر زلمدية الثانوية ساري المك دلابولوه كواتا. ادلدخل ادلستخدم يف ى البحث ىو ادلدخل الكامي.استخدام ى ه الدراسة منوذج تصميم شبة ذبرييب )test-post and test-pre )وعينة ى ا البحث ىي الفصل "أ" عددىا ،۳۰ وفصل "ب" عددىا ·ٖ التبلمي وصل ى ا البحث إىل نتائج. من أمهها أن استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة ) Physical Total Response )يؤثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات لدى طبلب. وى ا يستنتج من حساب اإلحصاء كما يلي، تأثري طريقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة ب على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات ظهور أن بيانا ت البحث : ) Tailed - 2 ( Sig ٖٓٗ،ٓ >ٓ.ٓ٘ ، مث HOمر دود HA مقبول ، دبعٌت آخر فإن لو اثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات ال ي تستخدمون طر يقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة تكون أكثر فاعلية من التبلمي ال ين التستخدمون طريقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة . فالفرضية االصلية مقبولة والفرضية البدلية مردودة دبعٌت أن استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة

Adab Panggilan kepada Rasulullah SAW dalam tafsir Al-Azhar

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rasulullah SAW sebagai manusia termulia dan pemimpin para Nabi dan Rasul haruslah kiranya bersopan santun kepada rasul dengan adab yang baik dan mulia. Kata Addaba tidak ditemukan dalam kitab Mu’jam. Sedangkaan kata Rasul, dalam al-Quran ada 116 kata Rasul dalam 111 ayat ayat yang berkaitan tentang adab kepada Nabi Muhammad yang ada kata Rasul di dalamnya hanya 4 ayat. Maka dalam penelitian ini peneliti akan menjelaskan bagaimana Adab panggilan kepada Rasulullah dalam al-Quran surah An-Nur: 63. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah AlMujadalah ayat 12. Dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa diterapkan kepada ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah dan kepada orangtua dengan panggilan ayah/bunda.

عملية تعليم الخط في معهد المنار الثانوى باتوهمبار ليما بولوه كوتا

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

اللغة ىي أداة التواصل األكثر أمهية يف التفاعل مع أي شخص يف ىذا العامل، فقد مت إنشاء العديد من اللغات، كل ذلك لتسهيل التواصل مع اآلخرين. كما تعد اللغة أداة التواصل الرئيسية واإلبداعية والسريعة اليت يستخدمها اإلنسان لنقل أفكاره وأفكاره ومشاعره. ال ديكن فصل اللغة عن حياة اإلنسان، ألن البشر ىم من يستخدمون اللغة أبنفسهم للتفاعل. فاللغة دليل على عظمة هللا ٔ سبحانو وتعاىل كما يف سورة الروم: ٕٕ ابللغة العربية، يتم استخدام كلمة )الكتابة أو اخلط( يف اخلط، واليت تشَت إىل الكتابة اجلميلة )الكتابة اجلميلة أو اخلاط اجلميل(. يطلق على األشخاص اخلرباء يف ىذا اجملال اسم اخلاطاط )Calligrapher). اخلط مبعٌت "فن اخلط" صحيح ألن القدرة على الكتابة بشكل جيد ىي ٕ يف الواقع القدرة على استخدام القلم للكتابة. يتمتع اخلط أبعلى وضع وىو تعبَت شليز للغاية عن روح اإلسالم. لذلك، يشار إىل اخلط يف كثَت من األحيان ابسم "فن الفن اإلسالمي". ىذا التأىيل صحيح ألن اخلط يعكس عمق معٌت الفن، والذي يتم احلصول عليو بشكل أساسي من قيم ومفاىيم اإلديان. خالل األتراك العثمانيُت، صرح خبَت اخلط الشهَت ايقوت ادلستعثمي أن رتال اخلط كان لديو فارق أعمق، وىو رتال ٖ ادلشاعر. لذلك، يقدم ايقوت احلدود التالية: اخلط ىندسة روحانية وان ظهرت آبلة جسمانية. ُمها يف احلضارة الغربية، ُ يف بداية العهد العباسي، كان خطنان الثناين اشتهر ذكر ومها الضحاك بن عجيان وإسحاق بن زتاد. عاش الضحاك يف عهد أبو العباس الصفة، اخلليفة العباسي األول ) ٚ٘ٗ-ٚ٘ٓ م(، بينما اشتهر إسحاق يف العهد ادلنصور )ٚٚ٘-ٚٗ٘م( وادلهدي، َّ اخلليفة الثالثة ) ٚٛٙ-ٚٚ٘ احة، الر َ ن ِ م ٍ َة ون ُ ر ُ م( يربز إسحاق إلصلازاتو يف تقدمي مستوى أكثر م ٗ وإضفاء اجلمال على كتابة السولس و السلوسُت وتعميم استعماذلا

