2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini adalah : “Tradsisi Pembacaan Yasin 41 di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang di tulis oleh Yuni Lestari Hasibuan, NIRM S1.VI.19.19.534. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang fenomena living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresepsi kehadiran al-Qur’an seperti yang terjadi di desa Sipangko yaitu pengamalan Yasin 41. Dinamakan Yasin 41 dikarenakan dalam pembacaan Yasin ini di baca sebanyak 41 kali dengan jumlah orang yang membaca berjumlah 41 orang, jika kurang dari 41 orang misalnya hanya ada 21 orang, maka setiap orang membaca 2 kali sampai bilangannya genap 41. Pembacaan Yasin 41 ini diselenggarakan ataupun dilaksanakan ketika memiliki hajat atau sedang menghadapi sasuatu yang genting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko dan bagaimana cara pelaksanaan Yasin 41 ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Metode analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan proses reduksi data dan penyajian data (Display). Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko ini, dibawakan oleh Syekh Muhammad Baqi lalu di ajarkan kepada masyarakat desa Sipangko. Syekh Muhammad Baqi berguru kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqasabandy. Pengamalan pembacaan Yasin 41 ini memiliki dasar rujukan dari Syekh Ahmad Ad-Dairobi seorang ulama fiqih terkemuka dari Mesir. Proses pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini; pertama adalah persiapan dimana terlebih dahulu orang yang memiliki hajat tersebut harus mengumpulkan anggota pembacaan Yasin 41 ini sebanyak 41 orang, kalau kurang dari 41 boleh saja karna yang wajib itu adalah jumlah bacaan surah yasinnya. Kedua, proses pelaksanan yang dimana dimulai dengan membaca istiqfar sebanyak 3 kali yang dipandu oleh seorang imam yang telah ditunjuk dan diikuti oleh jama’ah, seorang imam yang di tunjuk mestilah orang yang paham betul tentang pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini. Ketiga adalah pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini juga di pandu oleh imam.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
إعداد ريفرتا هراين رقم التسجيل: ١٩ ١٩ ٥٠٧ قسم تربية اللغة العربية بكلية لرتبية للمعهد العاىل اإلسالمى دارالقرآن ابايكمبوه هذه الرسالة العلمية حتت املوضوع " فعالية استخدام طريقة مباراة بطاقة الفهرس (Macth Card Index ( يف تعلم اللغة العربية مبدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولو ه كوات" . هذا البحث مدفوع بعدم وجود طرق التعلم متنوعة الذي يستخدمه املعلمون يف تعلم اللغة العربية, أهداف التعلم املتوقعة مل تتحقق.أين خمرجات التعلم املنخفضة, اليشارك العديد من الطالب يف التعلم بسبب نقص التعلم محاس , وكذلك الطالب ال نشاط غري املتكافئ يف التعلم. أهداف هلذا البحث ملعرفة فعالية استخدام طريقة مباراة بطاقة الفهرس(Macth Card Index (يف تعلم اللغة العربية ولبيان فعال ية استخدام طريقة مباراة بطاقة الفهرس(Macth Card Index (التعلم الدافع وكذلك ال ظهار فعالية استخدام طريقة مباراة بطاقة الفهرسMacth Card Index (التعلم النشطة لدى تالميذ يف الفصل التاسع مبدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات هذا البحث هو حبث جترييب و استخدمت منهج كمي مع حتليل وصفي. اجملتمع يف هذا البحث هو مجيع التالميذ يف فصل التاسع مبدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات وعدد 42 تالميذ. كانت تقنية أخذ العينات املستخدمة هي أخذ العينات الكلي بينما كانت األدوات املستخدمة يف هذه الدراسة هذه الدراسة نتائج االختبار واستبيان. على نتائج اختبار ً بناء t ، تكون قيمة �𝑛𝑢𝑡𝑖�ℎ= 𝑡40 و �𝑒𝑏𝑎𝑡� �� = 2.08 مبستوى داللة .٪5 مالحظة الفروق اجلوهرية يف نتائج تعلم الطالب من نتائج اختبار t أن �𝑛𝑢𝑡𝑖�ℎ 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 𝑡وابلتال ّن يتم رفض الفرضية الصفرية )0��( ويتم قبول الفرضية البديلة )�𝐻�(. التعلم ابستخدام هذه النتائج تظهر أ طريقة مباراة بطاقة الفهرس )Macth Card Index )فعال على تعلم اللغة العربية مبدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولو ه كوات. من بياانت درجة استبيان التعلم الدافع تظهر النتائج أمهية ،0.038 وهي أصغر من 0.05 تشري نتائج هذه البياانت إىل أن استخدام الطريقة مباراة بطاقة الفهرس)Macth Card Index ) يزيد من محاس الطالب. بياانت درجة استبيان التعلم النشط يتضح من األمهية هي 0.035 وهي أصغر من 0.05 تشري نتائج هذه البياانت إىل أن استخدام طريقة مباراة بطاقة الفهرس)Macth Card Index ) أن يزيد من أنشطة التعلم النشط للطالب يف تعلم اللغة العربية مبدرسة القرآن الزمريه املتوسطة ليما بولوه كوات.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN AHSAN TAQWIM DALAM QS. AT
TIN AYAT 4 (Studi Komparatif antara Tafsir Al Mishbah dan Tafsir Al
Maraghi)” yang ditulis oleh Muhammad Rizal, Nirm S1.VI.19.19.487, Mahasiswa
STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatar belakangi melihat dari artikel kompas.com Indonesia
merupakan salah satu negara dengan jumlah bayi prematur tertinggi di dunia, yaitu
menempati peringkat kelima. Ada 15 juta bayi yang terlahir prematur setiap
tahunnya di seluruh dunia. Dari sejumlah 15 juta bayi prematur tersebut, sebanyak
1,1 juta bayi dilaporkan meninggal dunia karena berbagai komplikasi. Maka dari
itu penulis tertarik meneliti bagaimana penafsiran ahsan taqwim (sebaik-baik
ciptaan) dalam Qs. At tin ayat 4 menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah
dan Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsir Al Maraghi. Kemudian penulis ingin
menganalisa dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran ahsan taqwim menurut Tafsir Al
Mishbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al Maraghi Karya Ahmad Musthafa
Al Maraghi serta analisa penulis dari kedua mufassir.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan
metode tafsir yang dipakai adalah metode muqaran jenis perbandingan antara
mufassir, sumber data penelitian terbagi dua: pertama sumber data primer yaitu Al
Qur’an, Tafsir Al Misbah Karya Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Maraghi
Karya Ahmad Musthafa Al Maraghi. Kedua sumber data sekunder adalah data
pendukung yang memudahkan untuk meneliti kajian, yaitu: jurnal, buku, skripsi
tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan
dengan pembahasan ahsan taqwim.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini yakni penafsiran ahsan taqwim dalam
Qs. At tin ayat 4. Menurut Quraish Shihab ahsan taqwim adalah manusia yang
diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya dalam arti yang
sebaik-baiknya adalah dalam fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi.
Menurut Al Maraghi ahsan taqwim merupakan ciptaan allah yang sempurna
dibanding makhluk lain, diberikan pula akal pikiran agar dapat mencari dan
mendalami ilmu pengetahuan sehinga bisa berkuasa atas segala makluk. Analisa
penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia merupakan ciptaan allah swt
yang paling baik dibandingkan makhluk lainnya. Sementara perbedaan dari kedua
mufassir, M. Quraish Shihab menjelaskan ahsan taqwim itu sebaik-baik ciptaan
agar menjadi hamba yang gemar beribadah dan khalifah allah di bumi. SedangkanAhmad Musthafa Al Maraghi menjelaskan ahsan taqwim itu yang mempunyai akal
dengan tujuan bisa berkuasa atas segala makhluk dan gemar mengumpulkan harta
untuk kesenangan semata.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu : “Korelasi Lafazh Shalat dan Zakat yang Beriringan dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Al-Azhar)” dibuat oleh Sopiah, Nirm S1.VI.19.19.520, Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Quran (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi karena lafazh mendirikan shalat disebut secara berulang-ulang diiringi dengan menunaikan zakat. Shalat dan zakat merupakan dua hal yang selalu disandingkan dalam rangkaian ayat Al-Quran. Penyandingan kedua lafazh perintah tersebut merupakan rukun Islam yang kedua dan ketiga. Melirik dari segi hukumnya, zakat merupakan kewajiban dari Allah bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dengan syaratsyarat tertentu. Sedangkan shalat adalah sesuatu kewajiban dari Allah atas setiap muslim. Di antara yang di syariatkan oleh islam, jika ditinjau dari segi tujuannya, zakat di tunaikan untuk mensucikan jiwa. Shalat dan zakat merupakan dua hal yang selalu disandingkan dalam rangkaian ayat Al-Quran.Penyandingan kedua lafazh perintah tersebut merupakan rukun Islam yang kedua dan ketiga. Melirik dari segi hukumnya, zakat merupakan kewajiban dari Allah bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dengan syarat-syarat tertentu. Sedangkan shalat adalah sesuatu kewajiban dari Allah atas setiap muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi ayat-ayat apa saja tentang shalat dan zakat di dalam al-Quran dan mengetahui penafsiran ayat-ayat al-Quran yang menggandengkan antara shalat dan zakat. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu peneliti hanya membahas klasifikasi ayat-ayat tentang shalat dan zakat didalam al-Quran, penafsiran ayat-ayat tentang lafazh shalat dan zakat yang beriringan di dalam al-Quran dan korelasi tentang lafazh shalat dan zakat yang beriringan di dalam al-Quran. Peneliti menggunakan metode pendekatan ilmu tafsir dengan metode tafsir al-azhar. Adapun hasil yang didapati menunjukkan bahwa: Berdasarkan ayat-ayat Al Quran yang menghubungkan antara shalat dan zakat sebanyak 27 kali menandakan shalat dan zakat tidak bisa dipisahkan karena shalat dan zakat merupakan rukun Islam yang harus ditunaikan jika ditinggalkan salah satunya maka Islam nya belum sempurna. 1. Dari segi kewajiban melaksanakannya. Perintah mengerjakan shalat tidak lebih penting daripada perintah mengeluarkan zakat. Jadi perintah keduanya sama-sama kuat dan sederajat. 2. Antara shalat dan zakat tidak bisa dipisahkan, sebab keduakeduanya sama-sama bersifat kewajiban. Dulu di zaman Sayyidina Abu Bakar pernah diperangi orang yang pernah memisahkan antara shalat dan zakat. Diantara mereka ada yang tidak mau membayar zakat, dia hanya mengerjakan shalat saja. 3. Perintah shalat dan zakat diulang-ulangi sebanyak 27 kali dalam Al-Quran menunjukkan supaya manusia benar-benar memperhatikannya dan mengerjakannya. Memang andaikan satu kalipun disebutkan perintah shalat dan zakat kita tetap kerjakan. Namun ini perintah kenapa sampai diulang-ulang? Tidak lain kecuali untuk menguatkan perintah itu sendiri.