2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “MAKNA HIJRAH MENURUT HANAN ATTAKI DI MEDIA YOUTUBE”, yang ditulis oleh Rahma Deli, NIRM S1.VI.19.20.185, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an yang signifikan termasuk dalam media penyampaiannya. Media penyampaian tafsir selalu berubah dari masa ke masa mulai dari era oral (zaman Nabi) sampai kepada era elektronik (sekarang). Saat ini, eksistensi kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru dan sudah menyebar di masyarakat melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz Indonesia yang populer mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan kajian di media sosial. Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian yang berbasis analisis konten, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yang bersifat etnografi virtual yaitu mengumpulkan data berdasarkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan. Kemudian data-data tersebut dianalisis dan dielaborasi dengan menambahkan data-data pendukung lainnya seperti literatur berupa buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya.
Hasil dari penelitian ini ada tiga poin, pertama yaitu identifikasi video kajian Hanan Attaki tentang Hijrah terbagi dua yaitu, tentang spirit atau motivasi Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Ayat yang membahas tentang spirit atau motivasi hijrah dari kaum Muhajirin dan Anshor terdapat dalam Q.S At Taubah ayat 100 dan Q.S Al Hasyr ayat 8-9. Sedangkan ayat tentang ujian orang yang berhijrah terdapat dalam tiga surah yaitu, Q.S Al ankabut ayat 2-3, Q.S Al Baqarah ayat 214, dan Q.S Al Baqarah ayat 155. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki di media YouTube, Dalam Q.S At Taubah : 100, Hanan Attaki menjelaskan ada dua golongan yaitu Muhajirin dan Anshar yang bisa kita ikuti peran mereka sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang-orang yang menolong orang yang hijrah. Selanjutnya dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9, Hanan Attaki menjelaskan dalam berhijrah kita pasti akan diuji oleh Allah seperti yang dialami oleh orang muhajirin. Kemudian dalam Surat Al Ankabut ayat 2-3 juga menjelaskan tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah ayat 214 Hanan Attaki menjelaskan tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik,ujian harta, dan ujian perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu terkait metode yang digunakan yaitu maudhu’i, dilihat dari ceramah Hanan Attaki yang membahas ayat tentang hijrah. Sedangkan Corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan), dengan menggunakan bahasa gaul yang lebih dekat dengan bahasa keseharian anak muda. Hanan Attaki menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia dalam kajian tafsirnya.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi.
Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “MAKNA HIJRAH MENURUT HANAN ATTAKI DI MEDIA YOUTUBE”, yang ditulis oleh Rahma Deli, NIRM S1.VI.19.20.185, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an yang signifikan termasuk dalam media penyampaiannya. Media penyampaian tafsir selalu berubah dari masa ke masa mulai dari era oral (zaman Nabi) sampai kepada era elektronik (sekarang). Saat ini, eksistensi kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru dan sudah menyebar di masyarakat melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz Indonesia yang populer mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan kajian di media sosial. Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian yang berbasis analisis konten, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yang bersifat etnografi virtual yaitu mengumpulkan data berdasarkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan. Kemudian data-data tersebut dianalisis dan dielaborasi dengan menambahkan data-data pendukung lainnya seperti literatur berupa buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya.
Hasil dari penelitian ini ada tiga poin, pertama yaitu identifikasi video kajian Hanan Attaki tentang Hijrah terbagi dua yaitu, tentang spirit atau motivasi Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Ayat yang membahas tentang spirit atau motivasi hijrah dari kaum Muhajirin dan Anshor terdapat dalam Q.S At Taubah ayat 100 dan Q.S Al Hasyr ayat 8-9. Sedangkan ayat tentang ujian orang yang berhijrah terdapat dalam tiga surah yaitu, Q.S Al ankabut ayat 2-3, Q.S Al Baqarah ayat 214, dan Q.S Al Baqarah ayat 155. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki di media YouTube, Dalam Q.S At Taubah : 100, Hanan Attaki menjelaskan ada dua golongan yaitu Muhajirin dan Anshar yang bisa kita ikuti peran mereka sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang-orang yang menolong orang yang hijrah. Selanjutnya dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9, Hanan Attaki menjelaskan dalam berhijrah kita pasti akan diuji oleh Allah seperti yang dialami oleh orang muhajirin. Kemudian dalam Surat Al Ankabut ayat 2-3 juga menjelaskan tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah ayat 214 Hanan Attaki menjelaskan tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik,ujian harta, dan ujian perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu terkait metode yang digunakan yaitu maudhu’i, dilihat dari ceramah Hanan Attaki yang membahas ayat tentang hijrah. Sedangkan Corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan), dengan menggunakan bahasa gaul yang lebih dekat dengan bahasa keseharian anak muda. Hanan Attaki menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia dalam kajian tafsirnya.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi.
Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena angka pernikahan yang semakin menurun di Indonesia dan sekitar 400.000 kasus perceraian terjadi setiap tahunnya. Jumlah perceraian yang semakin banyak dan tingkat kepuasan pernikahan yang menurun menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Metode tafsir maudhu'i Abdul Hayy Alfarmawy. Sumber data primer kitab tafsir Al Azhar. Hasil dari penelitian ini adalah klasifikasi ayat
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi yang berjudul: “Mematikan Diri Sebelum Mati Di kalangan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah di Surau Suluk Al-Mujahadah Dusun Huta Bargot, Desa Tangun, Kec. Bangun Purba, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau.” Di susun Oleh: Muzakkir Kholiq, NIRM: S1.VI.19.19.490. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya suatu pemahaman dan ajaran yang ada di dalam thariqat naqsyabandiyah yang menjadikan kematian sebagai salah satu dari kaifiat dzikir yang harus dilakukan sebelum melakukan dzikir. Adapun istilah yang dipakai di dalam kaifiat dzikir tersebut adalah istilah mematikan diri sebelum mati. Secara pendekatan bahasa maka dapat diartikan, mematikan diri sebelum mati adalah suatu upaya untuk mematikan diri sebelum kematian itu datang. Dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan tumbuh pada diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar dan penafsiran serta mengungkap tata cara Mematikan diri sebelum mati di kalangan jamaah Thariqat Nasyabandiyah khususnya di Surau Suluk Al-Mujahadah di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif (lapangan) yaitu mengumpulkan data-data melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya dengan melihat bagaimana syariat Islam dalam memahami kematian. Sehingga ditemukan titik permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa mematikan diri sebelum mati ternyata adalah suatu upaya bagi seorang salik (penganut ajaran thariqat) untuk mengalahkan hawa nafsunya yang hidup di dalam dirinya sendiri, dengan tujuannya adalah agar seorang salik itu dapat merasakan kedekatannya dengan Rabbnya sehingga menjauhkannya dari kecintaan dunia, dan menjadikan seorang salik itu dapat beramal ibadah secara ikhlas dan penuh kekhusyukan dengan semata-mata mengharapkan rahmat dan ridho dari Rabbnya. Dengan cara yang digunakan memejamkan mata, memekakakn telinga, menutup mulut serta menguncikan gigi dalam berdzikir secara sirr (rahasia).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Keluarga Ideal Prespektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik Ayat-ayat Tentang Nabi Ibrahim dan Keluarganya)” yang ditulis oleh Fatya Rahma Firdaus NIRM.S1.VI.19.20.155, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah secara berpasang-pasangan, membutuhkan hubungan yang baik. Namun menciptakan hubungan yang baik bukanlah hal yang mudah, banyak faktor yang menjadi penghambat. Ada beberapa cara membentuk keluarga ideal, salah satunya di dalam alQur’an banyak diterangkan terkait bagaimana etika dalam berkeluarga yang baik, terdapat dalam kisah para nabi maupun orang-orang yang hidup pada zaman nabi. Salah satu contohnya yaitu kisah nabi Ibrahim dan keluarganya yang dapat dijadikan panutan bagi umat muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad abd al-Hayy al-Farmawi yakni menentukan tema yang akan dibahas lalu mengumpulkan ayat sesuai dengan tema yang dibahas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya di dalam alQur’an. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb , tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Penelitian menemukan bahwa terdapat 63 ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Nabi Ismail putranya ditemukan 12 ayat di dalam al-Qur’an. Nabi Ya’qub cucu Nabi Ibrahim disebutkan Allah di dalam al-Qur’an sebanyak 16 ayat. Sedangkan ayat yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 diantaranya bercerita tentang bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya. Pertama sikap mempercayai perkataan dan perbuatan yang terdapat di dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kisah nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail. Selanjutnya sikap menerima kekurangan keluarga yang terdapat di dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, kisah nabi Ibrahim dan istrinya Sarah. Ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga yang terdapat di dalam Q.S Ibrahim ayat 37 antara Ibrahim dengan istrinya Hajar.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena angka pernikahan yang semakin menurun di Indonesia dan sekitar 400.000 kasus perceraian terjadi setiap tahunnya. Jumlah perceraian yang semakin banyak dan tingkat kepuasan pernikahan yang menurun menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Metode tafsir maudhu'i Abdul Hayy Alfarmawy. Sumber data primer kitab tafsir Al Azhar. Hasil dari penelitian ini adalah klasifikasi ayat
