Profil penulis
MA
835 karya publik ditemukan.
Pelajaran ilmu tajwid
Pengantar Studi Al-Qur'an: Teori dan Pendekatan
Meskipun studi keislaman terutama studi Al-Qur'an telah banyak dilakukan oleh para sarjana luar dan dalam negeri, dengan menggunakan ragam teori dan dengan fokus kajiannya masing-masing seiring dengan perkembangan keilmuan kontemporer, karya ini tetap layak diapresiasi karena ia berusaha menghadirkan cara pendekatan yang berbeda terhadap Al-Qur'an, dan dengan kemasan sistematika penulisan yang mudah dicerna dan dipahami.
Thalatha rasa'il fi i`jaz al-Qur'an
al-Qada' wa-al-qadar
Studi Al-Qur’an (Teori dan Aplikasinya dalam Penafsiran Ayat Pendidikan)
Secara komprehensif, buku Studi Al-Qur’an (Teori dan Aplikasinya dalam Penafsiran Ayat Pendidikan) menyajikan dan memaparkan hal-hal yang berhubungan dengan ‘Ulum al-Qur’an, seperti pewahyuan, Al-Makkiyah dan Al-Madaniyah, Nasikh dan Mansukh, Munasabah, Hermeneutika, tafsir tematik dan sebagainya yang diaplikasikan terhadap ayat-ayat pendidikan. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam proses pendidikan Islam terutama di kalangan mahasiswa, pendidik serta semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Islam, berupa pengembangan konsep pendidikan berlandaskan Al-Qur’an yang kemudian dikontekstualisasikan dalam menjawab persoalan-persoalan kehidupan yang semakin kompleks.
Studi Metodologi Tafsir
Sejarah penafsiran dan metodologi tafsir al-Qur’an telah melewati berbagai fase yang panjang, rumit dan kompleks. Awalnya, penafsiran merupakan usaha menemukan maksud yang sesuai dengan teks, namun pada tahap selanjutnya proyeksi penafsiran terkontaminasi dengan usaha menundukkan al-Qur’an demi kepentingan kelompok keagamaan dan individu. Dalam beberapa penelitian, produk-produk penafsiran al-Qur’an dari generasi ke generasi memiliki corak dan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah adanya perbedaan situasi sosio-historis di mana seorang mufasir hidup. Bahkan situasi politik yang terjadi ketika mufasir melakukan kerja penafsiran juga sangat kental mewarnai produk-produk penafsirannya. Di samping cakupan makna yang dikan-dung oleh al-Qur’an memang sangat luas, perbedaan dan corak penafsiran itu juga disebabkan perbedaan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing mufasir.