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: “RUGI DALAM AL QUR’AN (Studi Tafsir Al Azhar)” yang ditulis oleh Muhammad Ilyas Nasution, Nirm S1.VI.19.19.484, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya istilah dari makna kerugian yang ada, baik ia di dunia dan di akhirat. Tetapi manusia di zaman sekarang ini lebih mengartikan sebuah kerugian hanya dalam konteks dunia sebagai contoh: dalam bisnisnya, hartanya, dagangannya dan lain sebagainya. Padahal kerugian yang sesungguhnya adalah kerugian akhirat, yang mana ketika semua amal perbuatan yang dilakukan di dunia tidak dapat membantu dan menolong saat di akhirat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna dari sebuah kerugian di dalam Al Qur’an, dan untuk memberikan informasi mengenai solusi untuk mengatasi kerugian menurut Buya Hamka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah Kitab tafsir Al Azhar Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran Buya Hamka terhadap kerugian dalam tafsir Al Azhar, yang terfokuskan pada penafsiran Buya Hamka terhadap kerugian dalam Al Qur’an dan penyebab rugi dan solusinya di dalam Al Qur’an. Hasil dalam penelitian ini adalah kerugian merupakan kesusahan dan kesulitan hidup dan juga merupakan keadaan hidup yang pahit, penyesalan dan menimpa dalam tempo yang tidak sebentar. Kerugian adalah hal yang tidak bisa terhindar dari manusia karena adanya faktor keburukan yang mempengaruhi jiwa dan iman manusia. Mulai dari diri sendiri seperti sipat dzalim, pikiran kotor, tidak mau melangkah ke dalam kebaikan, tidak mau menerima nasehat dan sebagainya. Disebabkan juga faktor dari luar seperti, lingkungan, pertemanan dan bahkan Jin. Hal inilah yang mesti diperhatikan dan dijaga oleh setiap manusia jangan sampai terjerumus dan tergoda ke dalam keburukan. Sebab segala yang diusahakan nantinya di dunia akan di adili di akhirat, apakah ia masuk ke dalam orang yang merugi atau beruntung. Orang-orang yang merugi nantinya di akhirat itulah orang-orang yang mengakui penyesalannya, tempatnya adalah neraka balasan atas perbuatannya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Cyberbulliying Menurut Al-Qur’an” yang disusun oleh Siti Hajar Br Tarigan, NIRM S1.VI.19.19.516. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul cyberbullying menurut Al-Qur’an ini karena yang pertama, cyberbulliying merupakan kemungkaran yang timbul dengan menggunakan media yang baru belakangan ini, walaupun kemungkaran tersebut baru, namun, Al-Qur’an tetap menjadi pedomannya, kedua, masalah ini sangat cocok untuk dipahami pada kondisi saat ini, secara fenomenal tidak sedikit di antara masyarakat Indonesia terkhususnya lingkup kaum pelajar yang tanpa disadari menjadi pelaku dan korban tindakan cyberbullying. Maka, dengan ini penting bagi penulis untuk meneliti secara mendalam bagaimana penafsiran ayat- ayat tentang cyberbullying di dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cyberbulliying secara mendalam dan dilihat dari segi penafsiran para mufasir tentang cyberbulliying di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library reasearch) dan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, seperti tafsir Al-Maraghi, Al-Misbah, Al-Azhar, Al-Qurthubi, At-Thabari dan tafsir Al-Munir yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan. Dan metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu’i. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para mufasir memahami kata sakhira, lamiza dan istahza’a dengan arti mengejek, mengolok- olok, menyebut kekurangan orang lain dengan tujuan menertawakan sikorban, menyebut aib orang lain, meniru perbuatan atau perkataan orang yang diolok- olok, mencela sebagian yang lain dengan perkataan atau isyarat tangan, mata atau semisalnya, maka, pendapat mufasir di dalam ayat yang digunakan oleh penulis masih umum, karena pada saat mufasir menafsirkan ayat-ayat tersebut, belum ada media yang digunakan sekarang atau sering disebut dunia maya. Jadi, penulis menyimpulkan bahwa mencela, mengolok-olok dan mengejek dengan menggunakan media sosial, seperti: Facebook, WhatsApp, Instagram dan media sosial lainnya, sama hukumnya tidak diperbolehkan dalam agama Islam. Karena dampak dan potensi terjadinya mencela atau mengolok-olok itu lebih besar di media sosial daripada secara langsung (tatap muka). Dan dapat disimpulkan bahwa cyberbulliying juga terdapat di dalam Al-Qur’an dalam bentuk kata sakhira, lamiza, dan istahza’a
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Self Healing dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Maudhu’i)” yang disusun oleh Ummu Hani Tanjung NIM S1.VI.19,19,527. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Self healing (pengobatan diri) adalah suatu konsep yang mengacu pada kemampuan tubuh untuk memulihkan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menjelaskan bahwa dia adalah dzat yang maha penyembuh. Allah Swt menciptakan berbagai macam sumber penyembuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap konsep pengobatan diri. Oleh karena itu pertanyaan utama dari skripsi ini adalah bagaimana cara Self Healing dalam Al-Qur’an? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terhimpun dalam 4 tema secara makna, diantaranya: QS. Al-baqarah: 153, Al-baqarah:183, Ar-ra’d:28, Yunus:57. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Self Healing dalam Al-Qur’an dan untuk mengetahui penafsiratn ayat-ayat Self Healing dalam Al-Qur’an. Jenis penelitia ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari Al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Tafsir Al-azhar karya buya hamka, Tafsir Al-munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa, Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, buku kajian psikologi (Konseling islami, Self Healing with Qur’an), skripsi, tesis, jurnal, atau sumber-sumber lainnya. Hasil dalam penelitian ini adalah penulis mendeskripsikan ayat-ayat Self Healing kepada 5, yaitu: pertama. Sabar, Kedua. Shalat, Ketiga. Puasa, Keempat. Berdzikir, Kelima. Membaca Al-Qur’an
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: “ KISAH GALAU DALAM AL QUR’AN ( Studi Tafsir Al Mishbah Karya M. Quraish Shihab)” yang ditulis oleh Roihatul Jannah Siagian, Nirm S1.VI.19.19.509, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya postingan galau tentang urusan dunia yang penulis temukan diistagram. Umat manusia pada umumnya dan khususnya kaum muslim pasti pernah merasakan galau dalam kehidupannya baik secara ketuhanan ataupun urusan dunia. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa galau itu tidak selamanya tentang perasaan cinta dan urusan dunia, tetapi galau terjadi kepada seorang hamba yang berhubungan dengan agama dan keyakinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kisah para Nabi dan orang-orang shaleh yang mengandung kegalauan didalam Al Qur’an, dan untuk memberikan informasi mengenai solusi untuk mengatasi kegalauan menurut M. Quraish Shihab. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran M. Quraish Shihab terhadap kisah galau dalam tafsir Al Mishbah, yang terfokuskan pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap kisah galau dalam Al Qur’an dan penyebab galau dan solusinya didalam Al Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah Kitab tafsir Al Mishbah Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah galau merupakan kondisi jiwa, hati, atau pikiran yang sedang tidak tenang, yang tercermin dari perasaan cemas dan gelisah. Galau terjadi karena banyak pikiran yang mempengaruhi perasaan dan perilaku bercampur menjadi satu, menciptakan sebuah perasaan yang tidak menentu dan cenderung negatif. Galau itu manusiawi, siapapun bisa mengalaminya, bahkan para nabi terdahulu juga pernah dilanda galau. Kegalauan para nabi dan orang-orang shalih merupakan kegalauan yang positif yang bermuara pada Allah Swt. Hanya kepadanya mereka berkeluh kesah dan meminta pertolongan, berbeda dengan orang-orang zaman sekarang yang lebih memilih curhat lewat sosial media dan kebanyakan galau karena perasaan cinta. Semoga penelitian yang penulis lakukan ini bermamfaat dan berguna untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik untuk lebih mendalami tentang Penafsiran kisah galau dalam Al Qur’an. Karena penulis merasa belum terlalu mendalam dalam mengupas tentang masalah penafsiran kisah galau dalam Al Qur’an didalam skripsi penulis ini. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: Khataman al-Qur’an sebelum Penyelenggaraan Jenazah di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Kajian living Qur’an) yang ditulis oleh Nur Salamah Naution, Nirm S1.VI.19.19.498, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah untuk ummat islam sebagai pedoman bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Rasulullah memerintahkan kita membaca al-Qur’an dan mengajarkannya. Dalam tradisi dan kebiasaan masyarakat, al-Qur’an tidak hanya dibaca di masjid atau rumah mereka, tetapi mereka mengkhatamkan al-Qur’an ketika sebelum penyelenggaraan jenazah dilaksanakan, ini terjadi di daerah desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Pokok permasalahan dalam tulisan ini, yaitu: bagaimana dasar pelaksanaan pelaksanaan khataman al-Qur’an, bagaimana dan manfaat kegiatan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap dasar pelaksanaan khataman al-Qur'an di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal dan untuk mengungkap bagaimana pelaksanaan khataman al-Qur'an di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Pada pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif ini untuk menggambarkan kegiatan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis dan mereduksi data yang telah didapatkan. Penulis menemukan adanya kajian Living Qur’an dalam pelaksanaan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian dalam skripsi ini dapat disimpulkan berdasarkan hasil wawancara dengan ketua persatuan ibu-ibu di desa Simangambat. Pertama, bahwa dalil dasar pelaksanaan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal adalah pada surah al-Ankabut ayat 45. Kedua, bahwa pelaksanaan khataman al-Qur’an disini adalah dengan membaca keseluruhan al-Qur’an dengan membagi setiap juz nya kepada setiap anggota khataman al-Qur’an. Ketiga, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama keluarga duka dan pembaca khataman al-Qur’an, diantaranya: mendapat nikmat pahala, Allah Swt menurunkan rahmat dan kasih sayangnya, Allah Swt akan memberikan syafa’at di hari kiamat, keberkahan dalam membaca al-Qur’an, hati dan pikiran terasa lebih tenang, nyaman dan ringan ketika membaca al-Qur’an serta meningkatkan ketakwaan, menjadi obat penyembuh bagi keluarga si mait yang sedang bersedih, dan persaudaraan umat Muslim semakin erat.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini yaitu: “TRADISI TOLAK BALA DI DESA RANTO NATAS KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR KABUPATEN MANDAILING NATAL ( Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Muhammad Ridwan, Nirm S1.VI.19.19.486, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang Fenomena living Qur'an yang merupakan respon sosial suatu komunitas atau masyarakat tertentu dalam meresepsi kehadiran Al-Qur'an seperti yang terjadi di Desa Rato Natas, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: bertujuan untuk mengetahui sejarah pelaksanaan tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, bagaimana prosesi tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, serta bagaimana persepsi dan manfaat Tolak Bala bagi masyarakat Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur. Pada pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menggambarkan kegiatan tradisi tolak bala dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis dan mereduksi data yang telah didapatkan. Adapun pendekatan penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan sosial karena Penulis menemukan adanya kajian Living Qur’an dalam pelaksanaan Tradisi Tolak Bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Pnyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian ini adalah Pertama, Pristiwa yang melatar belakangi tradsi Tolak Bala yang di laksanakan di Desa Ranto Natas adalah pada zaman sebelum di laksanaknnya tradisi Tolak Bala masyarakat ranto natas pernah dilanda berupa penyakit, beberapa hama yang mengganggu tanam-tanaman masyarakat dan bencana alam lainnya seperti longsor baik yang dekat maupun di dengar dari kejauhan. Kedua, Pelaksanaan dalam tolak bala ini ada dua rangkaian acara yaitu dimulai dari persiapan seperti mempersiapkan tempat, menentukan waktu, anggota, sarana prasarana, dan pembawa acara. Kemudian pelaksanaan yaitu, istighfar 3 kali, membca alfatihah, membaca surah yasin, tahlil, membaca ayat pendek, dan doa. Ketiga, pandangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah melaksanakan tolak bala, yaitu masyarakat menerima dengan baik dan mendukung dengan kegiatan tersebut, manfaat yang dirasakan sangat banyak diantaranya setelah di adakan kegiatan tolak bala ini desa ranto natas terasa aman dan jauh dari hal-hal yang membuat kurang nyaman.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: “TRADISI TOLAK BALA DI DESA RANTO NATAS KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR KABUPATEN MANDAILING NATAL ( Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Muhammad Ridwan, Nirm S1.VI.19.19.486, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang Fenomena living Qur'an yang merupakan respon sosial suatu komunitas atau masyarakat tertentu dalam meresepsi kehadiran Al-Qur'an seperti yang terjadi di Desa Rato Natas, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: bertujuan untuk mengetahui sejarah pelaksanaan tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, bagaimana prosesi tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, serta bagaimana persepsi dan manfaat Tolak Bala bagi masyarakat Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur. Pada pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menggambarkan kegiatan tradisi tolak bala dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis dan mereduksi data yang telah didapatkan. Adapun pendekatan penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan sosial karena Penulis menemukan adanya kajian Living Qur’an dalam pelaksanaan Tradisi Tolak Bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Pnyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian ini adalah Pertama, Pristiwa yang melatar belakangi tradsi Tolak Bala yang di laksanakan di Desa Ranto Natas adalah pada zaman sebelum di laksanaknnya tradisi Tolak Bala masyarakat ranto natas pernah dilanda berupa penyakit, beberapa hama yang mengganggu tanam-tanaman masyarakat dan bencana alam lainnya seperti longsor baik yang dekat maupun di dengar dari kejauhan. Kedua, Pelaksanaan dalam tolak bala ini ada dua rangkaian acara yaitu dimulai dari persiapan seperti mempersiapkan tempat, menentukan waktu, anggota, sarana prasarana, dan pembawa acara. Kemudian pelaksanaan yaitu, istighfar 3 kali, membca alfatihah, membaca surah yasin, tahlil, membaca ayat pendek, dan doa. Ketiga, pandangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah melaksanakan tolak bala, yaitu masyarakat menerima dengan baik dan mendukung dengan kegiatan tersebut, manfaat yang dirasakan sangat banyak diantaranya setelah di adakan kegiatan tolak bala ini desa ranto natas terasa aman dan jauh dari hal-hal yang membuat kurang nyaman.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: “ KISAH GALAU DALAM AL QUR’AN ( Studi Tafsir Al Mishbah Karya M. Quraish Shihab)” yang ditulis oleh Roihatul Jannah Siagian, Nirm S1.VI.19.19.509, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya postingan galau tentang urusan dunia yang penulis temukan diistagram. Umat manusia pada umumnya dan khususnya kaum muslim pasti pernah merasakan galau dalam kehidupannya baik secara ketuhanan ataupun urusan dunia. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa galau itu tidak selamanya tentang perasaan cinta dan urusan dunia, tetapi galau terjadi kepada seorang hamba yang berhubungan dengan agama dan keyakinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kisah para Nabi dan orang-orang shaleh yang mengandung kegalauan didalam Al Qur’an, dan untuk memberikan informasi mengenai solusi untuk mengatasi kegalauan menurut M. Quraish Shihab. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran M. Quraish Shihab terhadap kisah galau dalam tafsir Al Mishbah, yang terfokuskan pada penafsiran M. Quraish Shihab terhadap kisah galau dalam Al Qur’an dan penyebab galau dan solusinya didalam Al Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah Kitab tafsir Al Mishbah Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah galau merupakan kondisi jiwa, hati, atau pikiran yang sedang tidak tenang, yang tercermin dari perasaan cemas dan gelisah. Galau terjadi karena banyak pikiran yang mempengaruhi perasaan dan perilaku bercampur menjadi satu, menciptakan sebuah perasaan yang tidak menentu dan cenderung negatif. Galau itu manusiawi, siapapun bisa mengalaminya, bahkan para nabi terdahulu juga pernah dilanda galau. Kegalauan para nabi dan orang-orang shalih merupakan kegalauan yang positif yang bermuara pada Allah Swt. Hanya kepadanya mereka berkeluh kesah dan meminta pertolongan, berbeda dengan orang-orang zaman sekarang yang lebih memilih curhat lewat sosial media dan kebanyakan galau karena perasaan cinta. Semoga penelitian yang penulis lakukan ini bermamfaat dan berguna untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik untuk lebih mendalami tentang Penafsiran kisah galau dalam Al Qur’an. Karena penulis merasa belum terlalu mendalam dalam mengupas tentang masalah penafsiran kisah galau dalam Al Qur’an didalam skripsi penulis ini. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini yaitu: Khataman al-Qur’an sebelum Penyelenggaraan Jenazah di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Kajian living Qur’an) yang ditulis oleh Nur Salamah Naution, Nirm S1.VI.19.19.498, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah untuk ummat islam sebagai pedoman bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Rasulullah memerintahkan kita membaca al-Qur’an dan mengajarkannya. Dalam tradisi dan kebiasaan masyarakat, al-Qur’an tidak hanya dibaca di masjid atau rumah mereka, tetapi mereka mengkhatamkan al-Qur’an ketika sebelum penyelenggaraan jenazah dilaksanakan, ini terjadi di daerah desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Pokok permasalahan dalam tulisan ini, yaitu: bagaimana dasar pelaksanaan pelaksanaan khataman al-Qur’an, bagaimana dan manfaat kegiatan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap dasar pelaksanaan khataman al-Qur'an di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal dan untuk mengungkap bagaimana pelaksanaan khataman al-Qur'an di Desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Pada pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif ini untuk menggambarkan kegiatan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis dan mereduksi data yang telah didapatkan. Penulis menemukan adanya kajian Living Qur’an dalam pelaksanaan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian dalam skripsi ini dapat disimpulkan berdasarkan hasil wawancara dengan ketua persatuan ibu-ibu di desa Simangambat. Pertama, bahwa dalil dasar pelaksanaan khataman al-Qur’an sebelum penyelenggaraan jenazah di desa Simangambat Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal adalah pada surah al-Ankabut ayat 45. Kedua, bahwa pelaksanaan khataman al-Qur’an disini adalah dengan membaca keseluruhan al-Qur’an dengan membagi setiap juz nya kepada setiap anggota khataman al-Qur’an. Ketiga, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama keluarga duka dan pembaca khataman al-Qur’an, diantaranya: mendapat nikmat pahala, Allah Swt menurunkan rahmat dan kasih sayangnya, Allah Swt akan memberikan syafa’at di hari kiamat, keberkahan dalam membaca al-Qur’an, hati dan pikiran terasa lebih tenang, nyaman dan ringan ketika membaca al-Qur’an serta meningkatkan ketakwaan, menjadi obat penyembuh bagi keluarga si mait yang sedang bersedih, dan persaudaraan umat Muslim semakin erat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Surat Al-Mulk Menjelang Tidur Di SMP Insan Cendekia Harau (Kajian Living Quran)” yang disusun oleh Sasu Sumpena NIRM S1.VI.19.19.513, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan pembiasaan pengamalan al-Qur’an dalam keseharian siswa di SMP Insan Cendekia Harau bila dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di bawah naungan ICBS dan sekolah berasrama lainnya, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di sekolah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan dasar pemilihan pembacaan Surat Al-Mulk sebagai kegiatan siswa sebelum tidur. Selanjutnya, untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan membaca Surat Al-Mulk oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau, serta untuk mengetahui manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membaca Surat Al-Mulk menjelang tidur. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan fungsional. Penelitian dilakukan di SMP Insan Cendekia Harau. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sejarah dan dasar pembacaan Surat Al-Mulk menjelang tidur diprakarsai oleh Ustad Tolan, S.Pd selaku kepala sekolah berdasarkan landasan al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. serta adanya waktu kebersamaan antara siswa dengan pembina asrama pada pukul 21.30 hingga pukul 22.00 WIB. Berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan di asrama Jogja 1 kampus SMP Insan Cendekia Harau, dalam pelaksanaannya, kegiatan pembacaan Surat Al-Mulk dilaksanakan setiap hari saat menjelang tidur, yang diikuti oleh seluruh siswa. Proses pelaksanaannya; Pertama, siswa membiasakan untuk membersihkan anggota wajah dan badannya terlebih dahulu, seperti menggosok gigi, mencuci wajahnya, dilanjutkan dengan berwudhu’. Kedua, siswa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. Ketiga, siswa membaca Surat Al-Mulk bersama-sama, cara membacanya ada yang melihat mushaf al-Qur’an dan ada juga tanpa melihat mushaf al-Qur’an. Manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membiasakan membaca Surat Al-Mulk ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat terhadap diri sendiri; seperti meningkatkan interaksi siswa dengan al-Qur’an, mereka mengetahui fadhilah membaca Surat Al-Mulk, menjadikan hati siswa menjadi lebih tenang, mendapatkan kenyamanan dalam tidur, siswa mampu mengontrol emosinya dengan lebih baik, mengharapkan keridhaan dari Allah dan dijauhkan dari siksa kubur; dan manfaat terhadap lingkungan sekitar; seperti interaksi siswa dengan siswa lainnya lebih terjaga, lebih mudah untuk diarahkan, dan adab dengan lingkungan menjadi lebih baik.