Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

248 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessPDF tersedia

RELEVANSI SYURA DENGAN DEMOKRASI DI DALAM AL-QUR'AN (Studi Analisis Tafsir Al Maraghi)

2023•Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini yaitu : “KONSEP SYURA DIDALAM AL QURAN (Studi Komparatif tafsir Al Azhar dan Al Munir)” yang ditulis oleh Ridwan Rambe, Nrim S1.VI.19.19.505, Mahasiswa STAI Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya keinginan tahuan bagaimana syura yang terjadi di masa Rasullulah dan para sahabatnya, selanjutnya juga bagaimana Konsep syura ini dalam tafsir Al Azhar dan Al Munir. Karena sistem ini terus dipakai dalam memutuskan sesuatu, dan islam mewajibkan dalam memutuskan permasalahan dengan musyawarah, baik itu terkait pribadi apalagi menyangkut banyak orang. Adapun alasan penulis dalam memilih judul ini dikarenakan belum ada yang meneliti Konsep syura dengan Demokrasi ini menurut pandangan Wahbah Az Zuhaili dan Buya Hamka. Dengan demikian penulis memilih "Konsep Syura Didalam Al Qur‟an (Studi komparatif Tafsir Al Azhar dan Al Munir). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , untuk mengetahui bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga untuk mengetahui analisin konsep syura menurut kedua tafsir tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu ; Bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , Bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga bagaimana analisi konsep syura yang terdapat dalam dua tafsir tersebut. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode muqarran, yaitu dengan membandingkan pendapat dua mufassir (Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili). Jenis penelitianya pustaka (Library research) dan adapun sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan skunder. Sumber data primer adalah kitab Tafsir Al Azhar dan Al Munir. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian seperti ,jurnal, buku,dan artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam tafsir Wahbah Az Zuhaili beliau menjelaskan fungsi syūra adalah mencari berbagai sudut pandang dan memilih salah satu pendapat yang diajukan, namun beliau tidak menjelaskan secara detail dalam memilih satu pendapat apakah dengan suara terbanyak atau tergantung pada pemimpinnya, Sedangkan Buya Hamka dalam tafsirnya, ia menjelaskan bahwa syūra atau musyawarah menjadi pokok dalam pembangunan masyarakat dan negara Islam. Inilah dasar politik pemerintah dan pimpinan negara, masyarakat dalam perang dan damai, Ketika aman atau terancam bahaya, dan dalam tafsirnya menjelaskan bahwah dalam memilih pendapat dengan suara terbanyak.Dalam pelaksanaan syura‟ ini itu tidak ada di tetapkan atau ditentukan oleh Rasulullah, jadi untuk pelaksanaannya tergantung perkembangan waktu dan zaman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

RELEVANSI SYURA DENGAN DEMOKRASI DI DALAM AL-QUR'AN (Studi Analisis Tafsir Al Maraghi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu : “KONSEP SYURA DIDALAM AL QURAN (Studi Komparatif tafsir Al Azhar dan Al Munir)” yang ditulis oleh Ridwan Rambe, Nrim S1.VI.19.19.505, Mahasiswa STAI Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya keinginan tahuan bagaimana syura yang terjadi di masa Rasullulah dan para sahabatnya, selanjutnya juga bagaimana Konsep syura ini dalam tafsir Al Azhar dan Al Munir. Karena sistem ini terus dipakai dalam memutuskan sesuatu, dan islam mewajibkan dalam memutuskan permasalahan dengan musyawarah, baik itu terkait pribadi apalagi menyangkut banyak orang. Adapun alasan penulis dalam memilih judul ini dikarenakan belum ada yang meneliti Konsep syura dengan Demokrasi ini menurut pandangan Wahbah Az Zuhaili dan Buya Hamka. Dengan demikian penulis memilih "Konsep Syura Didalam Al Qur‟an (Studi komparatif Tafsir Al Azhar dan Al Munir). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , untuk mengetahui bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga untuk mengetahui analisin konsep syura menurut kedua tafsir tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu ; Bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , Bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga bagaimana analisi konsep syura yang terdapat dalam dua tafsir tersebut. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode muqarran, yaitu dengan membandingkan pendapat dua mufassir (Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili). Jenis penelitianya pustaka (Library research) dan adapun sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan skunder. Sumber data primer adalah kitab Tafsir Al Azhar dan Al Munir. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian seperti ,jurnal, buku,dan artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam tafsir Wahbah Az Zuhaili beliau menjelaskan fungsi syūra adalah mencari berbagai sudut pandang dan memilih salah satu pendapat yang diajukan, namun beliau tidak menjelaskan secara detail dalam memilih satu pendapat apakah dengan suara terbanyak atau tergantung pada pemimpinnya, Sedangkan Buya Hamka dalam tafsirnya, ia menjelaskan bahwa syūra atau musyawarah menjadi pokok dalam pembangunan masyarakat dan negara Islam. Inilah dasar politik pemerintah dan pimpinan negara, masyarakat dalam perang dan damai, Ketika aman atau terancam bahaya, dan dalam tafsirnya menjelaskan bahwah dalam memilih pendapat dengan suara terbanyak.Dalam pelaksanaan syura‟ ini itu tidak ada di tetapkan atau ditentukan oleh Rasulullah, jadi untuk pelaksanaannya tergantung perkembangan waktu dan zaman.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail