2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul ―Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Bahr AlMuhith‖ yang disusun oleh Ardiansyah NIM 2219045 program studi Ilmu AlQur‘an dan Tafsir Institut Darul Qur‘an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi surah Al-Fatihah dianggap sebagai surah yang paling mulia dalam Al-Quran karena memiliki peran yang krusial dalam pelaksanaan sholat, yaitu sebagai salah satu dari rukun sholat. Pengkajian surah Al-Fatihah sangat dibutuhkan untuk memahami makna dari setiap potongan ayat dalam surah tersebut. Salah satu diantaranya adalah penafsiran surah AlFatihah dari aspek lughawi. Hal tersebut mendorong minat penulis untuk meneiliti penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith, untuk mengetahui bagaimana penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reseach), dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berfokus langsung pada kitab tafsir Al-Bahr Al-Muhith surah Al-Fatihah, artikel, jurnal dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk dokumentasi, dimana data-data pada penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen berupa kitab-kitab lughah, buku, tulisan, dan lampiran. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan bentuk deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pada penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu ditemukan hasil, ayat pertama huruf ba‘ pada kata bismi makna sebagai isti‟anah (memohon pertolongan), ilshaq (keterikatan), ayat kedua lafadz ―Al-hamdu” dibaca dengan rafa‘ sebagai mubtada‘ , “lillaahi”, terdapat huruf lam bermakna istihqaq (hak mutlak). menujukkan pernyataan segala pujian adalah milik Allah semata. Pada susunan ayat kelima “iyyaka na‟budu”, terdapat taqdim (pendahuluan) pada peletakan maf‘ul yang berfungsi sebagai hasr (pembatasan), artinya segala ibadah tidak layak dilakukan kecuali semata-mata karena Allah. Kedua, ditinjau dari segi ilmu sharaf ditemukan hasil; pada ayat ketiga lafadz “Ar-Rahman Ar-Rahim” menunjukkan bentuk mubalaghah, Ar-Rahman bermakna kasih sayang secara umum, sedangkan Ar-Rahim diberikan secara khusus dan berkelanjutan. Pada ayat kelima lafadz “nasta‟iin” berasal dari wazan “istif‟al” menunjukkan makna permohonan, artinya sesungguhnya manusia selalu membutuhkan pertololongan dari Allah dan hanya Allah lah yang mampu menolong manusia dalam keadaan apapun. Pada ayat ketujuh lafadz an‟amta merupakan wazan af‟ala yang berfungsi memberikan pengaruh kepada objek atau menjadikan seseorang memperoleh sesuatu, arti ayat ini menjadi ―Engkau beri mikmat‖.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Madrasah Tahfizh Hubbul Qur`an Payakumbuh memiliki metode setoran ba`id, qorib dan jadid. Hafalan ba`id adalah hafalan lama yang wajib disetorkan setiap hari kepada ustadz/ustadzahnya, sementara hafalan qorib adalah hafalan yang dekat. Setelah hafalan jadid dan qorib betul-betul mutqin, dibolehkan hafalan Jadid atau hafalan baru. Khusus bagi yang sudah hafizh 30 Juz ada program muraja’ah 2 Juz sekali duduk sampai 30 Juz sekali duduk nantinya.
Namun yang menjadi tantangan bagi santri adalah mempertahankan penerapan ilmu tajwid yang telah mereka pelajari di Madrasah Hubbul Qur`an, butuh sebuah metode atau cara untuk membantu dalam proses mempelajari tajwid ini.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, lalu merekam bacaan santri di pondok dengan sampel sebanyak 15 Santri.
Penelitian ini menemukan bahwa penerapan ilmu tajwid di Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh dimulai dari proses talqin bacaan bagi santri berikutnya dikoreksi ketika muraja`ah sehingga menjadikan hafalan berkualitas. Adapun tentang kualitas hafalan santri-santri Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Namun sebagian kecil masih terdapat kesalahan pengucapan pada makhraj huruf dzal, ha tipis, zai, qaf, kaf, jim dan ra. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada mad jaiz munfasil. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, 90 % santri sudah menguasai tentang ilmu tajwid ini. Hubungan tajwid sangat erat dengan kualitas hafalan santri, di mana jika santri menghafal al-Qur’an dengan tajwid yang betul maka hafalan yang dihasilkan adalah hafalan yang berkualitas.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
تجريد النساء، ٢٠٢٦، في رسالتها العلمية بعنوان"تأثير استخدام وسيلة لعبة سكرابل (Scrabble) على تنمية مهارة القراءة لدى طلاب مدرسة المتوسطة بمعهد جاهايا إسلام الإعدادية الداخلية لمابولوه كوتا" جاء هذا البحث بسبب ضعف اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، حيث تعتبر بعض الطالبات ان اللغة العربية مادة صعبة بسبب قلة استخدام الوسائل التعليمية المناسبة. لذلك استخدمت الباحثة لعبة سكرابل كوسيلة تعليمية ممتعة وتفاعلية .يهدف هذا البحث الى معرفة تطبيق وسيلة لعبة سكرابل في تعليم اللغة العربية، ومعرفة فاعليتها في تنمية مهارة القراءة، وبيان تاثير استخدامها لدى طالبات الصف الثامن. استخدمت الباحثة المنهج الكمي بتصميم شبه تجريبي من نوع المجموعة الواحدة بالاختبار القبلي والبعدي. وتم جمع البيانات باستخدام الاختبارات والملاحظة والتوثيق. واجرت الباحثة عملية التعليم باستخدام لعبة سكرابل في حصتين دراسيتين، حيث قامت الطالبات بترتيب بطاقات الحروف العربية لتكوين المفردات ثم قراءتها بصوت عال داخل مجموعات تعليمية، واظهرت الطالبات حماسا ومشاركة فعالة اثناء عملية التعلم. اظهرت نتائج البحث ان متوسط درجات الاختبار القبلي بلغ ٦٠٫٠٤ ثم ارتفع في الاختبار البعدي الى ٨٢٫٦٠. كما بلغت قيمة متوسط N-Gain Score نحو ٠٫٥٥٦٩ او ما يعادل ٥٥٫٦٩ بالمئة، وهو ضمن مستوى الفاعلية المتوسطة. وبين اختبار العينات المرتبطة ان قيمة Sig. 2-tailed اقل من ٠٫٠٠١ وبلغت قيمة t الحسابية ١٤٫٧٠٥- بدرجة حرية ٢٤، ولذلك تم رفض الفرضية الصفرية وقبول الفرضية البديلة. وتثبت هذه النتائج ان استخدام وسيلة لعبة سكرابل له تاثير دال احصائيا في تنمية مهارة القراءة لدى طالبات الصف الثامن، ويمكن استخدامه كوسيلة فعالة في تعليم اللغة العربية
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul "Penafsiran Ali Ash-Shabuni Tentang Ikhlas Dalam Kitab Tafsir Sofwat At-Tafasır yang ditulis oleh Suspawati Tanjung NIRM 2219032, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Institut Darul Qur'an Payakumbuh
Kehidupan modern memperlihatkan adanya pergeseran orientasi hidup, di mana keberhasilan sering dikaitkan dengan pengakuan sosial. Pergeseran orientasi ini berpotensi memengaruhi tujuan yang mendasari berbagai aktivitas, baik dalam bekerja, bermuamalah, maupun beribadah sehingga kemurnian niat menjadi tantangan yang semakin relevan. Dalam Islam, ikhlas merupakan syarat diterimanya amal dan menjadi fondasi penghambaan kepada Allah. Namun, kajian yang mengungkap ikhlas berdasarkan penafsiran dengan sudut pandang aqidah masih relatif terbatas, mengingat penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas menitikberatkan pada penguatan aspek aqidah.
Penelitian ini dibatasi pada penafsiran dan analisis tentang ikhlas menurut Ali Ash-Shabuni dalam tafsir Sofwat At-Tafasir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Şofwat At-Tafasir karya Ali Ash-Shabuni, sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai buku, artikel jurnal, dan literatur lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan cara menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan ikhlas, selanjutnya dikaji secara deskriptif-analitis
Penelitian ini dibagi menjadi dua pembahasan. Pertama, penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan lima prinsip, yaitu ikhlas sebagai wujud dari tauhid, ikhlas sebagai syarat diterimanya amal, ikhlas sebagai orientasi seluruh aspek kehidupan, ikhlas sebagai bukti keteguhan seorang mukmin, dan ikhlas sebagai dasar ajaran dalam risalah kenabian. Kedua, hasil analisis terhadap penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan tujuh analisis, yaitu tidak berbangga diri di hadapan manusia; tetap teguh dalam pendirian dan tidak goyah oleh keadaan; sama antara lahir dan batin; mengarahkan amal, niat, ibadah, dan ketaatan hanya kepada Allah; bersih dari campuran syirik dan riya; melaksanakan ibadah sesuai syariat dan terbebas dari syirik; serta mengarahkan seluruh kehidupan kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Madrasah Tahfizh Hubbul Qur`an Payakumbuh memiliki metode setoran ba`id, qorib dan jadid. Hafalan ba`id adalah hafalan lama yang wajib disetorkan setiap hari kepada ustadz/ustadzahnya, sementara hafalan qorib adalah hafalan yang dekat. Setelah hafalan jadid dan qorib betul-betul mutqin, dibolehkan hafalan Jadid atau hafalan baru. Khusus bagi yang sudah hafizh 30 Juz ada program muraja’ah 2 Juz sekali duduk sampai 30 Juz sekali duduk nantinya. Namun yang menjadi tantangan bagi santri adalah mempertahankan penerapan ilmu tajwid yang telah mereka pelajari di Madrasah Hubbul Qur`an, butuh sebuah metode atau cara untuk membantu dalam proses mempelajari tajwid ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, lalu merekam bacaan santri di pondok dengan sampel sebanyak 15 Santri. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan ilmu tajwid di Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh dimulai dari proses talqin bacaan bagi santri berikutnya dikoreksi ketika muraja`ah sehingga menjadikan hafalan berkualitas. Adapun tentang kualitas hafalan santri-santri Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Namun sebagian kecil masih terdapat kesalahan pengucapan pada makhraj huruf dzal, ha tipis, zai, qaf, kaf, jim dan ra. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada mad jaiz munfasil. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, 90 % santri sudah menguasai tentang ilmu tajwid ini. Hubungan tajwid sangat erat dengan kualitas hafalan santri, di mana jika santri menghafal al-Qur’an dengan tajwid yang betul maka hafalan yang dihasilkan adalah hafalan yang berkualitas.