Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

835 karya publik ditemukan.

2026: 922025: 422024: 912023: 872022: 4442021: 79

At-Tibyan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi Ulumul Qur'an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini di ditulis secara ilmiah, juga disusun menyesuaikan kurikulum mata kuliah ulumul Qur’an dengan beberapa pengembangan analis terkait pembahasan pada setiap bab. Perlu diketahui bahwa lahirnya buku ini, pada hakekatnya, sebagai salah satu usaha sungguh-sungguh dalam merekonstruksi arah pemahaman dan pengkajian al-Qur’an secara utuh. Diharapkan dengan terbitnya buku ini, selain mendukung keberadaan ilmu tafsir dalam sistem keilmuan, juga dapat memperluas wawasan keilmuan sehingga memudahkan bagi setiap orang melaksanakan tugas kemanusiaannya, mengkaji dan meneliti al-Qur’an dalam menghadapi era baru di abad ke-21 ini, untuk menjadikan abad ini sebagai abad Qur’ani, serta dapat menjadi bahan referensi dalam peningkatan kualitas SDM, terutama dalam kajian sumber (al-Qur’an dan hadis) yang mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat madani.

ULUMUL QUR'AN

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini sangat tepat untuk menjadi rujukan penting bagi para peminat dan penelaah Alquran. Ia menjadi pengantar sebelum seseorang mendalami dan menelaah Alquran lebih jauh. Ingat bahwa ahl al-quran adalah orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Alquran sepanjang hayat dikandung badannya. Baginya, berkomunikasi dengan Alquran merupakan keniscayaan, sekaligus kebutuhan diri. Berilmulah dengan ilmu Alquran niscaya dunia ini akan terbebas dari kegelapan cahaya iman. Ingatlah bahwa “orang yang melakukan dan menerima sesuatu tanpa ilmu bukanlah manusia”

Ulumul Qur’an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an, sebagai firman Allah yang mulia dan petunjuk utama bagi umat manusia, mengandung kekayaan ilmu dan hikmah yang tak ternilai. Setiap kata dan ayatnya menyimpan makna mendalam yang dapat membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, untuk menggali mutiara-mutiara ilmu dan hikmah tersebut, diperlukan pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Inilah mengapa setiap muslim perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu yang tepat, yang dikenal sebagai Ulumul Qur’an. Buku “Ulumul Qur’an: Kunci Membuka Pintu Pemahaman Al-Qur’an” hadir sebagai panduan yang mudah dipahami, dirancang khusus untuk mahasiswa dan pembaca umum yang ingin mempelajari Ulumul Qur’an. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan terstruktur, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek penting dalam Ulumul Qur’an. Mulai dari sejarah penurunan Al-Qur’an, proses pengumpulan dan kodifikasi mushaf, nasikh dan mansukh, muhkam dan mutasyabih hingga ragam ilmu yang membantu dalam penafsiran Al-Qur’an, buku ini menyajikan informasi yang komprehensif. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi “Kunci” yang membuka pintu pemahaman Al-Qur’an, menjadikan pembaca untuk lebih dekat dengan firman Allah dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Praktis Ulumul Qur'an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan yang hakiki. Manusia wajib mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an. Ketika manusia jauh dari petunjuk hidupnya, maka sesungguhnya mereka telah “membinatangkan” dirinya. Telah tampak di hadapan mata kita, seseorang yang tidak berpedoman pada Al-Qur’an, maka perilakunya tidak jauh beda dengan binatang. Jangan bersedih jika engkau tidak dihargai, tetapi bersedihlah jika tidak berharga lagi. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu susah. Namun, kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Semua manusia itu baik, jika kita bisa melihat kebaikan dan keunikannya. Sebaliknya, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, jika kita tidak bisa melihat keduanya. Hidup tanpa rencana tak ubahnya melangkah tanpa arah. Ibaratnya perjalanan tanpa tujuan. Tujuan akhir manusia adalah surga, maka ikutilah petunjuk Al-Qur’an Al-Karim.

Penafsiran Lafadz Muqaddas Dalam Al-Qur’an

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman, terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik dari sisi dunia Islam maupun Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al- Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al- Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan al-Azhar. Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16. Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al- Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.

