2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “PELAKSANAAN DZIKIR DALAM TAREKAT NAQSABANDIYAH WA SAMMANIYAH DI SURAU SULUK KAPALO BONDA (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Yahya Nauli Sitompul, NIRM S1.VI.19.19.530, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah seiring perkembangan zaman, kajian terhadap Al-Qur’an dapat menghasilkan pemahaman yang beragam. Secara umum, kajian living Qur’an mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa ajaran dzikir dalam tarekat merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah yang mampu mengatasi persoalan manusia di segala aspek kehidupan. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah mengenai dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, dan fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, serta pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, dan pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan landasan teori dari segi pendekatan, desain living Qur’an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda, sedangkan data sekunder adalah keterangan langsung dari jama’ah Surau Suluk Kapalo Bonda, dan data-data sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini ialah dasar pelaksanaan dzikir tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di dalam Al-Qur’an ada 5 dasar yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab:41, Surah Ar-Ra’d: 28, Surah Al-A’raf: 205, Surah Al-Maidah: 35, Surah Ali ‘Imran: 191. Fondasi dzikir dalam amalan tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 11 dasar, yaitu Huwasy Dardam, Nazhar Barqadam, Safar Darwathan, Khalwat dar Anjuman, Ya Dakrad, Baz Kasyat, Nakah Dasyat, Bad Dasyat, Wukuf Zamani, Wukuf ‘Adadi, dan Wukuf Qolbi. Pelaksanaan dzikir pada jama’ah tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 3 tahap yaitu, tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penutup yang dibimbing langsung oleh Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “PELAKSANAAN DZIKIR DALAM TAREKAT NAQSABANDIYAH WA SAMMANIYAH DI SURAU SULUK KAPALO BONDA (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Yahya Nauli Sitompul, NIRM S1.VI.19.19.530, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah seiring perkembangan zaman, kajian terhadap Al-Qur’an dapat menghasilkan pemahaman yang beragam. Secara umum, kajian living Qur’an mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa ajaran dzikir dalam tarekat merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah yang mampu mengatasi persoalan manusia di segala aspek kehidupan. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah mengenai dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, dan fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, serta pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, dan pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan landasan teori dari segi pendekatan, desain living Qur’an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda, sedangkan data sekunder adalah keterangan langsung dari jama’ah Surau Suluk Kapalo Bonda, dan data-data sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini ialah dasar pelaksanaan dzikir tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di dalam Al-Qur’an ada 5 dasar yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab:41, Surah Ar-Ra’d: 28, Surah Al-A’raf: 205, Surah Al-Maidah: 35, Surah Ali ‘Imran: 191. Fondasi dzikir dalam amalan tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 11 dasar, yaitu Huwasy Dardam, Nazhar Barqadam, Safar Darwathan, Khalwat dar Anjuman, Ya Dakrad, Baz Kasyat, Nakah Dasyat, Bad Dasyat, Wukuf Zamani, Wukuf ‘Adadi, dan Wukuf Qolbi. Pelaksanaan dzikir pada jama’ah tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 3 tahap yaitu, tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penutup yang dibimbing langsung oleh Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan