ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini mengangkat judul "Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati (Studi Living Qur’an)". Fokus utama dari penelitian ini adalah menggali bagaimana pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 18, diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan yang dikenal dengan nama “Jum’at Berkah”. Kegiatan ini mencerminkan praktik keberagamaan yang tidak hanya ritualistik, tetapi juga berdimensi sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di Masjid Istighfar Tanah Mati. Dalam menganalisis makna Surah At-Taubah ayat 18, digunakan metode tafsir tahlili dengan merujuk pada enam kitab tafsir utama, yaitu: Tafsir al-Munir, Tafsir al-Tabari, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Qurtubi. Keenam tafsir ini memberikan perspektif linguistik, historis, dan kontekstual dalam memahami ayat yang berkaitan dengan pemakmuran masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta pemakmuran masjid sebagaimana dimaksud dalam Surah At-Taubah ayat 18. Kegiatan tersebut menjadi medium aktualisasi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihidupkan dalam realitas sosial umat Islam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik living Qur’an/Al-Qur’an in everyday life di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru, yaitu pelaksanaan amalan empat surat (Yasin, al-Mulk, as-Sajadah dan Ad-Dukhan) pada malam jum’at. Amalan ini tidak hanya dibaca pada malan jum’at saja akan tetapi dipraktekkan dalam shalat malam dan juga dipelajari maknanya melalui pembelajaran tafsir. Bila dibandingkan dengan beberapa pondok pesantren lain yang ada di Indonesia, amalan seperti ini hanya dibaca saja atau hanya praktik shalat malam saja, yang bisa di sebut denga shalat hifdzi. Karna amalan ini berbeda dengan amalan pondok pesantren lainnya, hal ini yang mendorong penulis untuk meneliti amalan empat surat di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konstruksi terhadap penafsiran amalan empat surat di pondok pesantren putri Daarul Ulum Pekanbaru. Karena keterbatasan waktu dalam penelitian dan banyaknya keutamaan yang terdapat dalam surah Al-Mulk, penulis menfokuskan kajian pada penafsiran hanya surah Al-Mulk saja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pelaksanaan, pola penafsiran surah al-Mulk dalam amalan empat surat dan pemahaman ustad dan santri terhadap surah al-Mulk dalam amalan empat surat sesuai dengan kitab tafsir yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi yaitu penelitian lapangan (field reseach), penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang mendeskripsikan karakteristik kultural, dengan pendekatan living Qur’an. Penelitian ini juga menggunakan teori sosial petter berger dan Thomas Lukman: proses eksternalisasi, Objektifitas dan eksternalisasi. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama tata cara amalan empat surat yaitu terbagi menjadi 3 tahapan: 1) tahapan persiapan: berbenah sebelum amalan, 2) tahap pembukaan: yang pembacaan do’a, 3) proses pelaksaanan: praktek pembacaan 4 surah dan proses shalat empat surat, yaitu; pada rakaat pertama membaca surah yaasin, rakaat kedua yaitu membaca surah ad-Dukhan, rakaat ketiga surah surah as-Sajadah dan terakhir yaitu surah al-Mulk, yang dilakukan dengan 2x salam. Kedua pola penafsiran, Pola penafsiran di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru terbagi menjadi 3 aspek, 1) metode penafsiran, 2) corak penafsiran dan 3) sumber penafsiran. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menjelaskan tafsir oleh ustadz yang mengajar adalah metode tahlili, sumber penafsirannya adalah tafsir bil al-Matsur,dan coraknya adalah sufi. Terakhir pemahaman santri dan ustadz, menurut santri mereka memahami amalan tersebut sesuai dengan fadhilah yang terdapat dalam kitab fadhilah amal, dan apa yang mereka pelajari dalam kitab tafsir, sedangkan menurut ustadz yang mengajar sesuai penafsiran surah al-Mulk yang merupakan bagian dari 4 surah adalah “surah Al-Mulk merupakan surah munjiyat yaitu surah yang menjaga pembacanya dari azab kubur. Oleh karena itu siapa saja yang membacanya insya Allah akan dijaga dan dijauhkan dari azab kubur. Dan siapa saja membacanya akan bertambah kepahamannya terhadap agama”.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Amalan Baco Yasin Ompek Puluh Satu di Desa Panipahan (Kajian Living Qur’an)”, ditulis oleh M. ARIF NIRM. S1.VI.19.21.003, mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam konteks Living Qur'an, adanya keunikan dalam pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan, mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di desa tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dasar dan praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan dan pengaruh yang dirasakan oleh pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu dan korelasinya terhadap penafsiran dalam kitab Tafsir Surah Yasin karya Ibnu Katsir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Panipahan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa sejarah baco Yasin ompek puluh satu di Desa Panipahan pertama kali dilaksanakan pada tahun 1950 oleh Sayyidi Syekh Abdul Majid Faqih Al-Kholidi Naqsyabandi, ketika belajar langsung dengan gurunya Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsyabandi yang merupakan orang yang pertama kali mengajarkan amalan ini terkhusus di daerah Sumatera Utara dan Riau. Amalan ini pertama kali dilakukan oleh Syekh Ahmad ad-Dairobi yang mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya firman Allah S.W.T semata, akan tetapi Al-Qur’an juga bermanfaat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan untuk memenuhi berbagai hajat dan kebutuhan manusia. Praktik pelaksanaan amalan baco Yasin ompek puluh satu ini adalah dengan membaca surah Yasin sebanyak 41 kali secara bersama-sama. Imam (pemandu) memulai amalan ini dengan membaca istighfar sebanyak 3 kali, kemudian bertawasul atau istilah di Desa Panipahan membaca Ummul Fatihah dengan membaca beberapa bacaan tertentu dan menghadiahkan bacaan tersebut kepada ruh-ruh orang yang sudah meninggal, kemudian dilanjutkan membaca surah Yasin secara bersama-sama dan ditutup dengan pembacaan do’a. Pengaruh yang dirasakan pemilik hajat setelah baco Yasin ompek puluh satu ini adalah segala hajat yang diminta dikabulakan dan dipermudah oleh Allah S.W.T, dan hal ini sesuai juga yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Kastir dalam kitab Tafsir Surah Yasin, bahwa apabila surah Yasin ini dibacakan pada suatu perkara yang sulit, niscaya Allah S.W.T akan mudahkan.
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu,
kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM
S1.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam
Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang penulis memilih judul Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi
kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, ini karena yang pertama, Dari
pengajian yang penulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang
mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah
Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain
mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang
kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa
Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan
sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu
dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat
melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek
pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research),
karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan
melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing
Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu:
sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yangterkait seperti
tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan.
Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat,serta bukubuku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi
tahlilan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar tahlilan di desa
Tangga Bosi ini berasal dari ulama-ulama terdahulu yang melaksanakan tahlilan
setiap ada orang yang meninggal, kemudian tahlilan tersebut menjadi tradisi yang
dilaksanakan sampai sekarang, jika ada salah satu warga yang meninggal di desa
Tangga Bosi, maka tiga malam sesudah mayit tersebut dikuburkan, kaum bapak
melaksanakan tahlilan di kediaman si mayit, atau rumah ahlu bait, dan
pelaksanannya dilakukan oleh kaum laki-laki terkhususnya kaum bapak, dan tidak
diikutsertakan perempuan atau kaum ibu, karena menjaga fitnah bagi perempuan,
apalagi karena tahlilan ini dilakukan di malam hari, oleh sebab itu yang ikut serta
dalam pelaksanaan tahlilan ini hanya untuk laki-laki atau kaum bapak. Dalam
pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi ada beberapa tahapan yaitu: Persiapan,
Pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi dan Penutup (doa).
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini adalah pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok
pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an yang mempunyai keunikan dalam
pelaksanannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan proses
pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul
Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui dasar dan manfaat pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Penelitian
ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui
pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin
Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Peneliti menemukan
bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula
dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah
dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Proses pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang dilakukan secara rutin pada waktu setelah shalat
ashar, maghrib, dan shubuh. Pelaksanaannya dipimpin oleh santri yang dipilih oleh ustadzustadzah pengasuh santri dan diikuti oleh seluruh santri. Dasar pelaksanaan pembacaan
shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56.
Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin
merupakan konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga
dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Saat ini program tahfidz Al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat
digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negri maupun swasta, baik formal maupun non
formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolahsekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan
keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat
dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz
untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh, yang mana mereka memiliki
program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk
apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Selain itu program ini juga
menumbuhkan semangat belajar bagi para santri, mu’allimah dalam meningkatkan kualitas
belajar mengajar, serta orang tua para santri jadi ikut rajin dalam muroja’ah hafalan bersama
anak-anaknya dirumah.
BookOpen AccessPDF tersedia
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini tentang al-Qur’an yang hidup dikehidupan sehari-hari
Spesifikasinya ayat al-Qur’an yang termuat dalam sebuah tradisi yang dalam
tradisi tersebut terdapat nilai al-Qur’an tercermin dari hidup saling
membantu dan tolong-menolong. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an
sebagai teks yang harus difahami dengan menggunakan beberapa disiplin
keilmuan, akan tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan metode living
Qur’an. Pendekatan ini berusaha mengkaji bentuk interaksi kelompok muslim
terhadap al-Qur’an pada aspek penerapan teks al- Qur’an dalam kehidupan
sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses
pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan
dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan
(field research) yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif
dengan pendekatan living Qur’an. Hal ini dikarenakan penelitian ini menekankan
aspek nilai-nilai al-Qur’an di masyarakat. Hasil dilapangan menunjukkan, yakni;
Penjamuan, pembukaan perundingan acara tradisi mengampuang, mengumumkan
undangan pesta pernikahan anak dari si tuan rumah dan bantuan pengumpulan
dana uang sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah
untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi dan juga dapat menerapkan sifat
tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an. hal demikian didasari oleh
pemahaman masyarakat terhadap surah al-Maidah ayat 2, yakni wata’awanu alal
birri wa takwa, wala ta’awanu alal iṡmi wal ‘udwan. Oleh sebab itu masyarakat
telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dikehidupan sehari-hari atau disebut
dengan living Qur’an.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an) “ yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur’an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami berjalan baik sampai sekarang sebagaimana yang diharapkan oleh pendiri pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Pembacaan jalsah dzikir ini memiliki banyak manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun dasar pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir ini berlandaskan Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 28. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Jalsah dzikir ini dilaksanakan sebelum kegiatan belajar dimulai, santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Shalawat Badar Serta Dzikir Pagi Petang Di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Jamaluddin Pohan NIRM S1.VI.19.20.166, program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang pada setiap harinya secara rutin di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar serta manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Ahzab ayat 41-43 dan 56 sebagai dasar tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56, Manfaat utama yang dirasakan oleh santri meliputi peningkatan keyakinan dan hubungan kepada- Nya, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari gangguan. Selain itu, pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang juga berperan dalam membentuk karakter santri yang disiplin, sabar, dan tawakal. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “TRADISI MENGAMPUANG MENJELANG RESEPSI PERNIKAHAN DI DESA KUNTU DARUSSALAM, KEC KAMPAR KIRI, KAB KAMPAR, PROVINSI RIAU (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Imam Muhlisin, NIRM SI.VI.19.20.165, Mahasiswa STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Diantara tradisi sebelum pernikahan adalah mengampuang, yaitu tradisi pengumpulan dana oleh isi kampung atau kerabat terdekat, tradisi mengampuang di desa Kuntu berbeda dari desa lainnya, di desa ini pengumpulan dana dilakuan secara sistematis dan struktur yaitu dengan pencatatan oleh pihak keluarga. Hal ini merupakan satu diantara poin-poin hidup saling tolong-menolong yang diamalkan masyarakat berlandaskan ajaran Islam al-Qur’an dan hadis atau disebut juga dengan living Qur’an-hadis, nilai-nilai al-Qur’an yang hidup menjadi amalan atau tradisi di tengah masyarakat. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan di Desa Kuntu Darussalam, Kec. Kampar Kiri, Kab. Kampar, Provinsi Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan pengumuman pesta pernikahan dan bagaimana proses pengumpulan dana didalam tradisi mengampuang menjelang resepsi pernikahan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan living Qur'an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Sumber data primer dalam penulisan skripsi ini adalah Mamak Kampung, Ninik Mamak luar, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Mayarakat yang mengikuti tradisi mengampuang, sedangkan data sekunder adalah data langsung dari proses acara tradisi mengampuang, seperti foto kegiatan, vidio, dan data-data lainnya sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini adalah Tahap pertama, dimulai dengan berkumpulnya para sumondo, tunganai tonga umah, tunganai nan ompek dan mamak kampung nan gadang dirumah ahli bait. Tahap kedua memanggil isi kampung yaitu; ghang sumando, anak pancagh, onggang badodon, kawan sakubelan, pipik batoboh, tali sabondo ayugh, balirik tulang bubuong, perantaraan zat dan sifat, untuk dapat menghadiri acara tradisi mengampuang. Tahap ketiga pelaksanaan tradisi mengampuang itu sendiri, yakni; makan-makan, meminta izin membukanya acara dan menyampaikan hajat, menghimbau atau mengumumkan undangan pesta pernikahan si ahli bait untuk sama-sama dapat hadir di acara tersebut, dan meminta bantuan sumbangan biaya pesta pernikahan. Dilaksanakannya tradisi ini adalah untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahmi. Selain itu, juga dapat menerapkan sifat tolong-menolong yang dianjurkan oleh al-Qur’an dan hadis. Masyarakat sangat antusias dalam membantu antar sesama saudara untuk saling meringankan beban saudara yang lain. Oleh sebab itu masyarakat telah menghidupkan nilai-nilai al-Qur’an dan hadis di kehidupan sehari-hari atau disebut dengan living Qur’an-hadis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Pembacaan Surat Al-Mulk Menjelang Tidur Di SMP Insan Cendekia Harau (Kajian Living Quran)” yang disusun oleh Sasu Sumpena NIRM S1.VI.19.19.513, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan pembiasaan pengamalan al-Qur’an dalam keseharian siswa di SMP Insan Cendekia Harau bila dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di bawah naungan ICBS dan sekolah berasrama lainnya, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di sekolah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dan dasar pemilihan pembacaan Surat Al-Mulk sebagai kegiatan siswa sebelum tidur. Selanjutnya, untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan membaca Surat Al-Mulk oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau, serta untuk mengetahui manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membaca Surat Al-Mulk menjelang tidur. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan fungsional. Penelitian dilakukan di SMP Insan Cendekia Harau. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sejarah dan dasar pembacaan Surat Al-Mulk menjelang tidur diprakarsai oleh Ustad Tolan, S.Pd selaku kepala sekolah berdasarkan landasan al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. serta adanya waktu kebersamaan antara siswa dengan pembina asrama pada pukul 21.30 hingga pukul 22.00 WIB. Berdasarkan pengamatan yang telah penulis lakukan di asrama Jogja 1 kampus SMP Insan Cendekia Harau, dalam pelaksanaannya, kegiatan pembacaan Surat Al-Mulk dilaksanakan setiap hari saat menjelang tidur, yang diikuti oleh seluruh siswa. Proses pelaksanaannya; Pertama, siswa membiasakan untuk membersihkan anggota wajah dan badannya terlebih dahulu, seperti menggosok gigi, mencuci wajahnya, dilanjutkan dengan berwudhu’. Kedua, siswa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas. Ketiga, siswa membaca Surat Al-Mulk bersama-sama, cara membacanya ada yang melihat mushaf al-Qur’an dan ada juga tanpa melihat mushaf al-Qur’an. Manfaat yang dirasakan oleh siswa SMP Insan Cendekia Harau setelah membiasakan membaca Surat Al-Mulk ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu manfaat terhadap diri sendiri; seperti meningkatkan interaksi siswa dengan al-Qur’an, mereka mengetahui fadhilah membaca Surat Al-Mulk, menjadikan hati siswa menjadi lebih tenang, mendapatkan kenyamanan dalam tidur, siswa mampu mengontrol emosinya dengan lebih baik, mengharapkan keridhaan dari Allah dan dijauhkan dari siksa kubur; dan manfaat terhadap lingkungan sekitar; seperti interaksi siswa dengan siswa lainnya lebih terjaga, lebih mudah untuk diarahkan, dan adab dengan lingkungan menjadi lebih baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan