2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan”, ditulis oleh Yani NIRM S.1.VI.19.19.0531. Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang dalam skripsi ini adalah Allah SWT telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk mencari pasangannya dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syari'at. Didalam ajaran agama Islam hidup rumah tangga antara suami dan istri memiliki kewajiban untuk Memelihara, memimpin dan membimbing serta membina keluarga agar menjadi keluarga yang saleh dan terjauh dari siksaan api neraka. Salah satu syarat untuk melakukan pernikahan di kecamatan Payakumbuh Selatan calon pengantin mampu membaca Al Qur’an sesuai dengan perda Kota Payakumbuh Nomor 10 Tahun 2008 tentang kewajiban pandai membaca Al Qur’an bagi anak sekolah dan calon pengantin. kasus yang ditemukan oleh peneliti ialah porsentase kemampuan catin dalam membaca Al Quran di Kecamatan Payakumbuh Selatan 80 %. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan pengkajian lebih jauh terhadap kemampuan calon pengantin dalam membaca Al qur’an dalam pelaksanaan screening yang penulis buat dalam sebuah skripsi yang berjudul Kemampuan Membaca Al Qur’an Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca Al Qur’an calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dalam hal teori maupun praktek makharijul huruf, penguasaan hukum nun sukun dan tanwin serta hokum madd. Karena kemampun itu nanti akan di ajarkan kepada anak sebagai generasi pewaris al-Qur’an. Dan sudah semestinya orang tua itu menguasai ilmu tajwid dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis memilih seluruh Populasi dari calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penguasaan tajwid calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan secara praktek dan teori, terutama bidang makharijul huruf, terdapat banyak kesalahan, seperti pengucapan ha tebal, ha tipis, syin, kha dan lain sebagainya. Penguasaan hukum nun sukun dan tanwin masih ditemukan kesalahan seperti dengung pada ikhfa, atau ghunnah secara teori juga banyak yang tidak memahaminya, seperti pembagian hukum ikhfa. Hukum maddw alqashr, dalam praktek banyak ditemui kesalahan pembacaan madd wajib, mad lazim dan madjaiz kecuali ada beberapa orang saja. Implikasi hasil penelitian ini nanti, hendaknya kepada, para calon pengantin, agar lebih meningkatkan kualitas pemahaman dan penguasaannya dibidang ilmu tajwid.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi adalah “ Kemampuan Tajwid Guru TPQ / MDTA Bersertifikasi Dikecamatan Payakumbuh Utara”. Ditulis oleh Zendra Rosada Naska,NIRM,S1.VI.19.19.537. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang dalam skripsi ini adalah pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, Bidang Kesra terhadap guru-guru TPQ / MDTA yang ada di kota Payakumbuh. Sebagai kota kecil yang sangat strategis dan penghubung antar provinsi, perlahan namun pasti Payakumbuh menjadi kampung Al-Qur’an ini dibuktikan dengan banyaknya muncul sekolah-sekolah Islam, pondok pesantren, pondok tahfizh dan rumah Qur’an. Untuk mengimbangi dan mengikuti fenomena diatas, agar TPQ dan MDTA tidak kehilangan santri dan kalah bersaing, maka Pemerintah Kota Payakumbuh Bagian Kesra mengadakan pembinaan dan sekaligus memberikan sertifikasi bagi guru-guru TPQ dan MDTA yang ada di kota Payakumbuh. Yang mana selanjutnya guru-guru yang lulus mendapatkan sertifikat A, B atau C dengan jumlah 25 orang, diiringi dengan pemberian insentif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian yang menggambarkan isi data yang ada. Dalam penelitian ini penulis memilih guru-guru TPQ dan MDTA bersertifikasi di kecamatan Payakumbuh Utara, dengan teknik pemgambilan sampelnya menggunakan metode sensus atau sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui kemampuan tajwid guru-guru TPQ dan MDTA Bersertifikasi di Kecamatan Payakumbuh Utara, bidang Makharijul huruf dan hukum Nun Sukun dan Tanwin. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kemampuan Tajwid guru-guru TPQ / MDTA Bersertifikat hasil binaan Pemerintah Kota Payakumbuh Bagian Kesra, yang mengalami kesalahan makharijul huruf : ب ( 1 orang ), ت ( 1 orang ), ث ( 3 orang ), ذ ( 2 orang ), د ( 3 orang ), ز ( 2 orang ), س ( 2 orang ), ش ( 2 orang ), ص ( 2 orang ), ض ( 2 orang ), ط ( 2 orang ), ظ ( 3 orang ), ق ( 1 orang ), ك ( 1 orang ), ه (1 orang ). Berkenaan hukum Nun Sukun dan Tanwin terdapat kesalahan idgham 3 orang, iqlab 1 orang, ikhfa 4 orang dan isymam 5 orang.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini adalah Tadoghu Al-Qur’an di Surau Botuang Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur (Kajian Living Qur’an) yang ditulis oleh Yunirwan NIRM S1.VI.19.19.535 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Adapun alasan penulis melakukan peneltian ini adalah melihat fenomena yang tampak sehari-hari selamadua tahun terahir ini di jamaah Tadoghu Surau Botuang RT 02 / RW 03Kelurahan Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur, dalam melaksanakan Tadoghu Al-Qur’an setiap malam (setelah shalat Magrib sampai waktu Isya) dan setelah shalat Subuh, hingga jamaah ini mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 1 kali dalam dua bulan. Fenomena ini sangat berbeda dengan yang dilaksanakan oleh kebanyakan kaum muslimin/muslimat baik dalam waktu melaksanakannya maupun intensitasnya di berbagai Nagari, dimana kebiasaan kaum muslimin/muslimat melaksanakan Tadoghu itu adalah dalam rangka menghidupkan malam di bulan Ramadhan dan dilaksanakan setelah shalat Tarawih. Justru demikian penulis ingin meneliti lebih jauh apa dalil yang menjadi dasar bagi jamaah untuk ber-tadoghu, kemudian bagaimana pelaksanaannya, serta motivasi apayang mendorong jamaah melaksanakan Tadoghu, dan nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Tadoghu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara, angket/kuisioner dan dokumentasi yang ada, dan subjek dari penelitian ini adalah jamaah tadoghu Surau Botuang itu sendiri, sedangkan penulis merupakan instrumen utamadari penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Tadoghu ini dilaksanakan di sebuah surau pasukuan Piliang Payobasuang semenjak tahun 2020, dan dilaksanakan setiap malam dan Subuh dengan mendatangkan guru pembimbing dua kali seminggu dengan jumlah jamaah 15 orang, yang umumnya telah berusia lanjut. Adapun dalil bagi jamaah untuk membaca al-qur’an atau Tadoghu sangat beragam namun secara prinsip, merasakan bahwa memang Allah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan Tadoghu. Dari jawaban yang didapat bahwa motif dari jamaah untuk melaksanakan Tadoghu tersebut didorong untuk memperbaiki bacaan masing-masing yang terasa sangat rendah sekali, dan pada akhirnya mohon keridhaan Allah swt. Sedangkan nilai-nilai yang didapat dalam pelaksanaan Tadoghu menurut pengakuaannya dan hasil observasi peneliti sangat baik sekali seperti nilai ketaqwaan, kesabaran, kedisiplinan, nilai tawaddu’, nilai semangat juang dan silaturrahmi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul penelitian ini adalah Tadoghu Al-Qur’an di Surau Botuang Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur (Kajian Living Qur’an) yang ditulis oleh Yunirwan NIRM S1.VI.19.19.535 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Adapun alasan penulis melakukan peneltian ini adalah melihat fenomena yang tampak sehari-hari selamadua tahun terahir ini di jamaah Tadoghu Surau Botuang RT 02 / RW 03Kelurahan Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur, dalam melaksanakan Tadoghu Al-Qur’an setiap malam (setelah shalat Magrib sampai waktu Isya) dan setelah shalat Subuh, hingga jamaah ini mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 1 kali dalam dua bulan. Fenomena ini sangat berbeda dengan yang dilaksanakan oleh kebanyakan kaum muslimin/muslimat baik dalam waktu melaksanakannya maupun intensitasnya di berbagai Nagari, dimana kebiasaan kaum muslimin/muslimat melaksanakan Tadoghu itu adalah dalam rangka menghidupkan malam di bulan Ramadhan dan dilaksanakan setelah shalat Tarawih. Justru demikian penulis ingin meneliti lebih jauh apa dalil yang menjadi dasar bagi jamaah untuk ber-tadoghu, kemudian bagaimana pelaksanaannya, serta motivasi apayang mendorong jamaah melaksanakan Tadoghu, dan nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Tadoghu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara, angket/kuisioner dan dokumentasi yang ada, dan subjek dari penelitian ini adalah jamaah tadoghu Surau Botuang itu sendiri, sedangkan penulis merupakan instrumen utamadari penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Tadoghu ini dilaksanakan di sebuah surau pasukuan Piliang Payobasuang semenjak tahun 2020, dan dilaksanakan setiap malam dan Subuh dengan mendatangkan guru pembimbing dua kali seminggu dengan jumlah jamaah 15 orang, yang umumnya telah berusia lanjut. Adapun dalil bagi jamaah untuk membaca al-qur’an atau Tadoghu sangat beragam namun secara prinsip, merasakan bahwa memang Allah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan Tadoghu. Dari jawaban yang didapat bahwa motif dari jamaah untuk melaksanakan Tadoghu tersebut didorong untuk memperbaiki bacaan masing-masing yang terasa sangat rendah sekali, dan pada akhirnya mohon keridhaan Allah swt. Sedangkan nilai-nilai yang didapat dalam pelaksanaan Tadoghu menurut pengakuaannya dan hasil observasi peneliti sangat baik sekali seperti nilai ketaqwaan, kesabaran, kedisiplinan, nilai tawaddu’, nilai semangat juang dan silaturrahmi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Surat Al-Mulk Menjelang Tidur Di SMP Insan Cendekia Harau (Kajian Living Quran)” yang disusun oleh Sasu Sumpena NIRM S1.VI.19.19.513, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan pembiasaan pengamalan al-Qur’an dalam keseharian siswa di SMP Insan Cendekia Harau bila dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di bawah naungan ICBS dan sekolah berasrama lainnya, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di sekolah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan dasar pemilihan pembacaan Surat Al-Mulk sebagai kegiatan siswa sebelum tidur. Selanjutnya, untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan membaca Surat Al-Mulk oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau, serta untuk mengetahui manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membaca Surat Al-Mulk menjelang tidur. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan fungsional. Penelitian dilakukan di SMP Insan Cendekia Harau. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sejarah dan dasar pembacaan Surat Al-Mulk menjelang tidur diprakarsai oleh Ustad Tolan, S.Pd selaku kepala sekolah berdasarkan landasan al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. serta adanya waktu kebersamaan antara siswa dengan pembina asrama pada pukul 21.30 hingga pukul 22.00 WIB. Berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan di asrama Jogja 1 kampus SMP Insan Cendekia Harau, dalam pelaksanaannya, kegiatan pembacaan Surat Al-Mulk dilaksanakan setiap hari saat menjelang tidur, yang diikuti oleh seluruh siswa. Proses pelaksanaannya; Pertama, siswa membiasakan untuk membersihkan anggota wajah dan badannya terlebih dahulu, seperti menggosok gigi, mencuci wajahnya, dilanjutkan dengan berwudhu’. Kedua, siswa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. Ketiga, siswa membaca Surat Al-Mulk bersama-sama, cara membacanya ada yang melihat mushaf al-Qur’an dan ada juga tanpa melihat mushaf al-Qur’an. Manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membiasakan membaca Surat Al-Mulk ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat terhadap diri sendiri; seperti meningkatkan interaksi siswa dengan al-Qur’an, mereka mengetahui fadhilah membaca Surat Al-Mulk, menjadikan hati siswa menjadi lebih tenang, mendapatkan kenyamanan dalam tidur, siswa mampu mengontrol emosinya dengan lebih baik, mengharapkan keridhaan dari Allah dan dijauhkan dari siksa kubur; dan manfaat terhadap lingkungan sekitar; seperti interaksi siswa dengan siswa lainnya lebih terjaga, lebih mudah untuk diarahkan, dan adab dengan lingkungan menjadi lebih baik.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi adalah “ Kemampuan Tajwid Guru TPQ / MDTA Bersertifikasi Dikecamatan Payakumbuh Utara”. Ditulis oleh Zendra Rosada Naska,NIRM,S1.VI.19.19.537. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang dalam skripsi ini adalah pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, Bidang Kesra terhadap guru-guru TPQ / MDTA yang ada di kota Payakumbuh. Sebagai kota kecil yang sangat strategis dan penghubung antar provinsi, perlahan namun pasti Payakumbuh menjadi kampung Al-Qur’an ini dibuktikan dengan banyaknya muncul sekolah-sekolah Islam, pondok pesantren, pondok tahfizh dan rumah Qur’an. Untuk mengimbangi dan mengikuti fenomena diatas, agar TPQ dan MDTA tidak kehilangan santri dan kalah bersaing, maka Pemerintah Kota Payakumbuh Bagian Kesra mengadakan pembinaan dan sekaligus memberikan sertifikasi bagi guru-guru TPQ dan MDTA yang ada di kota Payakumbuh. Yang mana selanjutnya guru-guru yang lulus mendapatkan sertifikat A, B atau C dengan jumlah 25 orang, diiringi dengan pemberian insentif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian yang menggambarkan isi data yang ada. Dalam penelitian ini penulis memilih guru-guru TPQ dan MDTA bersertifikasi di kecamatan Payakumbuh Utara, dengan teknik pemgambilan sampelnya menggunakan metode sensus atau sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui kemampuan tajwid guru-guru TPQ dan MDTA Bersertifikasi di Kecamatan Payakumbuh Utara, bidang Makharijul huruf dan hukum Nun Sukun dan Tanwin. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kemampuan Tajwid guru-guru TPQ / MDTA Bersertifikat hasil binaan Pemerintah Kota Payakumbuh Bagian Kesra, yang mengalami kesalahan makharijul huruf : ب ( 1 orang ), ت ( 1 orang ), ث ( 3 orang ), ذ ( 2 orang ), د ( 3 orang ), ز ( 2 orang ), س ( 2 orang ), ش ( 2 orang ), ص ( 2 orang ), ض ( 2 orang ), ط ( 2 orang ), ظ ( 3 orang ), ق ( 1 orang ), ك ( 1 orang ), ه (1 orang ). Berkenaan hukum Nun Sukun dan Tanwin terdapat kesalahan idgham 3 orang, iqlab 1 orang, ikhfa 4 orang dan isymam 5 orang.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan”, ditulis oleh Yani NIRM S.1.VI.19.19.0531. Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang dalam skripsi ini adalah Allah SWT telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk mencari pasangannya dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syari'at. Didalam ajaran agama Islam hidup rumah tangga antara suami dan istri memiliki kewajiban untuk Memelihara, memimpin dan membimbing serta membina keluarga agar menjadi keluarga yang saleh dan terjauh dari siksaan api neraka. Salah satu syarat untuk melakukan pernikahan di kecamatan Payakumbuh Selatan calon pengantin mampu membaca Al Qur’an sesuai dengan perda Kota Payakumbuh Nomor 10 Tahun 2008 tentang kewajiban pandai membaca Al Qur’an bagi anak sekolah dan calon pengantin. kasus yang ditemukan oleh peneliti ialah porsentase kemampuan catin dalam membaca Al Quran di Kecamatan Payakumbuh Selatan 80 %. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan pengkajian lebih jauh terhadap kemampuan calon pengantin dalam membaca Al qur’an dalam pelaksanaan screening yang penulis buat dalam sebuah skripsi yang berjudul Kemampuan Membaca Al Qur’an Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca Al Qur’an calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dalam hal teori maupun praktek makharijul huruf, penguasaan hukum nun sukun dan tanwin serta hokum madd. Karena kemampun itu nanti akan di ajarkan kepada anak sebagai generasi pewaris al-Qur’an. Dan sudah semestinya orang tua itu menguasai ilmu tajwid dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis memilih seluruh Populasi dari calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penguasaan tajwid calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Payakumbuh Selatan secara praktek dan teori, terutama bidang makharijul huruf, terdapat banyak kesalahan, seperti pengucapan ha tebal, ha tipis, syin, kha dan lain sebagainya. Penguasaan hukum nun sukun dan tanwin masih ditemukan kesalahan seperti dengung pada ikhfa, atau ghunnah secara teori juga banyak yang tidak memahaminya, seperti pembagian hukum ikhfa. Hukum maddw alqashr, dalam praktek banyak ditemui kesalahan pembacaan madd wajib, mad lazim dan madjaiz kecuali ada beberapa orang saja. Implikasi hasil penelitian ini nanti, hendaknya kepada, para calon pengantin, agar lebih meningkatkan kualitas pemahaman dan penguasaannya dibidang ilmu tajwid.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Self Healing dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Maudhu’i)” yang disusun oleh Ummu Hani Tanjung NIM S1.VI.19,19,527. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Self healing (pengobatan diri) adalah suatu konsep yang mengacu pada kemampuan tubuh untuk memulihkan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menjelaskan bahwa dia adalah dzat yang maha penyembuh. Allah Swt menciptakan berbagai macam sumber penyembuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap konsep pengobatan diri. Oleh karena itu pertanyaan utama dari skripsi ini adalah bagaimana cara Self Healing dalam Al-Qur’an? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terhimpun dalam 4 tema secara makna, diantaranya: QS. Al-baqarah: 153, Al-baqarah:183, Ar-ra’d:28, Yunus:57. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Self Healing dalam Al-Qur’an dan untuk mengetahui penafsiratn ayat-ayat Self Healing dalam Al-Qur’an. Jenis penelitia ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari Al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Tafsir Al-azhar karya buya hamka, Tafsir Al-munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa, Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, buku kajian psikologi (Konseling islami, Self Healing with Qur’an), skripsi, tesis, jurnal, atau sumber-sumber lainnya. Hasil dalam penelitian ini adalah penulis mendeskripsikan ayat-ayat Self Healing kepada 5, yaitu: pertama. Sabar, Kedua. Shalat, Ketiga. Puasa, Keempat. Berdzikir, Kelima. Membaca Al-Qur’an
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan