Profil penulis
Ani
125 karya publik ditemukan.
Keterampilan Berbahasa Indonesia SD
Perspektif Pendidikan SD
Strategi Pembelajaran di SD
Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas
Perkembangan Peserta Didik
Membongkar Ideologi Pendidikan
Pemantapan Kemampuan Profesional
Penelitian Tindakan Kelas
Teknik Menulis Karya Ilmiah
Penulisan Publikasi Ilmiah Mahasiswa Bahasa Arab
58 Model Pembelajaran Inovatif
Amtsal Orang Kafir Dalam Al Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)
Cara Allah dalam menyampaikan al-Qur’an kepada manusia menggunakan Uslub (gaya bahasa) yang beraneka ragam, ada yang disampaikan melalui kisah-kisah, melalui qasam (sumpah), ketauhidan,hukum-hukum dan perumpamaan-perumpamaan (amtsal). Kata kafir ( kufr ) yang bermakna menutupi. Malam disebut sebagai kafir karena menutupi segala objek dengan kegelapan, dan petani disebut juga sebagai kafir karena menutupi benih ditanah. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan ( Library research ) dengan pendekatan kualitatif, adapun Sumber data primer penelitian ini adalah al-Qur’an, data sekunder penelitian ini adalah kitab-kitab tafsir, skripsi, dan jurnal. Dari hasil penafsiran terhadap amtsal orang-orang kafir dikelompokkan menjadi enam golongan Kesimpulan penelitian ini amtsal kafir, dalam al-qur’an pertama, orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, dan seperti domba, kedua, Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur, ketiga, orang-orang kafir yang menyekutukan Allah berhala mereka Allah perumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup, keempat, perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan harta yang mereka infakkan itu seperti ladang yang hancur yang tidak bisa dipanen, kelima, perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur, dan yang keenam Perumpamaan orang kafir Allah perumpamakan seprti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.
علاقة حفظ القرآن الجزء 30 على إتقان مفردات العربية في معهد حاجی مسکن بادانج بانجانج
بنا عربية ًء على عدد الطالب الذين يحفظون القرآن الكريم ويتعلمون اللغة ال ويضعون المفردات العربية في الحياة اليومية في معهد حاجي مسكين، هنا يرغب الباحثة في معرفة ما إذا كان هناك عالقة بين حفظ القرآن الكريم والمفردات العربية ألن اللغة العربية هي لغة القرآن الكريم. الدراسة الحالية تهدف إلى معرفة ما إذا كان هناك عالقة بين حفظ القرآن الكريم واستيعاب المفردات في لغة العرب لطالب الصف الثامن في المعهد الحاجى مسكين بادانج بانجانج. المستخدم في هذه الدراسة هو الكمي، أي أنها تعتمد على أسلوب االرتباط. نوع تحليل االرتباط المستخدم في هذه الدراسة هو تحليل االرتباط البسيط. وتم جمع البيانات لهذه الدراسة من خالل المقابلة والمالحظة واالختبار، وتم تحليل البيانات باستخدام طريقة بيرسون المعروفة أي ًضا بـ Pearson Moment Product. أظهرت نتائج الدراسة أن متوسط نتائج اختبار حفظ القرآن الكريم جزء ثالثين لطالب الصف الثامن يندرج ضمن فئة الجيد، وهو .75 بينما يتندرج متوسط نتائج اختبار مستوى اتقان مفردات الطالب ضمن فئة الجيد أي ًضا، وهو .80 ثم بعد إجراء اختبار الفرضيات، تبين أن معامل االرتباط بيرسون يبلغ ،0.324 ومن خالل قراءة قيمة الداللة وجد أنها تبلغ ،0.075 والتي تعني أن حجم االرتباط بين متغير حفظ القرآن الكريم ومتغير اتقان مفردات اللغة العربية يندرج تحت فئة االنخراط المنخفض. وبالتالي استنتاج أنه ال توجد عالقة تربط بين حفظ جزء ثالثين من القرآن الكريم لطالب الصف الثامن في بيت الحاج مسكين بادانج بانجانج مع اتقان مفردات اللغة العربية. وبمعنى آخر، كلما زاد حفظ الطالب للقرآن الكريم، كلما كان ذلك غير متصل بتحقيقهم التقان مفردات اللغة العربية.
Penafsiran La'nat dalam QS Al Baqarah Ayat 161 (Studi Komparatif Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Al Qurtubhi)
Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan hubungan baik dengan orang lain, namun sering terjadi konflik di masyarakat. Salah satunya adalah kecenderungan melaknat orang yang tidak disukai atau sedang berkonflik, tanpa memandang siapa yang dila’nat. Dalam Islam, melaknat mukmin adalah dosa besar, namun banyak orang salah paham dan menganggap la’nat sebagai makian atau ungkapan marah. Kemudian penulis ingin menganalisa kedua Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi karena dua tafsir tersebut berpengaruh yang menawarkan perspektif berbeda tentang ayat ini. Ath-Thabari menggunakan pendekatan historis dan analitis, sedangkan Al-Qurthubi menggunakan pendekatan fiqhiyah dan menyertakan banyak pendapat ulama. Penelitian ini mengeksplorasi makna la’nat dan implikasinya melalui kedua tafsir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap penafsiran la’nat dalam kitab tafsir AthThabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptifanalitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mengacu pada Tafsir AthThabari dan Tafsir Al-Qurthubi sebagai sumber utama. Analisis dilakukan dengan membandingkan interpretasi kedua tafsir tersebut terhadap ayat yang diteliti, serta mempertimbangkan konteks historis dan metodologis masing-masing mufasir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran la’nat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 161 kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi saling melengkapi satu sama lain, Menurut Imam Ath-Thabari, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan hukuman Allah yang berbentuk dijauhkan dari rahmat Allah, Menurut Imam Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari Allah merupakan bentuk hukuman yang berupa kutukan dalam konsekuensi yang sangat berat dan pedih. Dan la’nat dari Malaikat dan manusia adalah sebagai bentuk do’a ataupun perkataan. Analisa penulis mengemukakan bahwa bentuk dari la’nat allah itu adalah hukuman dan bentuk dari do’a karena merasa benci. Sementara perbedaan anatara kedua mufasir tersebut yaitu imam Ath-Thabari menjelaskan la’nat bentuk hukuman yang allah jauhkan dari rahmat dan keberkahannya, Sedangkan Imam AlQurthubi menafsirkan lanat bentuk kutukan dari Allah dalam perbuatan yang sangat buruk yang dilakukan oleh manusia. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang studi Al-Qur'an dan membantu umat Islam dalam memahami pesan-pesan Allah secara lebih mendalam.
