Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

a

2.121 karya publik ditemukan.

2026: 2492025: 1312024: 3062023: 2422022: 10012021: 1902020: 12018: 1

Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: “ Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)” yang disusun Nurul Atikah , Nirm S1.VI.19.19.499, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsi Sekolah Tinggi Agama Isalm STAI Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah di zaman sekarang ini muda-mudi yang asyik masuk terseret dalam pergaulan bebas, dan tergoda dengan hawa nafsunya.Contoh, pacaran seolah menjadi budaya, zina, bahkan ada juga yang lgbt. Banyak orang Islam saat ini sangat ceroboh bahkan tidak menjaga diri dari perbuatan tersebut. Karena perbuatan tersebut dikalangan para remaja dianggap sangat biasa karena tidak memelihara hawa nafsu. Hawa nafsu ialah syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia, yang bekerja untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, dan kesesatan. Padahal Islam menuntut untuk memelihara hawa nafsu. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), dan menggunakan metode kualitatif. Dikumpulkan melalui data Al-Qur’an dan 6 kitab Tafsir yaitu, Tafsir Al-Azhar Buya Hamka,Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Sayyid Qutub fii Zilalil Qur’an, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Al-Munir. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: Jurnal, Buku dan Artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa para mufassir memahami kata هوى adalah kecendrungan kepada perbuatan negative (membawa kepada kerusakan) namun ada juga yang bermakna positif (ikhlas menerima ketentuan Allah). Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, penyimpangan dari jalan kebenaran, bisa menyesatkan perut dan kemaluan. Orang-orang tersesat dari jalan Allah karena tidak memelihara hawa nafsu, bagi mereka azab yang berat. Mengikuti hawa nafsu adalah perilaku yang menggelincirkan dan membawa ke neraka. akibatnya adalah kesengsaraan. ketika manusia tunduk kepada hawa nafsu, maka di cabut nyawanya dengan kasar sekali.

Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.

PENAFSIRAN “LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WA LAA HUM YAHZANUUN” Dalam Surat AL Baqarah DALAM SURAT AL BAQARAH

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: " PENAFSIRAN LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WA LAA HUM YAHZANUUN " yang ditulis oleh YASDI, NIRM S1.VI.19.19.533, Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Secara bahasa Khauf berasal dari kata khafa, yakhafu, khaufan yang artinya takut. Takut yang dimaksud disini adalah takut kepada Allah SWT. Khauf adalah takut kepada Allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir akan adzab Allah yang akan ditimpahkan kepada kita. Cara untuk dekat kepada Allah yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hazn dalam kamus besar bahasa indonesia, kata sedih diartikan dengan : susah hati, merasa sangat pilu dalam hati. menimbulkan rasa susah, duka, kabar yang menyusahkan hati, cerita yang menimbulkan rasa sedih dan pilu. Sedangkan kebahagiaan adalah sebuah impian di mana semua orang ingin memilikinya. Tidak ada seorang pun yang ingin menderita hidupnya. Namun, tidak semua orang tahu akan kriteria bahagia secara kaffah. Dalam pandangan Islam, seseorang yang bahagia adalah seorang mukmin sholeh yang selalu taat akan menunaikan hak-hak Tuhannya dan memenuhi hak-hak akan makhluk lainnya dengan berpedoman kepada svriat, baik lahir maupun batin. Kebahagiaan adalah sebuah impian di mana semua orang ingin memilikinya. Tidak ada seorang pun yang ingin menderita hidupnya. Namun, tidak semua orang tahu akan kriteria bahagia secara kaffah. Dalam pandangan Islam, seseorang yang bahagia adalah seorang mukmin sholeh yang selalu taat akan menunaikan hak-hak Tuhannya dan memenuhi hak-hak akan makhluk lainnya dengan berpedoman kepada svriat, baik lahir maupun batin. Kebahagiaan bukanlah barang komersil yang dapat dihitung dengan pasti. Kadar kebahagiaan pun berbeda nilai antarmanusia. Seorang manusia tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan apabila dalam dirinya selalu penuh akan keinginan. Ia lupa bersyukur dengan apa ang dimilikinya. Orang seperti ini masuk ke dalam kategori kufur nikmat. Ia tidak akan pernah puas akan nikmat yang didapatknnya karena Allah SWT telah mencabut rahmat dirinya.

Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul: “ Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)” yang disusun Nurul Atikah , Nirm S1.VI.19.19.499, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsi Sekolah Tinggi Agama Isalm STAI Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah di zaman sekarang ini muda-mudi yang asyik masuk terseret dalam pergaulan bebas, dan tergoda dengan hawa nafsunya.Contoh, pacaran seolah menjadi budaya, zina, bahkan ada juga yang lgbt. Banyak orang Islam saat ini sangat ceroboh bahkan tidak menjaga diri dari perbuatan tersebut. Karena perbuatan tersebut dikalangan para remaja dianggap sangat biasa karena tidak memelihara hawa nafsu. Hawa nafsu ialah syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia, yang bekerja untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, dan kesesatan. Padahal Islam menuntut untuk memelihara hawa nafsu. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), dan menggunakan metode kualitatif. Dikumpulkan melalui data Al-Qur’an dan 6 kitab Tafsir yaitu, Tafsir Al-Azhar Buya Hamka,Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Sayyid Qutub fii Zilalil Qur’an, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Al-Munir. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: Jurnal, Buku dan Artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa para mufassir memahami kata هوى adalah kecendrungan kepada perbuatan negative (membawa kepada kerusakan) namun ada juga yang bermakna positif (ikhlas menerima ketentuan Allah). Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, penyimpangan dari jalan kebenaran, bisa menyesatkan perut dan kemaluan. Orang-orang tersesat dari jalan Allah karena tidak memelihara hawa nafsu, bagi mereka azab yang berat. Mengikuti hawa nafsu adalah perilaku yang menggelincirkan dan membawa ke neraka. akibatnya adalah kesengsaraan. ketika manusia tunduk kepada hawa nafsu, maka di cabut nyawanya dengan kasar sekali.

Pelaksanaan Dzikir Dalam Tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyyah di Surau Suluk Kapalo Bonda (Kajian Living Qur’an)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “PELAKSANAAN DZIKIR DALAM TAREKAT NAQSABANDIYAH WA SAMMANIYAH DI SURAU SULUK KAPALO BONDA (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Yahya Nauli Sitompul, NIRM S1.VI.19.19.530, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah seiring perkembangan zaman, kajian terhadap Al-Qur’an dapat menghasilkan pemahaman yang beragam. Secara umum, kajian living Qur’an mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa ajaran dzikir dalam tarekat merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah yang mampu mengatasi persoalan manusia di segala aspek kehidupan. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah mengenai dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, dan fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, serta pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, dan pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan landasan teori dari segi pendekatan, desain living Qur’an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda, sedangkan data sekunder adalah keterangan langsung dari jama’ah Surau Suluk Kapalo Bonda, dan data-data sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini ialah dasar pelaksanaan dzikir tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di dalam Al-Qur’an ada 5 dasar yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab:41, Surah Ar-Ra’d: 28, Surah Al-A’raf: 205, Surah Al-Maidah: 35, Surah Ali ‘Imran: 191. Fondasi dzikir dalam amalan tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 11 dasar, yaitu Huwasy Dardam, Nazhar Barqadam, Safar Darwathan, Khalwat dar Anjuman, Ya Dakrad, Baz Kasyat, Nakah Dasyat, Bad Dasyat, Wukuf Zamani, Wukuf ‘Adadi, dan Wukuf Qolbi. Pelaksanaan dzikir pada jama’ah tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 3 tahap yaitu, tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penutup yang dibimbing langsung oleh Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda.

Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah Dalam Bacaan Al-Qur'an ( Studi Pada Santriwati Ashhabul Qur'an Payakumbuh)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah Dalam Bacaan Al-Qur’an (Studi Pada Santriwati Sekolah Ash-Habul Qur’an Payakumbuh)” yang ditulis oleh Zikra Sucita, NIRM SI.VI.19.18.078. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Alasan penulis memilih judul ini adalah: Langkah awal untuk membaca Al-Qur’an adalah dengan mengetahui huruf hijaiyyah serta mampu fasih dalam pengucapannya. Dalam ilmu tajwid pengucapan fasih ini bisa didapati dengan mengetahui makharijul huruf dan shifatul huruf. Kitab tajwid dasar yang memuat materi ini dengan jelas adalah matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matan ini sanadnya tersambung kepada Imam Ibnul Jazari sebagai penulis matan dan dapat menjadi sandaran ketika membaca Al-Qur’an agar terlepas dari keraguan terhadap suatu hukum tajwid. Menurut penelusuran penulis kepada lembaga-lembaga Al-Qur’an yang ada di Payakumbuh, penulis mendapati sekolah AshHabul Qur’an Payakumbuh satu-satunya sekolah yang menerapkan matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah sebagai bahan ajarnya. Uniknya lagi sekolah ini merupakan lembaga yang menjadi wadah bagi mereka yang ingin belajar Al-Qur’an dari segala usia mulai anak-anak hingga lansia. Sehingga penulis merasa perlu untuk meneliti bagaimana Implementasi matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati AshHabul Qur’an Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi Matan Al-Muqoddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati Ash-Habul Qur’an Payakumbuh dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualutatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penulis mendapati hasil bahwa di sekolah AshHabul Qur’an santriwati yang mampu menerapkan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’annya adalah yang sudah hafal matan tersebut, sedangkan yang lain belum mampu. Dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa (1) motivasi diri dan orang sekitar, (2) niat dan mengetahui tujuan mempelajari matan, (3) ketertarikan terhadap ilmu, (4) kehadiran dan masa belajar. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah (1) faktor usia, (2) latar belakang pendidikan (3) kurang motivasi dan minat (4) kesibukan dan waktu luang.

Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an )

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah: “Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Fauaziah , Nirm S1.VI.19.19.460, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah tentang fenomena Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kajian Living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresapi kehadiran Al-Qur’an seperti yang terjadi di Desa Rambah Tengah Barat selain itu karena rasa ingin tahu penulis tentang dasar dan pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat. Dinamakan Ratik togak karena zikir ini dilaksanakan sambil berdiri, yang harus dipimpin oleh mursyid ratik togak langsung tanpa perwakilan, selain itu zikir ini juga merupakan jenis amalan yang dilaksanakan oleh orang-orang tarekat Naqsbandiyah yang ada di Desa Rambah Tengah Barat, sedangkan di tempat lain diamalkan juga oleh Tarekat Qadiriyah, untuk jumlah anggota yang melaksanakannya tidak dibatasi yang penting dipimpin oleh mursyid dan sekurangkurangnya sembilan anggota lainnya yang sudah mengikuti tarekat naqsabandiyah. Alasan penulis memilih judul ini untuk mengungkap pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat sehingga menghilangkan keraguan masyarakat luar tentang pelaksanaan ratik togak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat seta untuk mengetahui pelaksanaan ratik togak di Desa rambah Tengah Barat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, jenis penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (Display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Selain itu penelitian ini juga merupakan kajian living Qur’an Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah bahwasanya dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu menurut khalifah basir adalah Surah An-Nisa ayat 103, sementara khalifah Toat berpendapat bahwa dasar pelaksanaan ratik togak itu amerupakan bentuk kecintaan pengikut tarekat sehingga dalam pelaksanaannya tidak memerlukan dasar, sementara sebagaian anggota berpendapat bahwa ratik togak merupakan kegiatan turun-temutun dari guru-guru tarekat sebelumnya. sedangkan cara Pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu secara khusus dilaksanakan oleh pengikut tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin oleh seorang Mursyid kemudian diikuti oleh seluruh pengamal tarekat yang laki-laki sekurang-kiurangnya 10 orang sedangkan batasnya tidak disebutkan. sedangkan pengamal tarekat Naqsabandiyah yang perempuan tidak dibolehkan ikut melaksanakan ratik togak karena suara perempuan adalah aurat, akan tetapi boleh diikuti oleh masyarakat umum (laki-laki) di Desa Rambah Tengah Barat maupun masyarakat luar jika Dipimpin oleh Mursyid dan Anggota Ratik togak.

Pakaian Menurut Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili dalam kitabnya Nazarat Fi Kitabillah

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah Dalam Bacaan Al-Qur'an ( Studi Pada Santriwati Ashhabul Qur'an Payakumbuh)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah Dalam Bacaan Al-Qur’an (Studi Pada Santriwati Sekolah Ash-Habul Qur’an Payakumbuh)” yang ditulis oleh Zikra Sucita, NIRM SI.VI.19.18.078. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Alasan penulis memilih judul ini adalah: Langkah awal untuk membaca Al-Qur’an adalah dengan mengetahui huruf hijaiyyah serta mampu fasih dalam pengucapannya. Dalam ilmu tajwid pengucapan fasih ini bisa didapati dengan mengetahui makharijul huruf dan shifatul huruf. Kitab tajwid dasar yang memuat materi ini dengan jelas adalah matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matan ini sanadnya tersambung kepada Imam Ibnul Jazari sebagai penulis matan dan dapat menjadi sandaran ketika membaca Al-Qur’an agar terlepas dari keraguan terhadap suatu hukum tajwid. Menurut penelusuran penulis kepada lembaga-lembaga Al-Qur’an yang ada di Payakumbuh, penulis mendapati sekolah AshHabul Qur’an Payakumbuh satu-satunya sekolah yang menerapkan matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah sebagai bahan ajarnya. Uniknya lagi sekolah ini merupakan lembaga yang menjadi wadah bagi mereka yang ingin belajar Al-Qur’an dari segala usia mulai anak-anak hingga lansia. Sehingga penulis merasa perlu untuk meneliti bagaimana Implementasi matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati AshHabul Qur’an Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi Matan Al-Muqoddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati Ash-Habul Qur’an Payakumbuh dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualutatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penulis mendapati hasil bahwa di sekolah AshHabul Qur’an santriwati yang mampu menerapkan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’annya adalah yang sudah hafal matan tersebut, sedangkan yang lain belum mampu. Dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa (1) motivasi diri dan orang sekitar, (2) niat dan mengetahui tujuan mempelajari matan, (3) ketertarikan terhadap ilmu, (4) kehadiran dan masa belajar. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah (1) faktor usia, (2) latar belakang pendidikan (3) kurang motivasi dan minat (4) kesibukan dan waktu luang.

Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an )

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini adalah: “Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Fauaziah , Nirm S1.VI.19.19.460, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah tentang fenomena Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kajian Living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresapi kehadiran Al-Qur’an seperti yang terjadi di Desa Rambah Tengah Barat selain itu karena rasa ingin tahu penulis tentang dasar dan pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat. Dinamakan Ratik togak karena zikir ini dilaksanakan sambil berdiri, yang harus dipimpin oleh mursyid ratik togak langsung tanpa perwakilan, selain itu zikir ini juga merupakan jenis amalan yang dilaksanakan oleh orang-orang tarekat Naqsbandiyah yang ada di Desa Rambah Tengah Barat, sedangkan di tempat lain diamalkan juga oleh Tarekat Qadiriyah, untuk jumlah anggota yang melaksanakannya tidak dibatasi yang penting dipimpin oleh mursyid dan sekurangkurangnya sembilan anggota lainnya yang sudah mengikuti tarekat naqsabandiyah. Alasan penulis memilih judul ini untuk mengungkap pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat sehingga menghilangkan keraguan masyarakat luar tentang pelaksanaan ratik togak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat seta untuk mengetahui pelaksanaan ratik togak di Desa rambah Tengah Barat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, jenis penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (Display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Selain itu penelitian ini juga merupakan kajian living Qur’an Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah bahwasanya dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu menurut khalifah basir adalah Surah An-Nisa ayat 103, sementara khalifah Toat berpendapat bahwa dasar pelaksanaan ratik togak itu amerupakan bentuk kecintaan pengikut tarekat sehingga dalam pelaksanaannya tidak memerlukan dasar, sementara sebagaian anggota berpendapat bahwa ratik togak merupakan kegiatan turun-temutun dari guru-guru tarekat sebelumnya. sedangkan cara Pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu secara khusus dilaksanakan oleh pengikut tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin oleh seorang Mursyid kemudian diikuti oleh seluruh pengamal tarekat yang laki-laki sekurang-kiurangnya 10 orang sedangkan batasnya tidak disebutkan. sedangkan pengamal tarekat Naqsabandiyah yang perempuan tidak dibolehkan ikut melaksanakan ratik togak karena suara perempuan adalah aurat, akan tetapi boleh diikuti oleh masyarakat umum (laki-laki) di Desa Rambah Tengah Barat maupun masyarakat luar jika Dipimpin oleh Mursyid dan Anggota Ratik togak.

Pakaian Menurut Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili dalam kitabnya Nazarat Fi Kitabillah

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah “Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh”. Ditulis oleh Difa Dian Fadilah ,NIRM,S1.VI.19.19.455. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalah terjadinya sebuah masalah dalam pembelajaran tahfidz . Dalam Al-Qur’an firman Allah Sesungguhnya kamilah yang menurunkan ak-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.di era modern ini, menghafal al-Qur’an menjadi ciri khas berbagai lembaga dan institusi pendidikan. Jika dicermati pada zaman nabi muhammad SAW, menghafal bukanlah masalah kecepatan waktu namun pentingnya ajaran agama untuk dipahami, diajarkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahupenerapan dari konsep STIFIn terhadap halan al-Qur’an siswa dan pengaruh serta peran metode STIFIn terhadap hafalan al-Qur’an siswa SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh. STIFIn merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak yang paling dominan. Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. 5 Belahan Otak Dominan Manusia. Dari sejumlah teori, STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.Sensing, sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin.Thinking, letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa. Intuiting, berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. Feeling, terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial.Insting, sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri. Faktor yang mendukung dan meningkatan hafalan siswa Tipe Sensing Cara menghafal al-Qur’an tipe sensing yaitu dengan menitikberatkan pada frekuensi pengulangan, mengingat warna, dan tanda.Tipe thingking Cara menghafal al-Qur’an bagi thingking yaitu lebih menekankan pada target yang ketat dan disiplin waktu yang diberikan.Tipe intuiting Cara menghafal al-Qur’an bagi intuiting yaitu lebih menekankan pada daya ingat semantik dan imajinasi cerita dalam memahami terjemah.Tipe feeling Cara menghafal al-Qur’an bagi feeling yaitu lebih menekankan pada suasana menghafal kondusif ( menggunakankekuatan mendengarnya) dan parttner sima’an.Tipe insting Cara menghafal al-Qur’an bagi insting yaitu lebih menekankan pada lingkungan yang tenang dan penggunaan keserbabisaanya dalam menghafal.

Penafsiran Ayat-Ayat al Qur'an Tentang Iman (Berdasarkan Makkiyah dan Madaniyyah)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.

Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.

Penafsiran Ayat-Ayat al Qur'an Tentang Iman (Berdasarkan Makkiyah dan Madaniyyah)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.

Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.

Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi adalah “Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh”. Ditulis oleh Difa Dian Fadilah ,NIRM,S1.VI.19.19.455. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalah terjadinya sebuah masalah dalam pembelajaran tahfidz . Dalam Al-Qur’an firman Allah Sesungguhnya kamilah yang menurunkan ak-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.di era modern ini, menghafal al-Qur’an menjadi ciri khas berbagai lembaga dan institusi pendidikan. Jika dicermati pada zaman nabi muhammad SAW, menghafal bukanlah masalah kecepatan waktu namun pentingnya ajaran agama untuk dipahami, diajarkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahupenerapan dari konsep STIFIn terhadap halan al-Qur’an siswa dan pengaruh serta peran metode STIFIn terhadap hafalan al-Qur’an siswa SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh. STIFIn merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak yang paling dominan. Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. 5 Belahan Otak Dominan Manusia. Dari sejumlah teori, STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.Sensing, sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin.Thinking, letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa. Intuiting, berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. Feeling, terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial.Insting, sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri. Faktor yang mendukung dan meningkatan hafalan siswa Tipe Sensing Cara menghafal al-Qur’an tipe sensing yaitu dengan menitikberatkan pada frekuensi pengulangan, mengingat warna, dan tanda.Tipe thingking Cara menghafal al-Qur’an bagi thingking yaitu lebih menekankan pada target yang ketat dan disiplin waktu yang diberikan.Tipe intuiting Cara menghafal al-Qur’an bagi intuiting yaitu lebih menekankan pada daya ingat semantik dan imajinasi cerita dalam memahami terjemah.Tipe feeling Cara menghafal al-Qur’an bagi feeling yaitu lebih menekankan pada suasana menghafal kondusif ( menggunakankekuatan mendengarnya) dan parttner sima’an.Tipe insting Cara menghafal al-Qur’an bagi insting yaitu lebih menekankan pada lingkungan yang tenang dan penggunaan keserbabisaanya dalam menghafal.