Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

835 karya publik ditemukan.

2026: 922025: 422024: 912023: 872022: 4442021: 79

PENAFSIRAN Q.S AN-NUR AYAT 32 TENTANG TANGGUNG JAWAB WALI NIKAH DALAM KITAB TAFSIR AL MUNIR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “Penafsiran Q.S. An Nur Ayat 32 Tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir”yang ditulis oleh Annisa Rahma, NIM. 2219040, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih umum mengenai tanggung jawab wali nikah. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung wali nikah sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan atau rukun dalam suatu pernikahan, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga setelah menikah. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab wali nikah dalam menikahkan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan tahlili. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah penafsiran surat An-Nur ayat 32 pada tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab wali nikah dalam penafsiran Q.S. An-Nūr ayat 32 menurut Wahbah Az-Zuhaili tidak hanya terbatas sebagai pihak yang melaksanakan akad nikah, tetapi juga mencakup kewajiban untuk membimbing, melindungi, dan membantu terlaksananya perkawinan yang memenuhi ketentuan syariat. Tanggung jawab tersebut diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, terpeliharanya kehormatan perempuan, serta pencegahan terhadap tindakan menghalangi perkawinan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dengan demikian, kewenangan wali merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan perempuan yang berada dalam perwaliannya.

Penafsiran Q.S An-Nur Ayat 32 tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Penafsiran Q.S. An Nur Ayat 32 Tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir”yang ditulis oleh Annisa Rahma, NIM. 2219040, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih umum mengenai tanggung jawab wali nikah. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung wali nikah sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan atau rukun dalam suatu pernikahan, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga setelah menikah. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab wali nikah dalam menikahkan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan tahlili. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah penafsiran surat An-Nur ayat 32 pada tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab wali nikah dalam penafsiran Q.S. An-Nūr ayat 32 menurut Wahbah Az-Zuhaili tidak hanya terbatas sebagai pihak yang melaksanakan akad nikah, tetapi juga mencakup kewajiban untuk membimbing, melindungi, dan membantu terlaksananya perkawinan yang memenuhi ketentuan syariat. Tanggung jawab tersebut diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, terpeliharanya kehormatan perempuan, serta pencegahan terhadap tindakan menghalangi perkawinan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dengan demikian, kewenangan wali merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan perempuan yang berada dalam perwaliannya.

PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi dengan judul “PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUTWAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT” ditulis oleh Muhammad Dzaky NIM. S1.VI.19.19.481 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur`an Payakumbuh. Kisah tentang permindahan arah kiblat menurut para muaffsir Wahbah Az-Zuhaili dan Sayyid Qutbh ini diawali dari surah al-baqarah ayat 142. Serta as-sufaha ini juga maksudkan kepada orang yang tidak terima bahwa ka’bah merupakan kiblat umat muslim. Makna dari kalimat “apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblat mereka yang dahulu telah mereka berkiblat kepadanya?” adalah bahwa awalnya umat islam berkiblat ke mekkah kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu pindah kembali ke Mekkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif dan analitis. Jenis penelitian yaitu penelitian pustaka, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, kitab tafsir dan Al-Qur’an, baik dari bahan yang ditulis tokoh yang diteliti (Primer) atau buku yang ditulis oleh orang lain terkait tokoh tersebut (Sekunder). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan proposal ini terdiri dari data primer dan skunder Peneliti menemukan di antara kehendak Allah yang paling absolut adalah dia menentukan untuk manusia satu kiblat yang mengumpulkan mereka dalam ibadah. Pada mulanya Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap baitul maqdis, guna memberitaukan bahwa agama Allah itu satu, kiblat semua nabi juga satu, dan tujuan hakiki adalah menghadap Allah. Dan Allah membimbing siapa pun yang di kehendakinya kejalan yang lurus yang mengantarkan kebahagian dunia dan akhirat. Di dalam tafsir Sayyid Qutb : Jika Allah memilih untuk hambanya suaru arah, lalu memilihnya dan menentukannya sebagai kiblat, maka itulah kiblat yang di pilihnya. Lewat jalan itulah mereka berjalan yang lurus. Di dalam Tafsir Al-Munir karena maslahat pasti ada dalam apa yang diperintahkan Allah dan kebaikan tentu terkandung dalam apa yang ditentukannya. Dan Allah membimbing siapa pun yang dikehendaki nya ke ialan yang lurus yang mengantarkan ke kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dengan menghadap ke Baitul Maqdis maupun menghadap ke Ka'bah.

Penafsiran Q.S Al-Baqarah Ayat 142-143 Menurut Wahbah Az-ZuhaiIi dan Sayyid Quthb tentang Perpindahan Arah Kiblat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUTWAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT” ditulis oleh Muhammad Dzaky NIM. S1.VI.19.19.481 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur`an Payakumbuh. Kisah tentang permindahan arah kiblat menurut para muaffsir Wahbah Az-Zuhaili dan Sayyid Qutbh ini diawali dari surah al-baqarah ayat 142. Serta as-sufaha ini juga maksudkan kepada orang yang tidak terima bahwa ka’bah merupakan kiblat umat muslim. Makna dari kalimat “apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblat mereka yang dahulu telah mereka berkiblat kepadanya?” adalah bahwa awalnya umat islam berkiblat ke mekkah kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu pindah kembali ke Mekkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif dan analitis. Jenis penelitian yaitu penelitian pustaka, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, kitab tafsir dan Al-Qur’an, baik dari bahan yang ditulis tokoh yang diteliti (Primer) atau buku yang ditulis oleh orang lain terkait tokoh tersebut (Sekunder). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan proposal ini terdiri dari data primer dan skunder Peneliti menemukan di antara kehendak Allah yang paling absolut adalah dia menentukan untuk manusia satu kiblat yang mengumpulkan mereka dalam ibadah. Pada mulanya Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap baitul maqdis, guna memberitaukan bahwa agama Allah itu satu, kiblat semua nabi juga satu, dan tujuan hakiki adalah menghadap Allah. Dan Allah membimbing siapa pun yang di kehendakinya kejalan yang lurus yang mengantarkan kebahagian dunia dan akhirat. Di dalam tafsir Sayyid Qutb : Jika Allah memilih untuk hambanya suaru arah, lalu memilihnya dan menentukannya sebagai kiblat, maka itulah kiblat yang di pilihnya. Lewat jalan itulah mereka berjalan yang lurus. Di dalam Tafsir Al-Munir karena maslahat pasti ada dalam apa yang diperintahkan Allah dan kebaikan tentu terkandung dalam apa yang ditentukannya. Dan Allah membimbing siapa pun yang dikehendaki nya ke ialan yang lurus yang mengantarkan ke kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dengan menghadap ke Baitul Maqdis maupun menghadap ke Ka'bah.

تاثير استخدام طريقة القصة لزيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولوه كوتا

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

*تأثير استخدام طريقة القصة لزيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا* يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام طريقة القصة في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا. وسبب هذا البحث هو أن ميول الطلاب في تعلم النحو لا تزال منخفضة بسبب استخدام طريقة التعليم التقليدية التي تميل إلى الرتابة. يستخدم هذا البحث المنهج الكمي بنوع التصميم التجريبي القبلي، وهو تصميم مجموعة واحدة مع اختبار قبلي وبعدي. وكان مجتمع البحث جميع طلاب الصف الثامن، وأخذت العينة 17 طالبا. وأدوات جمع البيانات المستخدمة هي الاستبيان والتوثيق. وتم تحليل البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي واختبار ت. وأظهرت نتائج البحث أن هناك زيادة في متوسط درجة ميول الطلاب من 40.88 في الاختبار القبلي إلى 48.76 في الاختبار البعدي. وبناء على تحليل البيانات، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة القصة له تأثير كبير في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا.

تاثير استخدام طريقة القصة لزيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولوه كوتا

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

*تأثير استخدام طريقة القصة لزيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا* يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام طريقة القصة في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا. وسبب هذا البحث هو أن ميول الطلاب في تعلم النحو لا تزال منخفضة بسبب استخدام طريقة التعليم التقليدية التي تميل إلى الرتابة. يستخدم هذا البحث المنهج الكمي بنوع التصميم التجريبي القبلي، وهو تصميم مجموعة واحدة مع اختبار قبلي وبعدي. وكان مجتمع البحث جميع طلاب الصف الثامن، وأخذت العينة 17 طالبا. وأدوات جمع البيانات المستخدمة هي الاستبيان والتوثيق. وتم تحليل البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي واختبار ت. وأظهرت نتائج البحث أن هناك زيادة في متوسط درجة ميول الطلاب من 40.88 في الاختبار القبلي إلى 48.76 في الاختبار البعدي. وبناء على تحليل البيانات، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة القصة له تأثير كبير في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا.

تأثير استخدام طريقة عصف الذهني (Brainstorming) على تحسين مهارة الكلام لدى طالبات المدرسة المتوسطة تشاهايا اسلام الدخلية

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

نظرة الخميرة. 2026. "تأثير استخدام طريقة العصف الذهني علي تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية". الرسالة العلمية. قسم تربية اللغة العربية. انطلق هذا البحث من ضعف مهارة الكلام لدى الطالبات في تعلم اللغة العربية، وخاصة مهارة الكلام. حيث إن عملية التعلم التي ما تزال تتمحور حول المعلمة أدت إلى قلة مشاركة الطالبات، وضعف جرأتهن في التعبير عن آرائهن، وصعوبة استخدام المفردات العربية شفويا. ولذلك، برزت الحاجة إلى طريقة تعليمية تسهم في تنشيط الطالبات وتشجيعهن على التحدث باللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى التعرف على استخدام طريقة العصف الذهني على تحسين مهارة الكلام، ومعرفة مستوى فعالية هذه الطريقة على تحسين مهارة الكلام، وكذلك معرفة أثر استخدامها على تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية. استخدم هذا البحث المنهج الكمي بتصميم المجموعة الواحدة ذي الاختبار القبلي والاختبار البعدي (One Group Pretest-Posttest Design). وبلغ عدد أفراد عينة البحث خمسًا وعشرين طالبة من الصف الثامن تم اختيارهن باستخدام أسلوب المعاينة الشاملة (Total Sampling). وتمثلت أداة البحث في سلم تقدير مهارة الكلام الذي تم التحقق من صدقه من خلال أسلوب التحكيم الخبري (Expert Judgement) بواسطة معلمة اللغة العربية. وحللت البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي، واختبار التوزيع الطبيعي Shapiro-Wilk، واختبار Wilcoxon Signed-Rank Test، وتحليل N-Gain. وأظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة العصف الذهني جعل الطالبات أكثر نشاطا وثقة بالنفس في التحدث باللغة العربية. فقد ارتفع متوسط درجات الاختبار القبلي من 62.68 إلى 78.76 في الاختبار البعدي. كما أظهرت نتائج اختبار Wilcoxon Signed-Rank Test أن قيمة الدلالة الإحصائية بلغت 0.001 ( 0.05)، مما أدى إلى رفض الفرضية الصفرية (H₀) وقبول الفرضية البديلة (H₁). أما نتائج تحليل N-Gain فقد بلغت 0.43، وهي تقع ضمن الفئة المتوسطة أو الفعالية المقبولة. وبناء على ذلك، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة العصف الذهني له أثر ذو دلالة إحصائية ويتمتع بدرجة فعالية مقبولة في تنمية مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية.

تأثير استخدام طريقة عصف الذهني (Brainstorming) على تحسين مهارة الكلام لدى طالبات المدرسة المتوسطة تشاهايا اسلام الدخلية

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

نظرة الخميرة. 2026. "تأثير استخدام طريقة العصف الذهني علي تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية". الرسالة العلمية. قسم تربية اللغة العربية. انطلق هذا البحث من ضعف مهارة الكلام لدى الطالبات في تعلم اللغة العربية، وخاصة مهارة الكلام. حيث إن عملية التعلم التي ما تزال تتمحور حول المعلمة أدت إلى قلة مشاركة الطالبات، وضعف جرأتهن في التعبير عن آرائهن، وصعوبة استخدام المفردات العربية شفويا. ولذلك، برزت الحاجة إلى طريقة تعليمية تسهم في تنشيط الطالبات وتشجيعهن على التحدث باللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى التعرف على استخدام طريقة العصف الذهني على تحسين مهارة الكلام، ومعرفة مستوى فعالية هذه الطريقة على تحسين مهارة الكلام، وكذلك معرفة أثر استخدامها على تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية. استخدم هذا البحث المنهج الكمي بتصميم المجموعة الواحدة ذي الاختبار القبلي والاختبار البعدي (One Group Pretest-Posttest Design). وبلغ عدد أفراد عينة البحث خمسًا وعشرين طالبة من الصف الثامن تم اختيارهن باستخدام أسلوب المعاينة الشاملة (Total Sampling). وتمثلت أداة البحث في سلم تقدير مهارة الكلام الذي تم التحقق من صدقه من خلال أسلوب التحكيم الخبري (Expert Judgement) بواسطة معلمة اللغة العربية. وحللت البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي، واختبار التوزيع الطبيعي Shapiro-Wilk، واختبار Wilcoxon Signed-Rank Test، وتحليل N-Gain. وأظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة العصف الذهني جعل الطالبات أكثر نشاطا وثقة بالنفس في التحدث باللغة العربية. فقد ارتفع متوسط درجات الاختبار القبلي من 62.68 إلى 78.76 في الاختبار البعدي. كما أظهرت نتائج اختبار Wilcoxon Signed-Rank Test أن قيمة الدلالة الإحصائية بلغت 0.001 ( 0.05)، مما أدى إلى رفض الفرضية الصفرية (H₀) وقبول الفرضية البديلة (H₁). أما نتائج تحليل N-Gain فقد بلغت 0.43، وهي تقع ضمن الفئة المتوسطة أو الفعالية المقبولة. وبناء على ذلك، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة العصف الذهني له أثر ذو دلالة إحصائية ويتمتع بدرجة فعالية مقبولة في تنمية مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية.

Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara holistik

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik” yang ditulis oleh Adek Rahmat NIRM 2219038, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Di Penelitian ini penulis mengangkat topik memaafkan dalam perspektif Al-Qur’an yang mana sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an semenjak 1400 tahun yang lalu serta sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Disisi lain, Dalam ilmu kesehatan Holistik punya metode pengobatan secara menyeluruh yang mencakup aspek Spiritual, Emosional, mental dan Fisik. Berbeda dengan pengobatan konvensional yang cendrung berfokus pada pengobatan fisik semata. Dalam pengobatan holistic, terutama dalam ilmu Matalogi (analisis tanda tanda lewat iris, sclera dan pupil mata), dibahas mengenai emosi negative seperti tanda tanda dendam, benci, marah dan konsep memaafkan. Peneliti ingin mensyinkron Ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi dengan Ilmu Matalogi tersebut. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I (Tematik). Hasil Penelitian Menunjukkan 10 Ayat Al-Qur’an tentang memaafkan dengan akar kata al-afw dan Maghfirah. Dengan akar kata al-afw sebanyak 9 ayat dan dengan akar kata Maghfirah sebanyak 1 ayat. Penelitian ini dibagi kepada dua pembahasan. Pertama, Mengklasifikasi ayat ayat tentang memaafkan. Kedua, penafsiran ayat memaafkan, di bagi kepada empat tema, tema pertama memaafkan dalam interaksi social, tema kedua , maafkan orang kafir , tema ketiga memaafkan walaupun sanggup membalas dan tema ke empat, memaafkan dan tidak dendam dalam ruang lingkup keluarga. Integrasi diantara ayat ayat al-qur’an memiliki hubungan langsung terhadap Kesehatan spriritual, mental, emosional dan fisik. Di sertai penjelasan hubungan memaafkan dengan teori Kesehatan secara holistic.

Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik” yang ditulis oleh Adek Rahmat NIRM 2219038, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Di Penelitian ini penulis mengangkat topik memaafkan dalam perspektif Al-Qur’an yang mana sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an semenjak 1400 tahun yang lalu serta sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Disisi lain, Dalam ilmu kesehatan Holistik punya metode pengobatan secara menyeluruh yang mencakup aspek Spiritual, Emosional, mental dan Fisik. Berbeda dengan pengobatan konvensional yang cendrung berfokus pada pengobatan fisik semata. Dalam pengobatan holistic, terutama dalam ilmu Matalogi (analisis tanda tanda lewat iris, sclera dan pupil mata), dibahas mengenai emosi negative seperti tanda tanda dendam, benci, marah dan konsep memaafkan. Peneliti ingin mensyinkron Ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi dengan Ilmu Matalogi tersebut. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I (Tematik). Hasil Penelitian Menunjukkan 10 Ayat Al-Qur’an tentang memaafkan dengan akar kata al-afw dan Maghfirah. Dengan akar kata al-afw sebanyak 9 ayat dan dengan akar kata Maghfirah sebanyak 1 ayat. Penelitian ini dibagi kepada dua pembahasan. Pertama, Mengklasifikasi ayat ayat tentang memaafkan. Kedua, penafsiran ayat memaafkan, di bagi kepada empat tema, tema pertama memaafkan dalam interaksi social, tema kedua , maafkan orang kafir , tema ketiga memaafkan walaupun sanggup membalas dan tema ke empat, memaafkan dan tidak dendam dalam ruang lingkup keluarga. Integrasi diantara ayat ayat al-qur’an memiliki hubungan langsung terhadap Kesehatan spriritual, mental, emosional dan fisik. Di sertai penjelasan hubungan memaafkan dengan teori Kesehatan secara holistic.

Penggunaan kata laita dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy Syauqani)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.

PEMAHAMAN YAHYA WALONI TERHADAP AYAT AL-QUR’AN (ANALISIS KONTEN)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

Penggunaan Kata Laita dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir Karya Imam Asy Syauqani)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.

Pemahaman Yahya Waloni Terhadap Ayat Al-Qur'an ( Analisis Konten )

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

TANGGUNG JAWAB SUAMI TERHADAP ISTRI DALAM AL-QUR’AN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.