2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam buku ini, penulis membahas hubungan antara qira’at dan tafsir al-Qur’an pada Ayat-ayat yang memiliki implikasi penafsiran dengan sistematika susunan, sebagaimana urutan wajah perbedaan yang dikemukakan oleh Abu al-Fadhl al-Razi yang didukung oleh azZarqani dan Ibn al-Jazari, dalam menafsirkan tentang sab’ah ahruf, diawali dengan pembahasan qira’at dan tafsir al-Qur'an, sebagai berikut : Bab I : Qira’at al-Qur’an Bab II : Tafsir al-Qur’an Bab III : Al-ushul dan farsyul Huruf Bab IV : Qira’at pada al-asma’ dan dan Perbedaan Tafsirnya Bab V : Qira’at pada Tashrif al-Af’al dan Perbedaan Tafsirnya Bab VI : Qiraat pada Wajah I’rab dan Perbedaan tafsirnya. Bab VII : Qira’at pada an-Naqsh wa az-Ziyadah dan Perbedaan Tafsirnya Bab VIII : Qira’at pada at-Taqdim wa at-Ta’khir dan Perbedaan Tafsirnya. Bab IX : Qira’at pada al-Ibdal dan Perbedaan Tafsirnya Bab X : Penutup Uraian Tafsir pada Ayat-ayat al-Qur’an terkandung perbedaan qira’at, penulis klasifikasikan ke dalam Aqidah dan fiqih. Kemudian penulis jelaskan dengan singkat, terutama dalam hal korelasi perbedaan qira’at dan perbedaan tafsir.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu,
kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM
S1.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam
Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang penulis memilih judul Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi
kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, ini karena yang pertama, Dari
pengajian yang penulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang
mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah
Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain
mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang
kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa
Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan
sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu
dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat
melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek
pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research),
karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan
melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing
Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu:
sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yangterkait seperti
tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan.
Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat,serta bukubuku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi
tahlilan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar tahlilan di desa
Tangga Bosi ini berasal dari ulama-ulama terdahulu yang melaksanakan tahlilan
setiap ada orang yang meninggal, kemudian tahlilan tersebut menjadi tradisi yang
dilaksanakan sampai sekarang, jika ada salah satu warga yang meninggal di desa
Tangga Bosi, maka tiga malam sesudah mayit tersebut dikuburkan, kaum bapak
melaksanakan tahlilan di kediaman si mayit, atau rumah ahlu bait, dan
pelaksanannya dilakukan oleh kaum laki-laki terkhususnya kaum bapak, dan tidak
diikutsertakan perempuan atau kaum ibu, karena menjaga fitnah bagi perempuan,
apalagi karena tahlilan ini dilakukan di malam hari, oleh sebab itu yang ikut serta
dalam pelaksanaan tahlilan ini hanya untuk laki-laki atau kaum bapak. Dalam
pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi ada beberapa tahapan yaitu: Persiapan,
Pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi dan Penutup (doa).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui pemahaman tajwid
guru TPQ di Kenegarian Mungo dalam hal teori maupun praktek makharijul huruf dan
hukum Nun Mati dan Tanwin. karena kemampun itu nanti akan di ajarkan kepada generasi
yang akan datang sebagai generasi pewaris al-Qur’an. dan sudah semestinya seorang guru
TPQ itu menguasai tajwid dengan baik.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode
kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan
dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis memilih sampel sebagian Guru TPQ di
Kenagarian Mungo, dengan teknik penentuan sampelnya adalah Simple Random Sampling
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa Penerapan Tajwid guru TPQ di
Kenagarian Mungo dari 40 orang guru, ada beberapa orang guru yang masih kurang baik
secara praktek dan teori, terutama bidang makharijul huruf, Hukum Nun Sukun dan Tanwin
terdapat banyak kesalahan, seperti pengucapan huruf syin dan lain sebagainya, diantaranya
ada 11 orang guru yang sudah paham dengan teori dan praktek, 25 orang guru yang masih
kuran paham tentang teori dan praktek dan 4 orang guru tidak paham sama sekali tentang
teori dan praktek.
