Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

E

651 karya publik ditemukan.

2026: 652025: 362024: 912023: 592022: 2992021: 101

Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z”, yang ditulis oleh Yuli Hendri NIM. 2219034, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z. Masalah dalam penelitian ini terkait generasi Z menuntut adanya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial agar tidak terjebak dalam budaya pembatalan (cancel culture). Berdasarkan hal diatas, maka penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan klasifikasi ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an dan menjelaskan penafsiran ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an serta untuk menganalisis penafsiran tersebut untuk membentuk karakter generasi Z Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research). Metode tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode tafsir maudhu’i (tematik). Dalam menganalisis data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui kitab-kitab yang di karang oleh ulama-ulama yang diakui akan keilmuanya. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an Al-Kariim, Kitab Tafsir Al-Munir, tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar, dan tafsir ibnu katsir. Sedangkan sumber data sekunder meliputi buku-buku, jurnal-jurnal, artikel, karya tulis lainnya yang relevan dengan tema etika sosial dalam perspektif islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 ayat yang yang membahas etika sosial untuk membentuk karakter Generasi Z, yaitu Q.S. An-Nisa ayat 58 dan 135, Q.S. Ali-Imran ayat 159, Q.S. Luqman ayat 18, Q.S. Al-Hujurat ayat 12, dan Q.S. Al-'Ashr ayat 3. Berdasarkan penafsiran para mufasir, ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai pokok berupa keadilan, kecintaan/kasih sayang dan amal shaleh. Analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk direaktualisasikan dalam kehidupan generasi Z sebagai pedoman etika sosial, membangun kepedulian sosial, memperkuat integritas moral, mengembangkan sikap toleransi, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, reaktualisasi penafsiran ayat-ayat etika sosial membuktikan bahwa ajaran Al-Qur'an bersifat universal dan tetap relevan sebagai landasan pembentukan karakter generasi Z pada era modern.

Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik” yang ditulis oleh Adek Rahmat NIRM 2219038, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Di Penelitian ini penulis mengangkat topik memaafkan dalam perspektif Al-Qur’an yang mana sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an semenjak 1400 tahun yang lalu serta sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Disisi lain, Dalam ilmu kesehatan Holistik punya metode pengobatan secara menyeluruh yang mencakup aspek Spiritual, Emosional, mental dan Fisik. Berbeda dengan pengobatan konvensional yang cendrung berfokus pada pengobatan fisik semata. Dalam pengobatan holistic, terutama dalam ilmu Matalogi (analisis tanda tanda lewat iris, sclera dan pupil mata), dibahas mengenai emosi negative seperti tanda tanda dendam, benci, marah dan konsep memaafkan. Peneliti ingin mensyinkron Ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi dengan Ilmu Matalogi tersebut. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I (Tematik). Hasil Penelitian Menunjukkan 10 Ayat Al-Qur’an tentang memaafkan dengan akar kata al-afw dan Maghfirah. Dengan akar kata al-afw sebanyak 9 ayat dan dengan akar kata Maghfirah sebanyak 1 ayat. Penelitian ini dibagi kepada dua pembahasan. Pertama, Mengklasifikasi ayat ayat tentang memaafkan. Kedua, penafsiran ayat memaafkan, di bagi kepada empat tema, tema pertama memaafkan dalam interaksi social, tema kedua , maafkan orang kafir , tema ketiga memaafkan walaupun sanggup membalas dan tema ke empat, memaafkan dan tidak dendam dalam ruang lingkup keluarga. Integrasi diantara ayat ayat al-qur’an memiliki hubungan langsung terhadap Kesehatan spriritual, mental, emosional dan fisik. Di sertai penjelasan hubungan memaafkan dengan teori Kesehatan secara holistic.

Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z”, yang ditulis oleh Yuli Hendri NIM. 2219034, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z. Masalah dalam penelitian ini terkait generasi Z menuntut adanya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial agar tidak terjebak dalam budaya pembatalan (cancel culture). Berdasarkan hal diatas, maka penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan klasifikasi ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an dan menjelaskan penafsiran ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an serta untuk menganalisis penafsiran tersebut untuk membentuk karakter generasi Z Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research). Metode tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode tafsir maudhu’i (tematik). Dalam menganalisis data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui kitab-kitab yang di karang oleh ulama-ulama yang diakui akan keilmuanya. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an Al-Kariim, Kitab Tafsir Al-Munir, tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar, dan tafsir ibnu katsir. Sedangkan sumber data sekunder meliputi buku-buku, jurnal-jurnal, artikel, karya tulis lainnya yang relevan dengan tema etika sosial dalam perspektif islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 ayat yang yang membahas etika sosial untuk membentuk karakter Generasi Z, yaitu Q.S. An-Nisa ayat 58 dan 135, Q.S. Ali-Imran ayat 159, Q.S. Luqman ayat 18, Q.S. Al-Hujurat ayat 12, dan Q.S. Al-'Ashr ayat 3. Berdasarkan penafsiran para mufasir, ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai pokok berupa keadilan, kecintaan/kasih sayang dan amal shaleh. Analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk direaktualisasikan dalam kehidupan generasi Z sebagai pedoman etika sosial, membangun kepedulian sosial, memperkuat integritas moral, mengembangkan sikap toleransi, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, reaktualisasi penafsiran ayat-ayat etika sosial membuktikan bahwa ajaran Al-Qur'an bersifat universal dan tetap relevan sebagai landasan pembentukan karakter generasi Z pada era modern.

Perintah Berbuat Baik dalam Kitab Tafsir Al-Azhar

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Perintah Berbuat Baik dalam Kitab Tafsir AlAzhar “yang ditulis oleh Asnita Efendi, NIRM 2219024, mahasiswi Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Penelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat tentang ma'ruf dalam AlQur'an menurut Tafsir Al-Azhar karya Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep ma'ruf secara komprehensif, karena selama ini pemaknaannya sering dipersempit hanya sebagai ajakan kepada kebaikan secara umum, padahal Al-Qur'an menampilkan konsep ma'ruf dalam berbagai dimensi kehidupan, seperti dakwah, kepemimpinan, pendidikan, keluarga, dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi ayat-ayat ma'ruf serta menganalisis penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Metode penafsiran yang digunakan adalah metode tafsir maudhū'i menurut Abdul Hayy Al-Farmawi, yaitu dengan menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan tema ma'ruf, mengurutkannya sesuai kronologi turunnya ayat, memperhatikan munāsabah ayat, mengkaji penafsiran dalam Tafsir Al-Azhar, kemudian menyusun konsep yang utuh mengenai makna ma'ruf berdasarkan keseluruhan ayat yang diteliti. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Al-Azhar karya Abdul Malik Karim Amrullah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, serta literatur lain yang relevan. Hasil penelitian dibagi menjadi dua pembahasan, pertama klasifikasi ayat dibagi menjadi tiga tema yaitu amar ma‟ruf sebagai identitas dan karakter umat, amar ma‟ruf sebagai misi kenabian dan tanggung jawab kepemimpinan, dan amar ma‟ruf sebagai prinsip pendidikan dan etika sosial. Pembahasan kedua yaitu penafsiran ayat berdasarkan Tafsir Al-Azhar.

Jual Beli Online tanpa Aplikasi Menurut Al-Qur`an

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi komunikasi digital melahirkan fenomena jual beli online tanpa aplikasi, yakni transaksi melalui telepon atau WhatsApp tanpa dukungan platform e-commerce terstruktur. Praktik ini berpotensi mengandung gharar (ketidakjelasan) akibat ketiadaan dokumentasi formal, ketidakjelasan spesifikasi barang, dan minimnya perlindungan konsumen. Kementerian Perdagangan RI mencatat bahwa dari 20.942 keluhan konsumen sejak 2022 hingga Maret 2025, sebanyak 92% berasal dari transaksi online yang umumnya berkaitan dengan barang tidak sesuai spesifikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan fenomena tersebut, menafsirkannya melalui Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan merumuskan pandangan Al-Qur'an yang komprehensif terhadap fenomena jual beli online tanpa aplikasi. Penelitian ini merupakan library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif analitis, menggunakan metode tafsir maudhu'i model kedua Muhammad Baqir al-Shadr yang bertolak dari fenomena kehidupan nyata sebelum mendatangi Al-Qur'an sebagai sumber jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat yang relevan terbagi dalam dua tema. Tema yang pertama adalah Muamalah dan Transaksi Ekonomi dalam Islam, mencakup Q.S. Al-Baqarah [2]: 282 tentang perintah pencatatan dan dokumentasi transaksi, Q.S. An-Nisa [4]: 29 tentang larangan transaksi batil dan perintah an-tarādhin yang hakiki, serta Q.S. Al-Baqarah [2]: 275 tentang kehalalan jual beli dan keharaman riba. Tema yang kedua adalah Perdagangan sebagai Konsep Dunia dan Akhirat, diwakili Q.S. As-Saff [61]: 10 tentang tijarah yang menyelamatkan sebagai landasan etika dan spiritualitas perdagangan. Berdasarkan penafsiran az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, pandangan AlQur'an terhadap jual beli online tanpa aplikasi dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, status hukum dasarnya adalah boleh (halal) karena termasuk dalam albay' yang dihalalkan Allah secara umum (lil-jinsi). Kedua, kebolehan tersebut terikat pada empat syarat minimal, yaitu adanya dokumentasi digital yang memadai sebagai al-bayyinah modern berdasarkan pandangan Ibnu al-Qayyim yang dikutip az-Zuhaili, terpenuhinya an-tarādhin yang hakiki melalui spesifikasi barang yang jelas dan dapat diverifikasi, terjaganya nilai shidq, amanah, dan tabligh dalam seluruh proses transaksi, serta bebasnya transaksi dari riba, gharar kathir, dan tadlis. Ketiga, apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga terdapat gharar kathir maka akad menjadi fasid (rusak), dan apabila terdapat tadlis yang disengaja maka akad menjadi batil.

Penafsiran Mahmud Yunus tentang Batasan Aurat Perempuan dalam Surah An-Nur Ayat 31

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Penafsiran Mahmud Yunus Tentang Batasan Aurat Perempuan Dalam Surah An-Nur 31” yang ditulis olch Delfi Yuliandra, NIM. 2219005, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat para ulama dan mufassir mengenai batasan aurat perempuan, khususnya dalam menafsirkan frasa illā mā zhahara minhā (kecuali yang biasa tampak) dalam Q.S. An-Nur: 31, yang ada dalam Tafsir Qur’an Karim memiliki pendekatan penafsiran yang khas dan kontekstual terhadap ayat ini. Adapun rumusan masalah Skripsi ini: Bagaimana penafsiran Mahmud Yunus tentang aurat dalam Q.S. An-Nur: 31, Batasan Masalah: Pertama, mengungkapkan penafsiran Mahmud Yunus terhadap Q.S. An-Nur: 31. Kedua, Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Dan tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengatahui penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Metode penelitian ini ialah kualitatif, jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan fikih. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus dan sumber sekunder jurnal ilmiah karya Hanna Salsabila, dan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan pedoman dokumentasi yang tersusun berdasarkan rumusan masalah. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan, Mahmud Yunus menafsirkan Q.S. An-Nur: 31merujuk kepada tafsir ibnu Abbas bahwa anggota yang biasa terbuka itu adalah muka dan telapak tangan juga diperkuat dengan hadis Nabi juga mengatakan hanya muka dan telapak tangan, tetapi jika dilihat dari pendekatan keilmuan Mahmud Yunus iya ber mazhab hanafi, menurut Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir al-Munir mengatakan bahwa Diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah bahwasanya kedua telapak kaki juga bukan termasuk aurat. Sebab unsur kerepotan dalam menutup kedua telapak kaki lebih besar daripada dalam menutup kedua telapak tangan, terutama bagi para penduduk. Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus bahwa penafsirannya merupakan sintesis antara sumber bil ma’tsur (Ibnu Abbas dan hadis Sunan Abu Dawud) dan bil ra’yi (mazhab Hanafi), dengan metode gabungan ijmali-tahlili dan corak adabul ijtima’i. Posisi penafsirannya moderat luas lebih luas dari mazhab Syafi’i namun sejalan dengan mazhab Hanafi serta relevan sebagai rujukan tafsir kontekstual bagi masyarakat Muslim Indonesia yang beragam secara budaya.

Penafsiran Mahmud Yunus Tentang Batasan Aurat Perempuan dalam Surah An-Nur ayat 31

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “Penafsiran Mahmud Yunus Tentang Batasan Aurat Perempuan Dalam Surah An-Nur 31” yang ditulis olch Delfi Yuliandra, NIM. 2219005, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat para ulama dan mufassir mengenai batasan aurat perempuan, khususnya dalam menafsirkan frasa illā mā zhahara minhā (kecuali yang biasa tampak) dalam Q.S. An-Nur: 31, yang ada dalam Tafsir Qur’an Karim memiliki pendekatan penafsiran yang khas dan kontekstual terhadap ayat ini. Adapun rumusan masalah Skripsi ini: Bagaimana penafsiran Mahmud Yunus tentang aurat dalam Q.S. An-Nur: 31, Batasan Masalah: Pertama, mengungkapkan penafsiran Mahmud Yunus terhadap Q.S. An-Nur: 31. Kedua, Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Dan tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengatahui penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Metode penelitian ini ialah kualitatif, jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan fikih. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus dan sumber sekunder jurnal ilmiah karya Hanna Salsabila, dan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan pedoman dokumentasi yang tersusun berdasarkan rumusan masalah. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan, Mahmud Yunus menafsirkan Q.S. An-Nur: 31merujuk kepada tafsir ibnu Abbas bahwa anggota yang biasa terbuka itu adalah muka dan telapak tangan juga diperkuat dengan hadis Nabi juga mengatakan hanya muka dan telapak tangan, tetapi jika dilihat dari pendekatan keilmuan Mahmud Yunus iya ber mazhab hanafi, menurut Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir al-Munir mengatakan bahwa Diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah bahwasanya kedua telapak kaki juga bukan termasuk aurat. Sebab unsur kerepotan dalam menutup kedua telapak kaki lebih besar daripada dalam menutup kedua telapak tangan, terutama bagi para penduduk. Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus bahwa penafsirannya merupakan sintesis antara sumber bil ma’tsur (Ibnu Abbas dan hadis Sunan Abu Dawud) dan bil ra’yi (mazhab Hanafi), dengan metode gabungan ijmali-tahlili dan corak adabul ijtima’i. Posisi penafsirannya moderat luas lebih luas dari mazhab Syafi’i namun sejalan dengan mazhab Hanafi serta relevan sebagai rujukan tafsir kontekstual bagi masyarakat Muslim Indonesia yang beragam secara budaya.

Penggunaan kata laita dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy Syauqani)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.

ANALISIS PENAFSIRAN SURAT AL-QARIAH PERSPEKTIF TAFSIR AT-THABARI DAN TAFSIR AL-AZHAR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Analisis Penafsiran Surat Al-Qariah Perspektif Tafsir AtThabari Dan Tafsir Al-Azha” yang ditulis oleh Zulyadein, NIM. 2219021, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya asumsi yang mengatakan hari kiamat terjadi pada hari ini, dan itu. Padahal sebenarnya hanya Allah yang tahu kapan terjadinya. Maka penafsiran surah al Qari`ah ini semoga dapat menjawab seluruh asumsi yang berseleweran dimasyarakat dengan pendekatan penafsiran at Thabari dan Buya Hamka dalam tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir muqaran. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir at Thabari dan Tafsir al Azhar, dan sumbersumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut. Bahwa dalam penafsiran yang dilakukan tidak terdapat satu ayat dan penafsiran yang mengatakan bahwa hari kiamat terjadi dengan pastinya kapan, akan tetapi dalam ayat tersebut disampaikan bahwa keadaan dan kondisi bagaimana sebelum dan sesudah terjadinya hari kiamat. Pada penafsiran surah al-Qari`ah juga terdapat kekhususan dalam pembahasannya, di antaranya, dari bidang bahasa, al Qariah lebih tegas karena ada pengulangan, lebih to the point karena langsung membahas keadaan manusia dan hari kiamat itu sendiri dibandingkan dengan surah lain, seperti al Zalzalah, kalau di al Zalzalah hanya membahas balasan amal manusia saja. Sedangkan analisis dari perbedaan penafsiran yang dapat disimpulkan adalah pada metode keduanya sama sama menggunakan metode Tahlili yaitu menafsirkan al Qur`an secara keseluruhan yang dimulai dari surah al Fatihah sampai yang terakhir surah an Naas. Pada bagian corak juga sama, akan tetapi berbada dalam pendektan coraknya yaitu lughawi. Buya Hamka menggunakan pendekatan kebahasaan Nusantara, sedangkan at Thabari dengan pendekatan dengan riwayat.

PEMAHAMAN YAHYA WALONI TERHADAP AYAT AL-QUR’AN (ANALISIS KONTEN)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

Penafsiran Surat Al-Qariah Perspektif Tafsir AT-Thabari dan Tafsir AL-Azhar

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Penafsiran Surat Al-Qariah Perspektif Tafsir AtThabari Dan Tafsir Al-Azha” yang ditulis oleh Zulyadein, NIM. 2219021, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya asumsi yang mengatakan hari kiamat terjadi pada hari ini, dan itu. Padahal sebenarnya hanya Allah yang tahu kapan terjadinya. Maka penafsiran surah al Qari`ah ini semoga dapat menjawab seluruh asumsi yang berseleweran dimasyarakat dengan pendekatan penafsiran at Thabari dan Buya Hamka dalam tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir muqaran. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir at Thabari dan Tafsir al Azhar, dan sumbersumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut. Bahwa dalam penafsiran yang dilakukan tidak terdapat satu ayat dan penafsiran yang mengatakan bahwa hari kiamat terjadi dengan pastinya kapan, akan tetapi dalam ayat tersebut disampaikan bahwa keadaan dan kondisi bagaimana sebelum dan sesudah terjadinya hari kiamat. Pada penafsiran surah al-Qari`ah juga terdapat kekhususan dalam pembahasannya, di antaranya, dari bidang bahasa, al Qariah lebih tegas karena ada pengulangan, lebih to the point karena langsung membahas keadaan manusia dan hari kiamat itu sendiri dibandingkan dengan surah lain, seperti al Zalzalah, kalau di al Zalzalah hanya membahas balasan amal manusia saja. Sedangkan analisis dari perbedaan penafsiran yang dapat disimpulkan adalah pada metode keduanya sama sama menggunakan metode Tahlili yaitu menafsirkan al Qur`an secara keseluruhan yang dimulai dari surah al Fatihah sampai yang terakhir surah an Naas. Pada bagian corak juga sama, akan tetapi berbada dalam pendektan coraknya yaitu lughawi. Buya Hamka menggunakan pendekatan kebahasaan Nusantara, sedangkan at Thabari dengan pendekatan dengan riwayat.

Penggunaan Kata Laita dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir Karya Imam Asy Syauqani)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.

Pemahaman Yahya Waloni Terhadap Ayat Al-Qur'an ( Analisis Konten )

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

تطوير مواد التعليم الخط بالطريقة متابعة الخطية في مدرسة الابتداءية الاسلامية الكتاب دانجونج- دانجونج

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.

تطوير مواد التعليم الخط بالطريقة متابعة الخطية في مدرسة الابتداءية الاسلامية الكتاب دانجونج- دانجونج

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.