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul: “Mematikan Diri Sebelum Mati Di kalangan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah di Surau Suluk Al-Mujahadah Dusun Huta Bargot, Desa Tangun, Kec. Bangun Purba, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau.” Di susun Oleh: Muzakkir Kholiq, NIRM: S1.VI.19.19.490. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya suatu pemahaman dan ajaran yang ada di dalam thariqat naqsyabandiyah yang menjadikan kematian sebagai salah satu dari kaifiat dzikir yang harus dilakukan sebelum melakukan dzikir. Adapun istilah yang dipakai di dalam kaifiat dzikir tersebut adalah istilah mematikan diri sebelum mati. Secara pendekatan bahasa maka dapat diartikan, mematikan diri sebelum mati adalah suatu upaya untuk mematikan diri sebelum kematian itu datang. Dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan tumbuh pada diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar dan penafsiran serta mengungkap tata cara Mematikan diri sebelum mati di kalangan jamaah Thariqat Nasyabandiyah khususnya di Surau Suluk Al-Mujahadah di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif (lapangan) yaitu mengumpulkan data-data melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya dengan melihat bagaimana syariat Islam dalam memahami kematian. Sehingga ditemukan titik permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa mematikan diri sebelum mati ternyata adalah suatu upaya bagi seorang salik (penganut ajaran thariqat) untuk mengalahkan hawa nafsunya yang hidup di dalam dirinya sendiri, dengan tujuannya adalah agar seorang salik itu dapat merasakan kedekatannya dengan Rabbnya sehingga menjauhkannya dari kecintaan dunia, dan menjadikan seorang salik itu dapat beramal ibadah secara ikhlas dan penuh kekhusyukan dengan semata-mata mengharapkan rahmat dan ridho dari Rabbnya. Dengan cara yang digunakan memejamkan mata, memekakakn telinga, menutup mulut serta menguncikan gigi dalam berdzikir secara sirr (rahasia).
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Keluarga Ideal Prespektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik Ayat-ayat Tentang Nabi Ibrahim dan Keluarganya)” yang ditulis oleh Fatya Rahma Firdaus NIRM.S1.VI.19.20.155, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah secara berpasang-pasangan, membutuhkan hubungan yang baik. Namun menciptakan hubungan yang baik bukanlah hal yang mudah, banyak faktor yang menjadi penghambat. Ada beberapa cara membentuk keluarga ideal, salah satunya di dalam alQur’an banyak diterangkan terkait bagaimana etika dalam berkeluarga yang baik, terdapat dalam kisah para nabi maupun orang-orang yang hidup pada zaman nabi. Salah satu contohnya yaitu kisah nabi Ibrahim dan keluarganya yang dapat dijadikan panutan bagi umat muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad abd al-Hayy al-Farmawi yakni menentukan tema yang akan dibahas lalu mengumpulkan ayat sesuai dengan tema yang dibahas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya di dalam alQur’an. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb , tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Penelitian menemukan bahwa terdapat 63 ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Nabi Ismail putranya ditemukan 12 ayat di dalam al-Qur’an. Nabi Ya’qub cucu Nabi Ibrahim disebutkan Allah di dalam al-Qur’an sebanyak 16 ayat. Sedangkan ayat yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 diantaranya bercerita tentang bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya. Pertama sikap mempercayai perkataan dan perbuatan yang terdapat di dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kisah nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail. Selanjutnya sikap menerima kekurangan keluarga yang terdapat di dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, kisah nabi Ibrahim dan istrinya Sarah. Ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga yang terdapat di dalam Q.S Ibrahim ayat 37 antara Ibrahim dengan istrinya Hajar.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
الهام أ كبر، 2024. في هذا الموضوع " تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه ( دراسة تجربية)". ثم وُجدت مشكلة تتعلق بمهارة القراءة لدى الطلاب، مثل صعوبة قراءة النصوص العربية في الصف الثامن التي لا تزال ضعيفة جداً. هذا بسبب أن بعض المعلمين لا يستخدمون وسيلة متنوعة لزيادة اهتمام وحماس الطلاب، ولا يفهمون الحركات جيداً في تعليم مهارة القراءة. لذلك تم اختيار هذا الموضوع. هدف هذا البحث هو لإظهار استخدام وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لمعرفة فعالية وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لبيان تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة في المدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه. وفي هذا البحث استعمل الباحث بمنهج الكمي البحث التجريبى، وهو بحث تجربي في المدرسة، و تصميم البحث هو Quasy Semi Exsperimental Design، بنوع Pretest-Posttest One Grup Design و أدوات جمع البيانات هي الملاحظة، المقابلة، الاختبار، الوثائق. من نتائج البحث التي أجراها الباحث حول،كيفية استخدام وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه هي إجراء البحث في ثماني جلسات. أربع جلسات في الصف التجريبي وأربع جلسات في الصف الضابط. في كل جلسة من الصف التجريبي، قام الباحث بالتدريس باستخدام الوسيلة الصور مع مادة عن الجو. أما في الصف الضابط، إستخدم الباحث الوسيلة التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام الوسيلة الصور. أما كيفية فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب. البيانات التي تم شرحها سابقًا، تظهر أن أدنى درجة في الاختبار القبلي كانت 45، وبعد استخدام وسيلة الصور ارتفعت أدنى درجة إلى 65 في الاختبار البعدي. أعلى درجة في الاختبار القبلي كانت 70، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 85. اختبار طبيعية في الاختبار القبلي نتائجSigللفصل التجريبي 0.165 و الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل الضابطي 0.150. اختبار طبيعية في الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل التجريبي 0.200 و نتائج Sig للفصل الضابطي 0.181. نتائج اختبار تجانس الاختبار القبلي درجات0,131. نتائج اختبار تجانس الاختبار البعدى درجات0,139. اختبار Tأو متوسط الفرق بيانات البحثSig (2-Tailed): 0,108. ثمHO مقبول فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب من الطلاب الذين لايستخدمون وسيلة الصور
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren
Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing
Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM
S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama
Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam
pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren
Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi
ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat,
maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok
Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah
dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul
Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi
pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta
untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian
Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living
qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais
Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data,
penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya,
dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur
Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok
pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun
1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para
santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36,
tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan
diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat
Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan
pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa
silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi
dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya,
pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan
dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram
para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga
penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Shalawat Badar Serta Dzikir Pagi Petang Di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Jamaluddin Pohan NIRM S1.VI.19.20.166, program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang pada setiap harinya secara rutin di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar serta manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Ahzab ayat 41-43 dan 56 sebagai dasar tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56, Manfaat utama yang dirasakan oleh santri meliputi peningkatan keyakinan dan hubungan kepada- Nya, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari gangguan. Selain itu, pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang juga berperan dalam membentuk karakter santri yang disiplin, sabar, dan tawakal. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemahaman Ilmu Tajwid Guru TPQ di Kenagarian Mungo
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
الهام أ كبر، 2024. في هذا الموضوع " تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه ( دراسة تجربية)". ثم وُجدت مشكلة تتعلق بمهارة القراءة لدى الطلاب، مثل صعوبة قراءة النصوص العربية في الصف الثامن التي لا تزال ضعيفة جداً. هذا بسبب أن بعض المعلمين لا يستخدمون وسيلة متنوعة لزيادة اهتمام وحماس الطلاب، ولا يفهمون الحركات جيداً في تعليم مهارة القراءة. لذلك تم اختيار هذا الموضوع. هدف هذا البحث هو لإظهار استخدام وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لمعرفة فعالية وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لبيان تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة في المدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه. وفي هذا البحث استعمل الباحث بمنهج الكمي البحث التجريبى، وهو بحث تجربي في المدرسة، و تصميم البحث هو Quasy Semi Exsperimental Design، بنوع Pretest-Posttest One Grup Design و أدوات جمع البيانات هي الملاحظة، المقابلة، الاختبار، الوثائق. من نتائج البحث التي أجراها الباحث حول،كيفية استخدام وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه هي إجراء البحث في ثماني جلسات. أربع جلسات في الصف التجريبي وأربع جلسات في الصف الضابط. في كل جلسة من الصف التجريبي، قام الباحث بالتدريس باستخدام الوسيلة الصور مع مادة عن الجو. أما في الصف الضابط، إستخدم الباحث الوسيلة التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام الوسيلة الصور. أما كيفية فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب. البيانات التي تم شرحها سابقًا، تظهر أن أدنى درجة في الاختبار القبلي كانت 45، وبعد استخدام وسيلة الصور ارتفعت أدنى درجة إلى 65 في الاختبار البعدي. أعلى درجة في الاختبار القبلي كانت 70، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 85. اختبار طبيعية في الاختبار القبلي نتائجSigللفصل التجريبي 0.165 و الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل الضابطي 0.150. اختبار طبيعية في الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل التجريبي 0.200 و نتائج Sig للفصل الضابطي 0.181. نتائج اختبار تجانس الاختبار القبلي درجات0,131. نتائج اختبار تجانس الاختبار البعدى درجات0,139. اختبار Tأو متوسط الفرق بيانات البحثSig (2-Tailed): 0,108. ثمHO مقبول فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب من الطلاب الذين لايستخدمون وسيلة الصور
