Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

1.347 karya publik ditemukan.

2026: 1552025: 742024: 1542023: 1442022: 6732021: 147

Studi Ulumul Qur'an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini di ditulis secara ilmiah, juga disusun menyesuaikan kurikulum mata kuliah ulumul Qur’an dengan beberapa pengembangan analis terkait pembahasan pada setiap bab. Perlu diketahui bahwa lahirnya buku ini, pada hakekatnya, sebagai salah satu usaha sungguh-sungguh dalam merekonstruksi arah pemahaman dan pengkajian al-Qur’an secara utuh. Diharapkan dengan terbitnya buku ini, selain mendukung keberadaan ilmu tafsir dalam sistem keilmuan, juga dapat memperluas wawasan keilmuan sehingga memudahkan bagi setiap orang melaksanakan tugas kemanusiaannya, mengkaji dan meneliti al-Qur’an dalam menghadapi era baru di abad ke-21 ini, untuk menjadikan abad ini sebagai abad Qur’ani, serta dapat menjadi bahan referensi dalam peningkatan kualitas SDM, terutama dalam kajian sumber (al-Qur’an dan hadis) yang mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat madani.

ULUMUL QUR'AN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an merupakan mu’jizat teragung sepanjang masa. Lantaran al-Qur’an, umat manusia mendapat pencerahan sehingga mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mempelajari al-Qur’an harus sampai pada tingkat pemahaman dan pengamalan. Apabila seseorang paham tetapi tidak mengamalkan maka sama saja seperti orang yang fasik dan apabila mengamalkan tanpa pemahaman maka akan berpotensi menyesatkan diri dan orang lain. Untuk mencapai pemahaman tersebut, banyak kajian-kajian yang harus dipelajari secara komprehensif yang kesemuanya itu tercakup dalam kajian ilmu-ilmu al-Qur’an atau yang sering kita kenal dengan ‘Ulumul Qur’an. Buku yang sedang Anda baca ini disusun untuk manambah wawasan mengenai kajian-kajian seputar ‘Ulumul Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa al-Qur’an mengandung nilai sastra yang sangat tinggi dan setiap katanya terdapat banyak ilmu terselubung yang mesti terus digali sehingga kitab-kitab atau buku-buku ‘Ulumul Qur’an menjadi kajian wajib bagi umat muslim khususnya para santri, pelajar, dan mahasiswa yang ingin memperdalam al-Qur’an. Buku ini berisi kajian: Seputar ‘Ulumul Qur’an; Penurunan al-Qur’an (Nuzulul Qur’an); Kodifikasi al-Qur’an; Rasm al-Mushaf; Asbabun Nuzul; Makkiyyah dan Madaniyyah; Nasikh Mansukh; Munasabah al-Qur’an; Muhkam Mutasyabih; I’jaz al-Qur’an; Qira’at al-Qur’an; Tafsir, Ta’wil, dan Terjemah; Fawatihus Suwar; Qashash al-Qur’an.

Ulumul Qur’an: Sebuah Pengantar

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Untuk dapat memahami Al-Qur’an dengan benar diperlukan penafsiran yang tidak hanya mengandalkan bahasa Arab secara baik dan benar, akan tetapi juga diperlukan pengetahuan yang komprehensif tentang ilmu-ilmu yang berhubungan dengan penafsiran Al-Qur’an itu sendiri dan kaidah-kaidah dari ilmu-ilmu tersebut seperti yang ditulis dalam buku ini. Buku yang sekarang ada di hadapan Anda ini adalah buku Ulumul Qur’an: Sebuah Pengantar Edisi Revisi yang memang disusun sesuai dengan silabus mata kuliah Studi al-Qur’an di PTKAI, baik Negeri maupun Swasta. Penulisannya dilakukan dalam rangka membantu mahasiswa dan masyarakat pada umumnya dalam mendapatkan literatur Ulumul Qur’an. Buku ini juga dimaksudkan untuk membantu para pembaca dalam mempelajari dan memahami hal-hal yang terpenting dalam Al-Qur’an yang diturunkan Allah Swt. Selamat membaca.