Penafsiran Lafadz Muqaddas Dalam Al-Qur’an

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyempitan makna lafadz Muqaddas di tengah masyarakat, yang kerap kali hanya dipahami sebatas tempat fisik seperti Masjid al-Aqsha. Padahal dalam Al-Qur`an lafadz Muqaddas memiliki dimensi makna yang lebih luas dan dalam mencakup aspek spiritual, geografis, teologis, dan simbolik. Ketidaktahuan terhadap konteks penggunaan lafadz ini berpotensi menimbulkan kekeliruan pemahaman, terlebih dalam konteks Baitul Maqdis yang menjadi objek sengketa antarperadaban, baik dari sisi dunia Islam maupun Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis lafadz Muqaddas yang ada dalam Al-Qur`an sebagaimana yang digunakan dalam tiga ayat Al-Qur’an, yaitu QS. al- Ma`idah: 21, Thaha: 12, dan an-Nazi’at: 16. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis penafsiran para mufasir terhadap lafadz tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data utama berasal dari Al- Qur’an dan enam kitab tafsir : al-Misbah, Ibnu Katsir, al-Thabari, al-Jashash, al-Munir, dan al-Azhar. Hasil penelitian ini terbagi kepada 2 pembahasan. Pertama, analisis lafadz muqaddas dalam Al-Qur`an mengandung makna kesucian yang bersumber dari kehendak Ilahi, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga spiritual dan teologis. Akar kata q-d-s menunjukkan makna penyucian dan pemuliaan yang dikaitkan langsung dengan kehadiran Allah SWT. Kedua, analisis penafsiran ayat-ayat tentang muqaddas dalam Al-Qur`an terbagi kepada dua penafsiran. Yaitu penafsiran muqaddas dengan makna lembah tuwa yang terdapat pada dua surat yaitu surat Thaha ayat 12 dan surat an-Nazi’at ayat 16. Kemudian penafsiran muqaddas dengan makna baitul maqdis yang terdapat pada surat al- Ma`idah ayat 21. Dengan demikian, konsep kesucian dalam lafadz muqaddas bersifat teosentris (tuhan sebagai pusat dan sumber utama segala nilai, tujuan dan makna kehidupan), menegaskan bahwa kesucian suatu tempat lahir dari keterhubungannya dengan Allah, wahyu, dan para rasul-Nya.

Ta’tsīr Istikhdāmi Wasā’il As-Sam‘iyyah Al-Baṣariyyah fī Mahāratil-Qirā’ah fī Ma‘had Ibni Al-Qayyim Bayākumbuh

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تم العثور على مشكلات تتعلق بعملية التعلم، حيث لا يزال إتقان مهارة القراءة باللغة العربية لدى طالبات الصف السابع منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، وهي لغة غير مألوفة بالنسبة لغالبيتهن، بالإضافة إلى الصعوبات التي تواجههن في قراءة النصوص العربية بسبب عدم تعودهن عليها. يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في إتقان مهارة القراءة العربية لدى طالبات معهد ابن القيم باياكمبوه، كما يهدف إلى تبيان كيفية استخدام هذه الوسائل لتحسين وتطوير مهارة القراءة العربية وتعزيز فهم النصوص لدى الطالبات. في هذا البحث، استخدمت الباحثة المنهج الكمي التجريبي من نوع "ما قبل التصميم التجريبي" (Pre-Experimental Design)، وهو تصميم "المجموعة الواحدة مع قياس قبلي وبعدي" (One Group Pretest-Posttest Design). وتُعدُّ التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي تمر بها الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث، وهذه الخطوات والمراحل هي: أولًا: جمع البيانات المتعلقة بمشكلة البحث، وهي تأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية على إتقان مهارة القراءة العربية، وذلك من خلال مقابلة الباحثة للمعلمة المسؤولة عن تدريس اللغة العربية، والتحدث معها حول تعليم مهارة القراءة في الفصل، بالإضافة إلى استخدام الاستبيان. ثانيًا: فيما يتعلق ببيانات قدرة الطالبات على مهارة القراءة، فقد استخدمت الباحثة الاختبار القبلي والبعدي. ثالثًا: فيما يتعلق ببيانات المدرسة، فقد استخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. وأخيرًا، فيما يتعلق بتأثير استخدام الوسائل السمعية البصرية في تحسين مهارة القراءة ورفع مستوى إتقان الطالبات لها، فقد استخدمت الباحثة الاستبيان أيضًا. تظهر النتائج التي توصل إليها هذا البحث ما يلي: أولا هناك فرق واضح بين نتائج التعلم قبل استخدام الوسيلة السمعية البصرية وبعدها، حيث بلغ متوسط الاختبار القبلي 57، ثم ارتفع بعد تطبيق المعالجة من قِبل الباحثة لتقييم مدى إتقان الطالبات لمهارة القراءة وفقًا للنظرية المستخدمة، إلى متوسط بلغ 70 في الاختبار البعدي. ثانيا وبحسب جدول الفترات (Interval)، فإن فئة الأسئلة ذات المستوى المرتفع جدًا تتراوح درجاتها بين 70 وما فوق، بينما تتراوح درجات الفئة المنخفضة بين 57، والفئة المنخفضة جدًا تتراوح درجاتها بين 63 و78. وقد بلغ عدد الإجابات الصحيحة من أصل 13 سؤالًا (موزعة على 10 أسئلة في الفئة العالية جدًا، وسؤالين في الفئة العليا، وسؤال واحد في الفئة المتوسطة). ثالثا وفي ضوء هذه النتائج، يمكن الاستنتاج أن استخدام الوسائل السمعية البصرية في تدريس مهارة القراءة العربية قد أثر بشكل إيجابي في تحسين مستوى المهارة لدى نفس الطالبات.