Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

835 karya publik ditemukan.

2026: 922025: 422024: 912023: 872022: 4442021: 79

Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.

Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.

Pakaian Menurut Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili dalam kitabnya Nazarat Fi Kitabillah

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Pakaian Menurut Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili dalam kitabnya Nazarat Fi Kitabillah

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.