ULUMUL QUR'AN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini sangat tepat untuk menjadi rujukan penting bagi para peminat dan penelaah Alquran. Ia menjadi pengantar sebelum seseorang mendalami dan menelaah Alquran lebih jauh. Ingat bahwa ahl al-quran adalah orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Alquran sepanjang hayat dikandung badannya. Baginya, berkomunikasi dengan Alquran merupakan keniscayaan, sekaligus kebutuhan diri. Berilmulah dengan ilmu Alquran niscaya dunia ini akan terbebas dari kegelapan cahaya iman. Ingatlah bahwa “orang yang melakukan dan menerima sesuatu tanpa ilmu bukanlah manusia”

PENGANTAR ULUMUL QUR’AN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an merupakan sumber hukum Islam yang pertama dalam memberi petunjuk kepada kehidupan umat manusia. Segala peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan manusia telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Selagi umat manusia terutama umat Islam berpegang teguh kepada Al-Qur’an niscaya mereka akan selamat. Namun, untuk memahami Al-Qur’an tidaklah mudah, dibutuhkan berbagai disiplin ilmu untuk memahamiya. Ilmu-ilmu tersebut disebut dengan Ulumul Qur’an. Berdasarkan hal di atas penulis menyusun buku “ PENGANTAR ULUMUL QUR’AN” ini untuk memenuhi hal tersebut. Buku ini berisi berbagai materi yang diperlukan dalam memahami Al-Qur’an, diantaranya; Al-Qur’an dan Wahyu, Nuzul Al-Qur’an, Muhkam dan Mutasyabih, Makki dan Madani, Asbabun Nuzul, Qiraat Al-Qur’an, Terjemah, Tafsir, dan Takwil, Serta berbagai pembahasan lainnya yang berkaitan dengan Ulumul Qur’an.

Ulumul Qur’an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an, sebagai firman Allah yang mulia dan petunjuk utama bagi umat manusia, mengandung kekayaan ilmu dan hikmah yang tak ternilai. Setiap kata dan ayatnya menyimpan makna mendalam yang dapat membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, untuk menggali mutiara-mutiara ilmu dan hikmah tersebut, diperlukan pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Inilah mengapa setiap muslim perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu yang tepat, yang dikenal sebagai Ulumul Qur’an. Buku “Ulumul Qur’an: Kunci Membuka Pintu Pemahaman Al-Qur’an” hadir sebagai panduan yang mudah dipahami, dirancang khusus untuk mahasiswa dan pembaca umum yang ingin mempelajari Ulumul Qur’an. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan terstruktur, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam Ulumul Qur’an. Mulai dari sejarah penurunan Al-Qur’an, proses pengumpulan dan kodifikasi mushaf, nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih hingga ragam ilmu yang membantu dalam penafsiran Al-Qur’an, buku ini menyajikan informasi yang komprehensif. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi “Kunci” yang membuka pintu pemahaman Al-Qur’an, menjadikan pembaca untuk lebih dekat dengan firman Allah dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ulumul Qur`an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ulumul Qur`an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka pintu awal dari kedalaman kandungan al-Qur`an. Karenanya, umat Islam secara umum, ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam dengan al-Qur`an, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari Ulumul Qur`an. Untuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran Ulumul Qur`an pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan alQur`an. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti pembahasan Ulumul Qur`an. Buku ini yang menjadi salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut diambil dari sebuah kitab Ulumul Qur`an yang terkenal, yaitu Mabāḥiṡ fī ‘Ulūm al-Qur`ān karya Syeikh Manna’ al-Qatthan. Tidak hanya sekadar sebagai terjemahan, buku ini juga sebagai rujukan utama dalam mata kuliah Ulumul Qur`an. Isinya juga penyusun ambil dari referensi Ulumul Qur`an lainnya sebagai bahan tambahan para mahasiwa dalam mendukung sumber bacaannya.

Pemahaman Praktis Ulumul Qur'an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan yang hakiki. Manusia wajib mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an. Ketika manusia jauh dari petunjuk hidupnya, maka sesungguhnya mereka telah “membinatangkan” dirinya. Telah tampak di hadapan mata kita, seseorang yang tidak berpedoman pada Al-Qur’an, maka perilakunya tidak jauh beda dengan binatang. Jangan bersedih jika engkau tidak dihargai, tetapi bersedihlah jika tidak berharga lagi. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu susah. Namun, kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Semua manusia itu baik, jika kita bisa melihat kebaikan dan keunikannya. Sebaliknya, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, jika kita tidak bisa melihat keduanya. Hidup tanpa rencana tak ubahnya melangkah tanpa arah. Ibaratnya perjalanan tanpa tujuan. Tujuan akhir manusia adalah surga, maka ikutilah petunjuk Al-Qur’an Al-Karim.

Penafsiran Lafadz Muqaddas Dalam Al-Qur’an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman, terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik dari sisi dunia Islam maupun Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al- Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al- Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan al-Azhar. Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16. Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al- Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.

QARIN DALAM AL QUR`AN MENURUT TAFSIR AL AZHAR HAMKA

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini adalah “Qarin Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Alvin Auliansyah, Nirm: S1.VI.19.20.369. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya maraknya di media sosial tiktok, yaitu cek khodam live. Bahkan banyak yang menyumbang agar si penyiar mau menyebutkan khodam apa yang ia punya, hanya dengan menyebutkan nama, si penyiar akan mengatakan khodam seperti apa yang ada dalam tubuh pemirsanya. Ada yang khodam Nyi Roro Kidul, Harimau Putih, Kris Merah, Elang Petir, Nyi Blorong dan ada juga yang kosong khodamnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), menggunakan analisis deskriptif, yang merupakan sebuah metode yang mengambil bahan kajian dari berbagai sumber, dengan pendekatan metode tafsir maudhu’i. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka karna hanya Hamka yang penulis temukan bahwa qarin ada yang makhluk kasar dan halus. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan bahwa ada 8 ayat yang mengisaratkan tentang keberadaannya jin qarin, surat An-Nisa’ ayat 38, surat As-Shaffat ayat 51, surat Fusshilat ayat 25, surat Az-Zukhruf ayat 36,38,53, surat Qaf ayat 23 dan 27. Dari semua ayat yang mengisaratkan tentang jin qarin hanya surat An-Nisa saja yang kategori Madaniyah yang lainnya masuk kategori Makkiyah. Penafsiran Hamka menjelaskan bahwa jin qarin itu bukan hanya makhluk halus yaitu jin, setan dan malaikat yang membisikkan kebaikan dan kejahatan , namun ada juga dari makhluk kasar yaitu manusia yang perannya sama seperti qarin dari gologan makhluk halus. Karna qarin yang mengajak kepada kejahatan juga ada dari manusia, yang bisa jadi qarin itu adalah sahabat karib selama bergaul di dunia maka harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai teman karib hanya memuji perbuatan tanpa ada menasihati kelakuan buruk yang akhirnya membawa kepada kemaksitan, kesyirikan namun selalu merasa bahwa yang dilakukan selama ini adalah suatu kebenaran. Adapun peran qarin dalam kehidupan manusia ada empat macam, pertama sebagai penggiring manusia masuk ke neraka, ke dua sebagai saksi atas apa yang manusia kerjakan selama hidup di dunia, ke tiga menyeru manusia untuk melakukan keburukan, dan yang ke empat menyeru manusia untuk melakukan kebaikan.

Penafsiran Lafadz Muqaddas Dalam Al-Qur’an

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman, terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik dari sisi dunia Islam maupun Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al- Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al- Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan al-Azhar. Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16. Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al- Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.

QARIN DALAM AL QUR`AN MENURUT TAFSIR AL AZHAR HAMKA

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah “Qarin Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Alvin Auliansyah, Nirm: S1.VI.19.20.369. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya maraknya di media sosial tiktok, yaitu cek khodam live. Bahkan banyak yang menyumbang agar si penyiar mau menyebutkan khodam apa yang ia punya, hanya dengan menyebutkan nama, si penyiar akan mengatakan khodam seperti apa yang ada dalam tubuh pemirsanya. Ada yang khodam Nyi Roro Kidul, Harimau Putih, Kris Merah, Elang Petir, Nyi Blorong dan ada juga yang kosong khodamnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), menggunakan analisis deskriptif, yang merupakan sebuah metode yang mengambil bahan kajian dari berbagai sumber, dengan pendekatan metode tafsir maudhu’i. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka karna hanya Hamka yang penulis temukan bahwa qarin ada yang makhluk kasar dan halus. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan bahwa ada 8 ayat yang mengisaratkan tentang keberadaannya jin qarin, surat An-Nisa’ ayat 38, surat As-Shaffat ayat 51, surat Fusshilat ayat 25, surat Az-Zukhruf ayat 36,38,53, surat Qaf ayat 23 dan 27. Dari semua ayat yang mengisaratkan tentang jin qarin hanya surat An-Nisa saja yang kategori Madaniyah yang lainnya masuk kategori Makkiyah. Penafsiran Hamka menjelaskan bahwa jin qarin itu bukan hanya makhluk halus yaitu jin, setan dan malaikat yang membisikkan kebaikan dan kejahatan , namun ada juga dari makhluk kasar yaitu manusia yang perannya sama seperti qarin dari gologan makhluk halus. Karna qarin yang mengajak kepada kejahatan juga ada dari manusia, yang bisa jadi qarin itu adalah sahabat karib selama bergaul di dunia maka harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai teman karib hanya memuji perbuatan tanpa ada menasihati kelakuan buruk yang akhirnya membawa kepada kemaksitan, kesyirikan namun selalu merasa bahwa yang dilakukan selama ini adalah suatu kebenaran. Adapun peran qarin dalam kehidupan manusia ada empat macam, pertama sebagai penggiring manusia masuk ke neraka, ke dua sebagai saksi atas apa yang manusia kerjakan selama hidup di dunia, ke tiga menyeru manusia untuk melakukan keburukan, dan yang ke empat menyeru manusia untuk melakukan kebaikan.

Ta'siir ta'luumil muhadatsah bi istikhdami kitabul 'arabiyah bayna yadayk fi shoffi assabi' bi ma'had haji miskin kabubatuun taanah daatar

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تجريد أجرت الباحثة حميدة الكسري، طالبة في قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية، المعهد العالي الإسلامي دار القرآن بباياكمبوه، في السنة الدراسية 2025/1446، بحثًا بعنوان "تأثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في الصف السابع بمعهد الحاج مسكين كبوباتون تانه داتر". جاءت هذه الدراسة استجابةً للمشكلات التي لاحظتها الباحثة في ضعف مهارات المحادثة لدى الطالبات، وعدم فعالية الوسائل التعليمية المستخدمة في تحسين قدرة الطالبات على التعبير الشفهي باللغة العربية. ومن هنا، رغبت الباحثة في استخدام كتاب "العربية بين يديك" كبديل للكتب التقليدية، نظرًا لما يحتويه من حوارات واقعية، ومفردات مناسبة، وصور توضيحية تُسهم في جذب اهتمام الطالبات. اعتمدت الباحثة على المنهج الكمي التجريبي من نوع Pretest-Posttest Control Group Design، حيث استخدمت أدوات متنوعة لجمع البيانات مثل الاختبارات القبلية والبعدية، والملاحظة الصفية، والمقابلات، والاستبيانات. وتم اختيار طالبات الصف السابع في معهد الحاج مسكين كعينة بحثية، حيث بلغ عددهن 25 طالبة. أما نتائج الباحثة، فقد أظهرت وجود فرق ملحوظ في متوسط نتائج الاختبار القبلي والبعدي بعد استخدام الكتاب، حيث ارتفع المتوسط من 77.20 في الاختبار القبلي إلى 83.44 في الاختبار البعدي، مما يدل على أن تعليم المحادثة باستخدام كتاب "العربية بين يديك" له تأثير إيجابي وفعّال في ترقية مهارة الكلام لدى الطالبات في الصف السابع. وبذلك، توصلت الباحثة إلى أن استخدام هذا الكتاب يُعدّ وسيلة تعليمية ناجحة لتحسين مهارات المحادثة باللغة العربية في بيئة التعليم الإسلامي.

Ta’tsīr Istikhdāmi Wasā’il As-Sam‘iyyah Al-Baṣariyyah fī Mahāratil-Qirā’ah fī Ma‘had Ibni Al-Qayyim Bayākumbuh

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تم العثور على مشكلات تتعلق بعملية التعلم، حيث لا يزال إتقان مهارة القراءة باللغة العربية لدى طالبات الصف السابع منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، وهي لغة غير مألوفة بالنسبة لغالبيتهن، بالإضافة إلى الصعوبات التي تواجههن في قراءة النصوص العربية بسبب عدم تعودهن عليها. يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في إتقان مهارة القراءة العربية لدى طالبات معهد ابن القيم باياكمبوه، كما يهدف إلى تبيان كيفية استخدام هذه الوسائل لتحسين وتطوير مهارة القراءة العربية وتعزيز فهم النصوص لدى الطالبات. في هذا البحث، استخدمت الباحثة المنهج الكمي التجريبي من نوع "ما قبل التصميم التجريبي" (Pre-Experimental Design)، وهو تصميم "المجموعة الواحدة مع قياس قبلي وبعدي" (One Group Pretest-Posttest Design). وتُعدُّ التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي تمر بها الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث، وهذه الخطوات والمراحل هي: أولًا: جمع البيانات المتعلقة بمشكلة البحث، وهي تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية على إتقان مهارة القراءة العربية، وذلك من خلال مقابلة الباحثة للمعلمة المسؤولة عن تدريس اللغة العربية، والتحدث معها حول تعليم مهارة القراءة في الفصل، بالإضافة إلى استخدام الاستبيان. ثانيًا: فيما يتعلق ببيانات قدرة الطالبات على مهارة القراءة، فقد استخدمت الباحثة الاختبار القبلي والبعدي. ثالثًا: فيما يتعلق ببيانات المدرسة، فقد استخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. وأخيرًا، فيما يتعلق بتأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في تحسين مهارة القراءة ورفع مستوى إتقان الطالبات لها، فقد استخدمت الباحثة الاستبيان أيضًا. تظهر النتائج التي توصل إليها هذا البحث ما يلي: أولا هناك فرق واضح بين نتائج التعلم قبل استخدام الوسيلة السمعية البصرية وبعدها، حيث بلغ متوسط الاختبار القبلي 57، ثم ارتفع بعد تطبيق المعالجة من قِبل الباحثة لتقييم مدى إتقان الطالبات لمهارة القراءة وفقًا للنظرية المستخدمة، إلى متوسط بلغ 70 في الاختبار البعدي. ثانيا وبحسب جدول الفترات (Interval)، فإن فئة الأسئلة ذات المستوى المرتفع جدًا تتراوح درجاتها بين 70 وما فوق، بينما تتراوح درجات الفئة المنخفضة بين 57، والفئة المنخفضة جدًا تتراوح درجاتها بين 63 و78. وقد بلغ عدد الإجابات الصحيحة من أصل 13 سؤالًا (موزعة على 10 أسئلة في الفئة العالية جدًا، وسؤالين في الفئة العليا، وسؤال واحد في الفئة المتوسطة). ثالثا وفي ضوء هذه النتائج، يمكن الاستنتاج أن استخدام الوسائل السمعية البصرية في تدريس مهارة القراءة العربية قد أثر بشكل إيجابي في تحسين مستوى المهارة لدى نفس الطالبات.

تاثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في معهد الحاج مسكين كبوباتون وانه داتر

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

تجريد أجرت الباحثة حميدة الكسري، طالبة في قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية، المعهد العالي الإسلامي دار القرآن بباياكمبوه، في السنة الدراسية 2025/1446، بحثًا بعنوان "تأثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في الصف السابع بمعهد الحاج مسكين كبوباتون تانه داتر". جاءت هذه الدراسة استجابةً للمشكلات التي لاحظتها الباحثة في ضعف مهارات المحادثة لدى الطالبات، وعدم فعالية الوسائل التعليمية المستخدمة في تحسين قدرة الطالبات على التعبير الشفهي باللغة العربية. ومن هنا، رغبت الباحثة في استخدام كتاب "العربية بين يديك" كبديل للكتب التقليدية، نظرًا لما يحتويه من حوارات واقعية، ومفردات مناسبة، وصور توضيحية تُسهم في جذب اهتمام الطالبات. اعتمدت الباحثة على المنهج الكمي التجريبي من نوع Pretest-Posttest Control Group Design، حيث استخدمت أدوات متنوعة لجمع البيانات مثل الاختبارات القبلية والبعدية، والملاحظة الصفية، والمقابلات، والاستبيانات. وتم اختيار طالبات الصف السابع في معهد الحاج مسكين كعينة بحثية، حيث بلغ عددهن 25 طالبة. أما نتائج الباحثة، فقد أظهرت وجود فرق ملحوظ في متوسط نتائج الاختبار القبلي والبعدي بعد استخدام الكتاب، حيث ارتفع المتوسط من 77.20 في الاختبار القبلي إلى 83.44 في الاختبار البعدي، مما يدل على أن تعليم المحادثة باستخدام كتاب "العربية بين يديك" له تأثير إيجابي وفعّال في ترقية مهارة الكلام لدى الطالبات في الصف السابع. وبذلك، توصلت الباحثة إلى أن استخدام هذا الكتاب يُعدّ وسيلة تعليمية ناجحة لتحسين مهارات المحادثة باللغة العربية في بيئة التعليم الإسلامي.

تحليل تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

عماد بسيل الربي، 2025، تحليل تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القرآن باياكمبوه. الدافع وراء هذا البحث هو أهمية دور اللغة العربية كلغة دينية وعالمية غنية بالقيم التاريخية والروحية. اللغة العربية هي إحدى المواد التي يتم تدريسها في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه على الرغم من أنها ليست مدرجة ضمن المواد التخصصية كما هو الحال في المدرسة. ومع ذلك فقد تمكنت هذه المدرسة من تحقيق إنجازات استثنائية في مجال اللغة العربية، وخاصة في أولمبياد اللغة العربية بدءًا من مستوى المدينة إلى المستوى الوطني. تهدف هذه الدراسة إلى: أولاً، وصف التخطيط لتعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه. ثانيًا: شرح تطبيق تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه في باياكومبوه. ثالثًا: الكشف عن وتقويم تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه. يستخدم هذا البحث المنهج الوصفي الكيفي بنوع دراسة الحالة. مع تقنيات جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. وفي تحليل البيانات، استخدام الباحث في تحليل البيانات نظرية مايلز وهيبرمن من خلال اختزال البيانات، وعرض البيانات، واستخلاص النتائج. وللتحقق من صحة البيانات، استخدام الباحث نظرية التثليث ومناقشة الأقران. أظهرت النتائج أن عملية تعليم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الإسلامية باياكمبوه تتكون من: أولًا: أن المدرسة تتوفر فيها جميع مقومات التعليم، والمعلم الذين يتمتعون بالكفاءة، والطلاب المتنوعون، والأهداف التي تتماشى مع القيم الدينية، والمادة الرئيسة من المركز، والمادة الإضافية التي يعدها المعلم، والأساليب المرنة، والمرافق الملائمة لدعم التعليم، والتقويم المستمر التكويني والختامي من المعرفي والوجداني والحركي النفسي للطلاب. ثانيًا، في مرحلة التخطيط، يخطط المعلم في مرحلة التخطيط من خلال مراعاة عدة عناصر، بما في ذلك القدرات المتنوعة للطلاب، والمنهج المستخدم كمرجع. يقوم المعلم دائمًا بالوفاء بالالتزامات الإدارية من خلال استكمال أدوات التعليم مثل الوحدات التعليمية. ثالثًا، في تنفيذ تعليم اللغة العربية هناك 3 أنشطة رئيسية، تشمل الأنشطة الافتتاحية تهيئة الطلاب نفسيًا وبدنيًا للمشاركة في التعليم. وتشمل الأنشطة الأساسية عرض المواد من قبل المعلم، وإدارة الصف، والتقويم التكويني. الأنشطة الختامية، وتشمل التأمل في التعليم، وتلخيص المادة التي تم تعليمها، ولا يعطي المعلم واجبات منزلية مراعاة لوقت تعليم الطالب. رابعًا: في التقويم، يقوم المعلم بنوعين من التقويم، وهما التكويني والتلخيصي، وهما يتعلقان بمهارات الطلاب المعرفية والوجدانية والنفسية الحركية. وتشير النتائج التي توصلت إليها هذه الدراسة إلى أنه من خلال عملية تعليم اللغة العربية هذه، يمكنهم الفوز بالبطولات على مستوى المدينة إلى الأولمبياد على المستوى الوطني.