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Shalawat Badar Serta Dzikir Pagi Petang Di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Jamaluddin Pohan NIRM S1.VI.19.20.166, program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang pada setiap harinya secara rutin di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar serta manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Ahzab ayat 41-43 dan 56 sebagai dasar tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56, Manfaat utama yang dirasakan oleh santri meliputi peningkatan keyakinan dan hubungan kepada- Nya, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari gangguan. Selain itu, pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang juga berperan dalam membentuk karakter santri yang disiplin, sabar, dan tawakal. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman Ilmu Tajwid Guru TPQ di Kenagarian Mungo
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren
Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing
Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM
S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama
Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam
pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren
Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi
ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat,
maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok
Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah
dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul
Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi
pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta
untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian
Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living
qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais
Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data,
penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya,
dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur
Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok
pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun
1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para
santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36,
tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan
diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat
Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan
pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa
silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi
dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya,
pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan
dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram
para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga
penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
تجرید فطري مرضات الله, ٢٠٢٤ عملية تعليم الخط في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه كوتا، قسم تربية اللغة العربية للمعهد العلى القرآن بايا كمبوه. هناك مشكلة بسبب ضعف فهم الطلاب عن المادة وعدم تحفير الطلاب على مشاركة في الأنشطة التعليمية، ثم نقائص المرافق والأساليب أو وسائل الإيضاح التعليمية. كان الغرض من هذه الدّرَاسَةِ هُوَ لمعرفة التخطيط و لبيان تنفيذ و لإظهار التقويم عملية تعليم الخط لطلاب الصف السابع في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه . أما منهج المستخدم وهو منهج دراسة الحالة المدخل الوصفية النوعية، أي دراسة مشاكل منهجية ودقيقة فيما يتعلق بحقائق وخصائص أشياءَ مُعَيِّن. كانت طرق جمع البيانات المستخدمة هي الملاحظة والمقابلات والتوثيق، وقد تم تحليل البيانات التي تم الحصول عليها أثناء الدراسة من خلال خطوات تقليل البيانات وعرض البيانات ورسم الاستنتاج، بينما تم إجراء اختبار صحة البيانات عن طريق الملاحظة والتثليث، وكان التثليث في هذه الدراسة هو المصدر التثليث. كان نتائج هد البحث ما يلي: (1) يتم تخطيط تعليم الخط بشكل متسق ومنهجي وفقا لخطوات التعليم، بدءا من المقدمة والأنشطة الأساسية والختامية. تخطيط الدروس باستخدام كتاب الدليل درس الخط هذا يتم تعليم الطلاب القواعد الأساسية للكتابة وخاصة خط النسخ وخط الثلوث وفق القواعد التي تعليمتها حتى الآن، والاطلاع عليها من كتب تعليم الخط. (2) في تنفيذ، قام المعلم بمرحلتين، هي مرحلة نشاط تمهيدي ومرحلة نشاط أساسي، في أنشطة تعليم الخط في الفصل، حيث يعطي المعلم مادة للطلاب، ويختتم بتكرار شرح قواعد كتابة الرسائل، وتنتهي بطرح المعلم للأسئلة وتقديم التدريب، أي يُطلب من الطلاب كتابة في دفاتر التمارين الخاصة بهم. (3) فإن تقييم تعليم الخط في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه مناسب معتبرا أن القرض الأساسي من تعليم الخط حسب الأستاذ أزهار هو أن يكونا لطلاب قادرين ومهاريين في كتابة الخاط قواعد كتابة الخطابات التي تم تدريسها. بعْد رأت الْباحثة نتائج إمتحان الطلاب في تعليم الخط يستطيع أن يناقش أن يجد ثلاثة طلاب نتيجة 89 و يجدا أربعة طلاب نتيجة 88 و يجد سبعة طلاب نتيجة 87 و يجدا ثلاثة طلاب نتيجة 86 و يجدا أربعة طلاب نتيجة 85 و يجد طالبان نتيجة 84 و يجد أربعة طلاب نتيجة 83.