ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan kehidupan yang dapat menimbulkan kegelisahan, kecemasan, ketakutan, dan ketidaktenangan dalam diri manusia. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup memberikan penjelasan mengenai ketenangan hati, salah satunya dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep ketenangan hidup menurut M. Quraish Shihab dan Buya Hamka berdasarkan penafsiran Surah Ar-Ra'd ayat 28, memahami penafsiran kedua tokoh terhadap ayat tersebut, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir komparatif (muqāran). Data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan penafsiran kedua tokoh terhadap Surah Ar-Ra'd ayat 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab dan Buya Hamka sama-sama memandang ketenangan hidup sebagai buah dari keimanan dan dzikrullah. M. Quraish Shihab lebih menekankan aspek kebahasaan, konseptual, dan kesadaran batin dalam memahami dzikir, termasuk penghayatan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Sementara itu, Buya Hamka lebih menekankan aspek moral-spiritual dan praktis, dengan memandang dzikir sebagai sarana untuk mengatasi kegelisahan, ketakutan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati. Persamaan kedua penafsiran terletak pada pandangan bahwa iman dan dzikir merupakan dasar tercapainya ketenangan hati. Adapun perbedaannya terletak pada fokus dan corak penafsiran yang digunakan. Dengan demikian, konsep ketenangan hidup dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 menurut kedua tokoh menunjukkan bahwa ketenangan sejati diperoleh melalui keimanan, dzikrullah, kesadaran akan kehadiran Allah, dan penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya reposisi peranan ayah dalam institusi keluarga guna menjawab stigma domestik yang sering kali mereduksi fungsi ayah hanya pada mencari nafkah. Ayah sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter serta spiritualitas generasi. Batasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada analisis peran edukatif dan spiritual ayah sebagaimana digambarkan dalam lingkup QS. Āl-Baqarah ayat 233, dengan rumusan masalah yang mengkaji penafsiran mufasir terhadap ayat tersebut serta bagaimana manifestasi peran ayah dalam mewujudkan konsep Keluarga Rabbānī. (keluarga yang dekat dengan nilai-nilai agama) berdasarkan pesan-pesan dalam QS. Āl-Baqarah ayat 233 dengan menggunakan metode tafsir Taḥlīlī." Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tarbawi (pendidikan), yaitu mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an mengenai peran ayah dalam pendidikan keluarga pada QS. Āl-Baqarah ayat 233. Dalam mengolah data, saya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer dalam penelitian Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku-buku, jurnal, dan skripsi yang relevan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode Taḥlīlī, yaitu menjelaskan makna ayat secara rinci dan mendalam. Metode ini dipilih agar pesan tentang peran ayah sebagai penanggung jawab atas keluarga dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 dapat terungkap secara utuh dan jelas." Penelitian menemukan bahwa QS. Al-Baqarah memberikan prototipe nyata mengenai peran ayah dalam merancang masa depan generasi melalui kekuatan visi spiritual yang tertuang dalam bentuk tanggung jawab, penanaman nilai independensi batin atau muḥarraran, serta pengelolaan lingkungan edukasi yang positif di dalam institusi keluarga. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa keluarag yang baik dan harmonis terwujud melalui sinergi antara kesalehan orang tua dan ekosistem pendidikan yang terjaga. Hal ini membuktikan bahwa peran ayah melampaui batas domestik karena mencakup kepemimpinan spiritual yang menjadi penentu kualitas generasi umat di masa depan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya praktik pola asuh yang merusak (toxic parenting) , Toxic parenting adalah pola pengasuhan yang tidak sehat dan merugikan anak, dikatakan toxic jika perilaku tersebut dilakukan secara berulang dan konsisten tanpa adanya tujuan dan evaluasi. Pola asuh yang merusak berupa pengabaian, kekerasan fisik maupun emosional, kekerasan ekonomi, diskriminasi, serta perlakuan merugi lainnya. Fenomena ini tidak hanya berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Al-Qur’ān sebagai pedoman hidup umat Islam dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menggali dan merumuskan solusi Al-Qur’ān terhadap fenomena toxic parenting dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) serta menerapkan metode Tafsīr tematik (Maudhū’ī) sebagaimana dirumuskan oleh Abd al-Hayy al-Farmāwī. Sumber data primer berupa Al-Qur’ān dan terjemahannya serta penafsiran dari lima kitab Tafsīr, yaitu Tafsīr Al-Azhar, Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Tafsīr Al-Munīr, Tafsīr Fī Zilālil Qur’ān, dan Tafsīr Kementerian Agama RI. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dengan bantuan kitab Mu’jam al-Mufahras li Alfāzh al-Qur’ān al-Karīm Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis) melalui langkah-langkahtafsīr maudhū’ī Maudhū’ī al-Farmāwī. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima ayat yang menjadi dasar pandangan Al-Qur’ān terhadap toxic parenting: QS. An-Nisā’ (4): 9 tentang tanggung jawab orang tua dan larangan meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah; QS. Al-An‘ām (6): 140 tentang larangan kekerasan fisik dan pentingnya ilmu dalam pengasuhan; QS. Al-Isrā’ (17): 31 tentang larangan kekerasan ekonomi karena takut miskin; QS. An-Naḥl (16): 59 tentang penolakan kekerasan emosional dan penerimaan anak sebagai amanah; serta QS. Al-Mā’idah (5): 8 tentang keadilan dan larangan diskriminasi. Al-Qur’ān tidak hanya melarang pengasuhan yang merusak, tetapi juga menawarkan prinsip pengasuhan positif, yaitu tanggung jawab, perlindungan, ketakwaan, kasih sayang, dan keadilan. Dibandingkan dengan pandangan Susan Forward, Al-Qur’ān menekankan dimensi spiritual dan ketakwaan sebagai fondasi pengasuhan. Dengan demikian, Al-Qur’ān menjadi pedoman komprehensif dalam membentuk keluarga Muslim yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Penafsiran Q.S. An Nur Ayat 32 Tentang Tanggung Jawab Wali Nikah dalam Kitab Tafsir Al-Munir”yang ditulis oleh Annisa Rahma, NIM. 2219040, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih umum mengenai tanggung jawab wali nikah. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung wali nikah sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan atau rukun dalam suatu pernikahan, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga setelah menikah. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab wali nikah dalam menikahkan. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan tahlili. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah penafsiran surat An-Nur ayat 32 pada tanggung jawab wali nikah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab wali nikah dalam penafsiran Q.S. An-Nūr ayat 32 menurut Wahbah Az-Zuhaili tidak hanya terbatas sebagai pihak yang melaksanakan akad nikah, tetapi juga mencakup kewajiban untuk membimbing, melindungi, dan membantu terlaksananya perkawinan yang memenuhi ketentuan syariat. Tanggung jawab tersebut diarahkan pada terwujudnya kemaslahatan, terpeliharanya kehormatan perempuan, serta pencegahan terhadap tindakan menghalangi perkawinan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dengan demikian, kewenangan wali merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan perempuan yang berada dalam perwaliannya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH AYAT 142-143 MENURUTWAHBAH AZ-ZUHAILI DAN SAYYID QUTBH TENTANG PERPINDAHAN ARAH KIBLAT” ditulis oleh Muhammad Dzaky NIM. S1.VI.19.19.481 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur`an Payakumbuh. Kisah tentang permindahan arah kiblat menurut para muaffsir Wahbah Az-Zuhaili dan Sayyid Qutbh ini diawali dari surah al-baqarah ayat 142. Serta as-sufaha ini juga maksudkan kepada orang yang tidak terima bahwa ka’bah merupakan kiblat umat muslim. Makna dari kalimat “apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblat mereka yang dahulu telah mereka berkiblat kepadanya?” adalah bahwa awalnya umat islam berkiblat ke mekkah kemudian pindah ke Baitul Maqdis, lalu pindah kembali ke Mekkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif dan analitis. Jenis penelitian yaitu penelitian pustaka, yang melibatkan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, kitab tafsir dan Al-Qur’an, baik dari bahan yang ditulis tokoh yang diteliti (Primer) atau buku yang ditulis oleh orang lain terkait tokoh tersebut (Sekunder). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan proposal ini terdiri dari data primer dan skunder Peneliti menemukan di antara kehendak Allah yang paling absolut adalah dia menentukan untuk manusia satu kiblat yang mengumpulkan mereka dalam ibadah. Pada mulanya Allah memerintahkan kaum muslimin menghadap baitul maqdis, guna memberitaukan bahwa agama Allah itu satu, kiblat semua nabi juga satu, dan tujuan hakiki adalah menghadap Allah. Dan Allah membimbing siapa pun yang di kehendakinya kejalan yang lurus yang mengantarkan kebahagian dunia dan akhirat. Di dalam tafsir Sayyid Qutb : Jika Allah memilih untuk hambanya suaru arah, lalu memilihnya dan menentukannya sebagai kiblat, maka itulah kiblat yang di pilihnya. Lewat jalan itulah mereka berjalan yang lurus. Di dalam Tafsir Al-Munir karena maslahat pasti ada dalam apa yang diperintahkan Allah dan kebaikan tentu terkandung dalam apa yang ditentukannya. Dan Allah membimbing siapa pun yang dikehendaki nya ke ialan yang lurus yang mengantarkan ke kebahagiaan dunia dan akhirat, baik dengan menghadap ke Baitul Maqdis maupun menghadap ke Ka'bah.
ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
this study aims to find out the concrete domain of learning Arabic at HOTS, MOTS, or LOTS levels</p>
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
تجريد
نصر الحميد، 2026 م، تأثير استخدام طريقة الباقيين الضيفين ( (Two Stay Two Stray على قدرة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بمدرسة الفتح المتوسطة الإسلامية باياكمبوه، قسم التربية اللغة العربية بكلية التربية جامعة دار القرآن باياكمبوه.
خلفية البحث المهمة أن الطلاب لديهم المشكلات ما يتعلق بحفظ المفردات ، من سببها أن بعض الطلاب أسرع ما ينسى المفردة جديدة إذا كان يحفظ وحده،ولكن إذا يحفظ مع صاحبه سيبق طويلا في ذاكرته و بعض الطلاب ما عندهم الشجاعة ليسألوا المدرس عن المفردة التي لم يعرفوا معنها,ثم المدرس يستعمل طريقة الإلقائية في التدريس اللغة العربية. لذلك اختار الباحث هذا الموضوع.
العرض من هذه الدراسة هو المعرفة تأثير استخدام طريقة الباقيين الضيفين (Two Stay Two Stray ) على قدرة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية. المنهج الذي يستعمله الباحث في هذا البحث هو المنهج الكمي بالنوع التجريبي. إن هذا البحث التجريبي يستخدمه الباحث تصميم التجريبي pre exprimen desingnsبالنوع one group pretest-post test desingn ثم قام الباحث بالاختبار القبلي و الاختبار البعدي وتحليل البيانات الكمية أو الإحصاءات.
كانت النتائج التي حصل عليها الباحث تكون معدل نتيجة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بعد إجراء التدريس باستخدام طريقة الباقيين الضيفين ( Two Stay Two Stray) هي 88.13 . و تكون معدل نتيجة الطلاب في حفظ مفردات اللغة العربية بعد إجراء التدريس بدون استخدام طريقة الباقيين الضيفين ( Two Stay Two Stray) هي 82.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
سري وهيونينغسيه، 2026، تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القران باياكمبوه. يهدف هذا البحث إلى التعرف على الصعوبات التي تواجهها الطالبات في تعلم علم النحو، وتحليل العوامل التي تسهم في ظهورها بمعهد أولاد الجنة الإسلامي في تاناه داتار. وتأتي أهمية هذا البحث من المكانة المحورية التي يحتلها علم النحو في إتقان اللغة العربية، إذ يساعد على فهم التراكيب اللغوية واستيعاب النصوص العربية على الوجه الصحيح. إلا أن تعلم هذا العلم لا يزال يواجه عدداً من التحديات، من أبرزها ضعف فهم القواعد النحوية، وصعوبة تحديد أوجه الإعراب، وعدم القدرة على ترجمة النصوص الواردة في كتابي الآجرومية والمفتاح. واعتمدت الباحثة المنهج الكيفي الوصفي؛ لملاءمته لطبيعة البحث وأهدافه. وتكونت عينة الدراسة من طالبات المرحلة المتوسطة ومعلمة مادة النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي. وجُمعت البيانات باستخدام الملاحظة، والمقابلات، والوثائق، ثم جرى تحليلها من خلال اختزال البيانات، وتنظيمها وعرضها، وصولاً إلى استخلاص النتائج. وأشارت نتائج البحث إلى أن الطالبات يواجهن عدة صعوبات في تعلم علم النحو، تتمثل في ضعف استيعاب القواعد النحوية، وصعوبة تعيين الإعراب، وقلة القدرة على ترجمة النصوص العربية. كما أظهرت النتائج أن هذه الصعوبات ترجع إلى عوامل داخلية، مثل ضعف الدافعية وقلة الحصيلة اللغوية، وإلى عوامل خارجية، منها طرائق التدريس المستخدمة، ومحدودية الوسائل التعليمية، وضيق الوقت المخصص لتدريس المادة. وخلص البحث إلى أن التغلب على صعوبات تعلم علم النحو يتطلب معالجة العوامل الداخلية والخارجية معاً، وذلك من خلال تطوير استراتيجيات التدريس، وتنويع الوسائل التعليمية، والإكثار من التدريبات التطبيقية، بما يسهم في تحسين مستوى الطالبات في فهم القواعد النحوية.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