تأثير إستخدام وسيلة السمعية البصرية في مهارة القراءة في معهد ابن القيم باياكمبوه

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

تم العثور على مشكلات تتعلق بعملية التعلم، حيث لا يزال إتقان مهارة القراءة باللغة العربية لدى طالبات الصف السابع منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، وهي لغة غير مألوفة بالنسبة لغالبيتهن، بالإضافة إلى الصعوبات التي تواجههن في قراءة النصوص العربية بسبب عدم تعودهن عليها. يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في إتقان مهارة القراءة العربية لدى طالبات معهد ابن القيم باياكمبوه، كما يهدف إلى تبيان كيفية استخدام هذه الوسائل لتحسين وتطوير مهارة القراءة العربية وتعزيز فهم النصوص لدى الطالبات. في هذا البحث، استخدمت الباحثة المنهج الكمي التجريبي من نوع "ما قبل التصميم التجريبي" (Pre-Experimental Design)، وهو تصميم "المجموعة الواحدة مع قياس قبلي وبعدي" (One Group Pretest-Posttest Design). وتُعدُّ التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي تمر بها الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث، وهذه الخطوات والمراحل هي: أولًا: جمع البيانات المتعلقة بمشكلة البحث، وهي تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية على إتقان مهارة القراءة العربية، وذلك من خلال مقابلة الباحثة للمعلمة المسؤولة عن تدريس اللغة العربية، والتحدث معها حول تعليم مهارة القراءة في الفصل، بالإضافة إلى استخدام الاستبيان. ثانيًا: فيما يتعلق ببيانات قدرة الطالبات على مهارة القراءة، فقد استخدمت الباحثة الاختبار القبلي والبعدي. ثالثًا: فيما يتعلق ببيانات المدرسة، فقد استخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. وأخيرًا، فيما يتعلق بتأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في تحسين مهارة القراءة ورفع مستوى إتقان الطالبات لها، فقد استخدمت الباحثة الاستبيان أيضًا. تظهر النتائج التي توصل إليها هذا البحث ما يلي: أولا هناك فرق واضح بين نتائج التعلم قبل استخدام الوسيلة السمعية البصرية وبعدها، حيث بلغ متوسط الاختبار القبلي 57، ثم ارتفع بعد تطبيق المعالجة من قِبل الباحثة لتقييم مدى إتقان الطالبات لمهارة القراءة وفقًا للنظرية المستخدمة، إلى متوسط بلغ 70 في الاختبار البعدي. ثانيا وبحسب جدول الفترات (Interval)، فإن فئة الأسئلة ذات المستوى المرتفع جدًا تتراوح درجاتها بين 70 وما فوق، بينما تتراوح درجات الفئة المنخفضة بين 57، والفئة المنخفضة جدًا تتراوح درجاتها بين 63 و78. وقد بلغ عدد الإجابات الصحيحة من أصل 13 سؤالًا (موزعة على 10 أسئلة في الفئة العالية جدًا، وسؤالين في الفئة العليا، وسؤال واحد في الفئة المتوسطة). ثالثا وفي ضوء هذه النتائج، يمكن الاستنتاج أن استخدام الوسائل السمعية البصرية في تدريس مهارة القراءة العربية قد أثر بشكل إيجابي في تحسين مستوى المهارة لدى نفس الطالبات.