Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

a

2.121 karya publik ditemukan.

2026: 2492025: 1312024: 3062023: 2422022: 10012021: 1902020: 12018: 1

PENAFSIRAN Q.S AN-NUR AYAT 32 TENTANG TANGGUNG JAWAB WALI NIKAH DALAM KITAB TAFSIR AL MUNIR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi berjudul “Penafsiran Q.S. An Nur Ayat 32 Tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir”yang ditulis oleh Annisa Rahma, NIM. 2219040, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih umum mengenai tanggung jawab wali nikah. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung wali nikah sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan atau rukun dalam suatu pernikahan, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga setelah menikah. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab wali nikah dalam menikahkan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan tahlili. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah penafsiran surat An-Nur ayat 32 pada tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab wali nikah dalam penafsiran Q.S. An-Nūr ayat 32 menurut Wahbah Az-Zuhaili tidak hanya terbatas sebagai pihak yang melaksanakan akad nikah, tetapi juga mencakup kewajiban untuk membimbing, melindungi, dan membantu terlaksananya perkawinan yang memenuhi ketentuan syariat. Tanggung jawab tersebut diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, terpeliharanya kehormatan perempuan, serta pencegahan terhadap tindakan menghalangi perkawinan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dengan demikian, kewenangan wali merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan perempuan yang berada dalam perwaliannya.

Penafsiran Q.S An-Nur Ayat 32 tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Penafsiran Q.S. An Nur Ayat 32 Tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir”yang ditulis oleh Annisa Rahma, NIM. 2219040, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih umum mengenai tanggung jawab wali nikah. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung wali nikah sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan atau rukun dalam suatu pernikahan, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga setelah menikah. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab wali nikah dalam menikahkan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan tahlili. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah penafsiran surat An-Nur ayat 32 pada tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab wali nikah dalam penafsiran Q.S. An-Nūr ayat 32 menurut Wahbah Az-Zuhaili tidak hanya terbatas sebagai pihak yang melaksanakan akad nikah, tetapi juga mencakup kewajiban untuk membimbing, melindungi, dan membantu terlaksananya perkawinan yang memenuhi ketentuan syariat. Tanggung jawab tersebut diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, terpeliharanya kehormatan perempuan, serta pencegahan terhadap tindakan menghalangi perkawinan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dengan demikian, kewenangan wali merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan perempuan yang berada dalam perwaliannya.

PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi dengan judul “PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUTWAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT” ditulis oleh Muhammad Dzaky NIM. S1.VI.19.19.481 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur`an Payakumbuh. Kisah tentang permindahan arah kiblat menurut para muaffsir Wahbah Az-Zuhaili dan Sayyid Qutbh ini diawali dari surah al-baqarah ayat 142. Serta as-sufaha ini juga maksudkan kepada orang yang tidak terima bahwa ka’bah merupakan kiblat umat muslim. Makna dari kalimat “apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblat mereka yang dahulu telah mereka berkiblat kepadanya?” adalah bahwa awalnya umat islam berkiblat ke mekkah kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu pindah kembali ke Mekkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif dan analitis. Jenis penelitian yaitu penelitian pustaka, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, kitab tafsir dan Al-Qur’an, baik dari bahan yang ditulis tokoh yang diteliti (Primer) atau buku yang ditulis oleh orang lain terkait tokoh tersebut (Sekunder). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan proposal ini terdiri dari data primer dan skunder Peneliti menemukan di antara kehendak Allah yang paling absolut adalah dia menentukan untuk manusia satu kiblat yang mengumpulkan mereka dalam ibadah. Pada mulanya Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap baitul maqdis, guna memberitaukan bahwa agama Allah itu satu, kiblat semua nabi juga satu, dan tujuan hakiki adalah menghadap Allah. Dan Allah membimbing siapa pun yang di kehendakinya kejalan yang lurus yang mengantarkan kebahagian dunia dan akhirat. Di dalam tafsir Sayyid Qutb : Jika Allah memilih untuk hambanya suaru arah, lalu memilihnya dan menentukannya sebagai kiblat, maka itulah kiblat yang di pilihnya. Lewat jalan itulah mereka berjalan yang lurus. Di dalam Tafsir Al-Munir karena maslahat pasti ada dalam apa yang diperintahkan Allah dan kebaikan tentu terkandung dalam apa yang ditentukannya. Dan Allah membimbing siapa pun yang dikehendaki nya ke ialan yang lurus yang mengantarkan ke kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dengan menghadap ke Baitul Maqdis maupun menghadap ke Ka'bah.

Penafsiran Q.S Al-Baqarah Ayat 142-143 Menurut Wahbah Az-ZuhaiIi dan Sayyid Quthb tentang Perpindahan Arah Kiblat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUTWAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT” ditulis oleh Muhammad Dzaky NIM. S1.VI.19.19.481 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur`an Payakumbuh. Kisah tentang permindahan arah kiblat menurut para muaffsir Wahbah Az-Zuhaili dan Sayyid Qutbh ini diawali dari surah al-baqarah ayat 142. Serta as-sufaha ini juga maksudkan kepada orang yang tidak terima bahwa ka’bah merupakan kiblat umat muslim. Makna dari kalimat “apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblat mereka yang dahulu telah mereka berkiblat kepadanya?” adalah bahwa awalnya umat islam berkiblat ke mekkah kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu pindah kembali ke Mekkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif dan analitis. Jenis penelitian yaitu penelitian pustaka, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, kitab tafsir dan Al-Qur’an, baik dari bahan yang ditulis tokoh yang diteliti (Primer) atau buku yang ditulis oleh orang lain terkait tokoh tersebut (Sekunder). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan proposal ini terdiri dari data primer dan skunder Peneliti menemukan di antara kehendak Allah yang paling absolut adalah dia menentukan untuk manusia satu kiblat yang mengumpulkan mereka dalam ibadah. Pada mulanya Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap baitul maqdis, guna memberitaukan bahwa agama Allah itu satu, kiblat semua nabi juga satu, dan tujuan hakiki adalah menghadap Allah. Dan Allah membimbing siapa pun yang di kehendakinya kejalan yang lurus yang mengantarkan kebahagian dunia dan akhirat. Di dalam tafsir Sayyid Qutb : Jika Allah memilih untuk hambanya suaru arah, lalu memilihnya dan menentukannya sebagai kiblat, maka itulah kiblat yang di pilihnya. Lewat jalan itulah mereka berjalan yang lurus. Di dalam Tafsir Al-Munir karena maslahat pasti ada dalam apa yang diperintahkan Allah dan kebaikan tentu terkandung dalam apa yang ditentukannya. Dan Allah membimbing siapa pun yang dikehendaki nya ke ialan yang lurus yang mengantarkan ke kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dengan menghadap ke Baitul Maqdis maupun menghadap ke Ka'bah.

تأثير استخدام طريقة الباقيين الضيفين (Two Stay Two Stray) على قدرة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بمدرسة الفتح المتوسطة الإسلامية باياكمبوه

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

تجريد نصر الحميد، 2026 م، تأثير استخدام طريقة الباقيين الضيفين ( (Two Stay Two Stray على قدرة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بمدرسة الفتح المتوسطة الإسلامية باياكمبوه، قسم التربية اللغة العربية بكلية التربية جامعة دار القرآن باياكمبوه. خلفية البحث المهمة أن الطلاب لديهم المشكلات ما يتعلق بحفظ المفردات ، من سببها أن بعض الطلاب أسرع ما ينسى المفردة جديدة إذا كان يحفظ وحده،ولكن إذا يحفظ مع صاحبه سيبق طويلا في ذاكرته و بعض الطلاب ما عندهم الشجاعة ليسألوا المدرس عن المفردة التي لم يعرفوا معنها,ثم المدرس يستعمل طريقة الإلقائية في التدريس اللغة العربية. لذلك اختار الباحث هذا الموضوع. العرض من هذه الدراسة هو المعرفة تأثير استخدام طريقة الباقيين الضيفين (Two Stay Two Stray ) على قدرة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية. المنهج الذي يستعمله الباحث في هذا البحث هو المنهج الكمي بالنوع التجريبي. إن هذا البحث التجريبي يستخدمه الباحث تصميم التجريبي pre exprimen desingnsبالنوع one group pretest-post test desingn ثم قام الباحث بالاختبار القبلي و الاختبار البعدي وتحليل البيانات الكمية أو الإحصاءات. كانت النتائج التي حصل عليها الباحث تكون معدل نتيجة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بعد إجراء التدريس باستخدام طريقة الباقيين الضيفين ( Two Stay Two Stray) هي 88.13 . و تكون معدل نتيجة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بعد إجراء التدريس بدون استخدام طريقة الباقيين الضيفين ( Two Stay Two Stray) هي 82.

تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

سري وهيونينغسيه، 2026، تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القران باياكمبوه. يهدف هذا البحث إلى التعرف على الصعوبات التي تواجهها الطالبات في تعلم علم النحو، وتحليل العوامل التي تسهم في ظهورها بمعهد أولاد الجنة الإسلامي في تاناه داتار. وتأتي أهمية هذا البحث من المكانة المحورية التي يحتلها علم النحو في إتقان اللغة العربية، إذ يساعد على فهم التراكيب اللغوية واستيعاب النصوص العربية على الوجه الصحيح. إلا أن تعلم هذا العلم لا يزال يواجه عدداً من التحديات، من أبرزها ضعف فهم القواعد النحوية، وصعوبة تحديد أوجه الإعراب، وعدم القدرة على ترجمة النصوص الواردة في كتابي الآجرومية والمفتاح. واعتمدت الباحثة المنهج الكيفي الوصفي؛ لملاءمته لطبيعة البحث وأهدافه. وتكونت عينة الدراسة من طالبات المرحلة المتوسطة ومعلمة مادة النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي. وجُمعت البيانات باستخدام الملاحظة، والمقابلات، والوثائق، ثم جرى تحليلها من خلال اختزال البيانات، وتنظيمها وعرضها، وصولاً إلى استخلاص النتائج. وأشارت نتائج البحث إلى أن الطالبات يواجهن عدة صعوبات في تعلم علم النحو، تتمثل في ضعف استيعاب القواعد النحوية، وصعوبة تعيين الإعراب، وقلة القدرة على ترجمة النصوص العربية. كما أظهرت النتائج أن هذه الصعوبات ترجع إلى عوامل داخلية، مثل ضعف الدافعية وقلة الحصيلة اللغوية، وإلى عوامل خارجية، منها طرائق التدريس المستخدمة، ومحدودية الوسائل التعليمية، وضيق الوقت المخصص لتدريس المادة. وخلص البحث إلى أن التغلب على صعوبات تعلم علم النحو يتطلب معالجة العوامل الداخلية والخارجية معاً، وذلك من خلال تطوير استراتيجيات التدريس، وتنويع الوسائل التعليمية، والإكثار من التدريبات التطبيقية، بما يسهم في تحسين مستوى الطالبات في فهم القواعد النحوية.