عملية تعليم المحفوظات في مدرسة موتيارا هاتي الإعدادية باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ا "األقوال احلكيمة" ابللغة العربية، ويتضمن حفظ وفهم مجل ذات معىن من مصادر ً تعليم احملفوظات يعين حرفي إسالمية كالسيكية خمتلفة. لقد كان حمفوظات، ابحلكمة الواردة يف مجلة القصرية، منذ فرتة طويلة ركيزة مهمة يف الرتبية اإلسالمية، حيث يقدم التوجيه األخالقي واحلكمة احلياتية للطالب. يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ًض ابايكمبوه، ال يعمل تعليم احملفوظات كوسيلة لغرس القيم النبي ا بشكل مبتكر ُستخدم أي لة فحسب، بل ي حلمي حريري لزايدة اهتمام الطالب ابللغة العربية. أما هدف البحث هو حتليل عملية ختطيط وتنفيذ وتقومي تعليم احملفوظات للصف الثامن يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ابايكمبوه. طريقة البحث املستخدمة هي وصفية نوعية، مع تقنيات مجع البياانت من خالل املقابالت واملالحظة ودراسات التوثيق. أظهرت نتائج البحث أن ختطيط ا، حيث مل يستخدم املعلم خطة ً تعليم احملفوظات يف مدرسة موتيارا هايت اإلعدادية ابايكمبوه مل يكن مثالي تنفيذ التعلم (RPP (كدليل يف عملية التعليم والتعلم. ومع ذلك، استمر املعلم يف تقدمي تعليم مفيد ابستخدام كتب احملفوظات من كلية املعلمني اإلسالمية كونتور. تضمن تنفيذ التعليم ثالث مراحل رئيسية: تقدمي احملفوظات وشرحها وحفظها. مت إجراء التقييم من خالل االمتحاانت الشفوية والتحريرية، حيث بلغ متوسط .ً درجات االمتحان الشفوي 83.76 واالمتحان التحريري 83.27 لثالثة وثالثني طالبا

Pembacaan Shalawat Badar serta Dzikir Pagi dan Petang di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlisin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur'an)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini adalah pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an yang mempunyai keunikan dalam pelaksanannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui dasar dan manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang dilakukan secara rutin pada waktu setelah shalat ashar, maghrib, dan shubuh. Pelaksanaannya dipimpin oleh santri yang dipilih oleh ustadzustadzah pengasuh santri dan diikuti oleh seluruh santri. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

Keluarga Ideal Prespektif Al-Qur'an (Studi Tafsir Tematik Ayat-Ayat Terkait Nabi Ibrahim dan Keluarganya)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup berpasangpasangan, membutuhkan keluarga yang ideal. Menciptakannya bukan hal yang mudah, banyak faktor yang menjadi penghambat. Peneliti mengungkapkan bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya yang terdapat di dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Abd Hayy al-Farmawi, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al- Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi, tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi AshShiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumbersumber lainnya. Penelitian menemukan terdapat 63 ayat terkait kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Ismail putranya ditemukan 12 ayat. Ya’qub cucu Nabi Ibrahim sebanyak 16 ayat. Ayat yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 ayat berkaitan dengan bentuk keluarga ideal. Pertama sikap mempercayai dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kedua sikap menerima kekurangan keluarga dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga dalam Q.S Ibrahim ayat 37 dan Q.S ash-Shaffat ayat 102, keempat sikap saling menghargai dalam Q.S ashShaffat ayat 102, kelima sikap saling mencintai dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55.

تأثير وسيلة الصور على تنمية مه‍ارة القراءة بمدرسة موتيارا ه‍اتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kesulitan belajar yang dialami dalam proses pembelajaran adalah suatu kewajaran yang dialami oleh peserta didik. Kesulitan belajar datang dari beberapa faktor tertentu. Termasuk kesulitan belajar dalam belajar bahasa arab. Faktor kesulitan belajar bahasa arab beraal dari faktor internal dan faktor eksternal. Pertama faktor internal yang berasal dari diri peserta didik tersebut meliputi daya ingat yang kurang, terganggunya alat-alat indra, kebiasaan belajar serta kurang konsentrasi dalam belajar. Kedua faktor eksternal yang berasal dari luar diri peserta didik tersebut meliputi faktor keluarga, sekolah dan lingkungan

Tradisi Mengampuang Menjelang Resepsi Pernikahan di Desa kuntu Darussalam Kec Kampar Kiri Kab Kampar Provinsi Riau

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini tentang al-Qur’an yang hidup dikehidupan sehari-hari Spesifikasinya ayat al-Qur’an yang termuat dalam sebuah tradisi yang dalam tradisi tersebut terdapat nilai al-Qur’an tercermin dari hidup saling membantu dan tolong-menolong. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an sebagai teks yang harus difahami dengan menggunakan beberapa disiplin keilmuan, akan tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan metode living Qur’an. Pendekatan ini berusaha mengkaji bentuk interaksi kelompok muslim terhadap al-Qur’an pada aspek penerapan teks al- Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan living Qur’an. Hal ini dikarenakan penelitian ini menekankan aspek nilai-nilai al-Qur’an di masyarakat. Hasil dilapangan menunjukkan, yakni; Penjamuan, pembukaan perundingan acara tradisi mengampuang, mengumumkan undangan pesta pernikahan anak dari si tuan rumah dan bantuan pengumpulan dana uang sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi dan juga dapat menerapkan sifat tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an. hal demikian didasari oleh pemahaman masyarakat terhadap surah al-Maidah ayat 2, yakni wata’awanu alal birri wa takwa, wala ta’awanu alal iṡmi wal ‘udwan. Oleh sebab itu masyarakat telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dikehidupan sehari-hari atau disebut dengan living Qur’an.

إستخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

أيدا رحمي شفتري، ،2110291 استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة لطالب فصل الثالث في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه )الدراسة الوصفية(. كلية التربية لمعهد العالى اإلسالمى دار القرآن باياكمبوه. يتناول هذا البحث أهمية األساليب الجيدة في التعلم، ألن األساليب الجيدة والمناسبة أن تحقق نتائج تعليمية جيدة. درس تعليم المطالعة هو أحد أشكال تعلم اللغة العربية العديدة، والتي تحتوي على العديد من القصص الحكيمة. وباستخدام طريقة القصة، ليجعل هذه الدراسة دراسة مريدة، والغرض منه هو نقل الشعور بالحماس للتعلم لدى األطفال. الغرض في هذا البحث هي : لمعرفة تخطيط و لبيان تنفيذ و إلظهار تقويم استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه. المدخل المستخدام في هذا البحث هو المدخل الكيفي، و أسلوب جمع البيانات لهذا البحث وهي بطريقة المقابلة والمالحظة والوثائق، الذي كلها للرد مشكالت البحث عن استخدام طريقة القصة لتعليم المطالعة في معهد مالزمة الحفاظ باياكمبوه. وأما مصادر البيانات في هذا البحث هما المعلمة و الطالبات. وبناء على نتائج البحث، أن تخطيط هو لم تكن هناك الخطط الدراسية من المعلم. ولكن هنا المعلم في هذا التعليم لديه كتاب تعليمي للتعلم. وأما تنفيذ الخطوات بطريقة القصة هي : ينقسم المعلم الطالب إلى مجموعات حسب عدد العناوين التي ًضا بتوفير العديد من سيدرسونها في الفصل الدراسي الواحد، قام الطالب المسؤول أي األدوات/الوسائط التي يشعر أنها قادرة على مساعدة أصدقائه على فهم العنوان الذي سيقدمون، بعد ذلك يبدأ الطالب بالبحث عن المفردات من العنوان ومحتوياته مع أصل المفردات التي أعطاها المعلم، بعد ببيت، في النهاية يقوم الطالب المسؤول بتوجيه خمسة ً ا ذلك يبدأ الطالب بشرح القصة بيت السؤال ألصدقائه كنوع من التفاهم من األصدقاء المستمعين، بعد ذلك يحكي المعلم القصة مرة ينقل المعلم الحكمة التي ً ا أخرى للطالب حسب الطريق الذي نقله الطالب إلى أصدقائه، وأخير يمكن أخذها من عنوان الدرس في ذلك اليوم. و أن التقويم هو هناك ثالثة أشكال لتقييم استخدام طريقة القصة في تعليم المطالعة، وهي : تقييم األسبوعي، والتقييم الشهري، والتقييم نهاية الفصل الدراسي.

PENAFSIRAN QS. AL-MA'ARIJ AYAT 19 ( STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL-MUNIR)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai macam penyebutan manusia dalam Al-Qur'an yaitu Basyar, Al-Ins, An-Nas, Bani Adam dan Al-Insan. Namun, penulis menemukan hal menarik dalam penyebutan manusia yang terdapat dalam Al-Qur'an, terutama dalam Qs. Al-Ma'arij ayat 19 yaitu menyebutkan tentang sifat atau karakter manusia terutama yang berkaitan dengan Al-Insan. Kemudian penulis ingin menganalisis dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili serta analisis penulis dari kedua mufassir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Hamka bahwa manusia selalu berkeluh kesah dalam keadaan apapun. Sedangkan Wahbah Az-Zuhaili bahwa manusia itu sangat berkeluh kesah yang disebabkan oleh munculnya situasi atau kondisi yang berakibat keluh kesah itu muncul. Analisis penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia diciptakan dari sifat keluh kesah. Kedua mufassir ini memiliki perbedaan penafsiran, akan tetapi guru kedua mufassir ini sama-sama Mahmud Syaltut. Namun, kedua mufassir ini mempunyai corak yang berbeda dalam menulis kitab tafsir yaitu Hamka memakai corak Adabi al-Ijtima'i sedangkan Wahbah Az-Zuhaili memakai corak fiqih

Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al Baqarah 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir) “ yang disusun oleh Andri Ansyah Sitompul NIRM S1.VI.19.20.144. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran Imam As-Syaukani tentang shalat Wusṭā dalam al-Qur’ān surat al-Baqarāh ayat 238 dalam Tafsir Fathul Qodhir. Penelitian ini membahas dua hal yaitu, pertama, penafsiran shalat Wusṭā menurut Imam As-Syaukani, kedua, penafsiran ulama tentang shalat Wusṭo. Penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis, karena dalam penelitian ini membahas secara mendalam shalat Wusṭho menurut Imam As-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir dalam Q.S al-Baqarāh ayat 238 . Penafsiran Imam AS-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir surat al-Baqarah ayat 238 tentang salat Wusṭho, Imam As-Syaukani berpendapat bahwa shalat Wusṭho adalah shalat Ashar karena pada waktu Ashar kebanyakan orang sudah letih karena seharian beraktivitassehingga kebanyakan melalaikannya. Dalil yang di kemukakan oleh Imam As-Syaukani adalah hadits dari Nabi Saw : Mereka telah menyibukkan kita sehingga terlewatkan Salat Wushto,yaitu SalatAshar. Semoga Allah memenuhi hati dan perut mereka dengan api)." Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya juga meriwayatkan seperti itu dari hadits Ibnu Mas'ud secara marfu”.

Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al Baqarah 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi yang berjudul “Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir) “ yang disusun oleh Andri Ansyah Sitompul NIRM S1.VI.19.20.144. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran Imam As-Syaukani tentang shalat Wusṭā dalam al-Qur’ān surat al-Baqarāh ayat 238 dalam Tafsir Fathul Qodhir. Penelitian ini membahas dua hal yaitu, pertama, penafsiran shalat Wusṭā menurut Imam As-Syaukani, kedua, penafsiran ulama tentang shalat Wusṭo. Penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis, karena dalam penelitian ini membahas secara mendalam shalat Wusṭho menurut Imam As-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir dalam Q.S al-Baqarāh ayat 238 . Penafsiran Imam AS-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir surat al-Baqarah ayat 238 tentang salat Wusṭho, Imam As-Syaukani berpendapat bahwa shalat Wusṭho adalah shalat Ashar karena pada waktu Ashar kebanyakan orang sudah letih karena seharian beraktivitassehingga kebanyakan melalaikannya. Dalil yang di kemukakan oleh Imam As-Syaukani adalah hadits dari Nabi Saw : Mereka telah menyibukkan kita sehingga terlewatkan Salat Wushto,yaitu SalatAshar. Semoga Allah memenuhi hati dan perut mereka dengan api)." Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya juga meriwayatkan seperti itu dari hadits Ibnu Mas'ud secara marfu”.

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.

Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.

Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.