Saran-saran, hendaknya kepada guru TPQ agar lebih meningkatkan kualitas
pemahaman dan penguasaannya dibidang ilmu tajwid dan memperbaiki bacaannya, kemudian
pengurus TPQ harus memperhatikan dan lebih seksama dalam memilih seorang guru yang
berkwalitas, Pemerintah Kabupaten 50 Kota dan Kementerian Agama serta lembaga-lembaga
yang terkait hendaknya selalu bekerja sama dalam pembinaan guru TPQ ini dan mengadakan
pelatihan guru-guru TPQ.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an
mulai dari zaman Nabi sampai sekarang. Saat ini, kajian tafsir Al Qur’an telah
memasuki fase baru melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz
yang mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki. Jenis penelitian
ini adalah penelitian pustaka dengan kajian di media sosial. Penelitian ini
menggunakan pendekatan etnografi virtual yaitu mengumpulkan data yang berasal
dari informasi yang ada di lingkungan online. Hasil dari penelitian ini, pertama
identifikasi video kajian Hanan Attaki terbagi dua yaitu, tentang spirit Hijrah kaum
Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Kedua, pemahaman ayat
tentang Hijrah menurut Hanan Attaki, dalam Q.S At Taubah: 100, mengikuti peran
1 Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,
sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang yang
menolong orang yang hijrah. Dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9 dan Al Ankabut ayat
2-3 tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan
dalam Surah Al Baqarah: 214 tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian
fisik, harta, dan perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat
tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu metode yang digunakan yaitu
maudhu’i, corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki
di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan)
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
اذلدف ى ا البحث لبيان استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة على ترقية رغبة التبلمي
يف تعلم ادلفردات و دلعرفة أثرىا يف الصف الثامن يف مدرسة الكوثر زلمدية الثانوية ساري المك دلابولوه
كواتا. ادلدخل ادلستخدم يف ى البحث ىو ادلدخل الكامي.استخدام ى ه الدراسة منوذج تصميم شبة
ذبرييب )test-post and test-pre )وعينة ى ا البحث ىي الفصل "أ" عددىا ،۳۰ وفصل "ب"
عددىا ·ٖ التبلمي وصل ى ا البحث إىل نتائج. من أمهها أن استخدام طريقة االستجابة اجلسدية
الكاملة ) Physical Total Response )يؤثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات لدى طبلب. وى ا
يستنتج من حساب اإلحصاء كما يلي، تأثري طريقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة ب على ترقية رغبة
التبلمي يف تعلم ادلفردات ظهور أن بيانا ت البحث : ) Tailed - 2 ( Sig ٖٓٗ،ٓ >ٓ.ٓ٘ ، مث
HOمر دود HA مقبول ، دبعٌت آخر فإن لو اثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات ال ي
تستخدمون طر يقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة تكون أكثر فاعلية من التبلمي ال ين التستخدمون طريقة
اإلستجابة اجلسدية الكاملة . فالفرضية االصلية مقبولة والفرضية البدلية مردودة دبعٌت أن استخدام طريقة
االستجابة اجلسدية الكاملة
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
اللغة ىي أداة التواصل األكثر أمهية يف التفاعل مع أي شخص يف ىذا العامل، فقد مت إنشاء
العديد من اللغات، كل ذلك لتسهيل التواصل مع اآلخرين. كما تعد اللغة أداة التواصل الرئيسية
واإلبداعية والسريعة اليت يستخدمها اإلنسان لنقل أفكاره وأفكاره ومشاعره. ال ديكن فصل اللغة عن
حياة اإلنسان، ألن البشر ىم من يستخدمون اللغة أبنفسهم للتفاعل. فاللغة دليل على عظمة هللا
ٔ سبحانو وتعاىل كما يف سورة الروم: ٕٕ
ابللغة العربية، يتم استخدام كلمة )الكتابة أو اخلط( يف اخلط، واليت تشَت إىل الكتابة
اجلميلة )الكتابة اجلميلة أو اخلاط اجلميل(. يطلق على األشخاص اخلرباء يف ىذا اجملال اسم
اخلاطاط )Calligrapher). اخلط مبعٌت "فن اخلط" صحيح ألن القدرة على الكتابة بشكل جيد ىي
ٕ يف الواقع القدرة على استخدام القلم للكتابة.
يتمتع اخلط أبعلى وضع وىو تعبَت شليز للغاية عن روح اإلسالم. لذلك، يشار إىل اخلط يف
كثَت من األحيان ابسم "فن الفن اإلسالمي". ىذا التأىيل صحيح ألن اخلط يعكس عمق معٌت
الفن، والذي يتم احلصول عليو بشكل أساسي من قيم ومفاىيم اإلديان. خالل األتراك العثمانيُت،
صرح خبَت اخلط الشهَت ايقوت ادلستعثمي أن رتال اخلط كان لديو فارق أعمق، وىو رتال
ٖ ادلشاعر. لذلك، يقدم ايقوت احلدود التالية: اخلط ىندسة روحانية وان ظهرت آبلة جسمانية.
ُمها يف احلضارة الغربية،
ُ
يف بداية العهد العباسي، كان خطنان الثناين اشتهر ذكر ومها
الضحاك بن عجيان وإسحاق بن زتاد. عاش الضحاك يف عهد أبو العباس الصفة، اخلليفة العباسي
األول ) ٚ٘ٗ-ٚ٘ٓ م(، بينما اشتهر إسحاق يف العهد ادلنصور )ٚٚ٘-ٚٗ٘م( وادلهدي،
َّ اخلليفة الثالثة ) ٚٛٙ-ٚٚ٘ احة،
الر
َ
ن
ِ
م
ٍ
َة
ون
ُ
ر
ُ
م( يربز إسحاق إلصلازاتو يف تقدمي مستوى أكثر م
ٗ وإضفاء اجلمال على كتابة السولس و السلوسُت وتعميم استعماذلا
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini adalah pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok
pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an yang mempunyai keunikan dalam
pelaksanannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan proses
pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul
Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui dasar dan manfaat pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Penelitian
ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui
pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin
Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Peneliti menemukan
bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula
dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah
dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Proses pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang dilakukan secara rutin pada waktu setelah shalat
ashar, maghrib, dan shubuh. Pelaksanaannya dipimpin oleh santri yang dipilih oleh ustadzustadzah pengasuh santri dan diikuti oleh seluruh santri. Dasar pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56.
Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin
merupakan konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga
dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup berpasangpasangan, membutuhkan keluarga yang ideal. Menciptakannya bukan hal yang mudah, banyak faktor
yang menjadi penghambat. Peneliti mengungkapkan bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim
dan keluarganya yang terdapat di dalam al-Qur’an.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i
Abd Hayy al-Farmawi, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-
Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir al-Maraghi karya
Ahmad Mustafa al-Maraghi, tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi AshShiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumbersumber lainnya.
Penelitian menemukan terdapat 63 ayat terkait kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Ismail
putranya ditemukan 12 ayat. Ya’qub cucu Nabi Ibrahim sebanyak 16 ayat. Ayat yang bercerita tentang
nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 ayat berkaitan dengan bentuk keluarga ideal.
Pertama sikap mempercayai dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kedua sikap menerima kekurangan
keluarga dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga dalam
Q.S Ibrahim ayat 37 dan Q.S ash-Shaffat ayat 102, keempat sikap saling menghargai dalam Q.S ashShaffat ayat 102, kelima sikap saling mencintai dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini tentang al-Qur’an yang hidup dikehidupan sehari-hari
Spesifikasinya ayat al-Qur’an yang termuat dalam sebuah tradisi yang dalam
tradisi tersebut terdapat nilai al-Qur’an tercermin dari hidup saling
membantu dan tolong-menolong. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an
sebagai teks yang harus difahami dengan menggunakan beberapa disiplin
keilmuan, akan tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan metode living
Qur’an. Pendekatan ini berusaha mengkaji bentuk interaksi kelompok muslim
terhadap al-Qur’an pada aspek penerapan teks al- Qur’an dalam kehidupan
sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses
pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan
dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan
(field research) yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif
dengan pendekatan living Qur’an. Hal ini dikarenakan penelitian ini menekankan
aspek nilai-nilai al-Qur’an di masyarakat. Hasil dilapangan menunjukkan, yakni;
Penjamuan, pembukaan perundingan acara tradisi mengampuang, mengumumkan
undangan pesta pernikahan anak dari si tuan rumah dan bantuan pengumpulan
dana uang sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah
untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi dan juga dapat menerapkan sifat
tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an. hal demikian didasari oleh
pemahaman masyarakat terhadap surah al-Maidah ayat 2, yakni wata’awanu alal
birri wa takwa, wala ta’awanu alal iṡmi wal ‘udwan. Oleh sebab itu masyarakat
telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dikehidupan sehari-hari atau disebut
dengan living Qur’an.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “MAKNA HIJRAH MENURUT HANAN ATTAKI DI MEDIA YOUTUBE”, yang ditulis oleh Rahma Deli, NIRM S1.VI.19.20.185, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an yang signifikan termasuk dalam media penyampaiannya. Media penyampaian tafsir selalu berubah dari masa ke masa mulai dari era oral (zaman Nabi) sampai kepada era elektronik (sekarang). Saat ini, eksistensi kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru dan sudah menyebar di masyarakat melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz Indonesia yang populer mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan kajian di media sosial. Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian yang berbasis analisis konten, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yang bersifat etnografi virtual yaitu mengumpulkan data berdasarkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan. Kemudian data-data tersebut dianalisis dan dielaborasi dengan menambahkan data-data pendukung lainnya seperti literatur berupa buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya.
Hasil dari penelitian ini ada tiga poin, pertama yaitu identifikasi video kajian Hanan Attaki tentang Hijrah terbagi dua yaitu, tentang spirit atau motivasi Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Ayat yang membahas tentang spirit atau motivasi hijrah dari kaum Muhajirin dan Anshor terdapat dalam Q.S At Taubah ayat 100 dan Q.S Al Hasyr ayat 8-9. Sedangkan ayat tentang ujian orang yang berhijrah terdapat dalam tiga surah yaitu, Q.S Al ankabut ayat 2-3, Q.S Al Baqarah ayat 214, dan Q.S Al Baqarah ayat 155. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki di media YouTube, Dalam Q.S At Taubah : 100, Hanan Attaki menjelaskan ada dua golongan yaitu Muhajirin dan Anshar yang bisa kita ikuti peran mereka sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang-orang yang menolong orang yang hijrah. Selanjutnya dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9, Hanan Attaki menjelaskan dalam berhijrah kita pasti akan diuji oleh Allah seperti yang dialami oleh orang muhajirin. Kemudian dalam Surat Al Ankabut ayat 2-3 juga menjelaskan tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah ayat 214 Hanan Attaki menjelaskan tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik,ujian harta, dan ujian perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu terkait metode yang digunakan yaitu maudhu’i, dilihat dari ceramah Hanan Attaki yang membahas ayat tentang hijrah. Sedangkan Corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan), dengan menggunakan bahasa gaul yang lebih dekat dengan bahasa keseharian anak muda. Hanan Attaki menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia dalam kajian tafsirnya.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi.
Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.