Amtsal dalam Al Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i)
Judul skripsi ini yaitu: “AMTSAL ORANG KAFIR DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tafsir Mudhu’i )” yang ditulis oleh, Ahd Yani, Nirm S1. VI. 19.20. 003, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Tujuan Allah menciptakan Manusia ke dunia ialah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah adz-Zariyat ayat 56: “tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku “. Manusia itu ada berbagai macam jenisnya, ada orang-orang yang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir, yang yang dijelaskan Allah melalui bentuk perumpamaan atau Amtsal. Adapun yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini ialah, bagaimana penafsiran ayat-ayat Amtsal orang kafir dalam al-Qur’an. penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terdiri dari 15 ayat, yaitu: QS. al-Baqarah: 26 dan 171, Ali Imran: 117, al-A’raf: 176, Hud: 24, ar-Ra’du: 14, an-Nahl: 75 dan 76, al-Hajj: 31 dan 73, al-‘Ankabut: 41, ar-Rum: 28, Yasin: 78, al-Hasyr: 15, dan at-Tahrim: 10. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab yang berupa Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka, Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qurthubi Karya Imam al-Qurthubi, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an Karya Sayyid Qutub, kitab al-Amtsal Fi al-Qur’an al-Karim Karya Ibnu Qayyim al-Jauzy, skripsi, dan jurnal. Dari Hasil penelitian bahwa Amtsal orang-orang kafir dalam al-Qur’an di kelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, penggembala domba yang meneriaki dombannya. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur. Selanjutnya orang yang menyekutukan Allah diumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup. Dan perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan seperti seorang petani yang ladangnya ditimpa angina yang kencang sehingga ladangnya hancur dan tidak bisa dipanen. Kemudian perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur. Dan yang terakhir Perumpamaan orang kafir seperti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dibawah naungan dua orang hamba yang saleh.
Amtsal dalam Al Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i)
Judul skripsi ini yaitu: “AMTSAL ORANG KAFIR DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tafsir Mudhu’i )” yang ditulis oleh, Ahd Yani, Nirm S1. VI. 19.20. 003, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Tujuan Allah menciptakan Manusia ke dunia ialah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah adz-Zariyat ayat 56: “tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku “. Manusia itu ada berbagai macam jenisnya, ada orang-orang yang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir, yang yang dijelaskan Allah melalui bentuk perumpamaan atau Amtsal. Adapun yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini ialah, bagaimana penafsiran ayat-ayat Amtsal orang kafir dalam al-Qur’an. penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terdiri dari 15 ayat, yaitu: QS. al-Baqarah: 26 dan 171, Ali Imran: 117, al-A’raf: 176, Hud: 24, ar-Ra’du: 14, an-Nahl: 75 dan 76, al-Hajj: 31 dan 73, al-‘Ankabut: 41, ar-Rum: 28, Yasin: 78, al-Hasyr: 15, dan at-Tahrim: 10. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab yang berupa Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka, Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qurthubi Karya Imam al-Qurthubi, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an Karya Sayyid Qutub, kitab al-Amtsal Fi al-Qur’an al-Karim Karya Ibnu Qayyim al-Jauzy, skripsi, dan jurnal. Dari Hasil penelitian bahwa Amtsal orang-orang kafir dalam al-Qur’an di kelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, penggembala domba yang meneriaki dombannya. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur. Selanjutnya orang yang menyekutukan Allah diumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup. Dan perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan seperti seorang petani yang ladangnya ditimpa angina yang kencang sehingga ladangnya hancur dan tidak bisa dipanen. Kemudian perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur. Dan yang terakhir Perumpamaan orang kafir seperti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dibawah naungan dua orang hamba yang saleh.
تأثير استخدام وسائل الصور في تعليم مفردات اللغة العربية ( بحث تجريبي فى مدرسة IPHI الإبتدائية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه)
تأثير استخدام وسائل الصور في تعليم مفردات الغة العربية (بحث تجريبي في مدرسة إبتدائية إسلامية متمكاملة IPHI بياكمبوه)
تأثير استخدام وسائل الصور في تعليم مفردات اللغة العربية ( بحث تجريبي فى مدرسة IPHI الإبتدائية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه)
تأثير استخدام وسائل الصور في تعليم مفردات الغة العربية (بحث تجريبي في مدرسة إبتدائية إسلامية متمكاملة IPHI بياكمبوه)