*تأثير استخدام طريقة القصة لزيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا* يهدف هذا البحث إلى معرفة تأثير استخدام طريقة القصة في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا. وسبب هذا البحث هو أن ميول الطلاب في تعلم النحو لا تزال منخفضة بسبب استخدام طريقة التعليم التقليدية التي تميل إلى الرتابة. يستخدم هذا البحث المنهج الكمي بنوع التصميم التجريبي القبلي، وهو تصميم مجموعة واحدة مع اختبار قبلي وبعدي. وكان مجتمع البحث جميع طلاب الصف الثامن، وأخذت العينة 17 طالبا. وأدوات جمع البيانات المستخدمة هي الاستبيان والتوثيق. وتم تحليل البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي واختبار ت. وأظهرت نتائج البحث أن هناك زيادة في متوسط درجة ميول الطلاب من 40.88 في الاختبار القبلي إلى 48.76 في الاختبار البعدي. وبناء على تحليل البيانات، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة القصة له تأثير كبير في زيادة ميول الطلاب في تعلم النحو بمدرسة فاستابقوا الخيرات ليما بولونيا كوتا.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
تجريد حول حتى هاسيبوان، ٢٠٢٦. عنوان هذا البحث: "تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تحسين مهارة الكلام في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا". تستند هذه الدراسة إلى عدم بلوغ مهارة الكلام لدى طلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا المستوى الأمثل، على الرغم من امتلاكهم المهارات الأساسية في اللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى وصف تطبيق طريقة السمعية الشفوية في تدريس اللغة العربية، بما يشمل التخطيط، والتنفيذ، والتقييم، بهدف تحسين مهارات الكلام لدى الطلاب. تستخدم هذه الدراسة منهجًا نوعيًا وصفيًا. وموضوع البحث هو مدرس اللغة العربية وطلاب الصف العاشر (أ) في معهد جاهايا إسلام لما بولوه كوتا. وتم جمع البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلات، والتوثيق. وتحليل البيانات باستخدام نموذج مايلز وهوبرمان الذي يشمل اختزال البيانات، وعرضها، واستخلاص الاستنتاجات. وتم اختبار صحة البيانات من خلال التثليث بين المصادر والتثليث بين التقنيات. أظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة السمعية الشفوية قد مرّ وفقًا لمراحل التعلم المخطط لها، حيث يبدأ المعلم الدرس بنشاط الاستماع، يليه التقليد، والتكرار، وتدريبات الحوار، وممارسة التحدث بشكل تدريجي. ويتم التقييم من خلال الاختبارات الشفوية، وممارسة المحادثة، ومراقبة قدرات الطلاب. وقد أحدث تطبيق هذه المنهجية تأثيرًا إيجابيًا على تحسين مهارة الكلام، وهو ما يتجلى في تحسن طلاقة الكلام، ودقة النطق، وإتقان المفردات، فضلًا عن ثقة الطلاب بأنفسهم في التواصل باللغة العربية. وبذلك، يمكن أن تعد منهجية السمعية الشفوية أحد البدائل الفعالة في تحسين مهارة الكلام باللغة العربية لدى الطلاب.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
فيري فرناندا. 2026. "تأثير طريقة (Make a Match) على ميول تعلم اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن بمدرسة المتوسطة القرآن الزمريّة لمابولوه كوتا"، رسالة علمية. قسم تعليم اللغة العربية، كلية التربية، جامعة دار القرآن باياكمبوه. تستند هذه الدراسة إلى انخفاض اهتمام الطلاب بتعلم اللغة العربية، وهو ما يتجلى في قلة الانتباه والمشاركة والحماس أثناء الحصص الدراسية. وتهدف هذه الدراسة إلى معرفة تطبيق طريقة (Make a Match)، وفعالية هذه الطريقة، وتأثيرها على ميول تعلم اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن بمدرسة المتوسطة القرآن الزمريّة لمابولوه كوتا. استخدم هذا البحث نهجًا كميًّا من نوع البحث شبه التجريبي بتصميم (اختبار لاحق فقط مع مجموعة مراقبة غير متكافئة). وبلغ عدد عينة البحث 38 طالبًا، تتألف من 24 طالبًا في الفصل التجريبي و14 طالبًا في الفصل المراقبة، تم اختيارهم باستخدام تقنية (الاختيار الهادف). وتشمل تقنيات جمع البيانات الملاحظة والمقابلات والاستبيانات والتوثيق. أما أداة البحث فهي استبيان اهتمامات التعلم الذي تم اختبار صحة وموثوقيته. وأُجري تحليل البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي واختبار التوزيع الطبيعي واختبار التجانس واختبار الفرضية باستخدام اختبار t للعينات المستقلة. أظهرت نتائج البحث أن طريقة (Make a Match) تُطبق من خلال نشاط مطابقة بطاقات الأسئلة والأجوبة، مما يخلق عملية تعليمية نشطة وتفاعلية وممتعة. وأظهرت نتائج التحليل الوصفي أن متوسط الاهتمام بالتعلم في الفصل التجريبي بلغ 88,71، بينما بلغ في الفصل الضابط 60,64. وأظهر اختبار التوزيع الطبيعي أن البيانات تتبع توزيعًا طبيعيًا (Sig. 0,122 و0,673)، بينما أظهر اختبار التجانس أن التباين في المجموعتين متجانس (Sig. 0,190). وأسفر اختبار الفرضية باستخدام اختبار t للعينات المستقلة عن قيمة Sig. (ثنائية الذيل) 0,001 ( 0,05)، وبالتالي تم رفض H₀ وقبول H₁. وبناءً على ذلك، يمكن استنتاج أن طريقة (Make a Match) لها تأثير إيجابي وذو دلالة إحصائية على ميول تعلم اللغة العربية لدى طلاب الصف الثامن بمدرسة المتوسطة القرآن الزمريّة لمابولوه كوتا.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
نظرة الخميرة. 2026. "تأثير استخدام طريقة العصف الذهني علي تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية". الرسالة العلمية. قسم تربية اللغة العربية. انطلق هذا البحث من ضعف مهارة الكلام لدى الطالبات في تعلم اللغة العربية، وخاصة مهارة الكلام. حيث إن عملية التعلم التي ما تزال تتمحور حول المعلمة أدت إلى قلة مشاركة الطالبات، وضعف جرأتهن في التعبير عن آرائهن، وصعوبة استخدام المفردات العربية شفويا. ولذلك، برزت الحاجة إلى طريقة تعليمية تسهم في تنشيط الطالبات وتشجيعهن على التحدث باللغة العربية. ويهدف هذا البحث إلى التعرف على استخدام طريقة العصف الذهني على تحسين مهارة الكلام، ومعرفة مستوى فعالية هذه الطريقة على تحسين مهارة الكلام، وكذلك معرفة أثر استخدامها على تحسين مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية. استخدم هذا البحث المنهج الكمي بتصميم المجموعة الواحدة ذي الاختبار القبلي والاختبار البعدي (One Group Pretest-Posttest Design). وبلغ عدد أفراد عينة البحث خمسًا وعشرين طالبة من الصف الثامن تم اختيارهن باستخدام أسلوب المعاينة الشاملة (Total Sampling). وتمثلت أداة البحث في سلم تقدير مهارة الكلام الذي تم التحقق من صدقه من خلال أسلوب التحكيم الخبري (Expert Judgement) بواسطة معلمة اللغة العربية. وحللت البيانات باستخدام الإحصاء الوصفي، واختبار التوزيع الطبيعي Shapiro-Wilk، واختبار Wilcoxon Signed-Rank Test، وتحليل N-Gain. وأظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة العصف الذهني جعل الطالبات أكثر نشاطا وثقة بالنفس في التحدث باللغة العربية. فقد ارتفع متوسط درجات الاختبار القبلي من 62.68 إلى 78.76 في الاختبار البعدي. كما أظهرت نتائج اختبار Wilcoxon Signed-Rank Test أن قيمة الدلالة الإحصائية بلغت 0.001 ( 0.05)، مما أدى إلى رفض الفرضية الصفرية (H₀) وقبول الفرضية البديلة (H₁). أما نتائج تحليل N-Gain فقد بلغت 0.43، وهي تقع ضمن الفئة المتوسطة أو الفعالية المقبولة. وبناء على ذلك، يمكن الاستنتاج أن استخدام طريقة العصف الذهني له أثر ذو دلالة إحصائية ويتمتع بدرجة فعالية مقبولة في تنمية مهارة الكلام لدى طالبات الصف الثامن في مدرسة المتوسطة تشاهايا إسلام الداخلية.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul ‘’PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM
PENAFSIRAN Q.S AL-BAQARAH AYAT 221’’ yang ditulis oleh Laura Alena
NIRM 2219002, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakmbuh.
Latar Belakang penelitian ini di karenakan meningkatnya angka Fenomena
Pernikahan Beda Agama di Indonesia, Karena Perbedaan agama tidak lagi selalu
menjadi penghalang dalam memilih pasangan hidup. Banyak pasangan
beranggapan bahwa keharmonisan rumah tangga lebih ditentukan oleh rasa saling
mencintai, komunikasi yang baik, dan kesamaan tujuan hidup daripada kesamaan
agama. Namun Beda Agama yang di maksud dalam penelitian ini terbagi atas dua
golongan, yaitu ahl kitab dan musyrik. Tetapi penelitian ini lebih berfokus ke Q.S
Al-Baqarah ayat 221, yang mana inti dari ayat tersebut memiliki arti dilarangnya
menikahi wanita musyrik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan. Pendekatan yang di gunakan adalah tafsir tahlili. Sumber data primer
meliputi kitab Tafsir Ma'alim At-Tanzil karya Al-Baghawi, kitab Tafsir Ahkam Al-
Qur'an karya Ibnu Al-'Arabi, kitab Tafsir Al-Qumi, kitab Tafsir Ahkam Al-Qur'an
karya Al-Jassas, kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, kitab Tafsir Al-
Jami' li Ahkam Al-Qur'an karya Al-Qurthubi, kitab Tafsir Ahkam Ali Asaish, kitab
Tafsir Ahkam As-Sabuni.
Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui menelusuri kitab-kitab terkait
untuk menemukan penafsiran Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 221 yang terkait
tentang pernikahan beda agama, kemudian mengumpulkan data-data pendukung
dari literatur sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan
metode deskriptif eksploratif, yaitu dengan memaparkan isi penafsiran secara
sistematis dan dilanjutkan dengan penelaahan secara mendalam. Analisis ini juga
mencakup perbandingan antarpenafsiran dalam kitab-kitab terkait untuk
mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pandangan mengenai pernikahan beda
agama.
Hasil Penelitian ini Berdasarkan analisis terhadap berbagai kitab tafsir yang
telah dikaji, dapat disimpulkan bahwa tidak ada indikasi tentang kebolehan
menikahi wanita musyrik, dan juga tidak ditemukan ulama yang membahas khusus
tentang اُول ٰۤىِٕك َ يَدْعُو ْ نَ اِلَى النَّار , sehingga penulis menyimpulkan keharaman menikah
dengan orang musyrik secara mutlak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi dengan judul “Tahsin Qur’an Guru-guru TPQ Di Kenagarian Situjuah Batua” ditulis oleh Ferdi Winaldo NIRM: S1.VI.19.20.158, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya guru TPQ yang belum memahami tajwid dalam membaca al-Qur’an. Secara umum guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua masih menggunakan tajwid yang dipelajari ketika masih belajar di TPQ atau surau dahulu. Padahal guru TPQ tersebut akan menjadi tauladan bagi santri dan santriwan di TPQ Kenagarian Situjuah Batua. Kurangnya pemahaman ilmu tajwid sebagian guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua, membuat penulis ingin meneliti lebih jauh bacaan guru-guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis memilih guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua sebagai sampel dengan teknik penentuan sampelnya ialah Simple Random Sampling. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui kemampuan bacaan guru-guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua dalam hal makharijul huruf, mad wal qashr, serta ghunnah dan bilaghunnah. Kemampuan yang dimiliki oleh guru TPQ nantinya akan diajarkan kepada generasi yang akan datang sebagai pewaris al-Qur’an. Oleh karena itu sudah semestinya seorang guru TPQ menguasai ilmu tajwid dengan baik dan benar. Hasil penelitian ini dibagi kepada dua poin. Poin pertama, dalam hal penguasaan bacaan yang dibagi kepada tiga bidang yaitu, bidang makharijul huruf, secara umum hampir sama yaitu kesalahan dalam pengucapan huruf Dal. Bidang mad wal qasr dalam praktek ditemukan banyak kesalahan dalam mad far’iy seperti mad wajib muttasil, mad lazim mukhaffaf harfi dan mad ‘iwadh. Bidang ghunnah dan bilaghunnah, secara umum masih banyak kesalahan dalam melafaskan bacaan ikhfa dan nun musyaddadah, hanya sebagian kecil yang sudah menguasai baik secara teori maupun praktek. Selanjutnya poin kedua yaitu terdapat dua faktor yang mempengaruhi bacaan al-Qur’an para guru TPQ di Kenagarian Situjuah Batua, yaitu faktor positif seperti kegigihan dalam belajar tahsin al-Qur’an serta faktor usia yang belum lanjut. Dan faktor negatif seperti kurangnya pengetahuan tentang ilmu tajwid serta faktor usia yang sudah lanjut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi yang berjudul “Penafsiran Jihad Dalam Surat Al Furqon Ayat 52 Dalam Kitab Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān dan Relevansi Nya Dengan Era Modern. (Kajian Tafsir Tahlili)” disusun oleh Reski Ananda NIM 2219006, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahaman jihad yang sering dikaitkan dengan peperangan, padahal Al-Qur’an menunjukkan adanya bentuk jihad yang dilakukan melalui sarana selain kekuatan fisik. Salah satunya terdapat dalam QS. Al-Furqān ayat 52 melalui lafaz wa jāhid-hum bihī jihādan kabīran. Ayat tersebut merupakan ayat Makkiyah yang turun sebelum disyariatkannya peperangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran jihad dalam QS. Al-Furqān ayat 52 menurut Imam Al-Qurṭubī serta mengetahui relevansi penafsiran tersebut dalam kehidupan kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian adalah kitab Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān karya Imam Al-Qurṭubī, khususnya penafsiran QS. Al-Furqān ayat 52, sedangkan sumber sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur yang relevan dengan pembahasan jihad. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan memperhatikan aspek kebahasaan, konteks Makkiyah, riwayat, serta kronologi pensyariatan jihad.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Qurṭubī memahami jihad dalam QS. Al-Furqān ayat 52 sebagai perjuangan menghadapi kaum kafir dengan menggunakan Al-Qur’an sebagai instrumen utama. Pemahaman tersebut didasarkan pada lafaz bihī yang merujuk kepada Al-Qur’an, pendapat Ibn ‘Abbās dan Ibn Zayd, serta konteks Makkiyah yang berlangsung sebelum adanya perintah perang. Jihad dalam ayat tersebut pada era modern yaitunya jihad intelektual. Penafsiran tersebut relevan dengan kehidupan kontemporer karena nilai jihad dapat diwujudkan melalui pendidikan, dakwah, pengembangan ilmu pengetahuan, literasi Al-Qur’an, pembinaan akhlak, dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara damai dan konstruktif. Dengan demikian, penafsiran Al-Qurṭubī menunjukkan bahwa jihad memiliki makna yang kontekstual dan tidak selalu identik dengan peperangan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji penafsiran kata shayyib dalam QS. Al-Baqarah ayat 19 menurut Zaghloul Al-Najjar dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kata shayyib merupakan istilah yang unik dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan beragam oleh para mufasir, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan tafsir ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penafsiran Zaghloul Al-Najjar terhadap kata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir tahlili, dan pendekatan ilmiah. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab tafsir karya Zaghloul Al-Najjar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shayyib ditafsirkan sebagai hujan badai yang disertai kegelapan, petir, dan kilat, yang berkaitan dengan fenomena cuaca ekstrem di atmosfer. Melalui tafsir ilmi, Zaghloul Al-Najjar menghubungkan makna linguistik ayat dengan temuan sains modern, sehingga shayyib tidak hanya dipahami sebagai hujan, tetapi juga sebagai gambaran kekuatan alam yang besar. Fenomena tersebut menjadi perumpamaan bagi kondisi orang-orang munafik yang dipenuhi ketakutan, keraguan, dan kebingungan terhadap petunjuk Allah. Penafsiran ini menunjukkan keselarasan antara pesan Al-Qur’an dan fakta ilmiah serta memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Penafsiran Q.S. Hud Tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar”, yang disusun oleh saudari Erna Agustina, NIM 2219035, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep istighfar dalam Al-Qur'an secara komprehensif. Istighfar tidak hanya dimaknai sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT tetapi juga mengandung nilai nilai pendidikan spiritual, pembinaan akhlak, serta perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran yang kontekstual terhadap ayat-ayat istighfar, khususnya dalam Q.S. Hud ayat 3, 52, 61, dan 90, dengan menghubungkan pesan Al-Qur'an terhadap realitas kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir maudhu'i Muhammad al-Ghazali as Saqa dengan mengidentifikasi tema utama, menganalisis keterkaitan antar ayat, serta menjelaskan kandungan ayat. Adapun yang menjadi rumusuan masalah yaitu Deskrifsi ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud: 3, 52, 61, dan 90 serta penafsiran ayat tersebut dalam Kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighfar dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 168 kali, dan istighfar berupa perintah terdapat 24 ayat dari 17 surah yang berbeda. Dalam skripsi ini penulis hanya membahas tentang istighfar yang terdapat dalam Q.S. Hud yang di bagi menjadi dua tema pembahasan yang pertama tentang keutamaan Istighfar dan Tobat yaitu Allah akan memberi kenikmatan dan kekuatan diatas kekuatan kita bagi orang yang beristighfar dan bertobat. Kedua tentang seruan Nabi Saleh kepada kaum samut agar meminta ampun dan bertobat kepada Allah, serta seruan Nabi Syu‟aib kepada umatnya agar memohon ampun kepada Allah dan minta tobat karna sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan penerima Tobat yang sungguh- sungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep istighfar menurut Buya Hamka memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang saling berkaitan. Istighfar bukan hanya sarana memperoleh ampunan Allah SWT tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, perbaikan hubungan antar sesama manusia, serta pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Konsep Pariwisata dalam Al-Qur’an”, yang disusun oleh saudara Muhandi, NIM 2219025, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya sektor pariwisata sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam perspektif Islam, aktivitas pariwisata tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengambil pelajaran (ibrah), memperkuat keimanan, mengenal kebesaran Allah Swt., serta merenungkan sejarah kehidupan umat terdahulu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif mengenai konsep pariwisata dalam Al-Qur'an berdasarkan penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pariwisata dalam Al-Qur'an melalui penafsiran lima kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Qurthubi, terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan aktivitas perjalanan, pengamatan alam, serta pengambilan pelajaran dari peninggalan umat terdahulu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder, sedangkan analisis data menggunakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima mufasir memiliki kesamaan pandangan bahwa perintah melakukan perjalanan di muka bumi dalam ayat-ayat tersebut bukan sekadar bertujuan untuk rekreasi, tetapi lebih kepada upaya memperoleh pengetahuan, mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu, mengamati tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, serta memperkuat keimanan kepada-Nya. Perbedaan penafsiran terletak pada penekanan masing-masing mufasir. Tafsir Al-Misbah lebih menonjolkan relevansi perjalanan dengan pengembangan wawasan dan pembentukan karakter. Tafsir Al-Azhar menekankan nilai pendidikan, pembangunan peradaban, dan kesadaran sosial. Tafsir Al-Munir mengaitkan perjalanan dengan fungsi dakwah, tadabbur, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Qurthubi lebih menekankan aspek riwayat, pelajaran dari kehancuran umat terdahulu, serta hikmah yang dapat diambil sebagai bentuk penguatan akidah. Dengan demikian, konsep pariwisata dalam Al-Qur'an merupakan aktivitas yang mengandung dimensi edukatif, spiritual, historis, dan sosial, sehingga mampu mendorong manusia untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT serta mengambil hikmah dari perjalanan yang dilakukan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Memaafkan dalam Perspektif Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Kesehatan secara Holistik” yang ditulis oleh Adek Rahmat NIRM 2219038, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Di Penelitian ini penulis mengangkat topik memaafkan dalam perspektif Al-Qur’an yang mana sudah diperintahkan dalam Al-Qur’an semenjak 1400 tahun yang lalu serta sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Disisi lain, Dalam ilmu kesehatan Holistik punya metode pengobatan secara menyeluruh yang mencakup aspek Spiritual, Emosional, mental dan Fisik. Berbeda dengan pengobatan konvensional yang cendrung berfokus pada pengobatan fisik semata. Dalam pengobatan holistic, terutama dalam ilmu Matalogi (analisis tanda tanda lewat iris, sclera dan pupil mata), dibahas mengenai emosi negative seperti tanda tanda dendam, benci, marah dan konsep memaafkan. Peneliti ingin mensyinkron Ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi dengan Ilmu Matalogi tersebut. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I (Tematik). Hasil Penelitian Menunjukkan 10 Ayat Al-Qur’an tentang memaafkan dengan akar kata al-afw dan Maghfirah. Dengan akar kata al-afw sebanyak 9 ayat dan dengan akar kata Maghfirah sebanyak 1 ayat. Penelitian ini dibagi kepada dua pembahasan. Pertama, Mengklasifikasi ayat ayat tentang memaafkan. Kedua, penafsiran ayat memaafkan, di bagi kepada empat tema, tema pertama memaafkan dalam interaksi social, tema kedua , maafkan orang kafir , tema ketiga memaafkan walaupun sanggup membalas dan tema ke empat, memaafkan dan tidak dendam dalam ruang lingkup keluarga. Integrasi diantara ayat ayat al-qur’an memiliki hubungan langsung terhadap Kesehatan spriritual, mental, emosional dan fisik. Di sertai penjelasan hubungan memaafkan dengan teori Kesehatan secara holistic.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z”, yang ditulis oleh Yuli Hendri NIM. 2219034, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang “Reaktualisasi Penafsiran Ayat Etika Sosial Untuk Membentuk Karakter Generasi Z. Masalah dalam penelitian ini terkait generasi Z menuntut adanya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial agar tidak terjebak dalam budaya pembatalan (cancel culture). Berdasarkan hal diatas, maka penulis tertarik untuk mengembangkan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan klasifikasi ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an dan menjelaskan penafsiran ayat-ayat tentang etika sosial dalam Al-Qur’an serta untuk menganalisis penafsiran tersebut untuk membentuk karakter generasi Z Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research). Metode tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode tafsir maudhu’i (tematik). Dalam menganalisis data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui kitab-kitab yang di karang oleh ulama-ulama yang diakui akan keilmuanya. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an Al-Kariim, Kitab Tafsir Al-Munir, tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar, dan tafsir ibnu katsir. Sedangkan sumber data sekunder meliputi buku-buku, jurnal-jurnal, artikel, karya tulis lainnya yang relevan dengan tema etika sosial dalam perspektif islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 ayat yang yang membahas etika sosial untuk membentuk karakter Generasi Z, yaitu Q.S. An-Nisa ayat 58 dan 135, Q.S. Ali-Imran ayat 159, Q.S. Luqman ayat 18, Q.S. Al-Hujurat ayat 12, dan Q.S. Al-'Ashr ayat 3. Berdasarkan penafsiran para mufasir, ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai pokok berupa keadilan, kecintaan/kasih sayang dan amal shaleh. Analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk direaktualisasikan dalam kehidupan generasi Z sebagai pedoman etika sosial, membangun kepedulian sosial, memperkuat integritas moral, mengembangkan sikap toleransi, serta membentuk karakter yang bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, reaktualisasi penafsiran ayat-ayat etika sosial membuktikan bahwa ajaran Al-Qur'an bersifat universal dan tetap relevan sebagai landasan pembentukan karakter generasi Z pada era modern.